Feature

Jika Pasanganmu Pernah Mengalami Trauma Seksual, Maukah Kamu Tetap Menjadi Kekasihnya?

Tak hanya perempuan, laki-laki juga kerap jadi korban pelecehan. Ini bukan mengada-ada, tidak pula sedang berpihak pada satu gender tertentu. Tapi kamu harus tahu, jika peristiwa semacam ini bisa menimpa siapa saja. Tak terkecuali perempuan atau laki-laki yang kini menjadi kekasih hati.

Kamu mungkin akan buru-buru berpikir, bagaimana jika hal tersebut terjadi atas dirimu. Bagaimana kamu akan menjelaskan pengalamanmu kepada orang yang dipercaya, hingga cara seperti apa yang akan dilakukan untuk menyembuhkan ketakutan. Tapi tunggu dulu, lupakan ketakutanmu. Lalu bayangkan jika pihak yang pernah merasakan trauma seksual yang kita bicarakan tadi adalah pasanganmu.

Dikutip dari data yang dirilis dalam American Journal of Public Health pada tahun 2014 ternyata jumlah laki-laki dan perempuan korban pelecehan seksual memiliki jumlah yang hampir serupa; 1.267 juta laki-laki dan 1.270 perempuan mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual.

Nah, untuk memberimu ancang-ancang jika kamu akan dipertemukan dengan pasangan yang pernah mengalami kondisi ini. Kami ada tips untukmu.

Komunikasi Selalu Jadi Pondasi Utama, maka Belajarlah untuk Lebih Terbuka Mendengar Ceritanya

Dengar, mendengarkan seseorang berbicara atau menyampaikan sesuatu yang ingin disampaikannya, serupa dengan berbagi pikiran dan perasaan. Selain itu, hal lain yang perlu untuk kamu perhatikan adalah dorongan bercerita yang ia lakukan. Benarkah itu adalah keinginan yang datang dari dirinya pribadi atau karena dorongan dari luar diri.

Tak perlu sibuk jadi pengorek informasi yang sedang menjalani tugasnya, biarkan ia bercerita sampai batas mana yang memang ia ingin bagikan. Biar bagaimana pun, baginya mempercayai orang lain adalah sesuatu yang sulit.

Komunikasi yang baik akan membantunya menumbuhkan rasa percaya diri lagi. Memberinya ruang gerak yang memang ia ingini, ini akan membuatnya merasa nyaman meski dengan cara perlahan.

Cobalah Bernegosiasi, Ciptakan Kesepakatan untuk Perkara Hubungan Seks di Masa Depan

Ini jadi bagian yang mungkin akan membuatmu sedikit segan. Tapi seks jadi bagian hidup yang juga mungkin tak akan bisa terpisahkan dari hubungan. Entah untuk yang sudah menikah atau masih pacaran. Sebab ini jadi aktivitas yang akan menyenangkan jika dilakukan atas dasar suka sama suka.

Ini mungkin akan terdengar aneh, tapi meminta izin sebelum mencium seorang perempuan yang pernah merasakan pelecehan. Akan jadi salah satu bentuk menghargai yang akan membantunya bisa percaya pada lawan jenis lagi.

Coba tanyakan padanya, apa hal yang masih membuatnya ngeri dan ketakutan atas kegiatan seksual. Jawabannya untuk pertanyaan ini akan jadi langkah baru yang akan memandumu untuk bisa lebih memahami pasanganmu.

Belajarlah Memahami Bentuk Lain dari Intimidasi yang Mungkin Ia Takuti

Trauma dan ketakutan seseorang yang pernah menjadi korban kekerasan seksual jelas berbeda-beda. Beberapa orang mengaku sangat ketakutan ketika diajak minum oleh pasangannya. Karena dulu, ia diperkosa ketika minum dan tak sadarkan diri. Sedang yang lain, ada pula yang merasa ketakutan, meski hanya disentuh tangannya saja.

Ketika dirinya merasa tak nyaman atas sentuhan-sentuhan yang memang jadi sumber ketakutannya, belajarlah untuk memahaminya dengan tak memaksakan kehendak. Ini mungkin akan terdengar asing, tapi membantunya untuk perlahan melupakan traumanya akan jauh lebih baik untuk hubungan. Daripada buru-buru memaksakan keinginan, pahami ia dengan tak melakukan hal-hal yang menjadi bentuk intimidasi yang ia takuti.

