Community

Resah yang Kamu Rasakan Bisa Berarti, Jika Kamu Masih Ragu pada Calon Pasangan

Pernikahan adalah satu hal yang berharga bagi setiap orang. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk menikah. Tentu tak ada orang yang ingin saat dia menikah dia harus menelan pahitnya perpisahan. Setiap orang menginginkan pernikahan yang utuh sampai akhir hayatnya nanti.

Sebelum menikah, kamu harus bisa membedakan mana perasaan deg-deg an menanti hari pernikahan dan mana yang menjadi pertanda bahwa sebenarnya kamu masih ragu pada calon suami atau istrimu.

1. Ada Saja Perdebatan di Hati Kecilmu

Sekeras apapun kamu mencoba untuk meyakinkan hati, tetap saja ada satu perdebatan di hati kecilmu untuk meneruskan pernikahan yang akan kamu jalani ke depannya.

2. Masih Belum Bisa Melupakan Mantan atau Gebetan

Menikah artinya kamu harus setia dengan satu orang saja. Bahkan untuk memikirkan orang lain saja itu bukan hal yang dibenarkan saat kamu sudah berstatus sebagai istri orang.

3. Bagimu Dia Bukan yang Terbaik

Masih terbersit di pikiranmu bahwa kamu bisa mendapatkan yang lebih baik dari calon pasanganmu yang sekarang. Itu merupakan pertanda bahwa kamu masih ragu pada calon pasanganmu dan berpikiran bahwa calon pasanganmu bukanlah yang terbaik untukmu.

4. Tak Tertarik dengan Segala Persiapan Pernikahan

Jika pada umumnya calon pengantin sangat excited dengan segala persiapan yang harus dia lakukan untuk menyambut hari pernikahannya, kamu merasakan hal yang berbeda. Kamu malah merasa tak tertarik untuk menyiapkan hari pernikahanmu.

5. Takut dengan Status Baru yang akan Kamu Sandang

Rasa takut dan khawatir justru menghampirimu. Agak aneh jika rasa takut yang kamu rasakan adalah karena kamu akan meninggalkan masa lajangmu untuk menjadi istri dari calon pasanganmu.

6. Masih Terbayang dengan Kesalahannya di Masa Lalu

Meski kamu sudah berkata bahwa kamu memaafkan kesalahan calon pasanganmu di masa lalu. Nyatanya kamu masih saja terbayang jika nanti calon pasanganmu mengulang kesalahan yang sama di masa depan saat kamu sudah menjadi istri sahnya.

7. Sering Bertengkar Hanya Karena Hal Kecil

Kedewasaan sangat diperlukan dalam membina hubungan yang serius. Jika kamu dan calon pasanganmu nyatanya masih saja sering bertengkar hanya karena hal kecil, mungkin ini pertanda bahwa belum ada kecocokan yang cukup untuk melangkah ke hubungan pernikahan.

8. Pernikahan Belum Menjadi Prioritasmu

Kamu masih mementingkan karir dan impianmu. Pernikahan masih ada di list urutan kesekian. Kamu masih belum siap untuk menjadi seorang istri bagi calon pasanganmu

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kawan, Tidak Semudah Itu Menyematkan Cap ‘Gampangan’ Kepada Perempuan

Kebiasaan kita zaman sekarang, mudah sekali menilai orang hanya lewat tampilan luar atau kebiasaan. Lewat kebiasaan ini, tanpa sadar kita jadi menilai ada beberapa orang yang sepertinya tak kelihatan baik atau cenderung aneh karena tingkah laku mereka tak sesuai dengan nilai yang kita anut. Kita pun dengan mudah membenamkan citra diri tersendiri kepada orang tersebut.

Dari sekian banyak cerita, ada satu yang cukup menarik. Yaitu betapa mudahnya kita menyematkan cap ‘gampangan’ pada perempuan yang menurut kita kelewat centil, banyak bergaul dengan laki-laki, hingga menganggapnya banyak gaya. Hmm, apa iya, semudah itu menyematkan cap kepada perempuan yang ada di sekitar kita?

Dan untukmu yang kebetulan perempuan, apa iya tega menilai saudara satu gendermu sendiri demikian? Sementara untuk laki-laki, standar apa memangnya yang kamu pakai saat menilai seorang perempuan?

