Feature

Jungkir Balik Perasaan yang Akan Kamu Rasakan Ketika Menjadi Istri dari TNI

Laki-laki yang datang dari ranah militer memang memiliki ruang khusus di hati banyak perempuan. Karena selain menjadi menantu idaman, sosoknya yang terlihat mampu mengayomi selalu berhasil meluluhkan hati.

Tapi jangan terlalu bahagia dulu, sebab sesuatu yang nanti akan kamu jalani adalah kehidupan nyata dari para abdi negara tersebut, bukan cerita manis di serial drama korea Descendants Of The Sun.

Sebab 70% hidupnya sudah menjadi milik negara, tentu akan ada banyak suka duka yang terselip dalam perjalanan kalian nanti. Maka ketika kamu sudah mantap mengucap “Ya” atas ajakan menikah darinya, disaat yang bersamaan kamu pun harus siap menerima konsekuensinya.

Untuk kamu yang mungkin sedang dalam perjalanan yang sama. Beberapa lika-liku perjalanan kehidupan perempuan yang menjadi istri dari aparat negara berikut ini, mungkin bisa mematangkan niatmu, sebelum nanti benar-benar merasakannya.

Rasa Bangga Tentu Jadi yang Utama, Ternyata Begini Rasanya Menikah dengan Seorang Abdi Negara

Sumber : https://www.instagram.com/tnicouple/

Tak lagi harus ditutup-tutupi, bersanding dengannya di kursi pelaminan tentu jadi sesuatu yang membuat diri bangga dan terharu. Ketika teman-teman lain, hanya bisa menikamti proses pernikahan pada umumnya, kita akan menikah dengan prosesi tambahan dari kesatuan.

Laki-laki lain boleh terlihat tampan dengan setelan jas di acara pernikahan, namun dia yang akan mengenakan seragam dipercaya jadi sosok yang lebih diharapkan. Ini bukan sekedar bualan, tapi jadi bentuk syukur kepada Tuhan. Karena sekarang, diri ini terlihat sebagai perempuan paling beruntung sejagat.

Perlahan, Lika-liku Itu Mulai Terlihat, Salah Satunya Tanggung Jawabmu Besar Atas Negara yang Diembannya

Sumber : Mabes TNI

Menikah dengannya tak lantas membuat kalian hidup bersama sepanjang waktu. Sebab sebagian besar waktunya, sudah menjadi milik negara. Tanpa mengenal istilah lelah dan berbagai macam alasan lainnya, tugas dan tanggung jawab adalah sesuatu yang wajib untuk dijalankan.

Menjadi istrinya, membuatmu belajar untuk lebih memahami situasi dan pekerjaannya. Selalu berlapang dada ketika ada panggilan tugas. Tak akan merasa marah, ribuan lapis sabar harus disiapkan demi melepaskannya pergi menjalankan tugas dari komandan.

Karirnya Tentu Tak Akan Langsung Naik, Sebagai Istri Kita Wajib Ikut Berkontribusi

Sumber : JakartaGreater

Bak sebuah rumah, kita dan dia sedang mencari pondasi untuk bangunan yang nantinya akan jadi tempat tinggal. Dirinya tentu tak mampu melakukannya sendiri, untuk itulah kita perlu turut berkontribusi. Membantunya memilih jalan mana yang akan diambil.

Menjadi teman hidup seorang laki-laki berseragam tak selalu bergelimang seperti yang pernah kamu bayangkan. Pada fase awal ini, kemampuan mengelola keuangan jadi skill wajib. Karena gaji dan tunjangan yang akan diterima, hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja.

Siap Sedia Jadi Amunisi Pertama, Termasuk Ketika Nanti Berpindah-Pindah Tempat Tinggal Karena Tugasnya

Sumber : tniad.mil.id

Ini jadi kenyataan lain yang akan kita rasakan. Berpindah dari satu tempat tugas ke tempat lain. Dan beradaptasi jadi sesuatu yang akan khatam kamu alami. Tapi ini bukan karena keinginan suami atau keinginanmu. Semua ini mutlak berada ditangan sang atasan, kemana suami akan ditempatkan.

