Feature

Kala Pasanganmu Sedang Emosi, Baiknya Kamu Tahan Diri Tak Mengucap Kata-kata yang Bikin Naik Tensi

Pasangan yang bertengkar pasti ada sebabnya. Entah salah paham atau memang ada kesalahan yang dilakukan salah satu dari kamu. Untuk itu, coba ingat-ingat lagi, adakah salah sikap atau kata yang tak sengaja kamu lontarkan padanya? Menghadapi situasi yang memanas antara kamu dan dia itu tak bisa dengan emosi yang sama-sama sedang meluap. Supaya tak semakin hilang kendali, salah satu dari kamu memang perlu ada yang mengalah dan berusaha menentramkan suasana. Sebab kalau dua-duanya naik tensi, yang ada justru memperkeruh situasi, bukan?

Berusaha menentramkan sesuatu memang tak mudah. Apalagi mungkin ada sesuatu yang jadi pemicu kamu dan dia bertengkar tapi dia seakan tak memberimu kesempatan untuk menjelaskan. Kendati kamu dihadapkan dengan situasi yang demikian, kuncinya satu, kamu harus tetap tenang.

Bila Situasi Sukar Dikontrol, Kamu Harus Tetap Tenang, Jangan Menyela yang Bisa Membuatnya Semakin Marah 

Yup! Hal penting yang perlu kamu perhatikan saat menghadapi kemarahan pasangan adalah tak perlu membalasnya dengan kemarahan. Sebab kalau kamu ikut-ikut emosi, yang ada bisa membuatnya semakin marah. Untuk itu, sebelum semuanya memburuk, lebih baik kamu meluangkan waktu untuk berusaha mendengar dan mengikuti jalan pikirannya. Baru kalau dia mungkin sudah lelah dengan kemarahannya, giliran kamu menjelaskan pendapatmu pada dirinya.

Cobalah Berikan Ia Kenyamanan lewat Sebuah Pelukan yang Mungkin Bisa Meredakan Emosinya

Saat semua sudah kamu jelaskan namun ia masih belum tenang, cobalah berikan pelukan terbaikmu. Siapa tahu bahasa tubuh memang lebih bisa menjelaskan suasana hatimu dibanding bahasa verbal. Percayalah, sebuah pelukan hangat mungkin tak seketika membuatnya memaafkanmu saat kamu mengaku salah. Tapi paling tidak bisa membuatnya merasa nyaman dan tahu bahwa kamu tak ingin dia marah seperti itu lagi. Pelukan pun bisa jadi sebuah pesan kalau kamu tak ingin kehilangannya. Terpenting, jangan lupa bisikkan kata ‘maaf’ ke telinganya dengan lembut.

Kalau Waktunya Tepat, Coba Selipkan Celetukan yang Bisa Memancing Tawanya

Kamu dan dia tak akan seterusnya marah, ‘kan? Kendati ketegangan diantara kalian perlu waktu lama untuk mereda, bukan berarti kamu dan dia tak bisa saling usaha untuk memancing gelak tawa. Yup! Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan merayu dan mengajaknya bercanda sebagaimana yang biasa ia lakukan kepadamu saat sedang marah. Tapi ingat, kamu mesti selektif memilih candaan dan jangan berlebihan juga supaya tidak salah kata lagi di depan pasanganmu.

Tapi Kalau Dia Memang Butuh Waktu untuk Sendiri Sampai Emosinya Stabil, Cobalah Mengerti Akan Permintaannya Itu

Kalau menurutmu segala cara sudah dicoba tapi belum mampu meredakan kemarahannya, langkah terakhir y ang bisa kamu lakukan adalah menuruti permintaannya kalau ia sedang mau sendiri. Memberinya waktu untuk sendiri sama halnya memberikannya ruang untuk berkontemplasi. Ya, namanya juga manusia, mungkin pasanganmu pun sedang berada di situasi gengsi untuk sekadar memaafkan atau mengakui kesalahan.

Jangan Putuskan Perhatianmu Darinya, Sebab Kendati Ia Tak Mengutarakannya, Dirinya Selalu Membutuhkan Hal Itu Darimu

Pertengkaran yang hebat bisa terjadi tak cukup cuma sehari atau dua hari. Seringkali butuh waktu lama sampai suasana benar-benar mereda. Namun jeda pertemuan itu jangan sekali-kali kamu biarkan begitu saja.

Kamu harus tetap memberikan perhatianmu meskipun hanya sekadar menanyakan kabar atau mengajak makan bareng. Kamu perlu tahu, memberikan jeda tanpa kontak komunikasi sama saja membiarkan hubunganmu memburuk. Untuk itu, tetaplah berikan perhatian terbaikmu padanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Cepat Menghakimi, Perempuan yang Terlihat Nakal Belum Tentu Seperti yang Kita Pikirkan

“Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja”

Peribahasa itu memang sudah tidak asing di telinga kita, namun tetap saja masyarakat sangat sulit untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. Karena faktanya, apa yang kita lihat dari luar itulah yang akan kita simpulkan. Seperti halnya tentang perempuan nakal, hanya karena penampilan atau sifatnya yang sedikit berani dari perempuan lainnya maka di cap nakal sudah biasa baginya. Padahal, hati seseorang siapa yang tahu kan? Bagaimana jika hatinya memang baik, melebihi kita yang menghakiminya seenaknya.

