Trending

Kalau Harus Pindah Ke Desa Apa Kamu Mau?

“Memangnya apa enaknya tinggal di desa?”

Sebuah pertanyaan yang mungkin akan kita pakai untuk menjawab pertanyaan di atas. Padahal kita sedang diminta untuk memberikan jawaban, bukan malah menimpalinya dengan sebuah pertanyaan.

Ini memang bukanlah sebuah pilihan yang bisa diputuskan dengan cepat, perlu waktu untuk mempertimbangkannya matang-matang. Tak semua orang memiliki pemikiran sama, untuk itu alasannya pun akan beragam.

Untuk kamu yang kebetulan lahir dan besar di kota, mungkin akan merasa damai jika akan tinggal di desa. Udara yang masih sejuk, pemandangan yang masih asri hingga kicau burung disetiap pagi.

Lupakan dulu hal-hal menyenangkan yang memenuhi isi kepalamu, sebab ada hal-hal lain tentang tinggal di desa yang kamu mungkin belum tahu.

Sedari Kecil Kita Didoktrin Bahwa Orang Desa Lebih Baik, Tapi Apa Iya?

Seperti beberapa kepercayaan lain yang terlanjur mendarah daging, sebagian besar masyarakat kita menyakini bahwa orang desa lebih tahu tata krama, rajin beribadah hingga hal-hal baik lainnya. Dan seakan berbanding terbalik dengan mereka yang tinggal di kota, tanpa rasa bersalah kita kerap memakai streotip jika mereka lebih individualis.

Lantas apakah benar demikian? Jika pertanyaan itu ditujukan kepada saya, maka kata “Tidak” akan menjadi jawabannya. Bukan ingin terlihat sombong sebab tak lagi tinggal di kampung. Bukan pula tak percaya bahwa sebenarnya orang desa itu benar baik adanya.

Sebab pondasi utama untuk orang bisa memiliki tata krama baik atau buruk, bukan perihal ia tinggal di desa atau di kota. Tapi bagaimana ia mendapat pendidikan sopan santun dalam keluarga. Sebab ketika ia telah mendapat ajaran yang memang baik, ke mana pun nanti ia akan melangkah, dirinya akan tetap jadi manusia beradab yang memahami norma.

Biaya Hidup di Desa Lebih Murah, Beda dengan di Kota yang Semuanya Serba Mahal

Poin ini kerap menjadi pertimbangan lain yang sering disebut-sebut menjadi nilai plus tinggal di desa. Untuk kali ini, desa mungkin jadi pemenangnya. Tersedianya lahan untuk ditanami beberapa kebutuhan seperti bahan-bahan dapur dan sayuran, jadi salah satu contohnya. Ditambah harga dari beberapa kebutuhan lain yang memang masih sangat terjangkau.

Tapi tunggu dulu, itu tadi hanyalah satu dua contoh kemudahan dalam hal biaya. Sebab ada kegiatan lain yang juga kadang mengharuskan kita merogoh saku. Mulai dari pesta syukuran tetangga, anak sunatan, kawinan, hingga pesta atau kegiatan lain yang kerap mau tak mau harus dihadiri. Kalau sudah begini, agaknya pernyataan jika hidup di desa lebih murah jadi tanda tanya.

Padahal jika harus dibandingkan dengan makanan yang sama, barangkali harga di kota juga akan serupa. Lain cerita jika ternyata makanan yang dibandingkan adalah menu-menu di restoran ternama. Tentu harganya pun akan berbeda.

Di Kota Kita Akan Banyak Bersaing, Sedangkan di Desa Memang Sedikit Pesaing

Hidup di kota memang keras, sedikit saja kita lengah akan ada orang yang akan menggantikan posisi. Tapi bukan berarti semua orang kota itu jahat dan tak punya perasaan. 

Tak bisa dipungkiri kenyamanan tinggal di desa selalu jadi sesuatu yang memikat hati. Namun mata pencaharian jadi sesuatu yang kadang membuat kita berpikir ulang. Meski tak ada banyak pesaing, tidak juga harus gontok-gontokan untuk mencari makan.

