Feature

Jangan Tunggu Sampai Kehilangan, Syukuri Semua Hal yang Kamu Miliki Sekarang

Dari banyak petuah yang mungkin sering kita dengar, penyesalan yang selalu datang terlambat jadi sesuatu yang sering dipakai sebagai peringatan. Entah itu untuk tindakan, hubungan, atau apapun yang kita miliki sekarang. Jarang untuk bisa menyadarinya, barangkali kita akan merasa bersyukur itu penting ketika sudah tak lagi memilikinya.

Meski terdengar klise dan sungguh biasa sekali, tapi kami tak mau berhenti untuk membantumu mengingat-ingat lagi. Tentang hal-hal baik dan tak baik dalam hidup yang perlu disyukuri, sebelum nanti ia pergi.

Terlalu Sibuk Mencari yang Bernilai Lebih, Kita Sering Abai pada Dia yang Selama Ini Menemani

Tak pernah puas akan apa yang sudah dimiliki memang manusiawi sekali. Tapi disinilah kita perlu berhenti dan bertanya pada diri sendiri. Tentang apa hal yang sebenarnya ingin benar-benar dicari. Karena keinginan akan terus datang dan berganti, cobalah untuk berpikir dan tentukan lagi. Masihkah harus terus melangkah untuk mencari, jika dia yang kini ada sudah bisa membuat bahagia.

Pun Begitu dengan Sikap Membanding-bandingkan yang Selalu Dijadikan Kebiasaan

Kamu mungkin melihat, pacar dari temanmu terlihat sangat romantis. Kendaran kawan lain yang bagus, hingga hidup rekan kerja yang terlihat bahagia-bahagia saja tanpa adanya derita. Tak ada yang salah memang ketika kita berpikir demikian. Namun akan menjadi sesuatu yang salah, jika sudah mulai mempengaruhi keinginan.

Pelan-pelan tanpa sadar kita berubah jadi seseorang yang tak lagi bersyukur, memandang hidup sebagai kekalahan, karena nyatanya orang lain terlihat lebih dari segalanya dari kita. Memang sih setiap orang punya tolok ukur untuk bahagia yang berbeda. Namun membandingkan hidup dengan hidup orang lain, tak akan membuatmu bahagia.

Padahal Semua Ada Masanya, Jangan Sampai Menyesal Ketika Ia Sudah Hilang

Sebagaimana kalimat awal diatas, kamu akan merasa menyesal ketika ia sudah hilang. Untuk itu, selagi semuanya masih bisa kamu lihat, bisa disentuh, dan masih dalam genggamanmu. Belajarlah untuk bersyukur untuk itu. Entah itu benda yang membantu bekerja, teman-teman yang selalu mau mendengarmu bercerita, pacar yang selama ini selalu setia, hingga orangtua dan saudara yang juga bisa pergi kapan saja.

Sebab kamu perlu tahu, jika semua hal yang kita miliki bisa datang dan pergi kapan saja. Untuk itu, agar tak menyesal ketika nanti mereka hilang. Perbanyaklah waktu untuk selalu bersyukur atas segala hal.

Sebab Diabaikan Sering Jadi Luka, Ia Bisa Berubah Jika Kamu Terus Tak Berlaku Adil Padanya

Hal semacam ini, bisa kita gambarkan pada hubungan dengan pasangan. Bagaimana ia selama ini terus berjuang, menemani kita dalam segala hal, tapi sialnya karena merasa sosoknya masih kurang membahagiakan kita. Lantas pelan-pelan kita abaik padanya, tak peduli tentang keberadaannya. Hingga akhirnya ia jengah dan memutuskan pergi dari kita.

Awalnya mungkin kamu tak akan merasa kehilangan, tapi beberapa saat setelah kehilangan. Kamu akan sadar bahwa ada bagian berharga yang sudah pergi dari hidupmu. Nah, tak hanya pada hubungan pacaran. Hal serupa juga bisa berlaku pada banyak hal dalam kehidupan.

