Feature

Kalau Mau Lancar Bahasa Inggris? Kesampingkan Dulu Urusan Grammar

Menguasai bahasa Inggris seakan jadi kewajiban di tengah tuntutan zaman. Bayangkan, kalau kamu jago bahasa Inggris, otomatis ada satu nilai plus dari dalam dirimu yang bisa mengantarkanmu ke dunia yang lebih luas. Pergaulanmu pun bertambah.

Hanya saja, dalam menguasainya, banyak tantangan yang akan kamu hadapi. Bahkan seringkali kamu terjebak dan fokus pada grammar saat memulai untuk menguasai bahasa yang satu ini. Padahal, jika tujuan kamu belajar bahasa Inggris selama ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara, jangan sekali-kali memulai dengan grammar. Ini dia alasannya…

Belajar Bahasa Inggris dari Grammar Hanya Akan Membuatmu Pusing dan Jadinya Tak Ingin Belajar Lagi

Jika kamu ingin bicara seperti seorang native speaker, maka lihatlah bagaimana mereka diajarkan menggunakan bahasa tersebut sejak balita. Kamu pun akan menemukan fakta kalau mereka tak langsung diajarkan soal grammar. Untuk itu, hindari grammar untuk tahap awal pembelajaran.

Di lain sisi, belajar grammar di awal hanya akan membuatmu pusing dan enggan menyentuh bahasa Inggris lagi. Padahal para pemakai bahasa Inggris justru lebih fokus pada penggunaan kalimat dan kesesuaiannya dengan situasi yang ada. Lambat laun, kamu akan belajar grammar secara otodidak jika sudah terbiasa bicara dengan bahasa Inggris kok. Percaya aja.

Jika Kamu Mempelajari Grammar Terlebih Dulu, yang Ada Bahasa Inggrismu Jadi Kaku Banget

Mungkin memang ada orang-orang yang berhasil mempelajari bahasa Inggris meskipun dimulai dari grammar. Cara semacam itu pun tak salah. Tapi biasanya bahasa Inggris mereka akan terdengar kaku dan tak natural.

Sama halnya dengan orang asing yang belajar bahasa Indonesia, jika mereka mempelajari aturan susunan kalimat terlebih dahulu, maka bahasa Indonesia yang mereka gunakan terdengar kaku banget kan? Berbeda halnya jika belajar dimulai dari kalimat atau frase secara utuh.

Belajar Grammar Jauh Lebih Cocok untukmu yang Mengejar Nilai Tinggi di Tes TOEFL

Sekali lagi ditegaskan bahwa belajar grammar sama sekali tidak salah. Tapi, itu hanya berlaku untuk orang yang ingin menghadapi ujian. Karena saat menghadapi ujian tertulis secara akademik, kamu memang dituntut untuk mengetahui soal grammar secara lebih detail. Terutama bagi yang bertujuan meraih skor tinggi dalam TOEFL.

Pusing Memikirkan Grammar Justru Hanya Membuatmu Tak Percaya Diri Mempraktikkan Bahasa Inggris

Alasan berikutnya kenapa grammar bukan bagian pertama untuk dipelajari adalah karena hal ini akan membuat kamu takut ketika diminta membuat kalimat. Kamu akan terlalu terfokus pada susunan dan struktur kalimat yang benar, sehingga kamu selalu merasa membuat kesalahan.

Padahal kita tahu bahwa practice makes perfect. Maka, semakin kamu jarang mempraktekkan bahasa Inggrismu, semakin ketinggalan lah kamu dibanding teman-teman yang lain. So, tinggalkan dulu masalah grammar untuk “dibereskan” belakangan ya.

 

 

Untukmu yang Ingin Pandai Bicara Bahasa Inggris, Mulailah dengan Menguasai Banyak Kosa Kata Terlebih Dulu ya!

