Feature

Jelang Hari H Pernikahan, Ada Saja Cobaan yang Datang Jadi Penghalang

Semuanya sudah dipersiapkan! Mulai dari fisik, mental, dan berbagai macam keperluan pernikahan pun sudah dirasa lengkap. Tapi, beberapa saat menjelang pernikahan ada saja cobaan yang datang tiba-tiba.

Orang lain mungkin akan melihat hal ini sebagai perkara biasa, tapi dari cerita mereka yang lebih dulu menikah, beberapa hal yang katanya jadi cobaan itu, sering sekali mengacaukan pikiran. Bahkan tak sedikit pula yang akhirnya bersedih, dan sedikit kecewa. Karena cobaan tersebut datang tak tepat waktu.

Nah, untuk kamu yang mungkin sedang mempersiapkan diri, cobalah besarkan hati, jika nanti memang merasakan 7 hal ini.

Tak Tahu Angin Apa yang Membawanya, Mantan Pacar yang Sudah Lama Hilang Tiba-tiba Datang

Entah itu hanya sekedar berkirim pesan di sosial media atau datang langsung untuk menemui kita. Rasanya, pada situasi seperti ini, kehadiran mantan pacar, tentu jadi hal yang menganggu pikiran.

Bagaimana tidak, beberapa hari menjelang hari H, dia yang sudah jadi masa lalu, justru datang meminta bertemu. Selain harus menjaga perasaan calon suami atau istri, pastilah ada rasa tak enak hati jika pihak keluarga sampai tahu bahwa dirimu masih berhubungan dengan mantan kekasih.

Maka untuk menghindari hal-hal yang bisa merusak rencana pernikahan, cobalah untuk selalu libatkan pasangan untuk mengambil keputusan. Pastikan ia tahu, jika mantanmulah yang terlebih dahulu menghubungimu.

Sudah Susah Payah Menabung dan Membatasi Pengeluaran, Tapi Gambaran Keuangan Justru Semakin Buram

Umumnya, keresahan akan tak stabilnya kondisi keuangan banyak disuarakan mereka yang baru saja menikah dan menggelar pesta. Padahal nyatanya tidak selalu begitu, loh! Kita yang sedang sibuk mempersiapkan pesta juga sering kali dilingkupi hal serupa.

Nominal dari beberapa hal yang menjadi keperluan, bisa saja berubah dan berpengaruh pada anggaran pernikahan. Kalau tak cukup jeli melihat situasi dan mempersiapkan diri, bisa-bisa hal semacam ini, jadi sesuatu yang memperlambat jalannya pesta. Karena masalah keuangan jadi sesuatu yang sensitif, maka alangkah baiknya jika kamu dan pasangan sudah mempersiapkannya dengan baik dan matang.

Bukannya Tak Lagi Cinta, Tapi Mendadak Ada Keraguan Pada Kesungguhan Hatinya

Tak tahu apa yang merasuki dirinya, sikap manis yang dulu selalu membuat cinta mendadak berubah. Berganti dengan karakter baru yang jelas-jelas tak menggambarkan dirinya. Yap, ini adalah cobaan yang pasti akan selalu dirasa oleh setiap pasangan yang hendak menikah. Terlebih pada kaum hawa.

Beberapa pertanyaan bahkan mungkin akan memenuhi isi kepala, “Apa iya, dia adalah sosok yang kucari?”, “Benarkah dia akan jadi suami?”, hingga ragu pada pilihan yang sebentar lagi akan diresmikan.

Santai saja, nikmati semua keraguanmu dengan hati dan kepala yang dingin. Diskusikan hal-hal yang memang sedang kamu rasakan dengan pasangan. Biasanya ini akan jadi solusi untuk mencari jalan keluar. Jika setelah itu, keraguanmu tak kunjung reda, menunda pernikahan bukanlah sesuatu yang salah.

Lalu Ada Beberapa Pertengkaran yang Selalu Mewarnai Hubungan

Tunggu dulu, hal ini bukan berarti jika kalian berdua tidak cocok. Karena mempersiapkan pernikahan memang jadi ajang ujian pertama untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Sebab pada situasi ini kita akhirnya bisa tahu, seberapa besar ego masih menguasai masing-masing diri, juga jadi ajang untuk mengenal dekat karakter masing-masing diri.

