Feature

Jangan Menyerah, Setiap Masalah Membuat Kita Lebih Dewasa!

Biar sebahagian apapun seseorang dihadapan banyak orang. Percaya atau tidak, pasti ia punya keresahan atau masalah dalam hidupnya. Selama ini, kita mungkin melihat masalah sebagai sesuatu yang menyedihkan. Padahal ini adalah cara semesta untuk menempah kita jadi seseorang yang lebih kuat dari biasanya. Dan salah satunya, adalah menjadi lebih kian bijak dan dewasa.

Kita mungkin merasa tak siap, tapi daripada lebih dulu pesimis atas masalah yang akan datang silih dan berganti. Mari kita pahami, bagaimana sebuah masalah bisa merubah kita jadi pribadi yang lebih baik lagi. Anggaplah ini sebagai upah, karena kita tetap bertahan untuk semua perkara.

Mendorongmu Kita untuk Mencari Jalan Keluar dari Sebuah Masalah

Demi menakar diri sendiri, kita bisa melirik lagi kemampuan kita tatkala masalah sedang datang. Bagaimana cara yang kita pakai untuk menghadapinya, baik masalah kecil atau besar, yang ringat atau yang berat.

Untuk itu, kedewasaan seseorang akan terlihat ketika ia berlari untuk mencari solusi, bukan malah mengeluh dan tetap berdiam diri dalam masalah yang sedang dihadapi. Tak selesai dengan cara ini, berjuang untuk cari cara lain yang mungkin bisa jadi jalan keluar. Terus mencoba sampai menemukan titik terangnya, adalah bukti dari kebijaksanaan yang lahir dari masalah. Dan itu adalah bukti dari dewasa.

Melatih Pikiran Agar Lebih Jeli dan Tajam dalam Menganalisa Segala Hal

Yap, kedewasaan seseorang juga tampak dari pola pikirnya yang kuat dan berjangka panjang. Apa yang kita putuskan, bukanlah hasil pertanyaan jangka pendek yang dibuat dengan cepat. Sebaliknya, kita jadi lebih tetili dalam bersikap, bertindak dan mengambil keputusan.

Sebab setiap hal yang kita jadikan keputusan, lahir dari pertimbangan matang yang berlandasan jelas. Dari masalah-masalah ini kita pun akhirnya belajar, bahkan pemikiran yang matang bisa didapatkan karena terbiasa menghadapi masalah yang tak biasa.

Kita Berubah, Jadi Seseorang yang Bermental Berani

Selian keberuntungan dan kedewasaan , hal lain yang juga berperan untuk membentuk kedewasaan seseorang adalah nyali yang ia miliki. Kita perlu berani untuk menantang diri, melawan rasa takut dan menggantinya dengan sebuah keberanian untuk melangkah.

Mematangkan kemampuan untuk selalu berani meredam takut, mental kita ditempah untuk jadi bijak dalam menentukan jalan yang benar. Itulah sebabnya, semakin banyak masalah yang kita hadapi, semakin mantap pula kita berdiri untuk berani menentukan arah jalan yang sebenarnya. Karena takut hanya akan membuatmu makin ciut, tapi berani akan membawamu terbang lebih tinggi.

Bahkan Fisik Kita Pun Ikut Menjadi Lebih Kebal dari Sebelumnya

Kemampuan bertahan dari semua rasa sakit, kecewa, bersalah, atau merasa tak berguna setiap kali ada masalah. Adalah kekebalan sejati yang tak semua orang punya. Beberapa orang bahkan bisa mendadak ciut nyali, ketika kecewa atas kenyataan yang ada. Sebaliknya, sosok yang dewasa akan terus berjuang meski hal yang terjadi kerap diluar harapan.

Tak lagi mudah menangis, atas semua sedih. Batin dan fisik kita, kini jadi sesuatu yang tak biasa. Karena tahan banting atas semua perkara. Jadi, meski itu adalah sesuatu yang sukar bagi orang lain. Untuk dia yang sudah dewasa, hal tersebut adalah sesuatu yang biasa.

Dan Mengeluarkan Kita dari Zona Nyaman yang Selama Ini Kita Tinggali

Kerap diartikan sebagai langkah awal untuk menuju kesuksesan. Sebenarnya, keluar dari zona nyaman bukan hanya perkara keberhasilan dalam hal materi atau yang lainnya. Sebab, hal ini juga meliputi kedewasaan diri. Bagiamana kita mampu melepas sesuatu yang mungkin selama ini memang jadi fase nyaman untuk kehidupan.