Hari Esok Memang Tak Bisa Diterka, Tapi Bersyukur untuk Segala yang Dipunya Hari Ini, Wajib Hukumnya

Kamu mungkin bisa mengelak atau berpikir, bahwa apa yang sudah dimiliki sekarang belum tentu akan bertahan dalam jangka waktu lama. Pacar bisa saja berpisah, teman bisa saja pergi, kekayaan bisa saja hilang, hingga hal lain yang juga belum tentu menetap selamanya. Benar memang, semua hal akan berlaku dan berjalan demikian. Namun ucapan syukur atas segala hal, ada baiknya kita panjatkan setiap waktu. Bukan tentang akan berapa lama sesuatu itu menjadi miliki kita.

Berharap Pada Hal-hal Lain Memang Tak Salah, Tapi Bukan Berarti Lupa Pada Mereka yang Selama Ini Sudah Setia

Untuk segala kemungkinan kamu selalu berhak bedampakan segala hal. Berharap punya pacar yang lebih mapan, teman yang lebih royal, kendaraan yang lebih mewah, hingga hal lain yang harus ditingkatkan kualitasnya. Tak ada, ini tak salah. Dengan catatan, dirimu tak akan lantas lupa pada siapa dan apa saja yang selama ini sudah menemanimu dalam segala medan.

Setia mendengar ceritamu, siaga 24 jam untuk segala kebutuhanmu, dan tak pernah mengeluh atau memintamu menjadi seperti yang ia ingini meski kau banyak mau. Nah, kalau sudah begini. Apa iya masih tak bersyukur?

Dan Jika Besyukur Berhasil Dilakukan, Hati Kian Siap Meski Suat Saat Akan Kehilangan

Hidup terus berjalan, ada yang datang dan pergi, ada yang menetap dan hilang. Meski kehilangan tetap akan menyisahkan luka, selalu terasa berbeda ketika kamu memilikinya, dirimu selalu bersyukur atas dia. Tak lagi menyesal sebab kehilangan, ada rasa haru sekaligus bahagia karena selama bersama kamu tak pernah abai padanya. Jadi jangan lupa untuk selalu bersyukur ya…

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Menasehati Orang Jatuh Cinta adalah Sebuah Upaya yang Sia-sia

Tahukah kau pekerjaan paling sia-sia di muka bumi? Memberi nasihat kepada orang yang sedang jatuh cinta,” –Semar

Sudahlah semuanya pasti sia-sia, karena apapun yang akan kita sampaikan tak akan didengar. Bagi mereka yang sedang jatuh cinta, semua hal tentang pujaan hatinya adalah sesuatu yang benar. Bahkan meski sudah tahu ada sesuatu yang salah, baginya itu selalu bisa dimaafkan. Jadi ya percuma saja, meski akan kau nasehati sampai mulut berbusa sekalipun ia akan tetap pada pemahamannya (setidaknya pada masa awal-awal pacaran). 

Ia mungkin akan mendengar apa yang kita sampaikan, mendengar apa yang kita bicarakan, tapi tak akan pernah melakukan apa yang kita sarankan. Nasib baik jika pujaannya juga cinta, kalau hanya bertepuk sebelah tangan barulah ia akan tahu rasa. 

Dirinya Sedang Mabuk Kepayang, Berpikir Cintanyalah yang Paling Benar

Pada situasi seperti ini, ungkapan jika ‘Cinta itu Buta’ adalah benar adanya. Karena ketika seseorang sedang jatuh cinta, logika dan kemampuan berpikirnya kerap tertutup dan tak bisa digunakan dengan benar. Ia tak lagi bisa melihat beberapa kejanggalan atau kesalahan yang mungkin dilakukan oleh sang pacar secara terang-terangan. Dan selalu terlihat menjadi tuli atas semua saran yang mungkin diberikan oleh teman. 

Kalau harus diibaratkan, ia sedang berada di puncak rasa percaya diri yang tertinggi. Merasa apa yang diyakininya-lah yang paling benar dan tak akan mendengar celotehan dari orang-orang. 

