Feature

Jika Kamu Tak Bisa Menerimaku Secara Utuh, Biarkan Aku Mencari Cinta Yang Baru

Nampaknya kita mulai tak sejalan, cinta yang kemarin kamu sampaikan terlihat kian pudar. Seiring dengan waktu yang terus berjalan, hubungan kita mulai bertransformasi pada keadaan yang sungguh tak aku inginkan. Masih bersikap seolah jadi pihak yang mencintaiku, dirimu selalu memberiku janji untuk memperbaiki segalanya. Bukan aku ingin buru-buru mengakhiri hubungan, tapi sepertinya semua sikap yang kamu tunjukkan memang bukanlah bentuk dari sayang. Berusaha untuk jadi pasangan yang sepadan, aku selalu memberikan versi terbaik diriku. Tapi respon balik dari sikap yang kamu tunjukkan, sungguh jauh dari dugaan. Lalu masihkah aku harus bertahan?

Aku Sadar Setiap Hubungan Memang Tak Selalu Terbentuk Dari Komposisi Yang Sempurna

Tak ingin jadi pasangan yang terlalu banyak maunya, kamu tentu tahu bahwa aku bukanlah pihak keras kepala. Tak banyak menuntut untuk hal-hal yang mungkin diluar kemampuan kita, tapi kamu justru bersikap sebaliknya. Sebagaimana hidup yang tak selalu sempurna, cinta milik kita juga hadir dengan beberapa kekurangan dan kelebihannya. Awalnya aku masih berpikir bahwa ini adalah tahap untuk mendewasakan kita berdua. Untuk itu aku masih berusaha untuk menyatukan beberapa ruang dari diri masing-masing kita yang kemarin tampak terpisah. Hubungan kita tentu punya kadar, bisa kandas tanpa sisa, dapat pula bahagia tak terkira. Dan sepertinya sebentar lagi hubungan ini bisa berakhir begitu saja. 

Tapi Nampaknya Perhatian Dan Segala Bentuk Cinta Yang Sering Kamu Sampaikan, Hanya Bualan Yang Tak Ada Buktinya

Tak hanya dirimu saja, aku juga tentu ingin diperhatikan oleh kamu yang kucinta. Bertindak seolah-olah jadi pihak yang paling mencintai, kamu hanya bisa menghadiahiku berbagai bualan saja. Hingga akhirnya aku sadar bahwa tak selamanya cinta akan membuatku bahagia. Lebih dari itu aku butuh sesuatu yang lebih nyata. Meski sesekali kita harus memberi ruang agar salah satu dari kita akan berubah demi membuktikan. Tapi jika semua itu hanya disampaikan lewat perkataan tanpa perbuatan, rasanya aku ingin angkat tangan saja.

Terbukti Dengan Sikapmu Yang Hanya Bisa Menuntut Tanpa Mau Berubah

Tak perlu kuberi tahu, dirimu sudah tentu paham jika cinta yang baik tentu mau menuntut dan dituntut. Kamu boleh bebas memintaku untuk berubah jadi apa pun yang katamu adalah baik. Dan jika memang benar-benar baik, dengan senang hati akan aku lakukan. Lalu adilkah kamu yang hanya bisa meminta tanpa mau melakukan hal yang sama? Alih-alih mengiyakan kataku, kamu selalu berdalih setiap kali aku memintamu berubah. “Kamu harus bisa menerimaku apa adanya”, katamu berharap aku akan terus bersabar. Tapi sayang, kini kesabaranku sudah diambang batas.

Hingga Perlahan Mulai Terpikirkan Bahwa Kamu Dan Aku Tak Lagi Bisa Menjadi Kita

Jika memang harus diakhiri, tentu cerita ini akan meninggalkan luka di hati. Memang luka itu takkan terlihat, tak terdeteksi bagaimana kondisinya tapi rasanya sungguh sangat menyakitkan. Kita berdua memang telah jadi makhluk yang egois, karena berpikir bahwa selamanya akan selalu bahagia dengan cinta yang kemarin kita punya. Hingga pada doa untuk kamu dan aku yang selama ini kuharap akan menjadi kita. Sepertinya tak akan lagi bisa menjadi nyata. Karena nampaknya jalan kita akan berbeda.

