Tips

Jangan Serampangan Tuduh Orang Hamil Duluan, Bisa Jadi Karena…

Kira-kira setahun lalu, saat masih mengandung sang buah hati, artis Ayudia Bing Slamet sempat mendapat komentar pedas dari salah satu follower Instagramnya yang mengatakan sang artis hamil diluar nikah. Follower tersebut menduga Ayudia hamil diluar nikah lantaran usia kandungannya sudah memasuki 21 minggu sementara ia baru menikah selama 18 minggu.

Dengan santai Ayudia menanggapi begini:

Semoga anda tahun ini hamil yaa. nanti pasti ngerti atau bisa google cara menghitung umur janin yang ada dikandungan. btw makasih lohhh udh di stalk dr foto yg udh lama banget,”

Apa yang dikatakan Ayudia ada benarnya. Sebaiknya sebelum menduga yang tidak-tidak, lebih baik cari tahu dulu, bukan?

Untukmu yang Belum Mafhum, Usia Kehamilan Ternyata Bukan ditentukan Saat Bertemunya Sperma dan Ovum

Faktanya, banyak sekali pasangan yang divonis hamil sebulan padahal baru menikah dua minggu. Sejatinya hal semacam ini ada cara tersendiri menghitungnya. Pertama-tama, kamu harus paham dengan istilah Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Inilah mengapa penting sekali perempuan harus punya kalender haid yaitu agar mempermudah menentukan HPHT-nya. Supaya mudah memahami, begini ilustrasinya.

HPHT: 10 Agustus 2017

Menikah: 25 Agustus 2017

Kontrol kehamilan pada dokter kandungan: 8 September 2017

Dalam kasus yang demikian, sudah bisa dipastikan jika dokter tidak akan mengatakan usia kehamilanmu 2 minggu atau sesuai umur pernikahan, melainkan 4 minggu lantaran sesuai dengan rentang waktu HPHT hingga kamu kontrol ke dokter kandungan.

Selanjutnya Kamu Akan Bisa Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)

Cara menghitung HPL salah satunya bisa melalui rumus Neagele dengan menentukan Minggu Ke-40 dari HPHT. Caranya memang sedikit rumit dan ada dua rumus lantaran penghitungan untuk bulan Januari-Maret dibuat sedikit berbeda. Begini rumusnya:

(Hari+7) – (Bulan-3) – (Tahun+1)

Jadi kalau misalnya ilustrasi diatas dihitung dengan menggunakan rumus tersebut, maka begini ulasannya:

(10+7) – (8-3) – (2017+1)

17 – 5 – 2018 atau 17 April 2018, inilah yang jadi tanggal prediksi kelahiran janin yaitu ketika usia kehamilannya sudah memasuki usia 40 minggu dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT)

Sementara jika bulan HPHT adalah Januari hingga Maret, maka rumus yang digunakan adalah demikian:

 (Hari+7) – (Bulan +9) – (Tahun)

Contoh: HPHT yaitu pada 17 Januari 2018

(17+7) – (1+9) – (2018)

24 – 10 – 2018

Prediksi kelahiran bayi: 24 Oktober 2018

Yang perlu digarisbawahi, tanggal tersebut baru sebatas perkiraan atau prediksi sehingga hari kelahiran tidak selallu sama dengan prediksi.

 

Hal Lainnya yang Perlu Kamu Ketahui, Usia Kehamilan dan Usia Janin Merupakan Dua Hal yang Berbeda

Faktanya, usia kehamilan tidak sama dengan usia janin. Jika usia kehamilan dihitung dari HPHT, maka usia janin merupakan hitungan lamanya janin dari saat pembuahan terjadi. Untuk menghitung usia janin, rumusnya relatif mudah yaitu usia kehamilan dikurang 2 minggu.

Berdasarkan pemaparan sejumlah ahli kandungan, ovum keluar dari ovarium diperkirakan pada hari ke-14 atau dua minggu setelah haid berakhir. Itulah mengapa usia janin diprediksi dengan mengurangi usia kehamilan dengan 2 minggu. Sederhananya, ketika seseorang melahirkan di usia kehamilan 40 minggu, itu sama artinya dengan usia janin 38 minggu.