Bahkan Meski Didengarkan, Nasehatmu Hanya Akan Bertahan Beberapa Detik Setelah Kamu Sampaikan

Setelah mengalami beberapa kecewa, ia mungkin akan datang untuk bercerita. Meminta kita mendengarnya, dan berharap diberi saran atas masalahnya. Namun sayangnya nasehatmu tak akan mampu bertahan lama diingatannya. Mereka akan mendengar nasehatmu, mengiakan apa yang kamu katakan dan merasa yakin bisa melakukan seperti yang kamu sarankan.

Tapi, percayalah sekalipun ia bilang akan move on, melupakan dan bla-bla lainnya itu hanya berlaku beberapa menit saja. Tak lama dari permintaan saran tersebut, ia akan kembali menjadi bucin (budak cinta) dan menjunjung tinggi cintanya itu. 

Untuknya Tak Ada Kesalahan yang Tak Dapat Dimaafkan

Yap, ini adalah level terbucin yang akan membuat kita merasa kesal sekaligus kasihan padanya. Di mata orang-orang yang sedang jatuh cinta, tidak ada kesalahan yang tidak dapat dimaafkan.

Jadi meski pacar atau gebetannya sudah berbuat kesalahan, sesakit dan sekecewa apapun hatinya, dengan senang hati ia akan selalu bersedia untuk memaafkan orang yang dicintainya. Serta tak segan-segan untuk meminta maaf lebih dulu, meski yang salah bukanlah dirinya. 

Senyata Apapun Bukti yang Kamu Tunjukkan, Dia Tak Akan Percaya yang Kau Katakan

Kamu mungkin sudah tahu jika pacar atau gebetan yang ia ceritakan, nyatanya tak benar-benar sayang. Satu waktu kamu mungkin punya bukti yang bisa meyakinkannya dirinya, jika orang tersebut bukanlah orang yang tepat untuknya. Berniat membantunya keluar dari hubungan yang salah, bukti yang kita bawa justru membuatnya berpikir bahwa kita tak suka melihatnya bahagia.

Meski sudah berupaya, meyakinkan dirinya, jika sang gebetan tak memiliki perasaan setulus dirinya. Ia akan selalu yakin, bahwa apa yang kita  bicarakan tak benar. 

Maka Satu-satunya Hal yang Paling Tepat Adalah Memberinya Dukungan dan Mengiyakan Semua yang Ia Sampaikan

Selama ia memang masih tak merugikan kita, satu-satunya sikap yang paling benar untuk menyikapi orang yang sedang jatuh cinta adalah dengan memberinya dukungan. Mendengarkan semua cerita yang ia bagikan, dan selalu mengiyakan semua obrolan yang ia sampaikan. Tak perlu dibantah, itu hanya akan jadi sesuatu yang sia-sia. 

Bairkan ia menikmati semua masa indah dengan bayang-bayang bahagia ata cinta yang ia anggap sebagai sesuatu yang nyata. Jika memang apa apa yang ia yakini tak benar, suatu saat ia akan sadar. Sadar jika, apa yang selama ini kita sampaikan adalah sebuah kenyataan yang seharusnya sudah lama ia dengar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tak Perlu Takut Berlebihan, Jika Pasanganmu Sedang Ingin Sendirian

Entah karena apa, tiba-tiba pacar bilang jika sedang ingin menarik diri dan ingin sendiri. Tak ingin diganggu dan tak juga mau bertemu sementara waktu. Nah, kalau sudah begini, bukan tak mungkin pikiran kita akan segera dipenuhi berbagai macam perkiraan. Bukannya memperbaiki situasi, perkiraan yang tak berdasar justru kian menambah masalah dalam hubungan. 

Ingat ya, pacarmu juga manusia biasa yang berhak untuk menentukan apa saja dalam hidupnya. Jadi jika sewaktu-waktu dirinya ingin sendiri dulu, tak selalu ia sedang menyembunyikan sesuatu. Daripada menaruh curiga padannya, lebih baik pahami sikap seperti apa yang harus kita lakukan ketika pacar berkata ingin sendirian. 