Perempuan yang kelihatan nakal memang rentan mendapat pandangan negatif dari laki-laki, yah namanya juga laki-laki, jangankan perempuan yang kelihatan nakal yang tertutup saja masih ada saja yang menggoda. Padahal tidak semua perempuan yang kelihatannya nakal itu bisa diajak seenaknya. Sebenarnya bagaimana sih perempuan yang kelihatan nakal itu? Inilah beberapa uraian nya.

1. Perempuan Perokok Sudah Pasti Di Cap Nakal

Mungkin hal ini masih menimbulkan pro dan kontra, terutama di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa menilai secara langsung perilaku perempuan merokok yang selalu disamakan dengan perempuan nakal kan? Memang sih kebanyakan perempuan yang ‘nakal’ itu merokok, tapi tidak semua perempuan yang merokok itu nakal.

Siapa tahu perempuan yang merokok itu memang sudah kecanduan seperti kalian laki-laki, jangan dulu menghakimi dia dengan menyebutnya nakal. Kepribadian seseorang tidak hanya dilihat dari sikap dan perilakunya, hati manusia cukup luas dan tidak bisa di simpulkan begitu saja. Stop nething ya!

2. Perempuan Dengan Rambut Di Cat Seringkali Dianggap Nakal


Gaya dandanan seseorang lebih banyak berhubungan dengan bagaimana seleranya merias diri. Tapi perempuan yang rambutnya dicat warna terang atau bahkan dicat blonde seringkali dicap sebagai perempuan yang ‘nakal’. Hal ini karena kita orang Indonesia umumnya punya rambut dengan warna hitam, sehingga dengan mengecat rambut maka penampilan perempuan jadi terlihat mencolok dan memancing perhatian banyak orang, terutama kaum laki-laki. Padahal tidak semuanya begitu, penampilan itu hak semua orang bukan?

Sekali lagi saya tekankan, menilai kepribadian itu tidak cukup dari penampilannya saja. Gaya seseorang itu berbeda-beda, cobalah untuk tetap menghargai tanpa menghakimi.

3. Perempuan Bertato Identik Dengan Kekerasan dan Kenakalan


Fenomena perempuan bertato memang seringkali mendapat pandangan negatif dari masyarakat, mereka menganggap dia sebagai perempuan yang bisa diajak seenaknya dan identik dengan kekerasan, padahal semua itu kembali pada cara pandang kita. Prinsip seseorang itu berbeda-beda.

Siapa tahu, perempuan yang kamu lihat punya tato di tangannya kemarin adalah seorang aktivis sosial yang menolong banyak orang. Siapa tahu juga, dia memang dulunya nakal tapi sekarang sudah nggak mau melakukan hal fana lagi. Mungkin juga seorang perempuan yang tatoan memang berperilaku hidup bebas, tapi dia memiliki prinsip dan komitmen yang ia pegang kuat, cobalah untuk memikirkan hal-hal baik tersebut sebelum menghakiminya.

4. Berpakaian Ketat dan Terbuka Seringkali Mendapat Cap Murahan


Cara berpakaian di negara kita memang sering menuai pro kontra, yang tertutup belum tentu baik dan yang terbuka juga belum tentu buruk. Mungkin saja dia berpenampilan terbuka karena tinggal di daerah yang bersuhu tinggi, atau mungkin juga dia menyukai kebebasan, selama masih batas wajar dan tidak mengganggu hidup kita kenapa kita harus menghakimi mereka?

Memang banyak perempuan yang mendapat pelecehan karena caranya berpakaian, bahkan laki-laki pun sering menyalahkan perempuan karena hal itu. Padahal saya yakin tidak ada perempuan yang ingin dilecehkan hanya karena caranya berpakaian. Cobalah untuk tetap berpikir positif jangan selalu memberikan komentar negatif pada sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya.

5. Pulang Malam Bukan Berarti Perempuan Malam Juga


Jangan dulu berpikiran negatif saat melihat perempuan pulang malam, mungkin saja dia baru pulang dari pekerjaan atau kuliahnya, zaman sekarang memang sudah banyak kegiatan yang menuntut untuk di selesaikan sampai malam. Tidak semua perempuan yang pulang malam itu kupu-kupu malam, tolong buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Bisa jadi mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang baru pulang bekerja keras. Bayangkan mereka sudah cape dengan kegiatannya lalu kamu memberikan cap negatif terhadapnya, semua itu hanya akan memberi rasa sakit dan sama sekali tidak ada untungnya untukmu sebenarnya.

