Feature

Jangan Sedih, Hubungan Persahabatan yang Berakhir Kali Ini Bukan Salahmu Sepenuhnya

Hei Kawan, pernahkah kamu merasa seperti datang ke sebuah tempat dimana yang dulunya kamu merasa bahagia, tapi sekarang tidak lagi? Ya, kira-kira itu yang aku rasakan sekarang.  Semula aku kira setiap waktu yang kuhabiskan bersamanya akan menjadi memori yang semakin menguatkan persahabatan kami. Tapi kali ini perkiraanku meleset. Aku tak lagi sebahagia dulu, dan maaf, aku memilih pergi. Aku pergi sebab kurasa aku dan tawaranku untuk selalu jadi teman baikmu, tak lagi kamu responi seperti dulu. Aku pergi, sebab kurasa tak ada bahagia lagi yang kulihat dari percakapan yang kita habiskan bersama.

Waktu terus bergulir. Dan sejak aku memilih pergi, aku terus memperbaiki diri. Tak ingin rasanya kalau harus membangun persahabatan tapi hanya berakhir luka. Aku benar-benar trauma. Kehilangan orang yang kukira rumah keduaku setelah keluarga, berdamai dengan memori dan canda tawa yang pada akhirnya semua terasa fana, awalnya memang sesak, tapi kini aku pulih. Aku pulih dengan caraku. Dan untukmu yang mengalami satu hal seperti yang kualami dulu, izinkan aku mengatakan ini…

Tak Apa Kamu Memilih Pergi Saat Persahabatan Itu Hanya Membuatmu Terpuruk Setiap Waktunya

Adalah salah besar kalau selama ini orang yang kamu anggap teman baikmu justru memperlakukanmu tak seperti teman baiknya lagi. Kamu mulai dianggap remeh, semakin dia mengenalmu, semakin dia tahu kelemahanmu. Untuk itu, dia seperti tak lagi menghargai keberadaanmu. Kalau kamu merasakan hal ini, tinggalkanlah sahabatmu itu.

Tak perlu takut. Dalam kehidupan ini, tak hanya hubungan asmara atau keluarga yang bermasalah, pertemanan pun bisa sama besar masalahnya. Kamu tak seharusnya disepelekan hingga akhirnya terpuruk. Kamu jauh lebih layak melanjutkan hidupmu bersama teman-teman yang benar-benar menerimamu apa adanya.

Tak Apa Kamu Memilih Pergi Saat yang Jadi Pusatnya Hanyalah Teman-temanmu Saja 

Kamu tersadar kalau saat sedang berkumpul dengan mereka, yang jadi topik adalah dia atau dia atau dia. Seakan kamu tak punya ruang, meski hanya sekadar untuk mengungkapkan kabarmu di hari itu. Mereka tak peduli akankah harimu buruk atau baik-baik saja, mereka tak bertanya apa masalah yang sedang kamu hadapi. Bahkan saat kamu bahagia mendapat promosi jabatan di kantor pun mereka biasa saja. Wajar saja kalau kamu memutuskan pergi. Sebab untuk apa kamu disana tapi tak ada sedikit ruang untukmu berbicara?

Tak Apa Kamu Memilih Pergi Saat Tak Ada Lagi Telinga yang Mau Mendengar

Membangun persahabatan itu susah-susah gampang, Meski kita tahu setiap orang butuh sahabat, perlu waktu yang tak sebentar untuk menemukan sosok tepat yang bisa jadi sahabatmu. Keberadaannya tak hanya ada saat senang, tapi dalam setiap hal, mereka mau mendengarkan setiap keluh kesahmu. Tapi kalau yang ngakunya sahabat justru tak pernah ada saat kamu memohon mereka untuk mendengar kisahmu, ya buat apa kamu tetap berada satu lingkup dengan mereka?