Memutuskan untuk menikah, itu artinya kita sudah yakin akan bisa menerimanya dengan segala baik buruknya. Maka jika kepercayaan ini sudah kita miliki sebelumnya, pertengkaran-pertengkaran kecil menjelang hari H pernikahan, tak seharusnya jadi penghalang. Dengan catatan, pertengkaranmu itu memang hanya berkutat pada hal-hal sepele. Karena jika sebabnya adalah hal besar, jelas patut untuk dipertimbangkan.

Hingga Pada Perkara Orangtua yang Kerap Tak Bisa Seiya-sekata

Pernah merasakan ini tidak? Atau kamu justru sedang merasakannya sekarang? Bohong memang jika kita akan jadi satu-satunya pihak yang menentukan semua urusan pesta. Karena nyatanya, ada banyak hal yang menjadi masukan dari sisi orangtua. Entah itu jumlah undangan yang sebagian besar adalah kolega mereka, jenis makanan yang justru mengikuti seleranya, atau hal lain yang kadang membuat kita gemas sendiri.

Orangtua mempelai laki-laki ingin begini, sedangkan orangtua pihak perempuan maunya begitu. Karena menikah tak hanya tentang kita berdua saja, tapi juga menyatukan dua keluarga. Maka sudah sepantasnya kita bisa mengontrol diri sebaik mungkin, untuk memberi pengertian pada masing-masing orangtua. Jangan sampai karena urusan pesta pernikahan kita, mereka sampai terpecah.

Beban Pikiran yang Berlebih, Membuat Kita Kadang Tak Percaya Diri, Jika Sebentar Lagi Akan Menjadi Suami-Istri

Percaya atau tidak, perempuan atau laki-laki yang akan menikah, biasanya akan berpikir lebih banyak dari biasanya. Hasilnya? Kamu akan merasa ada beban berat yang sedang memenuhi isi kepala, hingga berpengaruh pada kepercayaan diri kita.

Selanjutnya, akan ada beberapa pertanyaan yang tiba-tiba meruntuhkan semua rasa percaya. Benarkah kita bisa jadi suami yang baik untuknya? Mampukah kita jadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga? Hal-hal tersebut jika tak bisa disikapi dengan baik, maka bisa merusak semua persiapan pernikahan yang tinggal sebentar. Oleh sebab itu, ajaklah pasangan untuk berdiskusi, bicarakan semuanya dari segala sisi dan berusahalah untuk tetap berpikir positif.

Dan Hal Lain yang Lebih Berat, Tiba-tiba Ada Tawaran Pekerjaan yang Sejak Lama Sudah Diimpikan

Barangkali, cobaan semacam ini adalah dilema yang paling berat untuk dihadapi dari sekedar pertikaian sepele dengan pasangan atau ibu yang mendadak ingin mengganti warna baju seragam.

Coba bayangkan, hal yang selama ini kamu idam-idamkan kini tiba-tiba hadir di depan mata. Namun, kini mendadak terasa berat untuk diambil, karena berbagai macam pertimbangan. Salah satunya adalah pesta pernikahan yang sebentar lagi akan digelar.

Menikah memang terlihat simpel dan gampang, tapi untuk mempersiapkan dan melaksanakannya kita mesti bersusah payah bersama dan berjuang untuk mewujudkannya. Dan teruntuk kamu yang saat ini merasakan hal serupa, tetap semangat ya!

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Waspadalah, Para Pemburu CLBK Gemar Manfaatkan Momen Ini!

Tak semua orang siap dan legowo menatap cintanya yang telah lalu. Banyak barisan para mantan yang kerap masih berharap untuk kembali kepada passangannya. Termasuk mereka para mantan  pasangan kita saat ini.

Tapi tentu mereka pun penuh gengsi dan tak mau bergerak secara terang-terangan. Mereka berusaha mencari momen untuk melancarkan kembali godaan agar pasanganmu kembali ke pangkuan mereka. Gombal!

Nah supaya kamu tak kecolongan, waspadai beberapa momentum berikut ini yang sering kali digunakan para pemburu CLBK untuk melancarkan aksinya.

 

Momen Reuni Dimanfaatkan Mengajak Lupa Diri

Ini urusan paling banyak digunakan para mantan untuk berusaha merayu pasangan kita lagi. Bisa saja itu reuni sekolah, kuliah atau tempat kerja yang lalu. Ajang reuni akan dimanfaatkan untuk tempat temu kangen dan mengingat momen-momen indah dahulu yang sesungguhnya sudah basi.

