Feature

Jangan Main Campur Makanan, Bukannya Gizi yang Didapat, Justru Mengundang Bakteri Jahat

Dalam membuat variasi menu makanan, ternyata kamu tak bisa asal mengombinasikannya. Kalau tak hati-hati, justru tubuhmu dan kesehatanmu yang jadi ancamannya. Tanpa kamu sadari, ada lho makanan seperti sayur atau buah-buahan yang sejatinya memang tak boleh dicampur dengan makanan lain. Sebab kalau dipaksakan, akan ada reaksi kimia yang justru berbahaya bagi proses pencernaanmu.

Di lain sisi, kenapa kamu tak boleh asal mencampurkan menu makanan? Karena tingkat kebersihan makanan ‘kan berbeda-beda, siapa tahu salah satu makanan ada yang tercemar dan justru mengundang bakteri jahat untuk masuk ke tubuhmu. Bahaya, ‘kan? Karenanya, daripada terjadi hal-hal yang tak diinginkan, lebih baik jaga diri dari sekarang ya, Kawan. Mengutip dari Bright Side, ini dia mana yang sebaiknya jangan dicampurkan dengan makanan lainnya.

Tomat dan Timun

Bukan, ini bukan soal tebak-tebakan tomat dan timun itu golongan sayuran atau buah-buahan. Tapi kalau kamu membuat racikan yang terdiri dari tomat dan timun, justru akan membahayakan tubuhmu. Dua menu ini sejatinya memang mengandung vitamin yang baik untuk tubuh, tapi bila dicampurkan, justru tak baik untuk sistem pencernaanmu.

Berdasarkan penelitian, mengombinasikan tomat dan timun akan mengganggu proses biokimia di dalam tubuh dan memicu munculnya perasaan nyeri. Kamu bisa menyiasati konsumsi dua sayuran ini dengan melahap tomat terlebih dahulu, baru di kemudian hari mengonsumsi timun demi mencegah terjadinya hal buruk pada pencernaanmu.

Kentang dan Daging

Kendati seporsi kentang sering jadi teman makan steak favoritmu, ternyata kandungan karbohidrat yang ada pada kentang kalau digabungkan dengan protein yang ada pada daging justru tak baik untuk tubuh. Terutama bagi pencernaanmu.

Kalau terlalu sering mencampurkan kentang dengan seporsi daging, tubuhmu akan memproduksi banyak gas sehingga membuat perut rentan mulas. Padahal sebagai pengganti kentang, kamu bisa memanfaatkan asparagus, kacang-kacangan hijau, bahkan zucchini.

Susu dengan Nanas

Buah dengan rasa asam seperti nanas membuat kinerja pencernaanmu semakin lambat. Apalagi kalau kamu memakannya di pagi hari. Di lain sisi, nanas mengandung bromelain, yaitu enzim yang bisa berubah jadi racun berbahaya kalau dikombinasikan dengan susu atau produk olahan susu. Sebagai pengganti, kamu bisa mengonsumsi aprikot kering yang lebih kaya manfaat.

Susu dan Pisang

Bagi mereka yang gemar dengan menu makanan sehat, suka terpikirkan mencampurkan susu dengan pisang. Mungkin banyak yang mengira protein pada susu akan sangat baik kalau dikombinasikan dengan pisang yang tinggi potasium. Padahal berdasarkan anjuran ahli gizi, buah yang satu ini tak boleh dicampurkan dengan menu makanan apa pun.

Yup! Makan pisang harus terpisah. Pisang termasuk golongan makanan yang butuh waktu lama untuk dicerna, sistem pencernaan bekerja pelan-pelan agar serat pada buah pisang terlumat dengan sempurna. Di lain sisi, susu merupakan golongan minuman yang memang dianjurkan dikonsumsi terpisah tanpa menambah menu makanan lainnya.

Sandwich dan Kopi

Saat sedang buru-buru, biasanya kita akan melahap apa pun yang ada di meja makan asal mengenyangkan. Atau lebih instan lagi, kita tinggal melahap sandwich dibarengi segelas kopi. Padahal, dua menu sarapan ini kalau dikonsumsi secara bersamaan malah tak akan mendatangkan gizi yang baik untuk tubuhmu.

Karbohidrat yang ada pada roti justru menghalangi kalsium yang masuk dari keju atau daging yang ada pada isian sandwich. Di lain sisi, mengonsumsi kopi di pagi hari memang tak mendatangkan manfaat apa-apa, untuk itu ganti saja secangkir kopimu dengan teh hangat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top