Keluar dari pekerjaan dan mengejar passion lain yang ingin dimaksimalkan, atau menunda bekerja untuk lebih dulu menyelesaikan kuliah, atau contoh lain dalam kehidupan yang sering membuat dilema. Selain membuat kita berhasil menemukan titik teranng, keluar dari zona nyaman akan mengajarkan kita betapa sebuah masalah bisa membuat kita lebih dewasa.

Jadi mulai saat ini, jangan pernah berpikir jika masalah yang datang hanya akan menyusahkan diri. Sebab ada banyak partikel baik yang juga dibawanya, dan salah satunya adalah membuat kita kian dewasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Memintaku Betah Tapi Ditanya Hubungan Kita Apa Jawabmu Entah

Akhir-akhir ini, banyak hal yang berubah dengan cepat. Merombak tatanan yang tadinya sudah rapi, karena sikap labil yang bisa membakar diri. Iya, serupa dengan kamu yang hampir memenangkan hati. Membuatku nyaman dengan manisnya perbuatan. Tapi aku harus sadar kalau sampai saat ini, tak ada kepastian yang bisa kupegang atas hubungan yang kita jalankan.

Hal-hal yang kau ajukan sebagai rutinitas kita berdua, tadinya masih bisa kau terima. Tak ada bedanya memang, aku dan kamu besikap layaknya orang pacaran. Namun kali ini aku ingin bilang, aku lelah jika terus menerus tanpa kepastian.

Harus Kuakui, Sikap Manismu Berhasil Meluluhkan Hati

Meski tulisan ini tak akan kau baca, aku akan tetap bilang. Kalau dirimu adalah salah satu orang yang selalu tahu cara untuk membuatku tertawa. Tak tahu dirimu yang hebat untuk membuat orang nyaman, atau diriku yang terlalu menganggap semuanya dengan berlebihan.

Lihai dalam melihat celah, hampir semua hal yang kau perbuat selalu berujung dengan bahagia. Senyumku yang sudah lama hilang, kini mekar atas perbuatan yang kerap dirimu tunjukkan. Keberhasilanmu meluluhkan hati, pernah jadi sesuatu yang kusyukuri.

Pelan-pelan Kita Mulai Saling Menuntut

Awalnnya, semuanya berjalan sesuai rencana. Lagipula, kupikir kita tak perlu tergesa-gesa untuk mendeklrasikan hubungan berdua. Tanpa sadar, semua hal pun ikut berubah. Sesuatu yang tadinya kita anggap biasa, kini mendadak jadi sebuah kewajiban yang terasa dipaksa. Aku menuntutmu untuk tetap menjaga hati, meski kutahu ada banyak hati yang juga sedang kau tandangi.

Selain itu, kamu memintaku agar terus percaya kalau dirimu tak akan kemana-mana. Sialnya, kamu mendadak jadi sosok yang berbeda. Menghindar tiap kali aku bertanya ‘kita ini apa?’ dan marah jika aku harus pergi dengan lawan jenis yang katamu tak kau suka. Loh, kita kan bukan siapa-siapa?

Terjebak dalam Hubungan Tanpa Arah, Dimataku Ini Akan Sia-sia

Masih dengan situasi serupa, kekesalan atas sikapmu yang mulai arogan kadang jadi sesuatu yang tak terlalu aku pikirkan. Sebab biar bagaimana pun, aku selalu sadar bahwa kita berdua hanyalah dua orang yang sedang bersama bukan sepakat untuk bersama.

Logikamu mungkin berbeda, karena berpikir jika perbuatan yang selama ini kamu tunjukkan bisa membuatku percaya. Padahal dimataku, kejelasan atas status hubungan lebih penting dari keposesifan yang kerap kamu lakukan. Percayalah, apa yang kita berdua lakoni hanyalah kebahagian sebentar. Tak akan berlangsung lama, jika dirimu sendiri belum bisa yakin untuk mengiyakan komitmen untuk bersama.

Kamu yang Selalu Punya Alasan untuk Menghindar, Maka Aku pun Berhak untuk Melangkah ke Depan

Kau harus tahu, jika perempuan lebih peka untuk urusan perasaan. Walau kau pikir aku tak pernah memerhatikan, diam-diam aku sudah mempelajari. Bagaimana caramu lari dari semua pertanyaan yang kerap tak bisa kau jawab. Dan salah satunya adalah tentang status hubungan.

“Entah”

Katamu sembari menghembuskan asap rokok yang sedari tadai bertengger di bibirmu. Tak bisa berbuat banyak, aku pun tak mau memaksamu untuk berikrar tentang hal yang memang aku inginkan. Tapi satu hal yang pasti, kau pun tak bisa memintaku untuk terus mengikuti apa yang menjadi keinginanmu. Sebab sebagaimana dirimu yang terus menghindar, diriku pun berhak untuk meninggalkan apa yang kuanggap tak pantas diperjuangkan.