Tapi percaya atau tidak, hidup dengan situasi yang sama setiap hari akan jadi membosankan. Lain hal, jika ternyata kamu adalah manusia yang suka dengan zona nyaman dan segala ketenangan yang diberikan desa.

Meski Masih Melakukan Hal yang Sama, Tempat yang Berbeda Akan Mempengaruhi Hasilnya

Katakanlah kamu sedang mengerjakan sesuatu, masih dengan teknik dan cara yang sama namun pada tempat yang berbeda. Hal-hal yang tadinya dengan mudah kamu lakukan di kota, tentu tak selalu dapat dilakukan ketika di desa.

Baik memang, barangkali ini akan jadi perubahan situasi yang akan mempengaruhi hati. Namun ada banyak hal yang tadinya bisa kita lakukan di kota tak bisa kita temui ketika kembali ke desa. Bukan tak percaya pada infrastruktur yang mulai berkembang, tidak pula ingin berkata bahwa hidup di desa membuat kita jadi terbelakang. Sebab faktanya, ada banyak pengusaha dan orang-orang yang sukses dan terkenal meski masih tinggal di desa. Ini adalah tentang pertimbangan bagaimana kita akan bisa menyesuaikan.

Sebab Ini Bukan Perkara Baik atau Tidaknya, Tapi Bagaimana Setiap Orang Memilih yang Terbaik Untuknya

Segala hal yang menjadi bahan pertimbangan nampaknya bukanlah sesuatu yang mesti dijadikan bahan perdebatan. Ini bukan perkara baik atau tidaknya. Mari kita coba membuka mata untuk melihat lebih luas lagi.

Mulailah dengan hal-hal kecil yang sering membuat kita lupa diri, untuk kemudian menjatuhi stigma mengerikan pada mereka yang tinggal di desa ataupun di kota.

Biar bagaimana pun pernyataan yang berkata bahwa tinggal di desa lebih baik daripada di kota, terdengar sebagai konotasi lain dari proses transmigrasi. Dengan tujuan mereka yang di kota akan beralih pada desa-desa lain untuk mengurangi populasi di kota yang sudah padat.

Sejatinya hal-hal yang tadi disebutkan adalah satu sudut pandang saja, tak berarti kamu tak boleh menyuarakan hal lain. Jika ternyata bagimu tinggal di desa jauh lebih baik, ya sah-sah saja. Tapi saya sendiri rasanya tak akan tetap tinggal di kota, jika diminta untuk memilihnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Kebiasaan yang Tanpa Sadar Membuat Perempuan Nampak Lebih Menarik

Banyak perempuan berusaha membuat tampilan mereka menarik dengan cara berias diri dan juga mengenakan pakaian yang bagus dan mahal. Padahal semua itu akan percuma jika tak diimbangi dengan inner beauty. Mungkin akan banyak orang mendekatimu karena parasmu yang menawan namun saat mereka tahu sifat aslimu, bisa jadi mereka akan lari menjauhimu.

Nah, tak perlu terlalu mementingkan kecantikan fisik, berikut adalah 7 kebiasaan yang tanpa kamu sadari akan membuatmu nampak menarik di mata orang lain.

1. Berani Mengatakan Hal yang Kamu Inginkan dan Tidak Kamu Inginkan

Kamu memiliki sikap yang tegas. Tak heran jika hal ini membuatmu lebih terlihat menarik dari orang lainnya. Kamu tak pernah menyembunyikan uneg-unegmu sendirian. Jika kamu ingin, kamu akan lakukan. Tapi jika tidak, kamu akan dengan tegas menolak apa yang tidak kamu inginkan.

2. Berbuat Baik dengan Semua Orang

Perempuan cantik tak hanya dilihat dari fisiknya saja, melainkan hati yang juga tercermin dari sikapnya. Kamu selalu berbuat baik tanpa memandang siapa yang ada di hadapanmu. Bagimu semua orang sama, dan kamu selalu bersikap baik pada siapapun yang berhadapan denganmu.

