Feature

Jangan Kepedean, Kamu Harus Bisa Membedakan Antara Kencan dan Teman Jalan

Jalan berdua tidak selalu menandakan kalian sedang berkencan. Bisa saja hanya terjadi proses teman jalan, itu biasa dan cukup lumrah. Maka dari itu, kamu tidak boleh terlalu percaya diri atau besar kepala ketika ada laki-laki yang mengajakmu jalan. Meskipun itu malam minggu sekalipun.
Memang ini masalah perspektif. Sudut pandang kalian bisa menentukan apakah saat ini kalian dikategorikan kencan atau teman jalan. Pahitnya, apabila kalian sudah kegeeran merasa diajak kencan, ternyata dia sudah memiliki pasangan, terus kamu merasa jadi bahan pelampiasan atau merasa di-PHP’in. Padahal kamu saja yang tidak sadar kalau ia mengajak jalan bukan untuk kencan.
Untuk itu mari kita luruskan apa perbedaan kencan dan teman jalan. Sebuah studi dilakukan oleh ChristianMingle.com pada ratusan koresponden dari berbagai negara untuk menemukan perbedaan kedua hal yang kadang kala sulit untuk dibedakan.

Bedakan Antara Jalan yang Sudah Direncanakan Dengan yang Dadakan

Perihal diajak jalan oleh lawan jenis, tentu adalah hal yang sangat membingungkan bagi kalian wahai perempuan. Kami mengerti, apabila kalian saat itu sedang berfikir, “apakah ini ajakan kencan?”. Pasalnya tidak ada orang yang ngajak kencan ngomong secara blak-blakan bukan? namun tidak selama ajakan jalan selalu berujung terhadap sebuah kencan.

Letak perbedaanya adalah apakah ia sudah merencanakan jauh-jauh hari, atau dadakan. Apabila ia merencanakan tiga atau dua hari sebelumnya studi tersebut menjelaskan itu berarti kencan. Tetapi kalau rencananya dadakan, seperti kamu dikabarkan di hari yang sama atau selang sehari sebelumnya, dipastikan kamu hanya dijadikan teman jalan. Entahlah, mungkin ia sedang bosan.

Topik Obrolan yang Selalu Mengarah Rayuan Kepadamu

Jelas saja, terdapat perbedaan dari topik obrolan antara kencan dan teman jalan. Karena untuk menandakan si lawan jenis ini serius atau berusaha mendekatimu. Mereka pasti akan membangun topik obrolan yang seru. Dengan alasan dapat meninggalkan kesan yang mendalam.

Menurut studi tersebut, tipikal topik obrolan yang kencan adalah bersifat personal, seperti ingin menggali tentang dirimu sampai memuji dirimu, “kamu nampak cantik dengan pakaian itu”. Sebaliknya, apabila topik obrolan hal umum biasa, seperti membicarakan reality show di TV yang semakin tidak jelas, sampai membiara teman perempuan yang ia anggap mempesona. Sudah jelas kalau kamu dan dia hanyalah teman biasa.

Berbicara Cinta, Seolah-olah Ia Tidak Bergairah dan Mengalir Apa Adanya

Meskipun kalian hanya teman jalan, berbicara soal love life pasti tetap menjadi topik yang akan diangkat. Namun ada perbedaan bagaimana cara membicarakannya. Perbedaan tersebut biasanya cukup mencolok loh, apabila kamu memperhatikan dengan seksama.

Kalau lawan jenis mengatakan tak ada keinginan untuk menjalin cinta dalam waktu dekat atau kerap berbicara mendahulukan karir dibanding asmara, ia berarti tak menanggapmu sebagai orang yang diajak kencan. Ia seperti menaruh batasan. Tetapi beda halnya kalau kamu adalah orang yang dikencani, pasti ia berbicara soal percintaan bahkan sampai bertanya “kamu ada target menikah kapan?”

Bahkan, Traktir adalah Tanda Siapa Kamu Sebenarnya di Matanya

Tanpa perlu dijelaskan panjang lebar. Tentu kamu paham saat kamu kerap ditraktir, dan kemudian selalu diajak jalan tiap hari.  Kalau ia memiliki keseriusan untuk mendekatimu lebih dari seorang teman. Apabila pada pertemuan pertama sampai seterusnya kamu selalu bayar sendiri, itu sudah pasti kalau kamu bukan siapa-siapa di matanya.