Bagaimana? Sekarang jadi lebih jelas kan? Karenanya, kamu jangan memikirkan hal yang terlalu jauh ya jika menemukan kondisi semacam ini di sekitarmu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kamu yang Merasa Sehat, Bukan Berarti Beneran Sehat

Mengetahui sehat atau tidaknya tubuhmu itu tidak hanya dari penampilannya. Tapi sekali waktu kamu pun perlu mengeceknya ke dokter demi memastikan benarkah kondisi tubuhmu memang prima atau perlu ada perhatian khusus. Sayangnya, banyak dari kita yang suka melupakan pentingnya tes kesehatan.

Padahal di usia sekarang, penting sekali mengutamakan tes ini agar kita punya gambaran bagaimana kondisi tubuh kita sekarang ini dan bisa melakukan pencegahan terhadap penyakit yang mungkin berisiko menyerang tubuh. Mengutip Bright Side, ini dia jenis tes yang perlu kamu lakukan setidaknya saat usiamu sudah memasuki kepala dua.

Tes Kesehatan Kulit demi Mencegah Kanker Kulit

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh American Cancer Society, sebanyak 3,3 juta penduduk Amerika didiagnosa mengalami kanker kulit setiap tahunnya. Karenanya, penting sekali untuk mengecek kesehatan kulit setidaknya selama sebulan sekali. Kamu perlu tahu, melakukan tes screening bisa menekan risiko seperti paparan sinar ultraviolet berlebih, potensi kanker kulit, munculnya tahi lalat berlebihan, hingga permasalahan kulit lainnya.

Tes Koresterol Juga Perlu Lho untuk Mengetahui Tingkat HDL-mu

Kendati kamu berkilah kalau usiamu masih terlalu muda untuk tes kolesterol, itu sejatinya bukan jadi alasan untukmu agar melewatkan tes yang satu ini. Biasanya, kalau kamu hendak mengikuti tes untuk mengukur tingkat kolesterol, dokter tak akan mengizinkanmu untuk makan setidaknya 9-12 jam sebelum tes. Hal ini karena makanan bisa mempengaruhi tingkat kolesterolmu.

Kamu perlu tahu, selama tes, ada beberapa hal yang perlu diamati yaitu meliputi HDL atau tingkat kolesterol baik, LDL atau tingkat kolesterol yang buruk dan triglycerides. Biasanya petugas medis akan menjelaskan hasilnya nanti kepadamu.

Bagi Perempuan yang Sudah Menikah, Coba Lakukan Pap Smear, Ya!

Setiap perempuan yang sudah menikah, disarankan untuk melakukan uji pap smear setiap tiga tahun sekali. Tes ini diperuntukan untuk mengecek serviksmu apakah dalam keadaan baik-baik saja atau ada gejala kanker yang perlu diwaspadai. Mengapa tes semacam ini perlu? Karena kanker rahim ternyata jadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan. Tapi berdasarkan data dari American Cancer Society, risiko kematian akibat kanker rahim dalam lima puluh tahun terakhir bisa ditekan mencapai angka 74 persen lantaran banyak perempuan  yang sudah sadar untuk melakukan uji pap smear.

Sering Dilupakan, Padahal Tes Hepatitis juga Penting untuk Tubuhmu

Penyebab hepatitis diketahui lantaran ‘infeksi’ yang terjadi pada livermu. Bagi sebagian orang yang mengalami hepatitis, awalnya tak ada gejala yang muncul pada tubuh. Untuk itu, cara mencegahnya tentu dengan melakukan cek atau tes hepatitis terlebih dahulu. Orang yang terinfeksi virus hepatitis, nantinya akan sering tumbang karena sistem imunnya tak lagi mampu bekerja secara maksimal. Nah, sebelum terlambat, lebih baik kamu cari tahu kondisi livermu dari sekarang, bukan?

Tes Darah Agar Kanker Darah Tak Jadi Ancaman untuk Tubuhmu

Tahukah kamu, sejatinya ada 137 tipe kanker darah, tapi mungkin yang  paling umum diketahui banyak orang yaitu leukemia, lymphoma, dan myloma. Dengan jumlah sebanyak itu, penting sekali untukmu agar dapat mencegah kanker darah yang sewaktu-waktu bisa menyerang tubuh. Sebab hanya dengan tes darah, yang namanya kanker darah baru bisa terdeteksi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berkaca dari Kasus Anak Denada, Orangtua Sudah Saatnya Mewaspadai Gejala Leukemia pada Anak

Sakit leukemia yang diderita Shakira Aurum, putri artis kawakan Denada, harusnya menjadi perhatian bagi kita semua. Karena penyakit kanker darah atau Leukemia ini bisa menyerang semua tingkatan usia, terutama anak-anak.