Hingga Pada Tugas Lain yang Kadang Mengharuskannya Menjaga Perdamaian Hingga Luar Negeri

Sumber : Garuda Movie

Selain rasa bangga karena dirinya terpilih jadi salah satu pasukan pilihan untuk menjaga perdamaian, ada rasa haru yang juga terdesak dalam dada. Sebab itu artinya kalian akan tinggal berjauhan dalam waktu cukup lama.

Air mata tentu tak terbendung. Sepasang mata ini tentu akan jadi saksi, bagaimana kalian berdua saling dekap dan berucap salam untuk selalu menjaga diri.

Beruntungnya ia tahu apa yang dirasakan oleh sang istri. Tak ingin menunjukkan kesedihan yang sama, ia pun menularkan semangatnya yang membara. Dan berjanji akan pulang segera.

Dan Ketika Ia Sedang Bertaruh Nyawa Di Seberang Sana, Kita Hanya Bisa Mendoakan Keselamatannya

Sumber : Poskota News

Tak banyak yang bisa kita lakukan, ketika ia sedang berjuang menjalankan tugas. Hampir seluruh kekuatan dan waktu ia korbankan tanpa mengenal lelah. Hal lain yang kadang jadi sumber masalah adalah perbedaan waktu yang kadang bergerak jauh. Komunikasi yang sangat terbatas, memaksa kita untuk bisa berbicara pada inti persoalan.

Ini sekaligus jadi ajang yang akan membuat kalian berdua saling menguatkan. Membantu memberi suntikan semangat pada yang sedang berjuang. Tubuhmu memang tak ada di sampingnya, namun energi lewat bahasa yang terdengar jadi sumber kekuatan.

Tugasnya Membela dan Menjaga Negara, Sedang Kita Bertugas Untuk Menantinya Pulang serta Tetap Percaya

Sumber : Mabes.Tni

Suka dan duka lain yang kerap membuat kita merasa haru adalah kepulangannya bertugas yang sering tertunda. Untuk beberapa alasan, ada saja hal-hal yang terjadi diluar perkiraan. Tanpa bisa protes kepada atasan, dirinya tentu harus tetap mengikuti aturan.

Dan setelah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun pergi tugas, dan tak saling tatap. Menanti kepulangannya tentu terasa membahagiakan. Jadi waktu yang pas untuk saling melepas rindu, sebelum nanti akan kembali mengemban tanggung jawab.

Bersamanya Selalu Terasa Aman, Namun Sebentar Saja Ia Pergi Ada Ribuan Kekhawatiran yang Harus Dilawan

Siapa yang bisa duduk tenang tatkala sang suami sedang berada di medan perang. Posisinya yang menjadi abdi dan penjaga di gardu paling depan bagi negara, mengharuskannya selalu siap siaga meski harus bertaruh nyawa. 

Rasa aman yang selalu kita rasakan tiap kali dalam dekapannya, hilang begitu saja ketika ia sedang berjuang di medan tugas. Sembari berdoa untuk keselamatannya, ada banyak rasa takut yang juga mesti kita taklukkan seorang diri.

Walau Tak Setiap Waktu Bersama, Momen Dengannya Selalu Jadi Cerita yang Sulit Dilupakan

Sumber : Realita.co

Perawakannya yang terlihat keras dan sedikit kaku, tentu jadi hal yang kadang membuat rindu. Karena walaupun ia datang dari ranah formal, ada kalanya ia juga bersikap manis dan romantis. Meski berjauhan sekian lama, momen bersama sering dipakainya untuk melunasi rasa. Romantisme yang ia tawarkan pun tak seperti laki-laki biasanya, sebab dirinya selalu menyimpan tingkah laku yang tak dimiliki oleh sosok lainnya.