Karena Sepertinya Kita Sedang Terjebak Dalam Hubungan Yang Salah. Kamu Yang Tak Bisa Menerimaku Dan Aku Yang Tak Ingin Selalu Dituntut Untuk Berubah

Tak adil memang jika salah satu dari kita hanya berbicara masalah kekurangan pasangan. Untuk itu pada beberapa kesempatan aku selalu berusaha untuk terlihat seimbang dalam hal bersikap. Aku tak ingin terlalu banyak menuntut untuk sesuatu yang memang kita butuh. Karena sosok yang kamu panggil pacar ini, juga bukanlah orang yang sanggup untuk terus-menerus dituntut. Atas nama sayang, lagi-lagi kamu membungkusnya dengan sebuah permintaan. Bergerak di tempat yang sama. Membuat kita hampir hilang arah dan tak tahu akan kemana. Berkutat pada keinginanmu untuk selalu memintaku berubah jadi sosok idealmu. Sedang aku jenuh jika harus terus memenuhi keinginanmu.

Jika Tetap Bersama Hanya Membuatku Merasa Terluka, Lalu Untuk Apa? 

Tak perlu kau jawab pertanyaan itu di hadapanku, cobalah tanyakan dan jawab dengan hatimu. Jika memang masih tak bisa merasa, mari sebentar kita bertukar posisi dalam hubungan kita. Kamu akan menjadi aku, sedang diriku akan menjadi kamu. Bagaimana rasanya dituntut, namun si penuntut tak ingin kamu memberi bantahan sekalipun sebenarnya bisa meminta. Tak enak bukan? Bersama hanya membuat kita terluka, karena lelap pada rasa sakit yang sama. Padahal jika mau berubah, kita bisa sama-sama bahagia. Tapi jika bersama hanya akan menambah luka, lantas untuk apa?

Meski Akan Menyisahkan Luka, Semoga Bakal Ada Cinta Baru Dengan Warna Yang Jauh Lebih Indah

Gerbong perpisahan itu sudah jelas berada di depan kita. Merebahkan tangannya, menanti kita untuk kemudian memberi kita jalan dengan arah yang berbeda. Barangkali engkau akan ke kiri, lalu aku akan ke kanan. Tak lagi sejalan, karena hubungan ini memang sudah tak baik untuk diperjuangkan. Bukan tak ingin bertahan untuk rasa yang kemarin ada, hanya saja aku tak bisa membayangkan hidupku selanjutnya jika terus bersama dengan dia yang tak bisa menerimaku sebagaimana aku ada. Mari kita berbalik untuk menjajaki jalan yang kita pilih sendiri. Sembari belajar dari kisah yang telah lalu. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kenali Tanda Rekan Kantormu Menyebalkan, Tak Usah Buang-buang Waktu untuk Mengajaknya Berteman

Hampir semua orang memiliki sisi yang menyebalkan. Coba saja tanya ke teman-temanmu. Pun tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa bertemu orang yang menyebalkan di mana pun. Ketika ada seseorang yang memiliki sisi menyebalkan, tak masalah kalau kamu mau menghindari berurusan dengan orang yang seperti itu.

Ini mungkin kamu akan tahu kalau kamu tak akan tahan dengan sifatnya. Kawan, sesekali menjaga jarak dengan orang yang memiliki hal-hal negatif itu baik lho. Kalau kamu memiliki teman dan dia memunculkan tanda-tanda seperti ini, kamu harus berhat-hati ya!

Senang Di Atas Penderitaan Orang Lain

Hal ini mungkin jarang ditunjukkan oleh beberapa orang. Tapi kalau kamu punya teman yang menunjukkan kebahagiaannya padahal ada temannya yang sedang tertimpa musibah, sebaiknya kamu jaga jarak saja dengan teman tipikal semacam ini. Ia mungkin tak terlihat tertawa.

