Feature

Jika Hati Sudah Dipenuhi Dengki, Sesuatu yang Baik Pun Akan Selalu Dicaci

Meski tak sering, beberapa kali kamu mungkin pernah, dibenci tanpa sebab yang jelas. Jangankan untuk menyakiti mereka, dirinya siapa saja kadang kita tak tahu. Kaget dan bingung, kadang jadi dua hal yang tiba-tiba kita rasakan. Kaget kenapa mereka ini begitu terlihat bencinya pada kita, dan bingung apa kesalahan yang sudah kita perbuat sampai mereka bersikap begitu pada kita.

Kita tak bisa menyenangkan semua orang, dan mereka-mereka yang membenci kita tanpa sebab memang sudah digariskan untuk ada. Seperti sesuatu yang sudah menjadi hukum alam. Sekalipun perbuatan yang kita lakukan adalah sesuatu yang baik, selalu ada celah yang dipakai oleh orang-orang dengki untuk membuat kita terlihat bersalah. Menanggapi semua omongannya, tentu sangatlah sia-sia. Maka sebaik-baiknya balasan untuk mereka yang iri adalah dengan tak menanggapi semua cacian yang ia miliki.

Ini Adalah Hidup Kita, Jadi untuk Apa Peduli Pada Cibiran Mereka

Walau kadang membuat risih karena harus mendengar desas-desus yang tak benar, berdebat dengan orang yang tak suka pada kita memang hanya akan sia-sia. Menghabiskan energi, dan tak akan pernah membuat mereka merubah pandangannya. Ya, di mata mereka kita adalah pihak yang akan selalu salah. Sedangkan ia dan pendapatnya tentang kita adalah sesuatu yang benar, walau apa yang ia ucapkan tak semuanya benar.

Latihlah diri untuk tak lagi peduli pada hal-hal yang sejatinya hanyalah bualan. Diciptakan hanya untuk menebar kebencian, dan ingin hidup kita akan terusik karena semua kata-kata bohong dari mulut mereka. Belajarlah untuk tak peduli, karena apapun kata mereka. Kita jadi pihak yang paling tahu, bagaimana hidup kita yang sebenarnya.

Mari Tutup Telinga, Hidup yang Kita Jalani Bukan untuk Menyenangkan Para Pendengki

Sebaik-baiknya balasan yang tepat untuk para pendengki, memanglah tak perlu ditanggapi. Karena sekali saja kita memberi respon yang terlihat marah, dirinya akan merasa senang dan bangga, karena kita seolah membenarkan apa yang mereka sampaikan.

Balaslah ia dengan diam. Diam tak merespon apa yang mereka sampaikan, dan membalas semua perbuatan mereka dengan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kita. Berhenti untuk menaruh perhatian para cibiran murahan, kita hidup bukan untuk menyenangkan mereka yang tak suka dengan kita.

Biarkan Dia Dengki dengan Rasa Irinya, Toh Kita Tak Akan Rugi Kalaupun Dibenci Oleh Mereka

Sebenarnya kalau harus diuraikan satu per satu, para pendengki jadi pihak yang paling merugi. Rugi karena menghabiskan waktmu untuk selalu mencari celah keburukan kita, rugi karena sudah susah payah membuat kita marah tapi tetap tak mendapat respon dari kita.

Ini hanyalah dua contoh, yang kalau harus dituliskan ada segudang kerugian dari para pencipta omongan-omongan tak benar. Tatkala ia berkutat dengan segala prasangka buruknya, kita mungkin sedang sibuk berbahagia menikmati hidup yang kita jalani. Lalu siapakah yang paling merugi? tentu saja dia dan mereka, yang suka iri para orang lain tanpa alasan jelas.

Tetap Fokus untuk Memperbaiki Diri, Jangan Sampai Terpancing Lalu Membalas dengan Benci

Barangkali, tujuan para pendengki adalah untuk menebar rasa iri. Sehingga kita akan berubah seperti dirinya yang selalu membenci orang lain tanpa alasan jelas. Itulah mengapa, kita  perlu memiliki keteguhan hati. Tetap berada pada apa yang kita percayai dan terus berubah memperbaiki kekurangan.

Selain alasan yang tak masuk akal dari bencinya mereka para kita, barangkali ada beberapa hal yang mereka sebutkan memang perlu kita hilangkan. Tak ada salahnya untuk berubah menjadi lebih baik, tapi membalas perbuatan mereka dengan kembali membenci juga, tentu bukanlah pilihan. Jadi jangan pernah lakukan.