Setiap pilihan dan bidang pekerjaan tentu hadir dengan segala kesukaan dan konsekuensinya. Hal itu pula yang akan kamu alami ketika nanti menjadi seorang istri dari abdi negara. Dan semoga apa yang sudah disebutkan tadi, jadi modal referensi yang akan membantumu mempersiapkan diri, jika memang nanti akan terjun pada dunia yang sama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Terlalu Lama Menjomblo, Membuat Kamu Kian Dekat dengan Hal-hal Ini!

“Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asyik sendiri”

Mungkin lirik lagu tersebut sangat cocok untukmu yang sudah lama menghabiskan waktumu seorang diri. Terlalu lama menjomblo ternyata juga tak baik loh untukmu. Terlebih jika akhirnya kamu sudah benar-benar terbiasa dan asyik dengan kesendirianmu itu. Bahkan nih, dari  hasil beberapa penelitian. Sendiri kelamaan, bisa memicu kematian. Untuk itulah, kamu disarankan segera mencari pacar.

Akan tetapi, sebelum beranjak untuk menebarkan pesonamu. Kami ingin mengajakmu menyadari beberapa hal yang selama ini kamu alami. Iya, kamu alami selama sendiri tanpa kekasih.

1. Merasa Kaku Saat Berkenalan dengan Orang Baru

Karena kamu sudah terlalu lama sendiri, akhirnya kamu pun tak terbiasa dengan kehadiran orang baru dalam kehidupanmu. Kamu pun akan terkesan canggung saat bertemu dengan orang baru. Akhirnya akan sulit untuk orang lain mendekat padamu karena tidak nyaman dengan sikap canggungmu itu.

Bukan tak mau membuka diri, hanya saja ada sedikit keraguan yang masih menghiasi pikiran. Semacam pertanyaan kurang percaya diri, karena sudah lama menyendiri.

2. Banyak Temanmu yang Akhirnya Menyerah untuk Mencarikanmu Pendamping

Temanmu pun ingin melihatmu memiliki pendamping. Mereka berusaha mengenalkanmu dengan kenalannya dengan maksud siapa tahu dia bisa cocok denganmu. Namun karena sikapmu yang cenderung cuek, akhirnya teman-temanmu pun menyerah untuk mencarikanmu pendamping. Bahkan setelah upaya  yang mereka perbuat, tak sedikit pula yang akhirnya merasa kesal padamu.

“Lu maunya pacar yang kaya gimana sih?” 

Sering mendengar kalimat ini? Ya, kadang kamu merasa terharu pada teman-teman yang sibuk mencarikanmu pacar baru. Namun juga sering merasa lucu, kenapa mereka sesibuk itu. Karena bisa jadi kamu sendiri masih menunggu dan tak mau terburu-buru.

3. Padahal Kamu Merasa Bahwa Cinta Bukanlah Hal yang Penting untuk Dipikirkan

Kondisi kesendirianmu yang sudah terlalu lama akhirnya juga memengaruhi pola pikirmu pada makna cinta itu sendiri. Kamu mulai merasa bahwa cinta bukanlah suatu hal penting untuk kamu pikirkan. Ada hal penting lain yang harus lebih dulu kamu dahulukan dibandingkan hanya untuk sebuah cinta. Dan barangkali inilah sebabnya, mengapa kamu masih betah sendiri sampai sekarang.

4. Bisa Jadi, Kamu Merasa Jauh Lebih Baik Saat Sendiri

  

Bisa dibilang kamu sudah cukup nyaman dengan kesendirianmu. Kamu justru tak tertarik meskipun melihat banyak temanmu yang selalu bersama dengan pasangannya. Kamu cenderung asyik dengan duniamu sendiri. Menikmati hobi dan belajar hal baru lebih banyak lagi. Selalu  jadi sesuatu yang lebih menyenangkan daripada harus buru-buru mencari pacar. Walau pada beberapa orang, ini hanyalah sebuah alasan atas ketidakmampuan. Upss…

5. Kamu Sudah Kebal dengan Komentar dan Pertanyaan Orang Terkait Status Single-mu

Mungkin di awal kamu sempat memikirkannya. Namun karena kamu sudah cukup lama sendiri dan menikmati kesendirian itu, akhirnya kamu pun mulai kebal dengan banyaknya komentar dan pertanyaan orang lain terkait dengan statusmu yang masih saja sendiri sampai saat ini.