Perempuan yang Tidak Percaya Diri dan Selalu Terlihat Ragu Dinilai Kurang Menarik oleh Laki-laki dan Cenderung Mudah Mengiyakan Ajakan Orang, Menurutmu Gimana?

Sebelum membahas lebih lanjut soal cap ‘gampangan’, bagaimana kamu menilai seseorang yang tak punya rasa percaya diri yang kuat dan selalu terlihat ragu saat ia berada di lingkungan sosialnya? Untuk laki-laki, benarkah perempuan yang pemalu dan bersikap ragu selalu terlihat tak menarik di matamu?

Perlu kamu tahu, bagi sebagian orang, mengusir rasa malu itu tak semudah kelihatannya. Ada yang berjuang setiap waktu demi bisa tampil lebih percaya diri. Ada yang bergumul setiap waktu karena rasa tak enak menolak permintaan orang lain jauh lebih besar dibanding keinginannya untuk menolak permintaan tersebut.

Jika kamu mengenal orang dengan tipe seperti ini, apa iya pantas dia dicap ‘gampangan’ hanya karena mudah mengiyakan ajakan orang? Hindari menjadi sosok begitu subyektif dalam menilai karakter seseorang ya kawan.

Setiap Perempuan Punya Karakter Berbeda-beda, Kan? Dear Perempuan, Kalau Tiba-tiba Ada Lelaki yang Menilai Tingkah Lakumu Terlalu Over Alias Lebay, Apa Pendapatmu?

Standar untuk makna sikap ‘lebay’ tentu berbeda-beda bagi setiap orang. Mungkin menurutmu orang terlihat lebay jika mudah mengekspresikan sisi emosionalnya, misalnya rentan menangis atau kelihatan mudah rapuh. Ini seringkali dirasakan para perempuan. Saat ia rentan menangis, ada saja yang menilainya lebay.

Sementara bagi sebagian lainnya, makna lebay justru kalau kamu kelihatan begitu banyak tingkah saat mengerjakan sesuatu. Jadi intinya, tak ada standar pasti dalam menilai karakter seseorang. Kalau mau hidupmu tenang, maka belajarlah untuk menghargai. Dan menangis karena menunjukkan sisi emosional atau tak bisa diam saat sedang mengerjakan sesuatu, bukanlah hal yang berlebihan. Semua punya caranya masing-masing, bukan?

Tidak lebay akan membuatmu terlihat elegan. Sebaliknya, terlalu berlebihan akan membuatmu jadi sepele di mata orang lain. Begini, saat kamu menghormati dirimu dengan cara yang benar maka orang lain akan menghormatimu juga.

Urusan Volume Suara Setiap Perempuan Kan Juga Beda-beda, Apa Iya Lelaki Juga Menilai Perempuan yang Berbicara Lantang Sebagai Suatu Masalah?

Apa iya yang boleh berbicara lantang hanya kaum adam? Lho, perempuan juga punya energi untuk itu, kawan. Sebagai perempuan, kalau kamu selalu berkomunikasi dan tertawa dengan teriak, itu tak masalah. Tak usah takut dianggap remeh oleh lawan jenis dan dianggap lebay. Kamu patut menjadi dirimu sendiri yang bisa mengekspresikan dirimu apa adanya ya lewat kebiasaanmu.

Kalau Sering Kontak Fisik dengan Lawan Jenis, Akankah Ia Lantas Dibilang ‘Gampangan’?

Bagi laki-laki, melihat perempuan yang berada dalam lingkungan pertemanan dimana banyak laki-laki disitu, akankah jadi masalah tersendiri? Mungkin kamu pernah menyaksikan atau bahkan punya teman dekat yang seperti ini, tapi bukan berarti mereka ‘gampangan’, bukan? Toh pertemanan yang dilakoninya sehat-sehat saja. Selama kontak fisiknya masih dalam batasan yang sopan, bukankah berteman dengan siapa saja adalah hal yang wajar?

Untuk Laki-laki, Kira-kira Standar Apa yang Kamu Pakai Saat Menilai Seorang Perempuan Tergolong Kasar dan Tak Sopan?