3. Tak Mementingkan Ego dan Mau Belajar dari Orang Lain

Kamu tak pernah merasa kamu paling pintar dalam segala hal. Sebaliknya kamu tak pernah mengutamakan rasa egomu dan tak gengsi untuk belajar hal baru dari siapapun yang ada di sekelilingmu.

4. Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Tinggi

Kamu selalu ingin tahu hal baru yang belum kamu ketahui sebelumnya, Rasa ingin tahumu yang tinggi membuatmu selalu belajar hal baru. Inilah yang akhirnya membuatmu menjadi sosok yang cerdas dengan wawasan yang luas.

5. Menghadapi Emosi Orang Lain dengan Sikap yang Tenang

Kamu tak pernah menyikapi emosi orang lain dengan emosi juga. Sebaliknya, kamu justru tetap menahan dirimu agar bisa selalu tenang dalam menghadapi apapun di segala kondisi dan situasi.

6. Pandai Membangun Relasi dengan Orang Baru

Kamu selalu terbuka pada orang lain dan lihai dalam hal membangun relasi dnegan orang-orang baru. Mungkin hal ini kamu lakukan karena kamu sadar, dengan membangun banyak relasi, kamu pun akan lebih memiliki peluang untuk mendapatkan banyak pengetahuan baru.

7. Tahu Caranya Berterima Kasih

Kamu tak pernah menganggap enteng permasalahan terima kasih. Apapun hal baik yang dilakukan orang lain untukmu, sekecil apapun itu, kamu tahu bagaimana cara membalasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berdamailah dengan Masa Lalu, Buka Hati untuk Cinta yang Baru

Perkara masa lalu, biarkan dirimu terus belajar dari orang-orang sekitar. Aku yakin, akan ada saatnya kamu mau menerima dan mengikhlaskan hubungan yang sempat berakhir di tengah jalan. Aku tahu rasanya memang sulit, kamu harus mengalami kenyataan pahit di masa lalu.

Tapi, kamu sudah melalui hal itu, kini saatnya untuk membuka hati dan melihat masa depanmu pada sebuah hubungan yang baru tanpa perasaan ragu. Kawan, sudahlah, bukan lagi saatnya untuk meragu. Bagaimanapun, kamu berhak mengukir kisahmu dengan hal-hal yang baru yang lebih indah dengan seseorang dimana nantinya kamu bisa merasakan bahagia lagi.

Saat Ragu Mulai Menyapa, Pikirkanlah Kalau Kamu Juga Berhak Bahagia

Setiap orang dibekali Tuhan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kamu hanya harus fokus pada kelebihan yang kamu miliki dan kembangkanlah kemampuan tersebut setiap harinya. Hal ini bisa jadi langkah sederhana yang membuatmu percaya bahwa kamu itu berharga.

Terlepas dari seberapa besar pengalaman membentuk pemikiran untuk menghindari hubungan dengan seseorang yang baru, kamu itu berhak bahagia. Tak usah membandingkan dirimu yang sekarang dengan yang lama serta mengungkit lagi soal kegagalan hubungan dengan orang baru yang datang menghampiri.

Lagipula, Kegagalan Seharusnya Bisa Membuatmu Memiliki Hati yang Lebih Lapang

Kalau kamu pernah putus cinta, bukan berarti kamu gak bisa mencinta lagi. Kegagalan dalam hubungan justru bisa menjadikan pribadimu lebih dewasa dalam hal mencintai dan dicintai. Sudah selayaknya kamu lebih bisa mencintai dirimu yang sekarang, kawan. Menerima seseorang yang pastinya bisa menghargai dirimu lebih dari sebelumnya, dan menjalin hubungan yang lebih naik tingkat. Karenanya, kegagalan memang seharusnya bisa membuatmu memiliki hati yang lebih lapang.

Pahamilah Kalau Setiap Pilihan yang Kamu Tetapkan Selalu Ada Risikonya

Keraguan dalam menerima seseorang justru bisa membawa dampak bagi dirimu sendiri. Mau sampai kapan kamu meragu dan terpenjara dengan perasaan itu seterusnya? Padahal, kamu sendiri juga tahu bahwa setiap hal yang membuatmu bahagia juga sepaket dengan kemungkinan terburuk serta kesedihannya.