Jadi pertanyaan semacam “Sendiri mulu, berduanya kapan?”, tak lagi jadi sesuatu yang menyinggung perasaan. Ini lebih terdengar jadi sebuah basa-basi dalam membuka obrolan. Ya, walau kadang-kadang ada juga yang merasa jadi beban. Tergantung bagaimana kamu menyikapinya.

6. Setiap Kali Ada yang Mendekati, Ada Serangkaian Cerita yang Sudah Kamu Persiapkan

Padahal kamu belum tahu pasti. Namun saat ada orang yang mendekatimu kamu akan dilanda kecemasan dan kepanikan. Kamu mulai berpikir keras akan tujuannya mendekatimu, ingin sekedar bermain-main atau benar-benar ingin serius. Hingga akhhirnya, ketakutakan dan kekhawatiran itu membawamu pada keputusan, akan hal-hal yang ingin dilakukan.

Kamu mulai berandai-andai, jika si dia nanti akan melakukan sesuatu apa yang perlu kamu persiapkan untuk merespon tindakannya itu. Sering membuatmu cemas tak karuan, tapi setidaknya kamu merasa tenang jika ada sesuatu yang sudah dipersiapkan.

7. Kamu Menciptakan Tembok yang Semakin Tinggi Karena Keinginanmu untuk Melindungi Diri

Tujuanmu memang ingin melindungi dirimu. Namun tanpa kamu sadari, lambat laun justru tembok yang kamu bangun untuk berlindung semakin tinggi. Akhirnya akan sulit untuk seseorang bisa mejangkau tempatmu berada. Nah, untuk yang satu ini tak selalu sepenuhnya salah. Biar bagaimanapun ini adalah upaya perlindungan untuk diri sendiri.

Dengan kata lain, kamu bisa lebih memilah orang-orang seperti apa yang nanti akan berada di dekatmu. Sehingga patah hati atau disakiti yang dulu pernah terjadi, tak akan terulang kembali. Nah, dari beberapa hal yang tadi sudah dijelaskan. Mana yang saat ini sedang kamu rasakan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ketika Hidupnya Lebih Buruk denganmu, Itu Artinya Ia Tak Tercipta Untukmu

Pernah tidak kamu tiba-tiba bepikir, bahwa ada sesuatu yang sepertinya tak beres dalam hubunganmu? Iya, ini bukan tentang kamu tak bisa membuatnya tertawa atau bahagia. Tapi tentang kenyataan lain yang justru jadi tanda tanya.

Coba lihat hidupnya kini, lalu bandingkan dengan hidupnya sebelum kalian bersama. Dulu ia adalah seorang periang, punya banyak teman dan pekerjaan yang lancar. Tapi bersamamu, harinya justru berubah. Menjauh dari temannya, karena memastikan kamu tak kemana-mana jadi yang lebih utama.

Sering khawatir karena cemburu, ketakutan akan kehilangmu menganggu pekerjaan yang ia lakoni. Lantas, sanggupkah kamu terus menerus melihatnya begitu?

Cinta yang Baik Membawanya Kedamaian, Bukan Membuatnya Gusar Tak Berkesudahan

Sikap periang yang dimilikinya, bisa jadi adalah salah satu hal yang membuatnya suka padanya. Tapi, jauh berbeda dari saat pertama jumpa. Akhir-akhir ini ia justru terlihat sering berwajah sendu, karena tak bahagia. Senyum manis yang tadinya sering mengembang, pelan-pelan mulai hilang. Berganti dengan segudang kekhawatiran atas hubungan yang kalian jalankan.