Pupuk Rasa Percaya Diri Agar Tak Terpengaruh oleh Gosip Miring yang Mereka Cipatakan Sendiri

Kurangnya rasa percaya diri, kadang kala jadi pemicu yang merubah kita menjadi sosok lemah yang kerap goyah hanya karena dicibir oleh mereka yang tak suka. Bagaimana pun kamu, dan sebaik apapun perbuatanmu. Akan selalu ada yang tak suka, dan ingin membuatmu jatuh dan tak lagi menunjukkan kebolehan. Tapi jika kita mampu tetap menjaga rasa percaya diri yang ada, tak lagi ada alasan untuk goyah dan terpengaruh oleh cerita-cerita buruk yang mereka buat tanpa bertanya.

Karena Setiap Kali Ia Memelihara Rasa Dengki, Ada Satu Kebaikan dalam Hidupnya yang Juga Hilang

Yap, memelihara rasa benci dan dengki dalam hati hanya akan membuat diri merugi.  Ia akan terus mencari gara-gara untuk melampiaskan kejengkelan dan rasa tak sukanya. Dan bersamaan dengan rasa iri yang selalu ia tularkan dan lahirkan, ada satu kebaikan dari hidupnya yang juga hilang.

Banyak-banyaklah bersyukur atas segala yang dimiliki dalam hidup, dengan begitu kamu tak akan lagi terjebak pada nafsu yang salah. Tak pandai dalam memilah-milah sikap, kamu menjelma jadi seseorang yang hanya sibuk melihat kelebihan orang lain yang mungkin tak kau punya. Perbuatan baik yang tadinya bisa kamu datangkan, berubah jadi kebencian yang merugikan diri sendiri hanya karena merasa iri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Film Bebas : Kilas Balik Kenangan Manis Anak-anak ‘90-an

Dendang ‘Bebas’ milik Rapper kondang Iwa K, barangkali jadi salah satu lagu hits pada era 90-an yang masih banyak didengarkan hingga sekarang. Hal itu pulalah yang jadi inspirasi untuk Riri Riza dan Mira Lesmana, tatkala pasutri ini membesut film terbarunya yang diberi judul sama seperti lagu Iwa K, Bebas.

Yap, Bebas adalah sebuah film yang diadaptasi dari film box office hits Korea berjudul Sunny (2011). Selain jadi negara ke-4 yang sudah menerjemahkan film Sunny, CJ Entertainment sebagai production house dari film aslinya, konon memberi kebebasan pada Miles Films untuk memproduksi Bebas hingga jadi sebuah suguhan epik yang sangat relateable dengan kehidupan orang Indonesia sepanjang tahun 90-an. Mulai dari lagu-lagu asyik hingga polemik politik. 

Bercerita tentang seorang remaja perempuan asal Sumedang yang baru pindah ke Jakarta, bernama Vina yang diperankan oleh Maizura. Sebagaimana anak-anak SMA, di sekolah barunya, Vina bertemu dengan siswa-siswi yang tergabung ke dalam geng yang ditakuti di sana, yakni Kris (Sheryl Sheinafia), Jessica (Agatha Priscilla), Gina (Zulfa Maharani), Suci (Lutesha), dan Jojo (Baskara Mahendra).

Tak butuh waktu lama, kesan pertama atas nasib yang dirasa serupa, membuat Kris merasa akrab dengan Vina. Hingga akhirnya mereka menemukan satu nama untuk menamai gengnya, yakni ‘Geng Bebas’. Ada banyak cerita menarik yang kemudian mereka alami bersama. Menikmati waktu sepulang sekolah, belajar dance bersama, dan beberapa kenakalan lain yang membuat mereka justru kian berbahagia. Akan tetapi, kebersamaan atas kelompok yang mereka bentuk harus berakhir karena sebuah peristiwa tragis. 

Puluhan tahun kemudian, ketika Vina dewasa yang diperankan oleh Marsha Timothy sedang mengunjungi ibunya, secara tak sengaja ia bertemu dengan Sahabatnya Kris dewasa yang diperankan oleh Susan Bachtiar. Kris yang menderita sakit parah, divonis hanya akan hidup sebentar lagi. Dan sebagai permintaan terakhir sebelum ia pergi, Kris meminta Vina untuk mengumpulkan kemblai Geng Bebas untuk reuni.  

