Feature

Jurusan Biokimia dan Biomedis Disnyalir Sangat Menjanjikan di Masa Depan

Karir seseorang terkadang mesti ditentukan dengan jurusan kuliah, yang jadi jembatan untuk menatap karir sekaligus mendapatkan inside tentang bagaimana pekerjaan yang nantinya akan berjalan. Jurusan kuliah juga berbicara soal minat, sekaligus menjadi pertimbangan apakah minatnya akan suatu hal masih terpakai di masa depan.

Dari sebagian populasi seseorang yang mengambil jurusan kuliah, ia juga memikirkan apakah biaya yang dikeluarkan kala menempuh pendidikan (dibaca : kuliah) akan sebanding dengan biaya yang dikerjakan yang sesuai dengan pekerjaanya. Dilansir Forbes, di Amerika Serikat diketahui terdapat beberapa jurusan kuliah yang diketahui  memiliki prospek terbaik yang didasari dengan lapangan pekerjaan dan rata-rata penghasilan.

Jurusan Tenik Biomedis

Dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau jurusan ini sangat berkaitan dengan ilmu medis serta biologi di bidang kedokteran bukan? namun dalam kapasitas seorang insiyur loh. Bukan itu saja, jurusan ini menuntut setiap mahasiswanya untuk memiliki kemampuan desain.

Yap, karena kamu akan ditugaskan untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan ilmu medis dan biologi. Nantinya, seorang lulusan teknik biomedis akan menjadi seorang peneliti namun bisa juga jadi pengembang berbagai produk peralatan medis. Penghasilan rata-rata pun bisa mencapai Rp 715 juta.

Ilmu Komputer

Memang cukup populer di Indonesia untuk jurusan ilmu komputer, beberapa tahun belakang jurusan ini pun mulai dilirik tidak lagi melulu ke jurusan akutansi yang biasanya jadi ladang favorit para lulusan putih abu-abu. Apalagi perkembangannya cukup banyak yang masih berkaitan yang bisa dipelajari dari studi ini.

Seperti bisa berkarier sebagai seorang programmer, teknisi komputer, dan berbagai macam profesi lainnya. Pendapatannya pun rata-rata awalnya bisa mencapai 56,6 ribu dolar AS atau setara dengan Rp 781 juta.

Teknik Lingkungan

Mungkin bagi kamu yang punya jiwa sosial, jurusan teknik lingkungan sangat cocok. Di sini kamu dapat mempelajari berbagai permasalahan terkait lingkungan yang terjadi seperti persoalan limbah, air, dan hal lainnya, tentunya juga dengan belajar mencari solusinya.

Untuk jenis karier yang dipilih oleh jurusan ini sangat banyak, selain menjadi peneliti, pekerjaan macam konsultan lingkungan dan ahli ekologi juga bisa jadi opsi. Untuk rata-rata penghasilan pun ditaksir mencapai Rp 713,4 juta.

Rekayasa Perangkat Lunak

Secara khusus jurusan ini akan belajar tentang pengembangan perangkat lunak, namun sampai tak terbatas di situ saja, kamu bahkan belajar tentang pembuatan hingga ranah ke manajemennya. Bahkan sampai menjadi IT Developer, lulus jurusan ini juga bisa berkarier sebagai programmer, konsultan, hingga insinyur di berbagai bidang terkait. Menurut Forbes, penghasilan rata-rata awal di bidang ini adalah Rp 757, 6 juta.

Biokomia

Jurusan satu ini cukup menarik, karena kamu berbagai macam hal yang berkaitan dengan bagian-bagian terkecil mahluk hidup, semacam organisme. Secara lebih, detail kamu akan belajar tentang beragam reaksi kimia yang terjadi di kedua hal tersebut. Bidang ini cocok bagi kamu yang ingin berkeinginan seorang ilmuwan, sampai menjadi bagian dari tim forensik. Rata-rata penghasilan awal di bidang ini bisa mencapai Rp 575,4 juta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top