Tapi selentingan atau nyinyiran yang keluar dari mulutnya jadi pertanda kalau dia ini punya karakter senang kalau ada temannya yang menderita. Bukankah jauh lebih baik bertemu dengan teman yang mampu bersimpati dan berempati?

Ia tak Kelihatan punya Rasa Tanggung Jawab Terhadap Pekerjaannya

Saat seseorang mendapatkan suatu tanggung jawab untuk melakukan sesuatu, pasti setidaknya dia akan memiliki rasa tanggang jawab itu. Tapi ada lho,  beberapa orang yang tak punya rasa tanggung jawab tinggi. Mereka cuek saja dengan tanggung jawab yang sejatinya dibebankan padanya.

Kalau orang semacam ini ada di lingkup kerja atau di kantormu, bukankah yang ada hanya merugikanmu? Bisa saja, kalau kamu meminta tolong sesuatu dan dia mengiyakan di awal, tapi pada akhirnya dia tak melakukannya, jadinya menyebalkan, kan?

Kamu Merasa Tak Nyaman Saat Berada di Dekatnya

Saat kamu menghabiskan waktu bersama seseorang atau berada dekat dengan orang semacam ini, kamu akan merasakan energi atau aura yang muncul dari orang itu. Saat kamu berkumpul dengan teman-temanmu, tiba-tiba ada salah satu temanmu yang membuatmu merasa tak nyaman. Bisa karena perilakunya, atau hal-hal kecil yang ditunjukkan, lho. Ini juga menjadi sebuah tanda bagi kamu untuk mempertimbangkan apakah dia adalah teman yang baik atau kurang baik.

Faktanya, Banyak Teman yang Mulai Mengingatkanmu

Saat kamu mengenal sosok yang menurut orang-orang menyebalkan, maka saat berurusan dengannya kamu juga harus berhati-hati. Kamu butuh pendapat orang-orang terdekat kamu atau setidaknya caritahu tahu orang seperti apa dia. Ini tindakan antisipasi yang kamu lakukan untuk berhati-hati untuk berteman dengan orang lain lho.

Dia Tak Pernah Merasa Bersalah

Kesalahan bisa dilakukan secara sengaja atau tak sengaja. Saat orang merasa melakukan sesuatu yang salah, normalnya dia akan merasa tak enak atau merasa ganjal. Namun, kalau kamu bertemu orang yang melakukan kesalahan dan dia justru tak menunjukkan rasa bersalah atau semacamnya, kamu harus merasa janggal dengan hal ini. Dia malah menunjukkan sikap santai-santai saja. Kamu patut curiga dengan karakter dia yang sebenarnya.

Setidaknya kamu berhati-hati dengan karakter orang yang malah akan memberikan efek nagatif untuk kamu, ya. Kamu harus bisa memilih mana yang bisa menjadi teman dekatmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Paksa Seseorang Kembali Ceria Jika Sedihlah yang Ia Rasa

Tak selalu bahagia, beberapa kejadian mengerikan bisa datang begitu saja. Mendapati pacar yang selingkuh dengan sahabatmu, rekan kerja yang mendadak pindah tak lagi bisa bertemu, hingga kabar dari ibu yang minggu ini harus masuk rumah sakit lagi.

Silih berganti, kesedihan bisa saja menyelimuti hati. Menganggu saraf bahagia dan menggantinya dengan satu ketakutan yang luar biasa pada diri kita. Situasi ini jelas diluar ekspektasi, karena kalau bisa memilih pastilah kita ingin bahagia sampai mati. Dipandang jadi sesuatu yang menakutan, kesedihan selalu kita jadikan momok yang harus segera dihilangkan.

Dikubur secepatnya, dan harus berganti dengan bahagia seperti kata-kata orang bijak di sosia media. Jika bahagia bisa dirayakan dengan begitu baiknya, mengapa kesedihan selalu kita anak tirikan?