Tak Pernah Memberi Respon Atas Kejelasan Hubungan, Lalu Bagaimana Aku Bisa Percaya?

Disamping segala perbuatan baik yang selama ini membekas di hati. Hal yang akhirnya membuatku memutuskan pergi, tentu saja karena janji yang tak bisa kau beri. Seolah sedang membangun rumah kebohongan, kau hanya bisa memberiku ilusi tentang indahnya kebahagian.

Memintaku untuk percaya bahwa kamu adalah satu-satunya sumber bahagia yang harus dipercaya. Faktanya, kamu bisa pergi dan melukai hati kapan saja kau mau untuk melakukannya. Setelah itu, mungkin aku hanya bisa meratap dan tak bisa berbuat apa-apa. Karena sedari awal kita memang bukan siapa-siapa.

Bagiku Komitmen Adalah Dasar untuk Percaya, Tapi Katamu Perbuatan Lebih dari Segalanya

Mungkin benar, untuk bisa membangun hubungan yang baik. Persamaan keyakinan atas berbagai macam hal adalah dasar dari sebuah kepercayaan atas hubungan. Sialnya, sedari awal kita memang berbeda. Aku yang meyakini janji sebagai asal mula cinta, harus berhadapan dengan kamu yang tahunya menuntut orang lain jadi orang yang disuka tanpa mau memberi kejelasan atas rasa.

Tak akan menemukan titik temu yang bisa jadi jalan keluar, biar bagaimana pun kau akan selalu percaya perbuatanmu jauh lebih baik dari segalanya. Sedang aku, yakin jika hubungan yang baik haruslah dimulai dengan janji untuk mau mengiyakan diri untuk bersama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Kerugian yang Akan Kamu Rasakan Ketika Mencintai Orang yang Tak Bisa Kamu Miliki

Mulai dari sekarang, berhenti untuk percaya pada tagline yang bilang kalau ‘cinta tak harus memiliki’. Kecuali jika kamu memang sudah rela dan bersedia disakiti. Kita tak perlu terlalu naif, dengan berkata turut bahagia ketika melihat ia bahagia meski bukan dengan kita. Karena percaya atau tidak, ketika kita sudah menaruh hati untuk mencintai, tentulah ada rasa harap atas balasan serupa untuk diri.

Sialnya, hati manusia kadang sulit terkendali. Tak peduli pada kenyataan, kita kerap menaruh hati pada dia yang jelas-jelas tak bisa dimiliki. Lalu apa hal yang lahir dari pilihan ini? Seringnya sih sakit hati. Iya, sakit hati karena berjuang sendiri.

Terus bertahan untuk tetap mencintai, yang didapat justru sakit hati. Beberapa orang mungkin sudah jatuh dan tetap bertahan, tapi kamu yang masih di permulaan perlu memahami beberapa hal ini. Agar kamu tahu jika mencintai orang yang tak bisa dimiliki hanyalah melahirkan belenggu. 

Hanya Bisa Berangan-angan, untuk Itulah Hatimu Kian Kesepian

Coba bayangkan lagi, berapa sering kamu menunggu balasan pesan darinya yang selalu berujung dengan sikap abai berhari-hari. Berharap ia bertanya kabar dan mengkhawatirkanmu yang sudah seminggu tak bertegur sapa. Ujung-ujungnya, kamulah yang selalu tetap mengalah dan menyapanya.

Masa-masa tarik-ulur hati seperti itu, pada akhirnya hanyalah jadi sebuah ilusi yang menipu. Sebab, rasa tak perduli yang datang darinya hanya membuatmu diselimuti sepi yang sangat menyiksa diri.

Rasa Cinta yang Sebenarnya Salah, Membuatmu Melewatkan Banyak Hal Penting dengan Sia-sia

Iya, iya… kami paham jika cinta memang kerap membolak-balikkan perasaan seseorang. Bahkan sering membuat hal-hal diluar nalar, hanya karena terlalu percaya pada perasaan sendiri. Dimatamu ia mungkin istimewa, berharga, dan kau yakini bisa membuatmu percaya.

Sehingga segala fokus yang kamu punya, kau kerahkan hanya pada dirinya saja. Kamu lupa pada perasaanmu sendiri, kamu lupa bahwa sesungguhnya ada banyak hal yang sudah kau lewati dengan sia-sia dan tak berarti. Jika terus menerus begitu, percayalah kamu akan kehilangan banyak hal baik dalam hidup. 