Bersumber dari catatan Ikatan Dokter Anak Indonesia, kasus penyakit kanker selalu naik tiap tahun. Di tahun 2014 angka kasus mencapai 144 pasien baru. Tahun berikutnya kembali naik menjadi 206 pasien. Dan di tahun 2016 kembali meningkat menjadi 252 kasus. Belum ada alasan pasti kenapa sel kanker ini tumbuh di badan-badan mungil itu.

Berdasarkan jumlah yang dikumpulkan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, leukemia menduduki posisi pertama sebagai kanker yang paling menghantui kesehatan anak-anak. Untuk itu peran orangtua dalam kasus ini sangatlah dibutuhkan. Karena penyakit ini masuk dalam kategori berbahaya.

Leukemia bisa terjadi karena multifaktor lho, seperti faktor genetik, zat kimia, virus dan radiasi. Dikutip dari depkes.go.id kanker darah atau Leukemia bisa menyerang bayi hingga anak berusia 18 tahun. Faktor lainnya adalah makan yang mengandung zat karsinogen yang merangsang pertumbuhan sel kanker. Seperti makanan yang dibakar, berpengawet, dan makanan olahan.

Buah Hati Mengalami Demam di Malam Hari

Seperti yang sudah disebutkan peran orangtua dalam menanggulangi kanker pada anak memang sangat penting, terutama untuk mengetahui gejala yang terjadi. Beberapa gejala yang sangat khas dapat membuat kamu memiliki gambaran tentang apa yang terjadi pada si buah hati. Seperti saat anak kerap mengalami demam bahkan hingga mengeluarkan keringat di malam hari. Sering mengalami demam karena adanya reaksi sel darah putih yang tidak bisa bekerja dengan baik, dalam melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.

Timbul Rona Pucat di Wajah

Anak memang memiliki rasa ingin bermain yang tinggi, hingga kerap melampaui kesehatannya. Salah satu gejala yang menandakan anak terkena kanker darah adalah rona pucat di wajahnya. Seringkali merasa kelelahan terjadi karena anak mengalami penurunan sel darah merah. Selain itu, anak juga sering mengalami infeksi karena sel-sel darah putih yang belum matang pada anak yang didiagnosa leukemia jumlahnya begitu banyak dan tidak dapat melakukan fungsinya dengan yang benar. Apabila gejala ini terjadi kamu harus membawanya ke dokter untuk mendapatkan informasi yang lebih kredibel.

Mengalami Nyeri pada Bagian Tulang Belakang

Jika tulang belakang pada anak-anak sering mengalami rasa nyeri, jangan dianggap anak mengalami pegel-pegel biasam lho. Karena hal ini disebabkan lantaran sel darah individu yang diagnosa terkena leukemia masuk ke dalam selaput antara tulang dan juga otot. Maka dari itu anak sering mengalami rasa nyeri di bagian tulang belakang.

Berat Badan Mengalami Penurunan Secara Drastis

Berat badan pada anak yang mengalami penurunan drastis juga perlu diperhatikan. Apalagi penurunan berat badan disertai dengan gangguan kesehatan, hal itu lebih rentan kepada infeksi yang menyerang pada anak. Orangtua harus perhatikan berat badan pada anak, sekaligus memperhatikan kondisi kesehatannya.

Mengalami Pembengkakan di Daerah Leher dan Ketiak

Jangan anggap sepele apabila anak mengalami pembengkakan pada bagian leher dan ketiak. Karena pembengkakan yang terjadi bukanlah seperti benjol biasa. Jika terjadi pada daerah kelenjar getah bening lebih baik kamu periksakan ke dokter. Anak mengalami perut yang membesar dikarenakan limfa yang ada di bagian perut mengalami masalah. Selain itu gejala khas yang menyerang adalah anak mengalami mimisan yang disertai bintik-bintik merah pada tubuh.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Melihat Tanda dari Tubuh yang Sedang Butuh Perhatian

Di balik kesibukan yang sedang kamu lakukan, mulai dari bekerja sampai bermain dengan teman. Aktivitas yang kamu lakoni sangatlah padat untuk dijalankan. Waktu istirahat jadinya hilang sehingga kamu tidak sempat untuk memiliki waktu tidur dengan normal.  Padahal tubuhmu sudah memberikan sinyal kuat kalau ia sudah sangat membutuhkan istirahat.