Tak Seharusnya Dibedakan, Bahagia dan Sedih Memang Haruslah Ada dalam Kehidupan

“Sudahkah anda bahagia hari ini?” atau “Jangan lupa bahagia”, barangkali jadi jargon yang bertebaran di media sosial. Dibuat dengan dasar kepedulian, kita semua berlomba-lomba untuk mencari bahagia sampai pada celah paling sempit yang ada.

Seolah lupa pada teka-teki yang ada, sedih dan bahagia memang sudah ditakdirkan akan datang kapan saja pada hidup kita. Karena memang begitulah, hidup yang sesungguhnya. Perjalanan ini adalah misteri, banyak hal tak terduga yang mungkin menghampiri. Jika bahagia bisa membuatmu tertawa, maka kesedihan harusnya bisa diterima dengan serupa.

“Akui – nikmati – dan tak perlu ditutup-tutupi”

Meminta Orang Lain Segera Bahagia Memang Elok Didengar Telinga, Padahal Kau Tak Tahu Sebesar Apa Dukanya

“Sudahlah, lupain aja. Masih banyak yang bisa buat kamu bahagia” jadi kalimat lazim yang mungkin sudah kita gunakan ratusan kali pada beberapa teman. Berperan sebagai malaikat yang akan memberi penghiburan. Kita berusaha mengumpulkan petuah-petuah ajaib yang nadanya serupa. “Kamu harus bahagia”.

Padahal, tak hanya bahagia. Menangis setiap kali bersedih pun dipercaya mampu membuat seseorang menenangkan pikirkannya. Tak tahu seberapa dalam lobang menganga di hatinya, daripada sibuk memintanya melepaskan semua sedihnya. Bersedia memberikan telinga untuk mendengar keluh kesahnya jadi sesuatu yang lebih ia perlu.

Pelan-pelan Mulai Membandingkan Sedihnya dengan Orang Lain yang Lebih Nelangsa

Antara ingin terlihat bijak dan berwawasan luas atau memang berniat untuk menghibur seorang kawan. Menyuruhnya membuka mata, tentang kehidupan menyedihkan lain yang lebih parah dari pengalamannya. Seolah terlihat wajib untuk disampaikan pada mereka.

Mendorongnya untuk segera bahagia dengan membandingkan kesedihannya dengan orang lain jelas tak jadi jalan keluar. Karena semakin mencoba untuk menghilangkan semua kesedihan, akan selalu ada celah yang membuatnya justru kian muncul ke permukaan. Diharapkan akan hilang dari ingatan, luka yang diminta hilang justru kian terasa dalam pikiran.

Terlalu Takut Pada Sesuatu yang Terasa Berat, Kita Lupa Bahwa Hidup Takkan Sempurna Jika Hanya Ada Bahagia

Coba bayangkan sebentar, kamu hidup dengan segala kelimpahan dan bisa mendapatkan apa saja yang kamu inginkan tanpa usaha yang perlu keras. Lalu ingat kembali, tawa dengan air mata dari ibu kala melihatmu diwisuda. Bagaimana ayah memelukmu sambil bercurah air mata, ketika kamu berhasil naik jabatan tanpa butuh waktu yang lama.

Sejatinya, manusia bisa merasakan berbagai macam emosi dengan cara bersamaan. Tertawa sampai menangis, bahagia sampai terharu. Semua itu terjadi begitu saja, menandakan bahwa hidup kita memanglah sempurna. Tak perlu takut berlebihan dengan kesedihan, biarkan mereka menangis jika memang sedang berduka. Dan berhenti memintanya tertawa jika ia memang sedang ingin diam saja.

Sebab Setiap Orang Punya Tingkat Ketakutan dan Kesedihan yang Berbeda, Kita Tak Punya Hak untuk Memintanya Menyudahi Sedihnya

Beberapa orang hidup dengan dirundung masalah yang tak terbanyak banyaknya. Kawanmu mungkin pernah dipukuli oleh kekasihnya, anak yang jadi korban perceraian orangtuanya, hingga seseorang yang mungkin pernah hampir diperkosa oleh kerabat dekatnya. Lalu masihkah kita merasa berhak untuk memintanya segera bangkit dari sedihnya?