Setelah Pertemuan, Apakah Ia Memberikan Kamu Kabar Atau Usai Setelah Berpamitan?

Untuk tanda yang terakhir, dari hasil studi yang digali oleh ChristianMingle.com, adanya kabar atau ajak mengantar pulang merupakan suatu bukti kalau lawan jenis menginingkan kamu menjadi miliknya setelah semua ini. Tetapi kalau kalian pulang sendiri-sendiri kemudian tidak ada kabar seperti bertanya “sudah sampai rumah?”, jangan bilang kepada teman kalian, kalau kalian habis kencan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dibantu Ulama FPI, Polisi Halau Massa Rusuh di Fly Over Slipi

Melanjuti aksi demo yang terjadi sejak kemarin, pagi tadi sekelompok massa diberitakan kembali merusuh di flyover Slipi, Jakarta Barat. Dilansir dari detik.com, Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyatakan jika massa tersebut bukan dari santri atau Front Pembela Islam (FPI).

“Ini massa dari luar daerah, bukan dari FPI. Kami bersama FPI, kami dibantu ulama,” kata Kombes Hengki saat dihubungi, Rabu (22/5/2019).

Lebih lanjut, Hengki mengatakan sebagian besar massa datang dari daerah. Mereka terlihat mulai bergerak datang sejak pukul 02.00 Wib dini hari tadi.

“Mereka mau gabung ke Tanah Abang, kami halau,” lanjut Hengki.

Akan tetapi, ketika dihadang mereka tidak terima, kemudian sempat terjadi bentrok dengan polisi.

“Petugas dilempari batu, macam-macam,” imbuh Hengki.

Saat berita ini dituliskan, dilaporkan polisi masih berjaga-jaga pada sejumlah titik di beberapa wilayah di Jakarta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Berjodoh Tak Harus Pacaran, Karena Pacaran Pun Belum Tentu Jadi Jodoh Sungguhan

Seolah tak pernah ada habisnya, status jomblo atau sendiri memang selalu dianggap sebagai sesuatu yang menyedihkan. Dijadikan bahan olokan hingga membuat seseorang tak percaya diri jika harus ditanyai oleh orang lain. Hey, meski saat ini kamu sedang tak punya pacar, untuk perkara jodoh tak ada yang perlu kamu khawatirkan. Karena mereka yang berpacaran belum tentu bisa berakhir di pelaminan.

Percaya deh, urusan jodoh tak selalu harus dilalui dengan fase pacaran. Bahkan beberapa orang berhasil menikah meski tak pernah berpacaran. Sedangkan mereka yang berpacaran, sering berakhir dengan sebuah perpisahan. Satu hal yang perlu selalu kamu ingat, dia yang kelak menjadi jodohmu akan datang dengan cara-cara yang istimewa dan tak terduga.

Tak Pacaran Bukan Berarti Tak Akan Bertemu Pasangan

Biarkan semua orang mengutarakan pendapatnnya. Apalagi mereka yang sering bilang kalau tak pacaran tak akan bertemu jodoh. Kamu tak bisa menahan mereka untuk tak perlu berkata demikian. Tapi kamu berhak untuk selalu percaya tentang konsep jodoh yang berbeda dari pemahaman mereka.

Pacaran bukanlah sebuah keharusan yang wajib dijalan semua orang untuk bisa bertemu pasangan. Bertahun-tahun bersama, bisa jadi kamu tak berjodoh dengannya. Lalu sebaliknya, tak pernah terlibat dalam hubungan pacaran. Tiba-tiba saja kamu yakin dan percaya untuk menikahi seseorang.

Sebab Sekuat Apapun Kamu Menjaganya, Jika Memang Bukan Jodoh ya Tetap Akan Pergi Juga

Bertahun-tahun bersama, saling sayang dan mengerahkan semua rasa. Di pertengahan jalan, hubunganmu bisa kandas begitu saja. Dari sini kita harusnya paham, jika hubungan dua orang yang berpacaran bisa berakhir dengan mudah jika memang keduanya tak ditakdirkan untuk bersama.

Sebaliknya, jangankan untuk berpacaran, bertemu dan bertegur sapa pun mungkin tak pernah. Lalu entah bagaimana caranya, tiba-tiba dipertemukan, tiba-tiba saling perhatian, jatuh cinta lalu saling sayang. Kamu harus tahu, jika cinta selalu punya cara yang berbeda untuk hadir atas hidup dua orang manusia.