Tak Apa Kamu Memilih Pergi Saat Kamu Memang Butuh Waktu untuk Melepaskan Semua Itu…

Hampir setiap orang pasti pernah merasakan dinamika dalam persahabatan. Ada yang mengaku bahagia, ada juga yang tak menampik kalau persahabatan yang dibangun itu terlalu semu. Coba ingat kembali, bagaimana suasana hatimu sekarang ini? Kamu tak perlu memaksakan diri harus berteman terus dengan si A, si B, atau si C. Kalau memang hatimu merasa tak sreg, mengapa harus tetap tinggal? Ada kalanya kamu harus memahami isi hatimu sendiri. Tak apa kamu memilih pergi, ketika menyadari kalau persahabatan itu hanya membuatmu  terpuruk. Ingatlah, hanya kamu yang tahu mana yang baik dan buruk untukmu

Tak Apa Kamu Memilih Pergi Saat Mereka Memang Meninggalkanmu Begitu Saja

Semula kamu dan temanmu selalu kemana-mana bersama. Bahkan namamu selalu ada di daftar chat teratas. Tapi sekarang semuanya berubah. Teman yang semula kamu yakini akan bersamamu terus-menerus justru punya lingkaran baru dimana kamu tak berada disana dan tak dikenalkan pada lingkup barunya itu.

Bahkan saat kamu mengajak mereka untuk pergi, tapi sampai di tempat tujuan, justru mereka punya kesibukan sendiri-sendiri, baiklah, mungkin ini saatnya kamu pergi. Dalam persahabatan, butuh yang namanya rasa saling menghargai, saat itu tak ada, lantas apa lagi yang tersisa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

9 Tahun Menikah, Rianti Cartwright-Cas Alfonso Sepakat Ikuti Program Bayi Tabung

Rianti Cartwright dan Cas Alfonso telah membina bahtera rumah tangga selama kurang lebih sembilan tahun. Kini mereka memutuskan untuk melakukan program bayi tabung demi mendapatkan momongan. Hal ini diketahui lewat Instagram Stories milik Rianti. Eks VJ MTV itu banyak bertanya ke Tya Ariestya untuk berani melakukan bayi tabung.

“Tya Ariestya, she is an #ivfsurvivor and was so generous with information from the very beginning. Aku bisa tanya2 sama Tya kapan aja. Terus kebetulan waktu aku shooting sinetron Cinta Yang Hilang aku juga dipertemukan dengan sahabat2 yang memberikan banyak informasi tentang IVF, Morula dan juga dokter2 di Morula Clinic. Kayak udah diatur aja semuanya dan akhirnya aku dan Cas memutuskan untuk menjalani program IVF,” kata Rianti

Sebelumnya, Rianti Cartwright belum berani program kehamilan. Dia dan Cas menjalaninya secara natural. Rianti mengatakan dalam melakukan program bayi tabung tidak mudah. Namun dia tetap masih bisa menikmati segala prosesnya.

“To be honest this process is not easy. Tapi menurut aku tetap bisa dinikmati selama kita optimis, positif, dan berserah,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Penuhi Keinginan Istri, Uus Tinggalkan Identitas Kepala Plontos

Komedian tunggal Rizky Firdaus Wijaksana (28) atau yang akrab disapa Uus kini tampil beda. Uus tak lagi berkepala plontos melainkan memilih untuk memanjangkan rambutnya dan mewarnainya dengan warna pirang. Hal ini dia lakukan lantaran permintaan istri.

“Kan udah dijelasin di panggung, istri minta pengin bisa jambak, ya sudah dipanjangin. Sudah tiga tahun bersama-sama. Dia cuman minta ke saya gondrongin rambut, ya sudah lah,” kata Uus seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (18/03).

Awalnya, Uus merasa risih dengan rambutnya yang panjang karena tak pernah tampil dengan gaya yang demikian. Terkait pemilihan warna rambut, Uus mengatakan bahwa hal itu adalah pilihannya sendiri.