Tahu sahabatnya akan pergi, Vina berusaha untuk mengumpulkan satu persatu sahabat-sahabatnya. Pada proses pencariannya, Vina menemukan banyak hal yang sudah berubah. Jauh dari apa yang dulu mereka angan-angankan, hidup yang dijalani sekarang jadi sesuatu yang justru memperihatinkan. Mulai dari Jessica dewasa (Indy Barends) yang menjadi agen asuransi dan selalu tertekan oleh sang atasan sebab tak mencapai target penjualan, Jojo dewasa (Baim Wong) jadi seorang pengusaha sukses namun terlihat bimbang dan tak bahagia, hingga Gina dewasa (Widi Mulia) yang harus bersusah payah menjadi pekerja serabutan sembari merawat ibunya yang sudah sakit-sakitan. 

Untuk kalian yang kebetulan sudah menonton film aslinya ‘Sunny’, akan dengan cepat menyadari jika film adaptasi ini memang menuangkan semua yang ada di Sunny secara  keseluruhan. Mulai dari dialog, konflik, hingga alur cerita yang dipakainya. Walau beberapa poin terlihat dihilangkan atau diganti sesuai dengan sang penulis skenario Mira Lesmana, tapi film ini masih terlihat utuh sebagaimana film aslinya. 

Dibawa sesuai dengan kultur dan masa 90-annya Indonesia, setidaknya membuat penonton akan tertawa, terharu, dan bersedih dalam waktu yang berentetan. Selain latar belakang ceritanya, kalian juga akan menemukan beberapa tembang pilihan yang memang terkenal pada era 90-an. Mulai dari  lagu ‘Bidadari’ milik Andre Hehanusa pada babak pembuka cerita, ‘Cerita Cinta’ (Kahitna), ‘Cukup Siti Nurbaya’ (Dewa 19), ‘Kebebasan’ (Singiku), hingga ‘Aku Makin Cinta’ (Vina Panduwinata).

Tak hanya sekedar lagu saja, hal lain yang juga akan membuatmu merasa ada di zaman 90-an adalah, beberapa hal yang disebutkan pada dialog-dialog para pemainnya, Mulai dari penampakan gimbot, majalah GADIS, MTV, Nadya Huatagalung, radio tape, majalah GADIS, komik Candy-Candy, pager, sampai berita tentang majalah Tempo dan Detik yang diberedel pada era itu. 

Walau harus diakui pula, tak ada konflik yang terasa begitu berarti sebagaimana di Film ‘Sunny’, film ini terasa menghajar penonton dengan berbagai macam hal menyenangkan di 30 menit pertama, tapi terasa mengendur pada pertengahan, dan berhasil selamat pada babak akhir yang memang terasa mengharukan. 

Akan tetapi, film ini jadi salah satu tontonan yang cukup menjanjikan sajian drama komedia yang menyengarkan. Terlebih pada teknik pengambilan gambarnya, alur maju-mundur pada film tersebut disajikan dengan mantap dengan perpindahan gambar yang terasa sangat lembut. Dari masa sekarang ke masa lalu cerita, atau sebaliknya.

Tak hanya itu saja, kemampuan akting dari para pemerannya pun patut diapresiasi, mulai dari Maizura dan Sheryl yang memang banyak berinteraksi, dan Priscilla dan Baskara dengan tektokan dialog yang tergiang di kepala bahkan ketika mereka menjadi dewasa. Hingga deretan cameo yang juga turut serta menambah manisnya cerita, seperti Sarah Sechan dan Reza Rahardian, serta Tika Panggabean. 

Akan tayang serempak mulai 03 Oktober 2019 mendatang, film ini jadi wadah segar untuk kalian yang rindu masa SMA. Entah untuk reuni cerita-cerita cinta atau mengenang kembali pencarian jati diri saat masih remaja. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Gara-gara Polemik Revisi KUHP, Banyak Turis Australia yang Batal ke Bali

Proses regulasi Revisi Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (RKUHP) yang sedang digarap, ternyata jadi polemik bagi sebagian besar masyarakat. Beberapa pihak menilai sejumlah pasal dalam RKUHP tersebut memuat hal kontroversial. Salah satunya soal pasal perzinahan yang dinilai terlalu masuk dalam ranah privat masyarakat.

Dalam pasal ini diatur soal hukuman bagi pasangan yang tidak menikah namun ketahuan tinggal bersama. Nah, tindakan tersebut bisa dilaporkan ke polisi dan pelakunya bisa dikenai hukuman berupa denda hingga penjara.