Jika tujuanmu yang mempelajari bahasa internasional satu ini adalah untuk menguasai skill berbicara, maka kamu harus mengesampingkan soal grammar. Mendengar lagu dan menonton film, kemudian mengadaptasi frase ataupun kalimat yang digunakan merupakan salah satu trik yang bagus untuk mulai belajar bahasa Inggris. Menarik kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Tak Hanya Perempuan, Laki-laki pun Butuh yang Namanya Kenyamanan

Kita selalu mendengar kalau perempuan adalah sosok terdepan yang menuntut rasa nyaman. Sedang laki-laki mungkin tak se-vokal perempuan dalam mengutarakan kenyamanan. Tapi, tak berarti kalau laki-laki tak membutuhkan kenyamanan, kan?

Rasa nyaman dibutuhkan laki-laki karena ini manusiawi. Kondisi nyaman yang dicari, adalah situasi betah hingga yang mampu memberi merasa aman. Hal ini meliputi beberapa faktor yang kita percaya berasal dari lingkungan juga. Lantas, jika kita bicara kenyamanan dari kacamata laki-laki, bagaimana sih bentuk nyaman yang diingini?

Rasa Nyaman Timbul Ketika Pasangan Tahu Apa yang Laki-laki Butuhkan

Biasanya ini terjadi dalam hubungan. Dimana laki-laki merasa bahagia bahkan tak ingin lepas dengan kekasihnya, ketika kamu memahami tentang apa mereka butuhkan. Yap, tanpa harus diminta. Kamu paham tentang hobinya, apa yang ia benci sampai apa yang dirinya sukai. Kondisi semacam ini membangun rasa nyaman dalam jiwa laki-laki. Ia merasa ada hubungan yang seimbang. Sama-sama saling mengerti, sama-sama saling memahami.

Alhasil laki-laki tak perlu pergi atau menjalin hubungan baru untuk mencari apa itu kenyamanan. Karena segala bentuk atas dasar kebutuhan sudah terpenuhi secara lengkap. Intinya segala apa yang kita dibutuhkan, dimengerti dan dipahami orang lain, sebaliknya secara alami si lelaki pun akan berbuat hal serupa terhadap perempuannya.

Menginginkan Seseorang yang Mampu Menghangatkan Suasana

 

Merancang atau membuat suasana menjadi hangat adalah hal yang membuat laki-laki nyaman. Apalagi dalam hubungan, yang namanya kehangatan perlu dihidupkan. Makanya, lelaki akan mencari pasangan yang memiliki good vibe. Yang mampu menyihir suasana jadi lebih intim, tidak dingin dan kaku.

Sebab jika terlihat berjarak karena kaku, kondisi yang nyaman sulit untuk tercipta. Itulah kenapa, penting untuk perempuan bisa menciptakan obrolan romantis atau menambahkan kesan romantis pada berbagai situasi.

Memiliki Tempat Untuk Bersandar, Saat Dunia Sedang Tidak Sadar

 

Eitss, bukan berarti dunia sudah mabuk atau kalian sedang dalam kondisi high. Melainkan dunia (re : lingkungan kerja dan sosial) sedang berada diambang batas tidak normal bagi kalian. Penat, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi ini.

Akan tetapi, meski ada segudang beban dalam pundak kita. Kekasihmu tetap bisa jadi pendengar setia untuk berkeluh kesah. Perempuan hadir tak sekedar jadi pacar yang siap menghiasi hari-hari indah saja, tapi juga turut andil dalam semua kesusahan yang sedang dirasa.

Ingin Selalu dapat Dukungan Setiap Keadaan, Meskipun Tak Lagi Menuai Kegagalan

 

Mendapat dukungan atau support itu seperti mendapat nafas baru dan semua laki-laki butuh itu. Tak hanya pada titik keberhasilan saja, juga ketika ia baru saja memulai sesuatu. Semisal berkarir atau berkarya. Tak perlu menunggu gagal untuk memberi dukungan.

Laki-laki yang sedang berusaha kemudian mendapat dukungan adalah definisi kondisi nyaman yang sesungguhnya. Sebab itu artinya, ada orang disekeliling mereka yang masih peduli dengannya. Apalagi dukungan atau bentuk support datang dari orang yang disayang. Otomatis akan menjadi sebuah semangat baru.

