Feature

Jangan Hanya Peduli Pada Badanmu, Jauhi Aktivitas yang Nyatanya Bisa Membahayakan Pikiran  

Hidup sehat bukan perkara olahraga saja lho. Semua orang tentu mau senantiasa diberi kesehatan. Tapi sudah sejauh mana kita selalu menjaga anugerah tersebut? Kita selalu memikirkan soal kesehatan liver, jantung, paru-paru dan organ tubuh lainnya. Lalu bagaimana dengan organ di area kepala?

Ya, salah satunya adalah otak. Kamu sendiri tentu tahu dan paham, otak memiliki peran yang sangat vital dan krusial. Tapi tak sedikit dari kita yang cenderung lalai untuk menjaga organ yang satu ini. Padahal, lalai sedikit, bisa membuat pikiranmu jadi semrawut. Karenanya, mulai sekarang, cobalah untuk lebih fokus menjaga organ tubuhmu yang satu ini, ya!

Waktu Tidurmu Kurang, Coba Hitung Lagi Berapa Jam Kamu Tidur dalam Sehari?

 Ini yang sering diabaikan. Setelah melewati hari yang melelahkan, bukankah seharusnya tubuh kita beristirahat yaitu dengan tidur selama 6-8 jam sehari? Tapi yang sering terjadi justru banyak orang yang menyepelekan dengan mengurangi waktu tidur mereka. Bahkan tak sedikit yang akhirnya terbiasa punya waktu tidur kurang dari lima jam.

Padahal kebiasaan semacam ini tak baik lho dan bisa mempercepat kerusakan otak. Setiap kamu kurang tidur, sama saja kamu mematikan sel-sel yang ada pada otakmu. Itulah mengapa keesokan harinya kamu sukar fokus, kurang konsentrasi, dan kesukaran lainnya yang kamu rasakan kalau keseringan begadang.

Tak Baik Lho Memaksakan Diri untuk Tetap Kerja Padahal Kamu Sedang Sakit

Kamu bukan robot dan tak menutup kemungkinan kalau kamu bisa sakit. Sekuat apa pun kamu mengusahakan tubuhmu agar selalu sehat, namun jika ada situasi dimana daya tahan tubuhmu menurun, tentu saja fisikmu bisa ambruk. Sementara itu, daya tahan tubuh menurun justru kalau kamu terlalu diforsir dalam bekerja. Karenanya, kalau sudah sakit ya beristirahatlah. Tak perlu merasa gengsi atau tak enak kalau harus izin lantaran sakit. Hei, tubuh—terutama kepala dan otak pun perlu beristirahat. Kalau kamu memaksanya untuk terus bekerja, kapan bisa sembuhnya?

Sebab Sarapan Itu Jangan Sampai Terlupakan

Coba ingat lagi, seberapa sering kamu melewatkan waktu sarapan? Padahal tak baik lho kalau terlalu sering melakukan hal yang satu ini. Yang namanya sarapan, sejatinya baik untuk mendompleng energimu, bukan? Kalau tak ada asupan yang masuk ke tubuhmu, otakmu otomatis ikut kekurangan energi untuk mengerjakan fungsinya. Tak heran sebagian dari kita kalau melewatkan sarapan pasti merasa lemas, pusing, bahkan kurang konsentrasi.

Kamu Tak Bisa Hidup Sendiri, Berinteraksilah dengan Sesamamu

Tak ada manusia yang bisa hidup seorang diri. Hidup tanpa interaksi hanya akan membuatmu serasa ingin cepat mati. Karenanya, sekalipun temanmu hanya satu dua orang dan lingkungan mengenalmu sebagai sosok yang sangat tertutup, setidaknya cobalah buka hati untuk berinteraksi.