Dan ternyata, pasal perzinahan dalam Revisi KUHP tersebut membuat beberapa turis asal Australia enggan untuk berkunjung ke Bali. Dilansir dari PerthNow, Minggu (22/9) para turis asal Australia merasa keberatan jika mereka harus menunjukkan surat nikah sebelum memesan kamar ketika liburan di Bali.

Dikutip dari laman kumparan.com, Elizabeth Travers, salah satu pemilik restoran dan villa di Bali mengaku pihaknya sudah menerima banyak pembatalan dari turis Australia karena adanya wacana RKUHP tersebut.

“Revisi tersebut bahkan belum disahkan tapi saya sudah menerima sejumlah pembatalan. Salah satu klien saya mengatakan mereka tidak lagi percaya untuk datang ke Bali karena mereka tidak menikah,” ujar Travers.

Menurut Travers, jika RKHUP lolos, maka aturan tersebut justru akan membunuh pariwisata di Bali. “Saya telah berkecimpung di dunia pariwisata, mengalami dua kali pengeboman, berbagai bencana alam dan menurut saya jika pemerintah pusat menegakkan hukum seperti itu, industri pariwisata akan hancur dan memicu akhir kehidupan di Bali seperti yang kita tahu,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu Akan Cenderung Dipandang Kurang Sukses, Kalau Terlalu Sering Unggah Foto Selfie

Dari pengamatan biasa, aktivitas selfie memang adalah kegiatan biasa yang bisa kita temukan dengan mudah di media sosial. Dilakukan untuk menunjukkan eksistensi, wajah yang cantik, hingga hal lain yang ingin ditonjolkan dari gambar diri.

Tapi, jika kamu adalah salah seorang dari banyaknya manusia yang gemar selfie, ada beberapa hal yang harus mulai kamu ketahui. Dan salah satunya adalah sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Washington State University dan University of Southern Mississippi.

Dimana para peneliti tersebut menemukan, bahwa mengunggah foto selfie di media sosial Instagram berpengaruh buruk terhadap pandangan orang lain terhadap individu. Yaap, orang yang sering mengunggah selfie dianggap tidak percaya diri, juga dipandang sebagai individu yang kurang sukses, kurang disukai, dan kurang terbuka terhadap pengalaman baru.

Studi yang dipublikasikan di Journal of Research in Personality itu meneliti sejumlah pengguna asli Instagram, walau harus diakui pula jika sampelnya memang tergolong kecil. Pada tahap pertama, para peneliti meminta 30 mahasiswa dari universitas negeri di Amerika Serikat bagian selatan untuk mengisi kuisioner kepribadian.

Para peneliti juga memelajari unggahan Instagram para mahasiswa. Unggahan tersebut kemudian dibagi menjadi beberapa kategori. Kategori tersebut yaitu selfie, posies (jika foto diri diambil oleh orang lain), dan kategori foto lainnya. Materi konten juga dicatat oleh peneliti. 

Nah, Pada studi berikutnya, para peneliti meminta 119 mahasiswa dari Amerika Serikat bagian barat laut untuk menilai profil 30 orang tersebut. Penilaian mencakup sejumlah faktor, seperti tingkat kepercayaan diri, tingkat interaksi, tingkat kesuksesan, dan tingkat egoisme.

Hasilnya, orang-orang yang mengunggah “posies” cenderung dipandang sebagai figur petualang, lebih tidak kesepian, lebih dapat diandalkan, lebih sukses, lebih ramah, lebih percaya diri, dan dianggap sebagai teman yang lebih baik daripada orang-orang yang lebih sering mengunggah selfie.

“Bahkan ketika dua orang memiliki konten yang sama, seperti menggambarkan pencapaian mengunjungi tempat tertentu, kesan yang diberikan oleh orang-orang yang mengunggah selfie cenderung lebih negatif. Sementara kesan yang dibangun oleh orang-orang yang lebih banyak mengunggah posies cenderung lebih positif,” kata Profesor Psikologi dari Washington State University dan penulis utama studi, Chris Barry. 

Terlepas dari konteks, hal ini menunjukkan ada isyarat visual tertentu yang menggambarkan respons positif atau negatif pada media sosial.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa mengunggah selfie cenderung dilakukan untuk memamerkan diri. Misalnya, ketika menunjukkan otot lengan jika ia adalah seorang lelaki, atau menunjukkan detail riasan wajah jika ia perempuan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top