Jangan Buru-buru Berasumsi yang Bukan-bukan, Jangan Sampai Hubunganmu Makin Runyam

Kita para perempuan memang lebih suka menggunakan perasaannya dalam menghadapi satu masalah. Pacar lama membalas chat dikiranya sedang selingkuh, tidak mengangkat panggilan dianggap sedang bersama perempuan. Iya, daripada berpikir dengan logika yang mungkin adalah kejadian sebenarnya, kita justru lebih suka menerka-nerka dengan ketakutan yang kita punya.

Jadi kalau nanti tiba-tiba pacarmu bilang ingin sendiri, jangan langsung berpikir yang bukan-bukan ya. Karna semua ketakutanmu bisa melahirkan anggapan yang tak benar dan merusak hubungan. Maka, cobalah berpikir dengan tenang. 

Ketika Ia Bilang Ingin Sendiri, Coba Cari Tahu Apa yang Membuatnya Begini 

Lelaki memang sulit untuk menyuarakan apa yang sedang ia rasakan. Dan keinginannya untuk sendiri sementara waktu tentulah dipicu oleh sesuatu hal. Tak mungkin kan, tiba-tiba saja ia ingin bersikap demikian. Nah, sebelum ia menarik diri dan pergi menenenangkan diri, cobalah kamu korek sedikit apa yang membuatnya demikian.

Ajak ia dalam sebuah obrolan yang secara tak langsung membicarakan alasan keinginan ingin sendiri yang ia sampaikan. Namun, jika ia tetap kekeuh tak mau bercerita, sebaiknya kamu terima saja. Hal lain yang bisa kamu lakukan adalah mencari tahu dari orang lain yang dekat dengan kekasihmu, bisa pada keluarganya atau sehabat-sahabatnya. 

Kalau Memang Dirinya Tetap Ingin Sendiri, Beritahu Ia Jika Kamu Juga Siap Mendengar Apa yang Ingin Ia Bagikan

Sebagai sepasang kekasih, sudah sewajarnya memang kita dan dirinya berbagi dalam segala situasi. Entah itu bahagia atau suka, pastikan jika kamu akan selalu berada dekat dengannya. Bersikaplah bijaksana dengan tak marah karena ia pun tak ingin berbagi masalahnya. 

Hargai dirinya dengan tetap membiarkan ia sendiri sebagaimana waktu yang ia ingini. Sesekali, tetap berikan ia perhatian dengan porsi yang secukupnya. Tidak berlebihan, tidak pula meninggalkan ia sendirian. 

Sementara Ia Sedang Sendiri, Cobalah untuk Menyibukkan Diri 

Tak selalu berdampak buruk untukmu, keinginan kekasih untuk sendiri bisa jadi alasan baik untukmu juga menikmati waktu sendiri. Manfaatkan situasi ini untuk membahagiakan dirimu juga, melakukan hal-hal lain yang bisa bermanfaat untuk hubungan berdua. Dan tetap menjaga komunikasi dengan pacar, walau saat ini sedang ingin sendiri-sendiri. 

Lakukan apa saja yang kamu gemari, kunjungi beberapa teman yang sudah lama tak ketemuan. Dengan begitu, isi kepalamu tak lagi hanya tentang pacar yang sedang ingin sendirian. Jika nanti si dia sudah mulai membuka diri, kamu pun akan lebih siap unutk menerimanya. 

Karena Hubungan Hanya Akan Berkembang, Jika Kamu dan Dirinya Saling Menghargai Keputusan

Selain rasa cinta, visi yang sama, komunikasi yang terjaga, sikap saling menghargai satu dengan yang lainnya adalah bagian yang perlu dijaga. Keputusannya yang mungkin terasa janggal ini, memag bisa saja membuatmu marah. Tapi walau ia adalah pacarmu, adda ruang-ruang yang memang sebaiknya tak disentuh.