Tak terlihat secara jelas datang darimana sedihnya, yang terlihat hanyalah raut wajah kecewa, takut, serta kerap khawatir untuk berbagai macam alasan. Jika memang begitu, cobalah untuk melepasnya sendiri dulu.

Jauh dari Kata Berkembang, Hidupnya Kian Monoton Setelah Kamu Datang

Rasa sayang harusnya mendorong seseorang untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya terlihat mustahil. Membantunya meningkatkan kemampuan dan kreativitas, dan semua hal baik itu jelas memberi dampak baik untuknya.

Namun jika yang terjadi justru sebaliknya, itu artinya memang ada sesuatu yang salah. Bandingkan lagi, bagaimana hidupnya ketika kalian tak bersama. Seberapa banyak pencapaian yang ia perbuat dengan seorang diri saja? Dan kenapa ketika sudah bersama ia justru berdiam diri dan tak berbuat apa-apa?

Semangatnya pelan-pelan hilang, dan jika benar begitu sebaiknya kau lepaskan genggamanmu.

Hanya Demi Kamu, Ia Sering Berbohong

Tak jelas apa alasannya, dari seluruh perubahan sikap yang ia tunjukkan. Kebohongan jadi salah satu hal yang paling banyak kau temukan. Mulai dari kebohongan kecil, hingga yang besar. Dari yang menurutmu tak penting untuk ditutupi sampai hal besar lain yang harusnya tak perlu disembunyikan lagi.

Hubungan kalian, kerap kali dijadikan alasan untuk berbohong dan tak ingin membuatmu marah atau kecewa padanya. Tapi asal kamu tahu saja, cinta yang baik merubah sesorang untuk lebih terbuka dan membicarakan semuanya. Jika ia kerap kedapatan berbohong, itu artinya ada sesuatu yang salah.

Tak Lagi Bergairah untuk Melakoni Hal Lain, Hidupnya Seolah Bertumpu Hanya Padamu Saja

Jadi sesuatu yang kadang sulit diterima, perubahan sikap yang ia tunjukkan kadang memang tak masuk akal. Namun itu semua adalah kenyataan yang mau tak mau harus kamu terima. Kamu bisa melihat ia kehilangan semua gairah, tak lagi terlihat hidup melakukan hal yang tadinya ia suka.

Dan kesimpulan yang bisa ditarik dari sikapnya, kemampuan yang tadinya ia bisa perbesar berubah jadi ketidakpastian yang kian kecil. Tak mau berbuat apa-apa tanpa dirinya, baginya kamulah roda pemutar hidup yang ia percaya. Tapi, bukankah cinta harusnya membuat kita kian kuat? Jika dirinya justru melemah, itu artinya bukan cinta.

Lari dari Tanggung Jawab, Ia Berubah Lebih Buruk dari yang Sebelumnya

Yap, coba tengok seseorang yang katamu paling kamu cintai itu. Ingat kembali bagaimana ia dulu menyelesaikan semua pilihan dan menyelesaikannya dengan benar. Lalu masihkah ia bersikap demikian sampai sekarang? Jika ternyata jawabannya adalah tidak. Berarti ada sesuatu yang memang perlu dibenahi dalam hubungan kalian berdua. Dia yang terjebak dan tak bisa memilah perilakunnya, atau sikapmulah yang membuat ia jadi demikian berubah.

Mungkin Bukan Hanya Salahmu Juga, untuk Itu Cobalah Mencari Penyebabnya

Perkara hubungan yang bisab merubah setiap orang. Siapa yang salah jelas sulit untuk ditentukan. Satu pihak bisa saja merasa biasa dan tak berbuat salah, tapi di sisi lain bisa jadi pasangannya mengira dialah penyebab seseorang berubah.