Nah, cobalah kamu berkomunikasi lebih intens jika pasanganmu akan dan sudah reuni belum lama ini. Jangan sampai mereka terbuai rauyan manis para mantannya untuk kembali ke momen yang telah lalu tersebut.

Hari Raya Natal Malah dibuat Nakal

Dimulai dengan mengucapkan “selamat natal ya“, kemudian dilanjut dengan “mamah papah masih masak yang sama seperti tahun lalu?“, mendekati dari sisi keluarga memang ditengarai dapat membangkitkan memori harmonis. Apalagi pasanganmu cukup tersentuh apabila membicarakan tentang keluarga.

Dan tak ada yang bisa menjamin, jika obrolan seperti ini akan berhenti begitu saja. Sebab biasanya, umpan yang disampaikan si mantan pastilah akan disambut dengan kalimat basa-basi dari pasangan, yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh sang mantan. Hati-hati, meski sederhana ini bisa merusak hubunganmu dan si dia.

Hari Raya Idul Fitri Malah Mengajak Kawin Lari

Dua hal yang paling melekat dari hari raya ini adalah soal mudik dan bermaaf-maafan. Biasanya mantan yang tak tahu diri itu, mencuri moment ini dengan mantan kekasihnya lewat basa-basi mengucapkan hari raya. Sedari awal tujuannya padahal bukan untuk meminta maaf atas tindak tanduk perbuatan sih, namun agar ada alasan pasti kenapa ia bisa chatting-an lagi.

Kalau kamu sedang bersama pasanganmu di hari itu, karena kamu bermain kerumahnya, coba lirik sedikit gawainya apakah ada ucapan hari raya dari mantannya yang berlanjut ke obrolan mesra.

Lewat Ucapan Ulang Tahun Rayuan Maut Dilancarkan

Hari ulang tahun pasanganmu, adalah momen bagi kamu sebagai pasangan untuk memberikan kejutan atau pun hadiah. Tetapi itu tidak hanya berlaku bagimu saja, kan? bagi mantannya pun juga. Karena tak ada larangan mantan untuk bertindak saat dia untuk ulang tahun, mungkin hanya lebih ke arah etika saja.

Saat pasanganmu sedang berulang tahun, dan dia baru menjalani hubungan bersamamu, mungkin ada tradisi khusus yang dilakukan mantannya kepadanya di setiap edisi saat ulang tahun. Bisa jadi, hal ini dapat merobek kepercayaan pasangamu kalau kamu tak memberikan perlakuan spesial. Kamu dapat ‘kecolongan’, apalagi sang mantan bertindak dengan membawa kue dan hadiah, sekaligus berkata, “Rasanya masih sama seperti saat kita jadian ya?”. Wah, bahaya kan?

Masih Ngebet Rayakan Hari Anniversary Padahal Sudah Mantan

Nah, hari ini sangat krusial, apalagi bagi kamu yang baru jadian. Bayang-bayang mantan masih bisa seliweran di benak pasanganmu sekarang. Tak ada yang bisa menghalangi perasaan, mau sekuat apapun kamu berusaha untuk memberikan cinta kasih, kalau ia masih ada rasa meskipun sedikit kepada mantan semuanya bakal sulit.

Sang mantan datang dengan alasan, “Agak random nih aku chat kamu, apalagi ini tanggal kita jadian sebelum udahan,” sebenarnya adalah menyelipkan kata rindu dan kangen secara tersirat. Kalau pasanganmu, menanggapinya. Hubunganmu bisa jadi runyam begitu saja.

Tahun Baruan, Malah Mengajak Untuk Selingkuhan

Biasanya tahun baru adalah moment spesial yang dijalani oleh setiap orang, sebenarnya sih nggak spesial-spesial amat. Tergantung bagaimana seseorang membungkusnya saja. Nah, bagi yang berpasang-pasangan, pasti ada saja hal yang dilakukan secara spesial. Mulai dari dinner berduaan, sampai liburan bareng dan menatap langit penuh kembang api sambil bergandengan tangan.