Sekarang tahu kan, kenapa bahaya banget buat memberikan cap buruk kepada seseorang. Kalau kamu langsung ngecap perempuan nakal hanya berdasarkan apa yang kamu lihat, mendingan sih introspeksi lagi deh. Mulai sekarang belajarlah untuk tidak menilai seseorang hanya karena penampilan dan sikapnya saja, jangan mudah tertipu ya, kurangi dosa dengan berhenti menghakimi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Kenyaman Berkendara Jadi Pilihan Generasi Milenial

Rasa nyaman dalam berkendara jadi perhatian semua kalangan, termasuk generasi milenial. Apalagi generasi yang dikenal dinamis ini, selalu diselingi aktivitas padat yang membuat mereka kerap berpindah-pindah tempat. Tentu, rasa lelah bakal menyelimuti, ditambah lagi harus berkendara sendiri. Wajar apabila generasi milenial sangat mendambakan kendaraan yang mengerti dirinya alias nyaman di bawa ke mana-mana.

Demi menjawab keresahan akan rasa nyaman. Suzuki mengeluarkan motor matic Nex II. Motor ini memprioritaskan rasa nyaman para pengendara seperti generasi milenial lewat fitur yang dimiliki. Dari porsi tempat duduk atau jok, tingginya telah disesuaikan untuk postur anak muda Indonesia kebanyakan. Pengendara tidak akan lagi mengeluh rasa pegal bagian pinggang atau pinggul saat berkendara.

Selain itu, Suzuki Nex II kini hadir dengan kompartemen luas di bagian depan. Pengendara bisa menaruh barang lebih banyak tanpa khawatir. Seperti inner pocket Suzuki Nex II yang mampu menampung botol air minum dengan isi 600 ml. Bahkan untuk pengendara yang membawa tas dalam beraktivitas bisa menggantung di bagian depan. Karena terdapat hook yang berfungsi untuk menaruh tas.

Kepuasan pengendara tidak hanya dalam kenyamanan tentunya. Motor ini motor ini juga dibekali mesin berkapasitas 115cc dengan teknologi SEP (Suzuki Eco Performance).Di mana mesinnya mampu menyemburkan tenaga sebesar 6,7 KW pada 8000 RPM. Serta memiliki kapasitas tangki penuh 3,6 Liter yang bisa dipakai untuk jarak tempuh sejauh 176 km.

Nah selain fitur-fitur asik yang sudah dijelaskan sedari tadi, kamu juga bebas memiih varian Suzuki Nex II mana yang sesuai dengan keinginan hati. Mulai dari Sporty Runner – Brilliant White, Sporty Runner – Titan Black, Sporty Runner – Stronger Red, Fancy Dynamic – Brilliant White, Fancy Dynamic – Titan Black, Fancy Dynamic – Stronger Red, Standard – Briliant White, Standard – Titan Black, Standard – Stronger Red, Elegant Standar – Solid Black, Elegant Standar – Mat Stellar Blue, Elegant Premium – Solid Black, dan Elegant Premium – Mat Stellar Blue.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kondisi Terbaru Butet Kertaradjasa Pasca ‘Ambruk’ Saat Sedang Pentas

Kondisi kesehatan seninman Butet Kertaradjasa kian membaik pasca dirinya ambruk saat sedang melakoni pentas teater berjudul Kanjeng Sepuh di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jumat lalu. Sutradara Agus Noor mengungkapkan bahwa seusai pementasan, Butet langsung dibawa ke Rumah Sakit Saint Carolus, Jakarta Pusat.

“Ya, Butet Kartaredjasa baru saja diwisuda dengan cara operasi pasang empat ring di pembuluh jantungnya. Selamat, Jenderal Butet. Senang kowe wis iso ngguyu neh,” katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (25/3/2019).

Sebelumnya, Agus melalui akun Instagram Agus Noor menuturkan bahwa Butet ambruk saat pementasan berjalan di menit 60-an. Tubuh Butet lemas, dingin, dan pucat. Dia mengalami serangan jantung ketika itu. Sejumlah kru medis kemudian turun untuk menangani Butet yang mengalami serangan jantung. Tatkala di atas panggung pementasan masih berjalan, kondisi Butet berangsur membaik dan ia bersikukuh tampil kembali. Namun Agus mencoba menahannya.

“Butet bersikeras muncul ke panggung. Saya tak yakin. ‘Biarlah saya menuntaskan kewajiban saya dengan terhormat malam ini.’ Begitu ia berkata. Tapi kowe jangan mati di panggung, nanti malah ngrepoti,’ kata saya. Dia tertawa. Maka, saya pun membiarkannya muncul menutup adegan terakhir, saat Semar mengungkap rahasia kebenaran,” tulis Agus lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top