Feature

Jangan Sepelekan Kekurangan Kalium Jika Kamu Tidak Ingin Mengidap Hipokalemia

Penyakit hipokalemia pada awalnya menjadi nama sebuah penyakit yang cukup asing didengar oleh sebagian besar orang, namun mendadak akhir-akhir jadi terkenal. Ya, karena sebuah kasus yang baru-baru ini menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat. Sempat dikabarkan sakau saat jadi pembicara talkshow dalam siaran langsung di salah satu stasiun televisi, pengamat politik Boni Hargens segera membantah isu tersebut. Boni mengungkapkan bahwa dirinya mengidap penyakit yang disebut sebagai hipokalemia. Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan kontroversial Boni Hargens, kita tetap harus tahu dan waspada dengan jenis penyakit ini.

Kalium Yang Sangat Rendah Di Darah, Bisa Memicu Seseorang Terkena Hipokalemia

Penyakit hipokalemia terjadi karena kadar kalium dalam darah terlalu rendah. Kalium merupakan elektrolit yang penting untuk fungsi sel saraf dan sel otot, khususnya sel otot jantung. Ginjal manusia memiliki fungsi untuk mengontrol kadar kalium dalam tubuh sehingga kelebihan kalium dapat dikeluarkan tubuh melalui urine dan keringat. Lalu apa yang menyebabkan hipokalemia? Manusia dapat kehilangan terlalu banyak kalium lewat urine, keringat, ataupun buang air besar. Asupan kalium yang tidak mencukupi dan kadar magnesium yang rendah dapat menyebabkan hipokalemia. Namun, hipokalemia juga merupakan gejala atau efek samping dari suatu kondisi dan pengobatan tertentu.

Gejalanya Yang Tidak Terlalu Terlihat Bukan Berarti Tak Membahayakan

Hipokalemia ringan tidak menimbulkan gejala. Namun, dalam beberapa kasus, kadar kalium yang rendah dapat menyebabkan aritmia (idetak jantung abnormal) dan kelemahan otot yang cukup parah. Kondisi penderita akan kembali membaik setelah mendapat perawatan yang sesuai. Gejala hipokalemia ringan ini umumnya tidak akan muncul sampai kadar kalium benar-benar rendah. Adapun kadar kalium yang normal berada di kisaran 3,6–5,2 milimole per liter (mmol/L).

Sadar lebih dini terhadap gejala itu tentu akan membantu mengurangi dampak lebih lanjut. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika merasa lemah, capek dan lelah, sembelit, kram otot, serta palpitasi (sensasi yang dirasakan saat jantung berdentum kuat). Untuk kasus tertentu gejala hipokalemia menunjukkan gejala kelemahan, kelelahan, atau kram pada otot lengan atau kaki, terkadang cukup parah sehingga menyebabkan ketidakmampuan menggerakkan lengan atau kaki karena kelemahan (mirip kelumpuhan), kesemutan atau mati rasa, mual atau muntah, kram perut, kembung,sembelit, palpitasi (merasa jantung berdetak tidak teratur), urin terbuang dalam jumlah besar atau merasa haus hampir sepanjang waktu, pingsan karena tekanan darah rendah, perilaku psikologis abnormal: depresi, psikosis, delirium, kebingungan, atau halusinasi.

Karena Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati, Mulai Sekarang Perhatikan Asupan Makanan Yang Masuk Dalam Tubuhmu!

Kekurangan kalium dari dalam tubuh memang tidak bisa diabaikan. Karena tubuh sangat membutuhkan asupan kalium tersebut, maka mulai dari sekarang kita harus lebih memperhatikan asupan makanan untuk menjaga kadar kalium yang terdapat di dalam tubuh. Sebelum terserang penyakit hipokalemia, penting untuk menambah jenis makanan yang mengandung banyak kalium ke dalam list makanan kita. Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang mengandung kalium, seperti kentang, pisang, alpukat, dan kacang-kacangan. Dengan begitu kita bisa melakukan pencegahan sejak dini sebelum terserang penyakit ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kata Annisa Munaf : Sehat dan Langsing Itu Bukan Hanya Perkara Diet Makanan, Ini Alasannya!