Bagaimanapun, kegagalan di masa lalu harus membuatmu lebih bijak dalam mengambil langkah di masa depan. Setiap pilihan ada sisi enak dan tak enaknya memang, tapi jangan sampai kamu justru berhenti menutup diri untuk menjajal kesempatan baru dalam hidupmu.

Yakinkan Diri, Jika Kamu Memang Sudah Benar-benar Belajar dari Masa Lalu

Kalau dulu kamu masih main-main dalam menjalin hubungan, karena kegagalan yang terdahulu otomatis membuatmu makin bisa berpikir rasional, kan? Kamu jadi tahu mana yang lebih cocok dan mengeliminasi yang sekiranya tak sesuai sama dirimu. Termasuk soal memilih dan memantapkan hati pada hubungan yang baru.

Sekalipun memilih seseorang tanpa bayang-bayang orang di masa lalu memang bukan hal yang mudah, Janganlah sering membandingkan keduanya hingga tak kunjung mengambil kesempatan saat ada yang mendekati. Saat ini, yang perlu kamu perlu menghilangkan kebiasaan membandingkan ini, karena setiap orang punya kelebihannya sendiri.

Terpenting, Kamu Harus Sayangi Dirimu Lebih Dulu

Keraguan saat mau menjalin hubungan bisa datang dari ketidakyakinan diri untuk bertahan pada pilihan. Nah, jika kamu merasa dalam kondisi yang semacam ini, cukup jalani segala sesuatu dari apa yang ada di depan mata, terima dirimu seutuhnya. Dengan ini, maka kamu akan lebih mudah mempersilahkan seseorang hadir dan menjalani hubungan baru. Ingatlah, Tuhan pasti punya alasan dalam mempertemukanmu dengan seseorang yang  baru. Terlepas dari kenangan atau kejadian yang tak menyenangkan, aku berharap kamu bisa menjalani hubungan yang lebih berkualitas lagi dari sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Cara Mark Zuckerberg Menggunakan Uang Sebagai Salah Satu Orang Terkaya di Dunia

Mark Zuckerberg adalah salah satu orang terkaya di dunia. Namun hal ini tak lantas membuatnya suka berfoya-foya dan hidup dengan cara yang mewah. Justru dia selalu menjalankan kehidupannya dengan sederhana bersama istri dan anak-anaknya. Lantas bagaimana seorang Mark Zuckerberg menggunakan uangnya yang sangatlah melimpah?

Mark Zuckerberg Memilih Hidup Sederhana Meski Memiliki Harta yang Melimpah

Mark tak suka dengan gaya hidup yang terlalu mewah. Hal ini tampak dari bagaimana dia menjalani kehidupannya bersama keluarga kecilnya. Mark lebih memilih menggunakan uangnya untuk disumbangkan ke beberapa badan amal dibanding menghabiskannya untuk hal yang tak penting. Untuk kendaraannya saja, Mark memilih mobil dengan harga yang sangat rendah untuk ukuran jumlah kekayaan yang dimilikinya.

Meski begitu, Mark adalah sosok yang identik dengan kaos abu-abu yang kerap dia kenakan di berbagai kesempatan. Jangan salah, kaos tersebut adalah rancangan seorang desainer ternama asal Italia dengan harga kaos satuannya sekitar $300-$400.

Mark Zuckerberg Ternyata Juga Memiliki Beberapa Properti di Negara Lain

Mungkin bisa dibilang, Mark lebih suka menggunakan uangnya untuk membeli properti di beberapa negara. Ini dibuktikan dengan banyaknya rumah yang dimilikinya dan juga salah satunya ada dua properti Mark yang terletak di Hawaii.

Uang yang dikeluarkannya untuk membeli properti di beberapa negara tak tanggung-tanggung. Bahkan untuk membeli dua properti di Hawaii yang luasnya 303 hektar jika ditotalkan, Mark harus mengeluarkan uang senilai 100 juta dolar AS atau setara dengan Rp 1,3 triliun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top