Bisa jadi malam spesial yang dijalani. Andai saja, mantannya pasanganmu kembali kemudian mengucapkan, “Selamat tahun baru ya, jadi inget malam di Bali, di pinggir pantai itu”. Kalau itu masih berbekas di hati pasanganmu, pasti mereka bercerita sampai pagi-pagi buta, dan pasanganmu lupa kalau, “oh iya aku sudah punya pasangan, tapi tak apalah mengenang sedikit kan bukan perselingkuhan”.

Momentum dimanfaatkan oleh mantan untuk kembali lewat tegur sapa, dibalik hari raya keagamaan dan hari besar. Banyak orang yang mengambil secuil kesempatan ini untuk mengabari mantannya. Dengan harapan si mantan dapat tergoda, dan kembali menjalin seperti dahulu kala.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Usah Bertanya Aneh-aneh, apalagi Berkomentar Negatif Saat Menjenguk Temanmu dan Bayinya

Saat mendengar kabar kalau sahabat atau teman kita baru saja melahirkan, secara tak langsung pasti kamu ikut berbahagia, ‘kan? Keberadaan bayi dan kondisi kesehatan temanmu yang jadi fokusmu saat datang berkunjung. Kamu pun dengan senang hati mendengarkan pengalaman temanmu yang bercerita tentang kelahiran anaknya itu.

Percayalah, mendengarkan ceritanya jauh lebih baik dibanding bertanya dengan pertanyaan yang justru berisiko menyinggung perasaan temanmu. Yup, sadar tak sadar sering lho, sebagai tamu, ada beberapa orang yang asal saja ketika bertanya dan tak memikirkan perasaan para ibu baru. Ini dia pertanyaan yang sebaiknya kamu hindari.

Tak Perlu Berkomentar Negatif Saat Tahu Temanmu Melahirkan secara Caesar

Kalau sekadar bertanya mungkin tak masalah. Tapi kalau sampai berkomentar negatif seperti “Malas gerak, ya?” atau “Takut sakit, ya?”

Tentu saja pertanyaan singkat semacam itu membuat mereka jadi tersinggung. Jadi lebih baik kamu tidak memberikan komentar yang secara tak sadar menyakiti perasaan mereka. Kamu sendiri memangnya mau bila melahirkan nanti lalu temanmu ada yang bertanya demikian?

Kemudian Tak Perlu Tanya Perihal Diinduksi atau Tidak, Itu Bukan Ranah untukmu Bertanya Demikian

Begini, tak semua perempuan punya tubuh dan kekuatan yang sama. Ada perempuan yang membutuhkan induksi dan obat saat proses melahirkan. Kamu atau temanmu yang baru saja melahirkan pun demikian. Untuk itu,rasanya kurang tepat kalau bertanya soal induks atau tidak.

Soal Berat Badan Bayi pun Tabu Dibicarakan

Sah-sah saja kalau kamu hanya ingin menanyakan berat badan bayi. Namun hindarilah berkomentar kalau bayi tersebut terlalu kecil atau terlalu besar. Selain tidak sopan, pertanyaan semacam itu jelas akan membuat sang ibu bersedih atau justru tersinggung. Setiap bayi yang lahir jelas jadi anugerah untuk para ibu. Karenanya, jauh lebih baik memberikan dukungan dibanding harus berkomentar.

Simpan Saja Komentarmu Soal ASI

Kembali lagi soal tubuh perempuan yang memang diciptakan berbeda sejak lahir. Hingga akhirnya setiap perempuan menjadi ibu pun, perbedaan itu akan tetap ada. Ada perempuan yang tidak bisa langsung memberikan ASI. Untuk itu, jagalah komentarmu perihal anaknya atau temanmu yang mungkin mengalami keterbatasan soal hal ini.

Berat Badan Si Ibu Juga Tak Usah Ditanyakan Lagi

Adalah natural kalau misalnya seorang perempuan hamil kemudian mengalami pertambahan berat badan. Justru memang menurunkan berat badan setelah melahirkan bukanlah hal yang mudah dan memang perlu waktu. Untuk itu hindarilah pertanyaan seputar berat badan berikut dengan kenaikannya saat kamu menengok seseorang yang baru melahirkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Si Dia Ada Masalah, Coba Sampaikan 7 Kalimat Ini untuk Membuatnya Bersemangat Lagi

Dalam perjalanan hubungan dengan sang pacar, pastilah ada yang namanya masa-masa berat. Karena memang begitulah hidup yang benar. Bahagia tak selalu bertahan, sesekali kesedihan pastilah datang. Barangkali, hal itulah yang tengah dihadapi kekasihmu.

