Feature

Jangan Terlalu Sayang, Bisa Jadi Kamu Hanyalah Pelarian

Setelah kisah cinta yang lalu, bertemu orang baru bisa jadi obat untuk luka hatimu. Belajar membuka hati, menerimanya sebagai pengganti. Entah karena memang sudah merasa nyaman atau hanya sebagai bahan pelarian. Menjadi yang kedua jelas bukanlah keinginan siapa saja, tapi kepalang percaya kita abai untuk melihat beberapa hal buruk yang mungkin ia punya.

Merasa tak jadi sosok yang menjadikan orang lain sebagai pelarian cinta sesaat, nyatanya kitalah yang terjabak jadi bahan pelarian dari si dia. Maka sebelum buru-buru percaya dan mencurahkan segala cinta. Coba tengok beberapa tanda, dari dia yang memang masih belum sepenuhnya cinta dan hanya ingin sekedar menjadikanmu sebagai pelarian saja.

Bukan yang Pertama, Kamu Hanya Pilihan Kesekian Untuknya

Menjalin cinta, siapa pun pasti selalu ingin jadi yang pertama. Tapi, tanda-tanda itu tak pernah kamu lihat ada dalam dirinya. Bertolak belakang dari apa yang kamu lakukan padanya, ia hanya menjadikanmu sebagai cadangan dari banyaknya pilihan yang ada.

Beberapa kali, dirinya seringkali membatalkan janji secara sepihak hanya karena urusan lain, yang sebenarnya tak lebih penting dari pasangan. Sesekali mungkin biasa, tapi jika ternyata hal serupa sudah terjadi berkali-kali. Itu artinya kamu memang dijadikan sebagai pilihan kesekian dari beberapa orang. Intinya kamu bukanlah yang pertama, jadi tak perlu terlalu percaya pada semua omongannya.

Tak Menjaga Perasaanmu, Ia Selalu Membahas Mantannya Disetiap Pertemuan

Pada beberapa situasi, kita dan pasangan mungkin masih sering bercerita tentang kisah mantan kekasih di masa lalu. Dan hal ini adalah sesuatu yang wajar, biar bagaimanapun setiap orang berhak tahu tentang siapa dia yang sudah jadi mantan pacar. Tapi kalau setiap kali bertemu, yang ia ceritakan hanyalah mantannya. Berarti ada sesuatu yang masih belum bisa ia lupakan.

Cobalah pastikan lagi, apakah dirinya memang sudah benar-benar bisa melupakan mantan kekasihnya atau masih larut dalam bayang-bayang mantan pacar. Walau sekilas ini terdengar biasa, tapi seharusnya ia juga menjaga perasaan orang baru yang ada dihadapannya. Apalagi sampai mulai membanding-bandingkan kita dengan kekasihnya.

Jadi Pihak yang Sering Meminta Bantuan, Tapi Sering Hilang Ketika Dibutuhkan

Yap, coba ingat lagi. Bagaimana ia bersikap padamu sejauh ini? Adakah hal baru yang ia lakukan sebagai wujud rasa sayang? Atau hanya jadi pihak yang maunya ingin dimengerti saja? Begini, setiap hubungan yang baik pastlah ada timbal balik yang sejalan. Memberi dan menerima, jika hari ini dialah yang kita bantu, esok mungkin dia yang membantu.

Akan tetapi, berbeda dengan dia. Kamu sudah susah payah untuk menunjukkan semua hal baik pada dirinya. Namun sebaliknya, ia justru berbuat sesuatu yang tak sejalan dengan yang kita berikan. Ini bukan soal menghitung kebaikan, kita sudah berusaha selalu ada untuknya tapi ia selalu hilang ketika kita membutuhkan dirinya. Itu artinya ia tak benar-benar cinta.

Super Romantis di Pesan WhatsApp, Tapi Selalu Acuh Ketika Bertemu

Akan selalu berbeda, mana sosok yang memang pemalu ketika bertemu dengan dia yang memang tahunya hanya membual. Bertutur kata manis disetiap pesan yang ia kirimkan, membuatmu melayang dan merasa paling disayang. Tapi semuanya hanya sebatas kalimat panjang di pesan whatsApp saja. Karena ketika kalian berdua bertemu dan duduk bersebelahan, ia justru lebih mementingkan ponsel yang ia pegang.  

