Feature

Kalau Memang Rasanya Sama, Harusnya Usahanya Pun Serupa

Pada satu masa, ada kalanya kamu harus menyadari bahwa dia yang kau cintai ternyata tak mencintaimu. Jadi selama ini dia hanya berpura-pura suka? Tidak juga, karena bisa jadi kamulah yang salah dalam mengartikan sikapnya.

Jelas-jelas ia bersikap biasa, bahkan tak seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. Anehnya kamu malah tetap percaya, bahwa rasa cinta yang ia miliki serupa besar dengan sayangmu padanya. Walau tak disampaikan lewat kata, harusnya kamu bisa membaca. Manakah sikap yang memang menggambarkan rasa. Bukannya sadar kalau ia tak pernah sayang, kamu justru lelap dalam bayang-bayang kalau dia juga sayang.

Kamu Selalu Bersemangat untuk Bertemu, Sedangkan Ia Selalu Menghindar Darimu

Merasa mencintainya dengan penuh, semua hal kau lakukan untuknya dengan sungguh. Beberapa kali mengajaknya berjumpa, dirimu selalu membara untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Namun sialnya, semangat darimu kerap menutup kemampuan melihat kenyataan.

Berpikir bahwa si dia juga punya antusias yang sama, padahal dirinya selalu berupaya hilang di segala pertemuan yang kau buat buat dengannya. Masih belum merasa, kamu justru menyebutnya hanya perkara waktu saja.

Bukan Tak Punya Waktu Membalas Pesan, Sebenarnya Ia Sedang Menolak dengan Pelan

Sejatinya, cinta dan kasih sayang pasti membuat seseorang selalu berupaya kuat. Menunjukkan perhatian, bahkan meski tak diminta secara terang-terangan. Namun lain dari itu, berpuluh-puluh pesan masuk yang kau kirimkan. Justru dianggurkan sepersekian jam, untuk kemudian dibalas dengan bermacam alasan. “Maaf tadi aku sibuk?”

Jika sibuk bisa membuatnya lupa denganmu, itu artinya kamu memang tak pernah dijadikan prioritas yang dalam semua kegiataan. Karena, sesibuk apapun seseorang ia akan selalu berusaha untuk membalas pesan dari yang tersayang.

Meski Kamu Sungguh-sungguh, Bersamamu Ia JustruTerlihat Tak Pernah Utuh

Coba perhatikan lagi gerak-gerik darinya. Bagaimana ia bersikap setiap kalian berdua. Kemana arah matanya memandang setiap kali dirimu bicara, hingga bagaimana ia merespon semua cerita yang kau sampaikan padanya. Tubuhnya memang ada disana, tapi bisa jadi jiwanya sedang melayang entah kemana.

Tak ada fokus yang sungguh, karena sedari awal ia memang tak pernah ingin serius denganmu. Hanya saja, kamu terlalu percaya. Hanya diberi satu-dua kalimat pujian saja, sudah merasa terbang di surga.

Berharap untuk Diberi Kejutan Manis, yang Kau Dapat Justru Kenyataan Tragis

Yap, coba ingat-ingat lagi berapa kali kamu merasa kecewa atas ekspektasi yang kamu sematkan padanya. Berharap ia bertanya kabar lebih dulu, padahal kamulah yang selalu bertanya kabar padanya. Berpikir akan diperlakukan sebagai sosok yang dicinta, si dia malah berbuat sesuatu yang justru membuatmu marah.

Kasih sayang yang memang sungguh, pastilah malahirkan tanggung jawab yang kuat. Jika memang ia punya cinta yang sama besar, semua hal baik yang sudah kamu lakukan harusnya ia balas dengan perbuatan yang setimpal.

Selama Ini Kamu Mungkin Buta, Tapi Sudah Saatnya Membuka Mata

Kamu selalu merasa mencintainya, meletakkan harap padanya, menggenggam tangannya dengan sekuat tenaga. Berharap dia berbagai rasa, padahal semua itu hanyalah ilusi dari pikiranmu saja. Dia tak pernah mencintaimu, bahkan tak pernah merasa perlu untuk menunjukkan rasa sayang padamu.

Sialnya, sedari dulu kamu percaya jika ia juga suka. Untuk itulah, kali ini belajarlah untuk membuka mata melihat kenyataan yang ada. Jangan mau terus dibohongi dia, karena kalau memang cinta ia pun pasti akan berusaha. Bukan malah diam, dan tak membalas semua yang kau lakukan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bus Terguling dan Tewaskan 29 Orang di Portugal

Sedikitnya 29 orang tewas setelah kecelakan bus turis yang mengangkut puluhan turis Jerman jatuh menggelinding di salah satu pulau di Portugal, Madeira. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, Rabu 17 April 2019 setelah pengemudi disebutkan kehilangan kendali kemudi di persimpangan dan tikungan yang jalannya tak mulus sebagaimana diberitakan kantor berita Portugal, Lusa.

Bus tersebut jatuh di jalanan di dataran tinggi, kemudian berguling dan menimpa atap rumah di pemukiman yang berada di area bawah.

“Saya sampai tak bisa berkata-kata atas kecelakaan fatal ini. Saya tak sanggup melihat penderitaan dan duka yang dialami korban,” kata Wali Kota setempat, Filipe Sousa.

Ia mengatakan seluruh turis dalam bus tersebut merupakan warga negara Jerman, namun tak menutup kemungkinan ada beberapa warga lokal diantara mereka. Korban tewas 11 orang lelaki dan 17 orang wanita, kemudian satu orang wanita lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan daerah Madeira, Pedro Calado mengatakan, bus tersebut sebenarnya memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Karenanya ia mengungkapkan, masih terlalu dini memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top