Secantik apapun perempuan, katanya kalau perbuatannya atau tutur katanya kasar dan tidak bisa memperlakukan orang lain, akan jadi nilai minus tersendiri. Mungkin ini ada benarnya. Dan perempuan dengan perilaku seperti ini akhirnya tak mendapat respek dari orang-orang di sekitarnya. Tapi sebagai laki-laki, akankah kamu memiliki penilaian atau standar tersendiri dalam menilai kasar tidaknya seorang perempuan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Meski Hidup Kadang Menyebalkan, Belajarlah untuk Selalu Bersyukur lewat Cara Ini!

Tak ada satu pun kehidupan yang selalu berjalan sesuai dengan keinginan. Kamu pun tak bisa mengatur kehidupanmu agar sesuai dengan apa yang kamu mau. Yang bisa kamu lakukan hanyalah bersyukur. Berikut adalah 7 cara agar kamu tetap bersyukur meski terkadang hidupmu dipenuhi dengan hal yang menyebalkan.

1. Berpikiran Positif Bahwa Setiap Hal Buruk yang Datang Sangat Berguna untuk Proses Pendewasaanmu

Tak perlu menyalahkan siapapun atas apa yang menimpa hidupmu. Kamu harus paham bahwa apapun hal yang terjadi dalam hidupmu, itu adalah cara terbaik Tuhan untuk mendewasakanmu.

2. Tetap Bersyukur untuk Hal Kecil

Cobalah untuk selalu bersyukur untuk hal-hal kecil di sekelilingmu. Jadikan rasa syukur sebagai rasa yang harus kamu terapkan dalam otak dan juga hatimu. Dengan begitu kamu akan menjalani kehidupanmu dengan baik.

3. Menjadikan Rasa Syukur Sebagai Kebiasaan

Layaknya saat kamu melakukan sebuah aktivitas yang sudah biasa kamu lakukan, pasti kamu akan terbiasa dan akan dengan otomatis melakukannya. Cobalah menempatkan “bersyukur” sebagai salah satu kebiasaan dalam hidupmu.

4. Adakalanya Kamu Perlu Mengabaikan Masalah yang Datang

Meski masalah harus dicari solusinya, namun adakalanya kamu juga perlu mengabaikan masalah yang datang menghampirimu. Jangan membuat setiap masalah menjadikanmu mudah stress dan risau. Tersenyumlah, dan buatlah harimu tetap menyenangkan.

5. Jangan Fokuskan Pikiranmu pada Masalah yang Tak Ada Habisnya

Fokus saja pada hal yang bisa kamu atasi. Pandanglah sebuah masalah sebagai alasan untukmu tetap bersyukur. Adakalanya kamu tak perlu terlalu fokus pada masalah yang tak ada habisnya.

6. Tulis Keberkahan Apa yang Kamu Dapatkan dalam Seharian

Apapun kebaikan yang kamu dapatkan dalam sehari ini, coba tuliskan semuanya. Mulai dari masih bisa bangun tidur, bernapas dengan bebas, melihat matahari dan masih banyak hal lainnya. Dengan melakukan hal ini, kamu akan tahu kenapa kamu harus merasa bersyukur atas apapun yang menimpa hidupmu. Karena dibalik semua masalah, selalu ada berkah di dalamnya.

7. Buat Sendiri Definisi Bersyukur Menurutmu

Rasa syukur perlu dihaturkan saat kamu mendapatkan hal baik saja, itu adalah pandangan yangs alah. Kamu harus tetap bersyukur dalam kondisi seburuk apapun. Kamu akan menemukan alasannya jika kamu tahu apa definisi bersyukur itu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Tunggu Tahun Baru, Kamu Bisa Berubah dari Sekarang Kalau Kau Mau

Resolusi atau perubahan baru dalam hidup, kerap kali dihubungkan dengan tahun baru. Biasa kita akan membuat sederet list target yang akan dilakukan. Meski akhirnya hanyalah jadi sebuah angan-angan, yang kemudian terlupakan.

Bicara soal perubahan dan sesuatu yang mengarah pada kebaikan. Sebenarnya ada banyak hal sederhana namun sarat makna yang bisa kita lakukan dengan mudah. Tak perlu menunggu tahun baru, kalau memang ingin jadi pribadi yang lebih baru kamu bisa memulainya sekarang kalau mau.