Ingatlah, mengetik kalimat “Haha” tak selalu disertai dengan raut wajah yang bahagia. Begitupula sebaliknya, kalimat manis yang ia kirimkan tak selalu berarti rasa sayang. Karena bisa saja, hal serupa juga ia kirim pada orang lain yang mungkin juga sedang didekatinya juga.

Secara Tak Sadar, Ia Kerap Memanfaatkanmu Demi Suatu Keuntungan

Dibenakmu, ia adalah sosok baik yang akan jadi pasangan baik. Berpikir bahwa semua yang kamu lakukan adalah bukti dari kasih sayang. Padahal kamu tak tahu, semua hal yang selama ini ia minta, adalah pemerasan yang disengaja. Ia pura-pura bilang “lagi tak punya uang”, lantas memintamu meminjaminya dulu. Padahal yang sebenarnya terjadi, uang itu dipakainya untuk bertemu orang baru.

Kamu mungkin tak sadar, karena beberapa permintaannya memang kerap dibungkus dengan kalimat-kalimat ajaib yang meyakinkan. Sehingga, secara tak sadar kita selalu mengiyakan semua yang ia sampaikan. Padahal kita sedang dimanfaatkan.

Dan Hanya Memberi Kabar Ketika Dirinya Sedang Kesusahan

 

Coba ingat-ingat lagi, bagaimana cara ia selalu datang untuk menghampiri. Apakah dengan sesuatu yang membuat bahagia atau justru hal-hal berat yang seringkali dianggap sebagai sebuah kesusahan. Yap, ia hanya akan menghubungimu lebih dulu. Setiap kali ia butuh uang, butuh ditemani untuk urusan pekerjaan, atau ketika ia merasa bosan dan tak lagi punya teman.

Kalau sudah begini, rasanya memang sudah jelas. Baginya kamu hanyalah sebuah pelarian. Didatangi ketika merasa butuh ditemani, lalu pergi begitu saja ketika merasa bahagia.

Jika memang beberapa hal yang tadi sudah dijelaskan terlihat pada dia yang kini menjadi pasangan. Besar kemungkinan kamu hanyalah sebuah pelarina, maka jangan terlalu sayang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Kisah Memprihatinkan dari Tikiri, Gajah Kurus yang Dipaksa Bekerja di Sri Lanka

Cerita-cerita perenggutan lahan hutan yang akhirnya menghilangkan tempat tinggal untuk binatang mungkin sering kita dengar. Dan hal lain yang lebih menyedihkan adalah, cerita-cerita eksploitasi hewan demi keuntungan oleh beberapa orang. Seperti cerita seekor gajah yang baru-baru ini viral di media sosial.

Yap, binatang malang itu adalah Takiri, seekor gajah berusia 70 tahun yang dipaksa ikut dalam sebuah festival keagamaan di Sri Lanka untuk menghibur penonton. Namun, tak ada yang menyangka di balik kostum warna-warni yang dikenakan gajah tersebut. Gajah berjenis kelamin betina itu dalam kondisi yang miris. Di balik kain yang dikenakan, Yap, dari beberapa foto yang beredar luas, ternyata badan Takiri sangat kurus tidak seperti gajah pada umumnya.

Dilansir dari worldofbuzz.com, Kamis (15/8), pada awalnya kisah gajah malang tersebut diungkap oleh Lek Chailers, pendiri yayasan Save Elephant Foundation, sebuah organisasi yang fokus dalam penyelamatan gajah. Dalam momentum peringatan Hari Gajah Sedunia pada 12 Agustus lalu, melalui halaman Facebook ia menceritakan bahwa Tikiri merupakan salah satu dari 60 gajah yang dipaksa bekerja selama 10 malam berturut-turut di Esala Perahera, sebuah festival yang digelar di Kandy, Sri Lanka.