Menjaga gaya hidup tetap sehat adalah salah satu investasi yang berharga untuk masa depan. Karenanya selagi masih muda, kamu harus membiasakan untuk hidup sehat. Terlebih untuk para cewek yang masih berpikir bahwa sehat dan langsing hanya soal diet makanan, lebih baik berpikirlah lebih jeli lagi. Coba baca dengan teliti cerita dari seorang instruktur zumba, Annisa Munaf, ini.

1. Awal Mula Annisa Memutuskan untuk Menjadi Instruktur Zumba

Annisa dulunya suka menari dan kakak sepupunya yang merupakan instruktur Zumba perempuan pertama di Indonesia mengajaknya untuk ambil sertifikasi agar punya teman. Saat itu usia Annisa masih 17 tahun dan mencoba memberanikan diri untuk ikut training dan ambil license jadi instruktur. Kebetulan setelah Annisa lulus, sepupunya buka studio, disitulah awal Annisa mulai full ngajar zumba.

2. Apakah dalam Zumba ada Level-levelnya?

Untuk zumba sebenarnya ngga ada levelnya sendiri, lebih condong pada varian saja. Seperti zumba toning, zumba kids, zumba gold dan sebagainya.

3. Olahraga Apa Saja yang Ditekuni oleh Annisa

Saat ini, Annisa tengah mengembangkan juga latihan U-Jam di Indonesia. Sebenarnya basicnya nggak jauh beda dengan zumba. Kalau Zumba lebih ke Latin, gerakannya fun dan easy to follow sedangkan U-Jam lebih ke hiphop. Dan sejauh ini Annisa adalah instruktur pertama U-Jam di Indonesia.

4. Yang Paling Efektif Membakar Kalori, Antara Zumba dan U-Jam

Zumba sangat efektif untuk membakar kalori. Sedangkan U-Jam termasuk efektif baik untuk membakar kalori ataupun membentuk tubuh.

5. Perubahan yang Paling Nampak Setelah Rutin Olahraga

Dulunya Annisa termasuk cewek yang cenderung kurus. Tapi sekarang setidaknya tubuh jadi lebih terbentuk karena sering workout.

6. Saran untuk Generasi Muda yang Ingin Memulai Olahraga

Pada salah satu wawancara, Annisa berpesan untuk “Always start from yourself. Jangan ikut-ikutan orang lain. Just follow your heart and intuition. If you think health is important, then tell yourself that you need to start to do it, with or without friends.” Pesan itu diungkapkan Annisa karena dia menganggap bahwa saat ini banyak orang yang mau olahraga kalau ada temannya, akhirnya cuma jadi wacana saja.

7. Olahraga yang Ideal

Untuk pemula, mungkin bisa dilakukan satu atau dua kali seminggu dengan durasi 30-45 menit. Olahraga bisa dilakukan dengan jenis olahraga apapun, seperti lari, berenang, yoga, atau olahraga lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Ceroboh dalam Menggunakan Softlens Jika Tak Ingin Matamu Terserang Bakteri Ganas

Saat ini banyak perempuan yang rela melakukan apa saja demi mempercantik penampilannya. Salah satunya adalah dengan menggunakan softlens. Ya tujuannya sih untuk membuat matanya lebih indah dan menarik saat dipandang.

Tapi sebelum kamu memutuskan untuk menggunakan softlens, usahakan kamu memang memakai softlens dengan kualitas yang baik dan saat kamu memakainya, kondisi tangan dalam keadaan yang streril. Jika kamu ceroboh, dampaknya bisa sangat buruk, yaitu terjangkitnya matamu oleh bakteri berbahaya.

Ada Kisah yang Dialami oleh Seorang Perempuan, Yaitu @tisusilo yang Terserang Bakteri Ganas pada Mata Kirinya

Beberapa waktu lalu, perempuan ini mengakui kecerobohannya dan membagikan pengalamannya di laman istagramnya dengan mengunggah foto yang menunjukkan keadaan matanya saat itu. Dia mengaku kurang hati-hati dalam menggunakan softlens dan kurang menjaga higienitas mata. Sepertinya, Mbak Tisusilo ini juga kerap menggunakan softlens dalam kesehariannya sebelum terserang oleh bakteri ganas ini. Dokter yang menangani kasus ini mengatakan bahwa keadaan tersebut sangat sulit untuk disembuhkan dan kemungkinan besar mata bak Tisusilo tidak akan bisa melihat lagi.