Mencintai Berarti Mau Bersimpati

Kesediaanmu untuk mendengarkan ceritanya jadi salah satu bentuk penghargaan yang akan bisa meredam emosinya dan rasa traumanya. Selanjutnya, tunjukkan kasih sayang dan cinta yang kamu punya untuk bisa membantunya bangkit dari rasa takut yang selama ini mungkin menderanya.

Pahami bahwa membuka suara atas pengalaman yang membekas diingatannya adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Untuk itu, jangan sesekali memberinya pertanyaan-pertanyaan yang tak sopan atau bisa menyinggung perasaan. Itu bukan bentuk kepedulian, dengan begitu kamu justru tengah membuka kembali luka yang sedang berusaha ia sembuhkan.

Dan Kontrol Diri agar Tahu Kapan Waktunya Berhenti

Nah, ini jadi bentuk cinta lain yang bisa kamu berikan padanya. Belajarlah untuk menghargai apa saja keputusan yang dilakukannya. Bahkan jika memang ia merasa kamu bukanlah sosok yang bisa menerimanya dengan baik, ia berhak mengajukan keputusan untuk mengakhiri hubungan.

Barangkali, hal tersebut bisa jadi salah satu cara untuk menyembuhkan ketakutan. Pun begitu sebaliknya, jika memang masih ingin melanjutkan hubungan, pastikan jika kamu dan dia bisa jadi dua orang yang saling mengerti dan memahami. Kapan waktu berhenti untuk meminta pasangan bersentuhan atau memintanya melakukan sesuatu yang lebih dalam.

Inti lain yang terpenting dari penyembuhan atas trauma yang pernah ia rasakan adalah bagaimana kamu bisa menerima dan membantunya menumbuhkan kepercayaan lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melody Dambakan Momongan Sembari Coba Bisnis Baru

Setelah resmi menikah dengan Hanif Fathoni pada 2018, Melody Nurramdhani Laksani eks personel JKT48 mengaku tengah mendambakan hadirnya momongan.  Pernyataan itu langsung dilontarkan sendiri oleh Melody. Penyanyi kelahiran Bandung itu mengatakan bahwa keinginannya untuk memiliki momongan belum tercapai hingga saat ini.

“Ya pasti mau lah (punya momongan), cuma kan gimana yang ngasih saja,” ucap Melody seperti dikutip Viva.co.id, Jumat (22/3).

Kemudian, Melody pun mengatakan bahwa ia tidak melakukan program kehamilan ataupun menunda kehamilan. Semuanya ia pasrahkan kepada Tuhan.

“Enggak lah enggak ada nunda-nundaan (kehamilan) Segimana di kasih Allah saja,” tuturnya.

Lebih lanjut, wanita kelahiran tahun 1992 itu juga mengatakan bahwa pasca menikah, ia dan sang suami tertarik untuk berkarir di dunia bisnis, khususnya bisnis di bidang pertanian.

“(Bisnis) kuliner sih enak, tapi sudah banyak. Cuma kalau kita berinovasi kan kita juga enggak tahu ya, tapi kalau ada kesempatan bisnis pertanian ada mengarah ke situ juga,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Via Vallen Torehkan Prestasi di Panggung Mancanegara

Via Vallen baru saja mengharumkan nama Indonesia lewat musiknya, ia berhasil mendapatkan sebuah penghargaan di Rusia. Penghargaan tersebut didapat dari International Proffesional Musik Awards (BraVo Awards) 2019. Acara itu digelar di Moskow, Rusia. BraVo Awards adalah ajang penghargaan untuk seniman yang berkarier di Eropa dan Asia.

Via Vallen berhasil mendapatkan piala untuk Special Guest from Indonesia. Lantaran prestasinya ini, tak lupa, pedangdut yang identik dengan lagu-lagu berbahasa Jawa itu mengucap syukur. Ia berterima kasih atas kesempatan dan penghargaan yang didapatkannya.