Membiarkan dia diam dalam sedihnya bukan berarti kita tak peduli kepadanya. Tapi, ada hal lain yang sedang kita sadari. Bahwa saat ini, bersedih mungkin memang jadi sesuatu yang ia butuhkan. Mengambil langkah untuk memaksanya berbahagia saat hatinya sedang berkabung, bukanlah sesuatu yang membantu. Sebaliknya, berusahalah untuk bisa mendengarnya dan membantu sebisanya. Bukan memaksanya untuk bahagia.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Hidupmu akan Lebih Baik Jika Kamu Berani Melakukan 7 Tantangan Ini!

Setiap orang pasti menginginkan hidupnya menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. Namun untuk merealisasikannya tentu bukan hal yang mudah. Banyak orang yang tak tahu bagaimana harus memulai langkah guna memperbaiki hidupnya. Coba lakukan 7 tantangan ini, jika kamu berhasil melakukannya, kamu akan mendapatkan hidup yang lebih baik di masa depan.

1. Tantang Dirimu untuk Fokus pada Hidupmu dan Berusaha Mengembangkan Kemampuanmu

Bisa dibilang saat kamu berpikir rumput tetangga lebih hijau, cobalah untuk memberikan air lebih banyak pada rumputmu sendiri. Tantanglah dirimu sendiri untuk berusaha fokus pada apa yang kamu miliki dan mengembangkannya. Pastikan kamu paham apa yang menjadi kelemahan dan kekuatanmu.

2. Tantang Dirimu untuk Melepaskan Hasrat Berlebihanmu dan Lebih Menikmati Hidupmu

Saat kamu memiliki hasrat yang berlebihan atas suatu hal, cobalah untuk menantang hidupmu dengan melepaskannya dan mencoba menikmati apa yang ada dalam hidupmu. Tak semua hal yang ada di dunia ini bisa kamu jangkau dengan mudah, kamu harus paham jika ada beberapa hal yang bisa terjadi di luar kendalimu.

3. Tantang Dirimu untuk Konsisten dalam Melakukan Sesuatu

Saat kamu berpikiran ingin melakukan suatu hal yang baru, cobalah untuk menantang dirimu agar lebih konsisten dalam menjalankan sesuatu. Apapun kendala yang kamu hadapi, tetaplah berada di jalur yang kamu inginkan dan tetaplah berusaha untuk melakukannya dengan konsisten.

4. Tantang Dirimu untuk Memilih yang Paling Kamu Takuti dari Dua Pilihan

Saat kamu dihadapkan dengan dua pilihan, cobalah untuk menantang dirimu sendiri dengan memilih hal yang paling kamu takuti. Karena dengan memilih hal paling kamu takuti, kamu akan tumbuh dengan lebih baik dan lebih cepat.  Pilih yang sulit dan yang paling kamu takuti agar kamu belajar untuk bekerja lebih keras.

5. Tantang Dirimu untuk Tidak Menyalahkan Diri Sendiri

Saat kamu melakukan sebuah kesalahan dan kamu sadar akan hal itu, cobalah menantang dirimu untuk tak menyalahkan diri sendiri. Tantanglah dirimu sendiri untuk bisa memaafkan segala kesalahan yang sudah kamu perbuat. Cobalah untuk menjadikan sebuah kesalahan itu sebagai salah satu media pembelajaranmu agar tak lagi mengulanginya di masa depan.

6. Tantang Dirimu untuk Membalas Semua Cacian Orang Lain dengan Kebaikan

Tak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan pula. Saat kamu menemui ada orang yang meremehkanmu, cobalah untuk menantang dirimu dengan membalas pandangan rendah mereka dengan kebaikan.

7. Tantang Dirimu untuk Tetap Tenang dan Fokus pada Apa yang Harus Kamu Jadikan Prioritas

Saat kamu memikirkan sesuatu secara berlebihan, cobalah menantang dirimu sendiri untuk tetap tenang. Tentukanlah mana yang memang sudah seharusnya kamu jadikan prioritas. Kendalikan dirimu dan usahakan untuk selalu fokus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top