Mulailah dari Diri Sendiri Diri, Belajar Lebih Tenang untuk Melihat Sebuah Masalah dari Dua Sisi

Selama ini, kamu mungkin sering gegabah dalam mengambil keputusan. Untuk kemudian menyesal atas pilihan yang kamu lakukan. Tak apa, semua itu adalah bagian dari proses pembelajaran diri. Jatuh bangun kita dalam perjalanan menuju kedewasaan, mungkin akan kita jalani dengan berbagai macam cara.

Sebaliknya, mulai dari sekarang cobalah untuk belajar melihat sebuah masalah dari sudut pandang yang berbeda. Tak hanya dari satu sisi saja, tapi juga pahami dari sisi lainnya. Ini akan membantumu melihat celah yang selama ini mungkin bisa jadi adalah sesuatu yang harusnya kau pilih. Menyesal tak akan berguna, tapi belajar dari kesalah jadi pondasi kuat untuk perubahan selanjutnya.

Kenali dan Pahami Dirimu Lebih Dalam Lagi

Sibuk untuk mengerti diri orang lain, tapi diri sendiri tak pernah dipahami dengan baik. Terlalu memikirkan nasib orang, memang bukanlah pilihan yang benar. Karena biar bagaimana pun, kita tak akan bisa sampai pada hal-hal besar. Kalau pada diri sendiri saja tak kenal.

Titik ini akan membawa kita untuk tahu lebih dalam lagi. Potensi apa sebenarnya yang kita miliki untuk bisa berupaya lebih keras lagi. Mampukah kita meraih apa yang selama ini diingini, hingga kekuatan apa yang perlu ditambah untuk bisa mewujudkan mimpi yang kita punya.

Dengan begitu, kita paham ancang-ancang seperti apa yang akan dibutuhkan. Untuk mimpi yang diinginkan.

Selanjutnya, Cobalah untuk Mencintai Diri Sendiri Lebih dari Hari Sebelumnya

Setelah proses mengenali diri sendiri yang kau lakukan berjalan dengan baik. Maka tak ada salahnya untuk mencintai diri sendiri juga. Berikan beberapa hal yang akan menyenangkan hati. Menghadiahi diri dengan sesuatu yang sudah lama ingin dibeli, pergi liburan sendiri, hingga menikmati waktu cuti sejenak tanpa terdistraksi.

Walau katanya ini adalah sesuatu yang biasa, tapi akan memberi kelegaan dan ketenangan dalam jiwa. Lagipula, ini bukanlah sesuatu yang salah. Tak juga merugikan diri kita. Lalu apa salahnya jika harus dicoba?

Jangan Disesali, Belajarlah Berdamai untuk Menerima Semua Kekurangan Diri

Kamu mungkin belum juga lulus dan menyelesaikan skripsi, belum menemukan pekerjaan impian, belum merasa cocook dengan pacar yang sekarang, hingga kegagalan dan ketidaksempurnaan lain yang masih jadi kekurangan. Setiap orang hidup dengan segala macam kelebihan dan kekurangannya. Termaksud mereka yang kau lihat bahagia-bahagia saja.

Untuk itu belajar berdamai dengan semua yang kita miliki jadi salah satu cara yang kan membantu kita lebih bijaksana. Berterimakasih untuk selama yang sudah ada, dan terus berusaha untuk sesuatu yang masih ingin dicari keberadaannya. Selalu ingat bahwa tak ada manusia yang sempurna. Tapi bagaimana cara kita menemukan titik baik dari kelemahan, akan membuat kita menjadi manusia yang mampu sempurna. Ya, setidaknya kita sudah mencoba.

Kemudian, Mulai Tentukan Apa yang Memang Kamu Inginkan

Ketika semua proses tadi berjalan sesuai rencana yang kita ingin. Langkah selanjutnya adalah menentukan mimpi mana saja yang akan menjadi tujuan. Kapan target skripsi kita harus diselesaikan, pekerjaan seperti apa yang harus kita dapatkan, hingga deretan mimpi lain apa yang harus kita wujudkan.

Fokuskan diri pada tujuan, dan tanggalkan semua hal lain yang akan menganggu pikiran. Langkah ini mungkin sederhana, tapi percayalah akan memberi makna dan dampak yang luar biasa. Selamat mencoba!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top