Dan Kenyamanan Lain yang Lelaki Butuhkan adalah Perihal Tunggangannya Sehari-hari

Tidak hanya dalam hubungan, dalam berkendara pun laki-laki menginginkan kenyamanan. Tak perlu pusing untuk mendapatkan kenyamanan. Karena semua hal yang kalian cari soal kenyamanan dalam berkendara ada di Suzuki GSX 150 Bandit! lewat fitur comfortable seat yang membuat pengedara nyaman untuk berlama-lama di roda dua apalagi saat berada di jalan.

Para lelaki tak hanya akan dipuaskan dengan bentuk jok lebar dan panjangnya saja, karena sepeda motor ini dilengkapi dengan mesin yang cukup mumpuni. Yap, GSX150 Bandit dipersenjatai dengan mesin serupa yang diterapkan pada GSX-R150 dan GSX-S150. Dengan kata lain, motor bertipe overstroke ini punya performa di atas rata-rata dengan tipikal ganas di putaran atas.

Dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) berkapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. GSX150 Bandit dipercaya mampu menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Dan menariknya lagi, kemampuan ini diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya. Dengan kombinasi dapur pacu macam ini, dijamin nyaman untuk digunakan sebagai kendaraan harian. Jadi, menurutmu, apa hal lain yang bisa memberi kenyamanan untuk para lelaki?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Perjalanan Transisi Hidup Menuju Dewasa dan Bijaksana

“Jadi orang dewasa itu menyenangkan, tapi susah untuk dijalankan”

Kami percaya, setidaknya beberapa orang akan setuju dengan kalimat yang barusan kalian baca. Menjadi dewasa berarti siap dihadang banyak perkara, mulai dari yang remeh sampai yang berat. Dari pekerjaan sampai perkara hubungan. Walau bebas memilih akan jadi orang dewasa yang seperti apa, tapi setidaknya ada beberapa fase  yang juga akan kamu rasa.

Bayang-bayang hidup indah tanpa gangguan, bukan lagi jadi sesuatu yang kamu pikirkan. Lebih dari itu, menjadi dewasa seiring bertambahnya usia membuatmu membuka mata bahwa hidup tak melulu tentang bahagia.

Menjadi Dewasa Menyebalkan, Tapi Biar Bagaimanapun Harus Tetap Dijalankan

Sebelum sampai di usia yang sekarang, ada banyak sekali sumber bahagia. Gebetan yang memberi senyum sebagai isyarat suku, aktivitas di sekolah yang selalu berhasil mengundang tawa, hingga kencan pertama yang membuat hati berbunga-bunga hingga esoknya.

Sialnya, selepas memasuki usia di angka 20. Segala macam tetek bengek untuk menjadi manusia dewasa terasa kian berbeda. Tak melulu tentang urusan cinta, pikiran kita berubah kian kompleks untuk mencerna apa saja yang memang layak untuk membuat bahagia.

Bahkan Mendorong Kita untuk Bertanya Pada Diri Sendiri, “Sejauh Ini, Udah Ngapain Aja Sih?”

Quarter crisis life, memang sering membuat kita merasa hampir putus asa dengan kehidupan yang ada. Pekerjaan dan mimpi yang masih entah seperti apa, kisah cinta yang tak kunjung terlihat arahnya, hingga persoalan lain yang kian memusingkan kepala.  Di usia ini, hidup memang tak sesimpel dulu. Hal-hal yang dulu dirasa mudah, berubah jadi sesuatu yang berat dan susah.

Akan Tetapi, Dewasa Juga Membuat Kita Lebih Kritis dalam Segala Hal

Pada setiap masa dalam hidup, akan ada titik dimana kita selalu sikap kritis. Mempertanyakan segala sesuatu yang akan kita lakukan. Entah itu pada diri sendiri atau orang sekitar. Selanjutnya, situasi ini akan membawa kita pada satu titik yang bisa dinamakan kedewasaan. Melahirkan sikap yang berbeda, dari masa-masa sebelumnya. Kita mulai menyadari sebuah tanggung jawab, ketulusan, waktu yang berharga, rasa syukur, dan kemauan untuk terus berubah lebih baik lagi.