“Tikiri bergabung dalam parade awal setiap malam hingga larut malam selama sepuluh malam berturut-turut, ia bekerja di tengah-tengah kebisingan, kembang api, dan asap. Dia berjalan beberapa kilometer setiap malam sehingga orang-orang akan merasa diberkati selama upacara,” katanya.

Membuat orang-orang kian simpatik dan merasakan kesedihan yang teramat dalam atas kondisi gajah itu. Kulitnya terlihat mengendur, bagian tulang rusuk dan tulang belakangnya bahkan sampai terlihat di balik tubuh kurusnya itu.

“Bagaimana kita dapat menyebut festival ini berkah, atau sesuatu yang suci, jika kita membuat hidup makhluk lain menderita? Hari ini adalah Hari Gajah Sedunia. Kita tidak dapat membawa dunia yang damai kepada gajah jika kita masih berpikir bahwa kondisi Tikiri bukanlah masalah,” sambung Lek Chailers lagi.

Di sisi lain, menurut kabar terbaru yang disampaikan oleh yayasan Save Elephant Foundation lewat halaman Facebook, Kamis (15/8), kondisi Tikiri kini semakin mengenaskan. Kondisi kesehatan Tikiri dikabarkan semakin menurun. Foto terbaru yang mereka bagikan memperlihatkan Tikiri terkulai lemas dikerubungi banyak orang.

Kisah Tikiri pun ramai jadi bahan perbincangan para pengguna media sosial. Dan sejak pertama kali diunggah pada Selasa (13/8) lalu, postingan tersebut telah dibagikan ulang lebih dari dua ribu kali. Sebagian besar warganet pun mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang dialami Tikiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dari Hasil Riset, Laki-laki yang Suka Kirim Foto Penis ke Perempuan Ternyata…

Kalian mungkin pernah mendengar atau membaca, beberapa kasus lelaki yang sering mengirim foto penis miliknya kepada kaum hawa. Nah, sebuah riset mengungkap ternyata laki-laki yang suka melakukan hal tersebut memiliki kepribadian narsis dan seksis.

Riset ini dipublikasikan oleh The Journal of Sex Research pada 18 Juli 2019 lalu. Tim ilmuwan menuliskan bahwa ini adalah penelitian pertama yang secara kuantitatif menginvestigasi motif pria heteroseksual mengirim foto penis mereka. Dalam riset ini, seperti dilansir IFL Science, para peneliti mempelajari 1.087 responden laki-laki di Amerika Serikat. Ada 48 persen di antara para responden mengaku pernah mengirimkan foto penisnya ke perempuan meski tidak diminta.

Untuk menilai perilaku para responden, tim periset meminta mereka untuk menjawab sejumlah pertanyaan. Dari situ para ilmuwan menemukan bahwa laki-laki yang mengirimkan foto penis memiliki tingkat narsis dan seksis yang sangat tinggi. Nah, orang dengan sifat narsis cenderung memiliki rasa kagum berlebihan pada dirinya sendiri. Mereka sering merasa bahwa dirinya lebih baik dibanding orang lain atau terobsesi dengan dirinya. Inilah yang kemudian mendorongnya percaya diri untuk mengirimkan foto-foto penis miliknya kepada orang-orang. 

Tak hanya itu saja, riset ini juga menemukan, 15 persen responden mengaku alasan mereka mengirimkan foto itu adalah untuk membuat penerimanya merasa takut. Sementara delapan persen lainnya ingin membuat penerima foto itu merasa malu. Selanjutnya, para peneliti juga menemukan, bahwa motivasi utama responden mengirimkan foto adalah akibat sifat misoginis dan ingin memiliki kontrol.

Bahkan, ada responden yang setuju dengan komentar semacam, “Saya memiliki rasa tidak suka pada perempuan dan mengirim foto penis memuaskan saya” atau “Mengirim foto penis membuat saya merasa memiliki kontrol dari orang yang saya kirimi gambar itu”.