Ketahui Dahulu Kondisi Matamu Sebelum Menggunakan Softlens

Jangan asal dalam menggunakan softlens. Kamu harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang lebih tahu masalah kesehatan matamu. Hal ini karena sebenarnya tidak semua mata orang cocok untuk menggunakan softlens. Ada beberapa jenis mata yang bisa alergi dengan bahan yang terkandung dalam softlens itu sendiri. Jadi hati-hati ya girls.

Jangan Tergiur dengan Softlens Murah, Utamakan Kualitas di Atas Segalanya

Saat ini memang abnyak dijual softlens dengan harga yang sangat terjangkau. Bahkan pilihannya pun ada beragam. Namun jangan mudah tergiur ya. Belum tentu softlens yang banyak dijual di pasaran dengan harga murah itu memiliki kualitas yang bagus.

Sebelum Memasang Softlens ke Matamu, Jangan Lupa Cuci Tangan Terlebih Dahulu

Jaga kebersihan tanganmu ya. Usahakan untuk membersihkan tanganmu dulu sebelum memasang maupun melepas softlens dari matamu. Pastikan juga kukumu tidak panjang, karena kuku yang panjang seringkali dijadikan sarang kuman.

Pahami Dulu Cara Pemakaian Softlens yang Benar

Jangan lupa sikap disiplin, dan jangan teledor. Kamu harus paham bagaiamana cara penggunaan softlens yang benar. Lebih baik kamu konsultasikan dengan doktermu. Jika ada yang tidak kamu ketahui langsunglah bertanya untuk menghindari hal yang tidak kamu inginkan nantinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bahaya yang Muncul Jika Kamu Memaksa Tubuhmu Bekerja Lebih dari 8 Jam Sehari

Bekerja memang perlu, namun jangan sampai kamu mengabaikan kesehatan ya. Kesehatan lebih mahal dibanding apapun. Jadi sayangi dirimu sendiri dengan tak memaksakan tubuhmu untuk bekerja lebih dari 8 jam dalam sehari. Kalau kamu tetap melakukannya, kamu bisa rasakan sendiri bahaya ini.

1. Nyeri Punggung

Hampir seharian beraktivitas bisa membuat punggungmu lelah loh. Apalagi jika pekerjaanmu menuntutmu untuk berada di depan komputer dalam waktu yang cukup lama. Bisa dipastikan punggung akan jadi korbannya. Hal ini karena adanya tekanan sebanyak 30 persen lebih besar yang dibebankan pada punggung saat kita hanya duduk di depan komputer.

2. Radang Sendi

Pekerjaan yang menuntutmu untuk melakukan banyak meeting tentu akan membuatmu harus duduk selama berjam-jam. Jika kamu tidak mengimbanginya dengan peregangan, risikonya adalah area sendimu bisa kaku hingga mengakibatkan radang sendi.

3. Sistem Imun Menurun

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Scott Cohen, staf University of Surrey, bekerja lebih dari 8 jam perhari bisa menyebabkan sistem imun menurun. Hal ini karena tubuh terkena paparan faktor luar seperti bakteri, debu, serta kotoran yang bisa menyerang kekebalan tubuh.

4. Obesitas

Jika kamu berpikir banyak bekerja bisa membuatmu kurus, jawabannya tentu salah besar. Faktanya, para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa di era modern ini, orang yang bekerja cenderung melakukan gaya hidup yang tak sehat, baik dari segi pemilihan makanan maupun jarangnya berolahraga. Akibatnya, risiko terkena obesitas pun semakin besar.

5. Gangguan Jantung

Jika pekerjaan yang kamu jalani menuntutmu untuk bekerja lebih dari 8 jam sehari, kamu harus lebih memperhatikan kesehatanmu. Hal ini karena terlalu banyak duduk ternyata bisa meningkatkan risiko penyumbatan jantung karena tekanan darah dan kolesterol yang terlalu tinggi. Jadi jangan lupa mengimbanginya dengan berolahraga ya, minimal satu kali dalam seminggu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top