Tersiksa Karena Cemburu Tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa

Selain merasa gundah karena tak mendapat perhatian, cemburu adalah hal berat lain yang akan kamu rasakan.Tak bisa memilikinya, tak ada ruang untukmu dihatinya. Maka meski kamu sudah tersiksa karena cemburu atas orang-orang yang mungkin ada di sekelilingnya. Kamu tetap tak bisa berbuat apa-apa.

Cemburumu bisa jadi bukti cinta, tapi semuanya percuma karena ia tak pernah merasa punya keinginan bersama. Pada titik ini, harusnya kamu membuka mata. Dirinya sedang menggali luka sendiri, karena tetap berharap pada cinta yang tak bisa kamu miliki.

Kehilangan Kesempatan Bertemu dengan Seseorang yang Menunggumu Diluar Sana

Jika harus dibuka secara terang-terangan, bisa dipastikan pikiranmu sudah dipenuhi akan semua hal tentang dirinya. Merasa butuh berjuang untuk cinta yang kau rasakan, tindak bodoh macam menutup diri dari orang lain. Kau yakini sebagai sebuah upaya paling pintar untuk tetap bisa mendapatkan perhtian darinya.

Manjadikannya sebagai pusat perhatian, kamu kehilangan kesempatan untuk bisa bertemu orang baru yang mungkin bisa mencintaimu. Hanya karena bertahan pada sesuatu yang jelas-jelas tak akan pernah bisa kamu miliki.

Hati dan Jiwamu Gelisah, Karena Dirinya Tetap Tak Kunjung Memberi Hatinya

Sudahlah, ini adalah tindakan bodoh yang tak seharusnya kamu lakukan. Menyiksa diri dengan tetap bertahan pada rasa cinta yang tak berarah. Akan melahirkan banyak ketakutan dan kegelisahan pada dirimu saja. Namun dibalik semua itu, walau ada ribuan ucapan yang datang untuk menyadarkanmu. Dirimu sendiri tetap jadi penentu yang akan menyelamatkan hatimu.

Tetap bertahan untuk mencintai dia yang tak bisa kamu miliki atau bangkit berdiri untuk mencari cinta lain yan bisa membahagiakan hati.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal yang Harus Kamu Pahami Sebelum Membeli Apartemen Impianmu

Jumlah penduduk di perkotaan semakin banyak sedangkan lahan yang tersedia tidak semakin luas. Tentu kamu pun akan sulit menemukan hunian yang cocok di tengah kota besar. Salah satu solusi yang bisa kamu ambil adalah dengan membeli hunian vertikal seperti apartemen. Agar kamu tak salah pilih saat membeli apartemen, kamu perlu memahami 5 hal ini terlebih dahulu.

1. Dimana Lokasinya

Lokasi menjadi salah satu hal yang harus kamu pertimbangkan dengan matang. Lokasi yang tepat biasanya dekat dengan tempat kerja, swalayan, sekolah, dan pusat pertokoan di kota. Kamu harus lebih jeli dalam memilih lokasi apartemen yang cocok sesuai dengan kebutuhan dan keinginanmu.

2. Apa Saja Fasilitas yang Bisa Kamu Dapatkan?

Kamu perlu tahu fasilitas apa saja yang akan kamu dapatkan dari apartemen yang ingin kamu beli. Kamu pun tahu bukan bahwa apartemen memiliki luas yang relatif lebih sempit. Tentu kamu membutuhkan apartemen yang memiliki fasilitas lengkap sehingga kamu tak bosan saat menghuninya.

3. Berapa Nilai Investasinya?

Kamu juga harus paham mengenai nilai jual kembali apartemen yang kamu miliki. Pilihlah apartemen yang memiliki peluang harganya akan naik di masa mendatang sehingga bukannya rugi, kamu justru akan untung jika di masa mendatang ingin menjual apartemen milikmu.

4. Jumlah Anggaran yang Kamu Siapkan

Jangan telalu memaksakan kehendak. Sesuaikan saja apartemen yang ingin kamu beli dengan anggaran yang kamu miliki. Kamu juga harus memperhitungkan budget yang kamu perlukan untuk membeli perlengkapan lain guna ‘mengisi’ apartemen barumu nanti.

5. Jangan Lupa untuk Mendiskusikan Perihal Hunian dengan Pasangan

Jika kamu memiliki pasangan, jangan hanya memutuskan pilihan apartemenmu sendirian. Kamu tak akan menghuninya sendirian selamanya. Jadi diskusikan dengan baik bersama pasanganmu. Hal ini penting, barangkali ia punya saran yang bisa membantumu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top