“Aku benar-benar terkejut musikku bisa dihargai jauh dari rumah. Aku berharap semua orang di dunia bisa menikmati musikku,” ujarnya seperti dikutip dari detik.com.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Fakta Terbaru dari KNKT Tentang Jatuhnya Lion Air JT-610

Masih menyisakah luka bagi seluruh masyarakat Indonesia, kecelakaan peswat Lion Air JT-610 beberapa waktu lalu. Kini mulai menemukan fakta baru. Ya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) baru-baru ini mengungkap sejumlah fakta mengenai jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Dikutip dari laman Kumparan.com, setidaknya berikut beberapa faktanya.

1. KNKT Ungkap Pilot Ketiga di Lion Air Bali-Jakarta Sebelum Jatuh

Pesawat dengan nomor body PK-LQP ini sebelum terbang dari Jakarta ke Pangkalpinang, melayani rute Denpasar – Jakarta.

“KNKT menyampaikan bahwa benar ada pilot lain yang berada di cockpit pada penerbangan itu. Pilot ini adalah pilot yang telah selesai menjalankan tugas terbang dan akan kembali ke Jakarta,” kata Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono saat konferensi pers di gedung KNKT, Kamis (21/3).

Sehari sebelum jatuh, pesawat Boeing 737 Max 8 ini terbang dari Bali ke Jakarta dengan nomor penerbangan JT-043. Saat di Bali, pesawat memang sempat mengalami kerusakan pada Angle of Attack (AoA) sensor. Setelah diperbaiki, barulah pesawat terbang ke Jakarta.

Selama terbang ke Jakarta, pesawat juga mengalami gangguan sehingga pilot memutuskan terbang dalam mode manual. Saat itulah, pilot ketiga ikut dengan dua pilot utama di sana. Namun keesokan harinya, pesawat yang sama terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang, Bangka Belitung, dengan nomor penerbangan JT-610. Namun sialnya, baru 13 menit mengudara, pesawat tersebut jatuh.

Untuk dimintai keterangan, KNKT sudah memanggil dan memeriksa pilot ketiga yang ikut dalam penerbangan dari Bali ke Jakarta.

2. Percakapan Pilot dalam CVR Tidak Bocor, yang Beredar di Sosial Media Bohong

Sebelumnya, sempat beredar di sosial media isi rekamanyang konon berasal dari Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air JT-610. Namun KNKT membantah jika isi rekaman CVR tersebut sangat berbeda dengan apa yang mereka miliki.

“KNKT juga menyampaikan bahwa isi rekaman CVR tidak sama dengan apa yang beredar di media, sehingga menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono dalam keterangan tertulis, pada Kamis (21/3).

3. Sebelumnya Akhirnya Jatuh, Sang Pilot Sempat Cari Solusi di Handbook

Masih dari hasil rekaman CVR, pilot dan co-pilot yang bertugas pada pesawat tersebut sempat berupaya mencari tahu penyebab jet yang mereka tunggangi itu terus meluncur ke bawah.

Dikutip dari Reuters, salah satu sumber menyebutkan saat itu, pilot Bhavye Suneja mengambil kontrol saat pesawat lepas landas. Sementara, co-pilot Harvino bertanggung jawab untuk komunikasi dengan Air Traffic Controller (ATC).

Selanjutnya, dua menit setelah lepas landas, co-pilot sempat melaporkan masalah kontrol penerbangan ke ATC dan menyebut bahwa pilot ingin mempertahankan jelajah terbang di ketinggian 5 ribu kaki. Akan tetapi, co-pilot Harvino, tidak merinci masalah apa yang terjadi di pesawat tersebut.

4. Pilot Sempat Panik Ketika Pesawat Tidak Bisa Dikendalikan

Beberapa saat sebelumnya akhirnya pesawat terjatuh, sempat ada kepanikan yang muncul setelah para penumpang tahu jika pilot tak bisa mengendalikan pesawat. Namun, Kepala Sub Komite Investigasi Keselamatan Penerbangan KNKT, Kapten Nurcahyo Utomo, enggan untuk mengatakan teriakan apa saja yang muncul atas kepanikan tersebut.

“Saya enggak bisa ngomong (teriakan apa saja). Di akhir penerbangan pilot enggak bisa me-recover penerbangan. Di situlah muncul kepanikan,” ucap dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top