Biarkan ia sendiri dengan apa yang memang ia lakoni. Kamu hanya butuh memastikan, jika ia tak kenapa-napa dan dirimu akan selalu menunggunya sampai ia selesai dengan kesendirian yang ia inginkan. 

Ini Bukan Salahmu, Ia Hanya Butuh Berdamai dengan Dirinya Tanpa Diganggu 

Berpikir ada yang salah dengan kita sebagai pacar, adalah hal yang wajar. Bahkan mungkin kita akan mulai membuat daftar semua kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan. Meski selalu ada kemungkin jika keinginannya untuk sendiri dikarenakan kesalahan yang kita perbuat.

Tetap yakinkan dirimu, jika ini bukanlah salahmu. Kecuali kamu memang tahu, ada kesalahan yang benar-benar fatal baru saja kamu perbuat lantas ia berkata ingin sendiri detik itu juga. Tapi jika situasinya tak seperti itu, yakinlah ini hanyalah satu fase kehidupan yang memang perlu ia jalankan. Jadi jika memang ia ingin sendiri dulu, sungguh kamu tak perlu setakut itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Setiap Kali Bertengkar dengan Pasangan, Redakan dengan Sebuah Pelukan

Pada berbagai momen tertentu, hubunganmu dan si dia tentu akan dihampiri masalah. Dan itu adalah sesuatu yang wajar, karena pertengkaran atau perdebatan kecil ada bumbu pelengkap dalam suatu hubungan. Meski begitu, kita perlu pandai-pandai meredam selisih paham. Karena bukan tak mungkin, jika pertengkaran juga bisa berujung para perpisahan, antara kita dan pasangan.

Melalui pertengkaran, sebenarnya kita dan pasangan bisa belajar untuk lebih memahami dan mengerti lebih dalam lagi antara satu dan lainnya. Lewat pertengkaran, pasangan juga akan belajar lebih banyak tentang bagaimana mempertahankan hubungan yang ada di saat masalah ringan pun berat melanda.

Nah, melansir dari laman miracleandmess.com, pertengkaran dalam hubungan asmara khususnya pernikahan justru akan memberi warna baru dalam hubungan tersebut. Adanya pertengkaran juga akan membuat hubungan yang ada semakin kuat selama pertengkaran itu tidak berlebihan.

Bahkan Para ahli menyebutkan jika untuk meredakan pertengkaran dalam hubungan yang paling penting adalah sikap mengalah dari salah satu pasangan. Mengalah sendiri bukan berarti kalah, tapi lebih kepada menghargai dan menghormati pasangan dengan lebih baik lagi. Mengalah juga sering diartikan sebagai sikap untuk memahami dan mengerti lebih dalam tentang apa yang sedang dipikirkan pasangan.

Menurut Dr Michael Murphy dari Carnegie Mellon University, saat terjadi pertengkaran dalam hubungan, berpelukan bisa menjadi solusi pertengkaran tersebut. Berpelukan selepas bertengkar atau saat bertengkar, secara perlahan tapi pasti akan menenangkan perasaan pasangan antara satu sama lain.

Adanya kontak fisik lewat berpelukan juga akan membuat amarah yang sebelumnya membara, bisa terkontrol dengan baik hingga akhirnya menjadi sebuah perasaan tenang serta damai. Karena sebuah pelukan yang tulus akan membuat seseorang merasa disayangi, dicintai dan lebih dihargai.

Lebih lanjut Murphy mengatakan, “Berpelukan adalah cara jitu untuk meredam amarah. Lewat pelukan, seseorang akan merasa mendapat kasih sayang, cinta, dukungan, perasaan tenang, kepuasan dalam hubungan dan semangat menjadi pribadi lebih baik lagi. Berpelukan secara ilmiah mampu memberikan emosi dan energi positif.”

Nah, karena ada banyak manfaat berpelukan dengan pasangan, jangan pernah enggan memeluk pasangan saat suka, duka pun kecewa ya. Apalagi selepas bertengkar karena satu-dua hal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top