Sebagian besar lelaki yang mengirim gambar, menganggap apa yang ia lakukan itu akan membuat penerimanya merasakan hal positif. Temuan lain dalam riset ini menunjukkan, 45 persen responden mengirimkan foto dengan harapan mendapat balasan gambar serupa. Yakni, perempuan akan berbalik mengirimkan foto gambar alat vital mereka.

Uniknya, hanya sedikit responden yang mengaku mengirimkan foto penis demi memuaskan rasa seksual mereka. Karena itu, para peneliti menyimpulkan bahwa libido tidak selalu menjadi alasan kenapa pria mengirimkan foto penisnya ke perempuan. Bisa saja mereka yang mengirimkan foto penisnya ke perempuan karena tidak cukup percaya diri dengan tampangnya. Mereka lalu merasa “alat vitalnya” punya kemungkinan lebih besar untuk memukau perempuan yang sedang ia dekati. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Polisi Terbakar saat Mahasiswa Unjuk Rasa di Cianjur

Seorang anggota polisi Resor Cianjur, Aiptu Erwin, dikabarkan terbakar saat sejumlah mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Cianjur. Akibatnya Aiptu Erwin menderita luka bakar serius di sekujur tubuh. Dan saat ini, polisi tersebut masih menjalani perawatan intensif di RS Polri Kramat Jati, sejak Kamis sore (15/8/2019).

Selanjutnya, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko memaparkan kronoligi kejadian tragis tersebut sebagai berikut. “Saat ini kita ketahui ada tragedi terbakarnya personel Polri khsusunya di Polres Cianjur anggota tepatnya Polsek Cianjur Kota. Selain itu, dua personel dari Satuan Sabhrara Polres Cianjur juga menderita luka bakar,” kata Truno di Mapolrestabes Bandung, Kamis (15/8/2019).

Beliau menambahkan, kronologi kejadian berawal dari unjuk rasa mahasiswa yang telah direncanakan sejak Senin 12 Agustus 2019 sesuai surat pemberitahuan ke Polres Cianjur dan ada pernyataan dari koordinator lapangan organisasi kepemudaan Cipayung plus Cianjur untuk melakukan audiensi terkait dengan kebebasan berpendapat atau mengemukakan pendapat.

Kemudian, hari kemarin Kamis (15/8/2019) sekitar pukul 12.00 WIB rombongan mahasiswa sebanyak 50 orang mengatasnamakan dari OKP Cipayung plus Cianjur menyampaikan pendapat terkait isu lapangan pekerjaan dan pendidikan. Mereka ingin audiensi khususnya di Pemkab Cianjur dan DPRD Kabupaten Cianjur.

“Namun upaya pengunjuk rasa (audiensi dengan pemda dan DPRD Cianjur) tidak berhasil menemui pimpinan dewan yang dimaksud. Kemudian mereka melanjutkan aksi unjuk rasa sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Kabid Humas.

Setelah itu, tutur Truno, para mahasiswa itu menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan penutupan Jalan Siliwangi depan pintu masuk Pemda Cianjur. Akibatnya terjadi kemacetan arus lalu lintas di kawasan itu atau tidak tertib. Kemudian massa mahasiswa membakar ban bekas.

Nah, setelah itu Anggota Polri yang melakukan pengamanan dan menjaga ketertiban atas nama Aiptu Erwin, anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Bojong Herang, Polsek Cianjur Kota, memadamkan api.

“Saat pemadaman api, ada salah satu oknum dari 50 orang mahasiswa yang disebutkan tadi, menyiram yang bersangkutan (korban Aiptu Erwin) dengan bahan bakar minyak yang mudah terbakar. Sehingga kondisi Aiptu Erwin terbakar dan saat ini sedang dalam penanganan medis. Khususnya di Rumah Sakit Polri Kramat Jati yang berkoordinasi dengan RSUD Cianjur,” tutur Truno.

Tak haya Aiptu Erwin, ungkap Truno, dua anggota Sabhara Polres Cianjur yakni, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon juga mengalami luka bakar setelah berusaha menyelamatkan rekannya dengan cara memadamkan api. “Sesaat setelah kejadian korban Erwin dan dua rekannya dibawa ke rumah sakit,” ungkap Truno.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top