Maka sebagai pasangan yang baik, kamu jelas tak boleh meninggalkannya begitu saja. Karena yang namanya cinta, akan selalu berusaha ada di dekatnya. Baik saat senang dan sedih. Demi membantunya bangkit kembali dari rasa hampir menyerah yang mungkin menghantuinya. Ada beberapa kalimat ampuh yang bisa kamu sampaikan, agar semangatnya kembali membara.

“Ketakutanmu Hari Ini, Cukup Hari Ini Saja! Yakinlah Besok Kamu ‘Kan Temukan Jalan Keluarnya,”

Bukan sedang ingin lebih terlihat tenang dari dia yang sedang menghadapi masalah. Tapi menyampaikan kalimat seperti ini, dipercaya mampu membantumu untuk meyakinkan dirinya untuk lebih percaya diri. Dengan begitu, ia tak lagi harus berkutat dengan masalah yang ada. Dan punya sedikit waktu untuk mencari solusi dari apa yang harus dilakukannya.

“Senang dan Sedih Itu Biasa, yang Penting Kamu Sudah Berusaha,”

Bermaksud untuk meyakinkan dirinya untuk bisa melewati semua keresahan yang jadi beban, kata-kata ini barangkali akan jadi pengingat kehidupan yang memang harus dihadapi. Senang memang tak selamanya ada, tapi susah pun pasti tak akan lama. Yakinkan hati dan diri, untuk tetap percaya bahwa setiap perkara dan persoalan yang sedang dijalani akan bisa selesai dengan sendirinya.

“Aku Tahu Kamu Lebih Kuat dari Ini, Masalah Ini Pastilah Bisa Kamu Lewati.”

Selain membuatnya merasa bangga akan perhatian dan respon yang kamu sampaikan. Berkata seperti ini padanya, juga akan membuat ia menemukan semangat baru yang bisa membuatnya lebih kuat dari sebelumnya.

Percaya dan yakinlah, mendengarmu mengucapkan kata-kata ini ia akan kembali memiliki kekuatan untuk melangkah dari titik resah yang tadinya ia takuti. Beritahu dirinya, bahwa ia bukanlah sosok yang lemah.

“Biar yang Lain Pergi, Aku Akan Tetap Disini untuk Menemanimu Mencari Solusi,”

Temannya mungkin mendadak hilang, atau kawan lain yang tak mau dimintai tolong untuk masalah yang sedang ia hadapi. Tapi sebagai pasangan, kamu harus tetap ada disampingnya. Memberinya semangat hingga dukungan untuk kekuatan agar terus berjalan.

Walau sebenarnya ini adalah kalimat remeh yang terkesan seperti rayuan. Baginya bisa jadi itu adalah sumber kekuatan.

“Hey, Kamu yang Kukenal Bukanlah Seseorang yang Mudah Menyerah. Pasti Ada Cara untuk Menghadapinya.”

Jika memang pilihanmu untuk mencintainya adalah bersumber dari hal yang memang menjadi kelebihannya. Toh tak ada salahnya untuk menjadikan ini sebagai sumber semangatnya lagi. Sampaikan padanya, jika dia yang kamu kena, bisa bertahan lebih dari ini. Masalah yang tengah dihadapinya, hanya perkara kecil yang harusnya bisa dilalui dengan mudah. Ini akan menumbuhkan semangatnya lagi.

“Percaya Deh, Semua Akan Baik-baik Saja!”

Ajak ia percaya bahwa semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Tak ada sesuatu yang terlalu sulit untuk diselesaikan. Tidak pula terlalu sukar untuk menemukan solusinya. Sampaikan padanya, ia hanya butuh percaya sembari berusaha dengan versi terbaik dari kemampuannya.

“Kapan pun Kamu Butuh, Aku Selalu Ada Untukmu.”

Tak hanya membuatnya tersanjung, kalimat ini juga selalu berhasil untuk melahirkan semangat baru dalam dirinya. Membuatnya kembali yakin akan kemampuan diri, hingga berterima kasih padamu karena selalu ada didekatnya selama ia mengalami kesusahan. Inti dari semuanya hanyalah komunikasi dan kesediaan untuk mau mendengar dan memberi solusi. Meski hanya sekedar ucapan, atau pelukan hangat yang menenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top