Tak harus buru-buru, coba dilihat pelan-pelan dulu. Pihak manakah yang sekiranya jadi penyebab perubahan diri. Jika memang itu karenamu, belajarlah untuk lebih bijaksana dalam menanggapinya. Lepaskan ia jika ternyata, tak ada bahagia yang ia terima setelah sekian lama bersama. Jujurlah pada dirimu sendiri dengan mengakui bahwa kamu memang jadi sosok yang membuatnya berubah menjadi lebih buruk dari dirinya yang sebelumnya.

Maka, jika benar-benar cinta, cobalah lepaskan ia. Biarkan ia mencari jalannya, dan belajar untuk mencari bahagianya dulu sebelum nanti berbagi bahagia lagi bersamamu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kadang Seorang Teman Memberi Solusi Bukan Karena Empati, Tapi Sekadar Asal Bicara Saja

Sadarilah, tak semua teman tempat kita curhat adalah seorang pendengar yang baik, yang mau turut merasakan apa yang sedang kamu rasakan saat itu. Karenanya, tak usah heran kalau akhirnya yang kamu dapat adalah solusi yang terdengar ‘ala kadarnya’ bahkan terkesan menggampangkan sebuah masalah.

Padahal jika dikembalikan ke dirinya sendiri belum tentu mereka akan terima dengan masukan seperti itu. Namun bukan berarti berbagi cerita ke teman adalah langkah yang salah ya. Mungkin supaya tak mendapat respon yang tak enak, kamu perlu mengenali karakter mereka dulu. Carilah sosok teman yang benar-benar tepat, yang bisa menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik bagi dirimu.

Seorang Teman Belum Tentu Merasakan Emosi yang Kamu Rasakan

Bagaimanapun, seorang teman belum tentu bisa merasakan emosi seperti yang kamu rasakan saat kamu menceritakan ceritamu. Padahal ada kalanya kamu hanya butuh didengarkan saja dibanding meminta saran dari mereka. Hati-hati, salah cerita pada orang, justru bisa membuatmu merasa sia-sia.

Sadarilah, meski sejak awal kita berharap mereka mau turut merasakan emosi yang sama seperti yang kamu rasakan kala itu. Tak semua orang bisa merasakan apa yang kita sedang rasakan.

Selesai Cerita Justru Dapat Penghakiman dari Teman yang Kamu Ajak Cerita, Menyebalkan Bukan?

Percayalah, tak semua curahan hati kamu bisa diterima dan direspon dengan baik oleh teman yang kamu ajak berbagi. Bahkan, tak semua teman akan setuju dengan jalan cerita yang kelak kamu bagikan pada mereka. Alih-alih ingin mendapat hati yang plong setelah mengeluarkan segala keluh kesahmu, yang ada kamu hanya akan mendapatkan kecewa.

Jika tahu bakal mendapat penghakiman dari lawan bicaramu. Pastikan terlebih dahulu, sebenarnya seberapa besar ia mau mendengarmu.

Tak Menutup Kemungkinan Ceritamu Justru Disebarluaskan pada yang Lain

Tak semua teman bisa menjaga rahasiamu dengan baik setelah kamu ceritakan seluruhnya pada mereka. Karenanya, jangan menceritakan masalahmu ke sembarang orang. Namun carilah sosok teman yang dapat dipercaya bisa menjaga rahasiamu dengan aman.

Susah memang, tapi kuberitahu, jangan sampai setelah kamu curahkan semua pada temanmu, masalahmu malah makin runyam dan akhirnya hanya mengganggu ketentraman hatimu, kan?

Berujung Penyesalan yang Menderamu Karena Sudah Cerita ke Temanmu

Akhirnya ketika kamu tahu bahwa teman yang kamu ajak berbagi cerita tidak bisa dipercaya dalam menjaga segala rahasiamu, yang ada kamu akan merasa menyesal sendiri. Bahkan hal ini bisa berdampak pada merenggangnya hubungan pertemanmu dengannya. Mungkin pada akhirnya kamu bisa petik pelajarannya dari sini agar bisa lebih berhati-hati lagi dalam memilih teman untuk diajak berbagi cerita.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top