Namun Jika Harus Dibandingkan, Perempuan Disebut-sebut Lebih Cepat Dewasa Daripada Kaum Adam

Perempuan memang jauh lebih cepat dewasa dibanding kalian kaum adam. Tapi kalau ingin diperdebatkan. Pernyataan ini mungkin akan jadi debat kusir yang tak menemukan titik tengah. Tapi, asal kamu tahu saja. Hal ini juga disetujui oleh para peneliti. Untuk penjelasan yang lebih detail, kami pernah membahasanya di artikel ini.

Tapi Kita Tak Boleh Menyerah, Karena Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Dan Tak Hanya Itu Saja, Dewasa Juga Merubah Cara Pandang Kita Pada Kriteria Pasangan

Saat belum sedewasa sekarang. Kamu mungkin punya berbagai macam keinginan ajaib tentang bagaimana dia yang kelak jadi pasangan. Namun sejalan dengan pertambahan usia, banyak pandangan baru yang berubah. Begitu pula dengan perubahan caramu berpikir tentang cinta.

Dewasa memang tak bertolak pada usia, tapi bagaimana kite memaknai setiap perjalanan hidup dengan berbagai macam pelajarannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pemilu Sudah Terlewatkan, Mari Sudahi Ajang Kubu-kubuan

Hampir satu tahun terakhir, kita semua jadi saksi bagaimana pesta demokrasi melahirkan berbagai macam kejadian. Teman lama yang mendadak bermusuhan, adu pendapat yang jadi sumber pertengkaran, hingga saling ejek atas pilihan yang tak sesuai dengan hal yang kita lakukan.

Banyak drama yang sudah kita saksikan bersama. Gilanya fanatisme atas usungan kepala negara, sampai perselisihan hebat yang terjadi pada beberapa grup whatsApp keluarga. Serupa dengan para legislatif yang gagal mendapat suara, kita semua juga pasti sudah lelah menyaksikan ajang kubu-kubuan yang selama ini jadi tembok pemisah.

“Tujuh belas April lalu, jadi penentu. Siapa yang menang dan kalah”

Untuk itu seharusnya kita pun bisa kembali seperti semula. Tak lagi memblokir teman lama karena sering memberikan komentar negatif atas pilihan kita. Kembali menyapa tetangga, meski pilihan kita kalah dan pilihannya jadi juara.

Perlu diingat, jika tak ada satupun peristiwa yang mampu memisahkan kita semua sebagai saudara sebangsa. Pemilu itu pesta demokrasi, bukan ajang yang bertujuan untuk mencerai-beraikan kita dari hidup bermasyarakat. Setiap usungan kita tentu punya niat dan maksud, dan kita percaya jika perjuangan mereka adalah yang terbaik yang patut dipilih. Namun bukan berarti, orang lain harus bisa mengerti. Sebab, setiap kepala memiliki cara pandang yang berbeda. 

Ingat, Bangsa yang merdeka adalah mereka yang bisa menerima perbedaan yang lahir dari tiap kepala. Ketidaksukaan kita pada satu pihak tertentu, tak lantas jadi alasan untuk memaksakan kehendak pada teman lain yang belum tahu. Sebagaimana kita yang merasa berhak untuk memilih sesuatu, orang lain pun memiliki hak serupa untuk menyuarakan apa yang dirasanya perlu.

Selepas jari yang sudah berwarna ungu, setelah puas karena telah menggunakan hak suaramu, mari kembali bersatu. Sebagaimana gerai pakaian atau restauran yang tak membeda-bedakanmu menikmati diskon bersadarkan pilihan suara, ayo lupakan semua perbedaan dan pertentangan yang kemarin ada.

“Saatnya kembali menjadi Indonesia, yang meski berbeda-beda tapi tetap satu jua”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top