Namun Dia yang Sudah Digariskan Bersama, Akan Selalu Punya Cara untuk Datang Meski Tak Diminta

Seperti yang tadi sudah dijelaskan, kamu tak akan pernah bisa menebak bagaimana semesta bekerja. Menaruhmu pada cinta yang salah, membuatmu terluka, hingga akhirnya hampir menyerah dengan konsep cinta sejati yang konon akan membuat bahagia.

Tapi pada satu waktu yang tak terduga, dia yang menjadi pasangan hidup, bisa saja datang dengan tiba-tiba. Menawarkanmu hati yang tulus, lalu mengajakmu menikah tanpa harus berpacaran terlebih dahulu sebagaimana biasanya. Asal kamu yakin dan bisa memastikan dia adalah orang yang tepat, percayalah ia memang jodoh yang Tuhan kirimkan.

Semua Hal Sudah Ditentukan, Kita Hanya Bertugas Menjalankan

Tak perlu mendesak Tuhan agar mempertemukanmu dengan seseorang yang bisa jadi pacar. Atau mengutuki keadaan karena masih saja sendiri dan jadi bahan pergunjingan kawan-kawan. Teruslah berjalan untuk semua hal yang ingin kamu lakoni, apapun itu yang akan terjadi di hari esok biarlah jadi kejutan.

Hadapi semuanya dengan tenang, sembari belajar jadi orang yang lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Sebagai seorang manusia, kita hanya bertugas untuk menjalankan semuanya. Tak perlu terlalu khawatir akan sesuatu yang belum terlihat bagaimana akhirnya.

Jangan Pula Risau Pada Cibiran Orang, Sebab Mereka Bukan Tuhan

Dengar, mendengarkan semua omongan orang tak akan ada habisnya. Tak tahu apa yang kita hadapi, semua teman dan kawan hanya bisa berkomentar. Tak bijak dalam mengatasinya, bisa-bisa kitalah yang pusing sendiri. Untuk itu, tanpa bermaksud mengabaikan mereka yang sebenarnya mungkin hanya ingin menunjukkan kepedulian. Belajarlah untuk abai pada cibiran-cibiran yang tak bermanfaat untuk kehidupan. Sebab, sebaik apapun kita menjalani hidup, tak akan pernah sempurna di mata orang.

Tetap Perbaiki Diri dan Agar Dipertemukan dengan Dia yang Kau Ingini

Konon, jodoh ada cerminan diri. Kalau kamu memang memiliki peringai baik, maka dia yang akan menjadi jodoh juga akan baik. Sebaliknya, jika kita masih saja berkelakuan buruk, besar kemungkinan dia yang menjadi pasagan juga punya kelakuan yang tak benar. Terserah dirimu, mau percaya tentang konsep ini adalah hakmu. Tapi perihal memperbaiki diri, adalah sesuatu yang wajib kita lakoni. Meski tak bertujuan untuk segera dipertemukan dengan jodoh, berubah ke arah yang lebih baik bukanlah sebuah kesalahan.

Karena Meski Tak Berpacaran, Kalau Sudah Jodoh Pasti Akan Dipertemukan

Jodoh adalah perkara takdir dari Tuhan, tak bisa dielak dan diganggu gugat. Sekuat apapun ditolak jika memang sudah berjodoh tentu akan bertemu juga dan begitu pula sebaliknya, meski susah payah dijaga kalau memang tak berjodoh tetap akan berpisah juga. Pacaran hanyalah satu fase yang dinilai bisa menghantarkanmu kepada pernikahan, tapi tak bisa memastikan hubungan akan berakhir di pelaminan.

Ini adalah sebuah persoalan yang sebenarnya tak perlu dijadikan kekhawatiran. Jadi tak perlu khawatir berlebihan. Karena jika memang sudah berjodoh ia akan tahu kemana ia akan pulang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

5 Cara Tepat untuk Mengatasi Mabuk Perjalanan Selama Mudik Lebaran

Pulang ke kampung halaman ketika lebaran, rasanya sudah jadi agenda tahunan yang rutin kita lakukan. Tapi masalahnya, selama perjalanana kita tentu akan bertemu dengan kemacetan. Bahkan tak hanya itu saja, beberapa orang juga harus berjuang untuk melawan rasa mabuk selama perjalanan.

Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah motion sickness, yakni semacam ganggung pada telinga bagian dalam yang menyebabkan kita mual, pusing bahkan muntah. Menurut dokter, Dr Jennifer Derebery  dari The New York Times, mabuk terjadi ketika dikarenakan ketidakseimbangan antara mata, telinga bagian dalam, dan sumsum tulang belakang.

Nah untuk itu, kali ini kami punya beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghalau mabuk dalam perjalanan untuk mudik lebaran nanti.  

1. Coba Fokuskan Mata untuk Melihat Objek yang Bergerak

Ketika kita sedang mabuk, rasanya menutup mata dan tertidur adalah obat yang paling kita butuhkan. Namun, meski itu adalah sesuatu yang wajar, sebaiknya jangan dilakukan ya. Daripada menutup mata, jauh lebih baik jika kita mengarahkan pandangan pada satu objek bergerak.

Menurut Dr Jennifer, cara ini ampuh untuk membuat tubuh pulih dari mabuk perjalanan. “Lihatlah sesuatu yang bergerak selama beberapa menit. Cara ini membantu mengarahkan telinga bagian dalam sehingga meringankan gejala mabuk,” begitu tuturnya.

2. Selanjutnya Pilih Posisi Duduk yang Terbaik

Untuk mabuk yang tak terlalu parah, cobalah ambil posisi duduk di bagian kursi depan mobil. Konon cara ini akan membuat mata bisa melihat setiap gerakan pada objek yang berjalan seperti yang tadi sudah disebutkan. Nah, untuk kalian yang mungkin mudik dengan pesawat atau kereta, cobalah cari kursi yang letaknya di dekat jendela.

Selain itu, hindari dulu aktivitas seperti membaca, menonton, dan bermain ponsel. Karena, aktivitas tersebut biasanya akan menghilangkan keseimbangan telinga bagian dalam yang bisa menyebabkan mabuk perjalanan.

3. Minum Air Putih yang Banyak dan Hindari Mengonsumsi Makanan Tertentu

Sehabis muntah, meski masih tak ingin sebisa mungkin paksa diri untuk minum air hangat. Ini bertujuan untuk mencegah dehidrasi, karena isi perut kita mungkin sudah kosong karena muntah. Akan tetapi, jangan pula buru-buru untuk mengisi perut dengan jenis makanan yang asal. Seperti gorengan, makanan pedas, atau makanan berat lainnya.

Makanan-makanan itu sulit dicerna sehingga bisa menyebabkan perut kembali muntah. Sebaliknya, pilihlah makanan yang mudah dicerna seperti sup ayam, roti tawar dan biskuit.

4. Usapkan Minyak Angin Ke Perut atau Coba Makan Permen

Nah, cara yang satu ini biasanya cukup ampu untuk menghilangkan rasa mual selama perjalanan. Yap, kamu bisa membalurkan minyak angin di bagian leher dan perut untuk menghangatkan bagian tubuh tersebut. Namun, jika kamu alergi atau tak begitu suka dengan bau minyak angin, cobalah makan permen mint untuk hilangkan rasa mual.

5. Dan yang Terakhir, Bantu Cegah Mabuk dengan Minum Obat Anti Mabuk

Jika empat cara yang tadi sudah dijelaskan masih tidak mempan, mungkin ini saatnya kamu pakai cara yang terakhir. Selain lebih praktis, memakan obat pencegah mabuk perjalanan biasanya cukup akurat. Pilihlah obat anti yang mengandung antihistamin sehingga bisa mencegah rasa mabuk. Sebagai tambahan, sebaiknya minumlah obat tersebut satu jam sebelum perjalananmu akan dimulai. Dengan begitu, kandungan obatnya sudah lebih dulu bereaksi.

Tak hanya itu saja, upaya lain yang juga bisa kita lakukan adalah memakai benda yang bisa menekan titik pergelangan tangan. Seperti jam tangan atau gelang, yang bisa mempengaruhi keseimbangan telinga bagian dalam. Sehingg rasa mual yang biasanya datang diminimalisir dan tak menyebabkan kita mabuk selama perjalanan.

Nah, itulah 5 cara tepat untuk mengatasi mabuk perjalanan selama mudik lebaran yang bisa  kamu lakukan. Semoga berguna ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top