Kegiatan istirahat pun tidak kamu jalankan dengan baik. Lantaran pekerjaan adalah segalanya. Padahal kalau sudah tumbang kamu pun akan merasakan kesedihan. Oleh karena itu manfaatkan segala waktu yang kamu punya untuk istirahat. Jangan sampai tunggu kondisi kurang sehat, barulah kamu bergegas untuk istirahat.

Berat Badan Turun Sesaat Karena Kamu Stress Dengan Kondisi yang Berat

Bukan menyambut dengan suka cita, andai saja berat badanmu tiba-tiba turun secara drastis. Bukan pula disambut dengan rasa bahagia, saat melihat timbangan angka dulu yang kamu benci sekarang berubah secara tiba-tiba. Padahal tak ada program diet atau menurunkan berat badan yang kamu jalankan. Bisa saja, kamu sedang mengalami stress berat sehingga pola makan ancur berat. Kamu butuh waktu buat liburan tuh, coba ambilah cuti untuk memaksimalkan kondisi kamu kembali.

Disusul Gangguan Pencernaan Membuat Kamu Selalu Ingin Ke Toilet

Maag dan diare tiba-tiaba menjadi dua penyakit yang hinggap kepadamu. Bukan berarti hal itu terjadi karena kamu suka makan sembarangan saja, tetapi mengacu kepada pola makan yang sudah tak beraturan. Seperti halnya kamu selalu mengutamakan deadline, dari pada kebutuhan badan saat jam makan siang. Akhirnya jam makan pun molor menjadi ke sore hari. Kalau sudah terkena diare dan performa terganggu karena selalu izin ke kemar mandi. Solusinya adalah memperbaiki pola makan dan perbanyakan gizi.

Timbul Jerawat Secara Tiba-tiba Menjadi Hal yang Tak Biasa Seperti Sebelumnya

Makanan pun tidak jaga, kamu sering kali makan sembarangan untuk menambah nafsu makan. Sepulang dari kerja, kamu selalu lupa untuk membersihkan muka alhasil jerawat tumbuh seketika. Sebenarnya kamu bukanya lupa, tapi sudah malas beraktivitas karena saking lelahnya. Coba kalau kamu ingat-ingat berapa lama kamu di jalan sampai debu datang menyerang.

Mengalami Kepanikan, Sampai Lupa Untuk Memikirkan Pekerjaan

Memandang kalender, yang sudah menyatakan sebagai akhir bulan. Kamu kerap mengalami kepanikan. Karena ada beberapa target yang belum rampung dan harus segera diselesaikan. Ketika tidur kamu pun selalu kepikiran, selepas bangun kamu tidak bisa berfikir dengan jernih hal apa yang harus kamu lakukan. Sampai-sampai, ke kantor saja kamu rela tidak mandi karena ingin bergegas dan menyelesaikan semua tugas.

Rasa panik ini membuatmu tidak dapat berfikir jernih apa yang harus kamu lakukan. Sampai di kantor pun, kamu bingung harus mulai dari mana untuk menyelesaikan pekerjaan. Kalau sudah seperti ini kamu biasa siasati dengan ambil nafas perlahan-lahan dengan tenang. Fokus kepada pernapasan, dan mulai bekerja saat diri kamu sudah tenang.

Sering Bersendawa Padahal Jam Makan Sudah Usai Sekian Lama

Sendawa yang kamu keluarkan, bukan pertanda kamu mengalami kenyang habis santap makanan. Tetapi kamu kenyang angin. Dirimu sedang masuk angin adalah tanda yang paling normal dan sering muncul untuk mulai memperhatikan kesehatanmu. Mengejar mimpi sangatlah dibolehkan, dan diwajibkan. Tetapi berkaitan dengan kesehatan jangan sampai terabaikan. Kalau sudah sakit mimpi bisa jadi tinggalah angan yang berbuah asa.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top