“Ide sendiri, karena pengin aja bingung mau warna apa, bosen kalau hitam, jadi ya kuning. Kan mau membuktikan kalau dicat warna-warni itu selalu identik dengan Atta,” gurau Uus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Niat Hati Dapat Samsung Galaxy S10, yang Datang dari Bukalapak Malah Sendal Jepit

Selain memberi kemudahan untuk para pengguna bertransaksi jual dan beli, E-commerce yang satu ini juga kerap mengadakan promo seru dengan hadiah yang cukup tinggi. Yap, selain hadiah utama mini cooper yang beberapa waktu lalu dimenangkan oleh seorang driver ojol. Baru-baru ini, ajang promosi yang diberi nama ‘nyerbu’ tersebut, memberikan kesempatan untuk para pengguna untuk mendapatkan Samsung Galaxy S10 secara eksklusif cuma dengan 12 ribu.

Sudah berlangsung pada 13 Maret 2019 lalu, beberapa orang yang beruntung memang berhasil mendapatkan Samsung Galaxy S-10nya. Tapi sialnya, pengguna lain yang ikut serta justru ramai-ramai protes. Karena mereka yang belum berhasil justru dikirimi sendal jepit sebagai gantinya dari dana 12 yang telah mereka kirimkan, atau yang sudah terpotong otomatis dari dompet di aplikasi Bukalapak. 

View this post on Instagram

Ada yang nasibnya kayak aku?. Gegara kebiasaan ga baca2 s&k akhirnya zong dapet sandal jepit 🤣🤣. Ini ceritanya ikutan serbu seru Bukalapak, ngincer Samsung S10 seharga 12.000 rupiah. Kalo ga dapat uang 12ribu dibalikin utuh. Karena udah pede dan ga baca2 lagi s&k, esoknya kaget terima notif bahwa serbuanku meleset dan sandal jepit akan dikirim ke alamat. Hah?? Sandal jepit ?? Kapan aku belinya ?😒😒. Oalaahhh ternyata udah ketentuannya begitu. Dan ternyata ya ampuuun, sandalnya dikirim tanpa kardus, bener2 polos hanya kemasan plastik bening sandal itulah. Bungkus koran kek. Ato plastik item kek biar yg terima ga malu 😛😛. Pagi tadi bapak kurir jne yang anter paket sambil ketawa bilang "banyak bangeeeettt paket kiriman sandal kayak gini" 😂😂😂 #bukalapak #sandaljepit

A post shared by lies surya (@liessurya) on

Beberapa orang berkata jika Bukalapak mulai memanfaatkan promosi macam ini untuk memaksimalkan keuntungan. Sebab dalam hal ini dana yang sudah tertarik justru akan direfund dengan produk sendal jepit dari BukaMart. Dan yang lebih parah, warna dan ukurannya pun random, yang kemungkinan besar tak cocok hingga akhirnya tak terpakai pada penggunana.

“Mending warna nya netral… Gw cowo dikasi sendal Pink… ;)” Keluh pengguna @junanrizal di Twitter miliknya.

Tapi usut punya usut, ternyata refund dana 12 ribu rupiah dengan sendal jepit tersebut adalah salah satu ketentuan yang memang sudah ditetapkan oleh Bukalapak untuk promosi ‘nyerbu’ Samsung Galaxy S10 ini. Dan, Bukalapak juga memberi opsi untuk pengguna yang memang tak ingin dananya tersebut di ganti dengan sendal jepit, bisa membatalkan pesanan melalui aplikasi atau menghubungi customer service di Bukalapak.

Akan tetapi, daripada teliti untuk membaca syarat dan ketentuan, sebagian besar pengguna justru ramai-ramai mengungkapkap kekesalan di media sosial tanpa memeriksa, pihak manakah yang salah. Nah, pesan moralnya adalah, cobalah tingkatkan literasi, dimulai dengan teliti dalam membaca hal-hal yang menjadi ketentuan tentang apa yang ingin kita beli. Kan malu, udah marah-marah ternyata kitalah yang salah, karena tak membaca syarat dan ketentuannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top