Hidup seorang diri hanya akan membuatmu merasa tertekan. Hal ini tentu tak baik untuk kesehatan otakmu, bukan? Dengan berinteraksi, tak hanya saling mengenal, kamu akan belajar banyak hal yang bisa membuka wawasanmu. Di lain sisi, kurangi juga intensitasmu sibuk bersama gawai. Demi hidup yang lebih seimbang dan otak yang lebih sehat, Kawan!

Terlalu Sibuk dengan Gawai Selain Merusak Hobi Lamamu juga Bisa Membahayakan Otakmu Lho

Otak dianugerahkan Tuhan untuk memampukanmu agar bisa berpikir, bukan? Namun kalau kamu semakin tak optimal dalam menjalankan fungsi otakmu, tak menutup kemungkinan ukurannya pun akan menyusut. Sebagian dari kamu mungkin punya hobi lama seperti membaca buku, menulis, dan semacamnya. Namun seiring keberadaan gawai, kamu jadi melupakan hobi lamamu ini. Padahal, penting sekali mengasah kegiatan seperti ini sebab bisa menyehatkan otak sekaligus menstimulasi agar sel-sel di otak tidak mati.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Sudah Pergi, Jangan Kembali Lagi 

“Setelah perpisahan kita, hatiku memang remuk. Dihantam dengan keras oleh perpisahan, hingga sulit untuk melupakan”

Kita pernah bersepakat, agar terus jadi dua orangyang sepaket. Bersama dalam suka dan duka, beriringan meski dihadang cobaan, dan akan tetap saling mengenggap apapun hal yang akan terjadi di depan. Sampai akhirnya, hari perayaan patah hati itu tiba tanpa diduga. Hubungan yang sudah sekian lama dibina, selesai begitu saja.

Sampai kini, aku masih bisa mengingat setiap janji yang pernah kamu sampaikan. Diucapkan dengan penuh keyakinan, dan memintaku percaya atas semua yang kamu bilang. Walau kini aku harus banyak-banyak menyadarkan diri sendiri. Meminta hatiku melupakan agar tak lagi terbayang atas kisah cinta yang pernah kita jalankan. Karena nyatanya, perpisahan itu sudah berlangsung lama, walau sampai kini masih menyisahkan luka.

Belajar melepaskan tentu bukanlah upaya yang mudah. Ada ribuan rasa sayang yang susah payah aku lupakan, jutaan kenangan yang juga harus kuhilangkan dari ingatan. Hidup tanpa dirimu, aku berjuang melepaskan semua cintaku. Pelan-pelan semuanya mulai membaik. Hidupku berjalan dengan alur yang hampir sempurna. Tak lagi berharap bersama, aku mulai berdamai dengan hidup yang kini aku punya.

“Lalu, kau datang lagi. Menawarkanku hati untuk kembali dicintai…”

Kamu mungkin tak tahu, bagaimana kerasnya upayaku. Belajar melupakan semua kenangan, menata hati yang kemarin kau porak-porandakan. Lalu  dengan mudah kau hancurkan. Tanpa rasa bersalah, kau haturkan maaf atas kepergian pertama, lalu mengajakku untuk kembali memulai semuanya dari awal seperti pertama kali kita jumpa. Dirimu bisa saja menjadi manis dalam berkata-kata, tapi sikap dan perilaku bisa jadi masih serupa.

Harus kuakui memang, perasaan sayang dan cinta yang kumiliki masih serupa, ada untukmu sesuai porsinya. Tapi patah hati pertama, jadi alasan logis yang membuatku tak harus menerimau kembali sebagai yang tercinta. Tak bisa mencegahmu datang kembali, tapi kuharap dirimu akan mengerti jika sudah tak ada ruang untuk kembali saling mengasihi.

Bawalah cinta dan keinginanan yang kini kembali kamu sampaikan. Aku akan tetap melanjutkan hidup tanpa berharap bisa kembali bersama denganmu lagi. Tak lagi pernah berharap untuk bisa bergandengan, aku belajar jika sebagian cerita yang kuanggap menyenangkan tak selalu jadi sesuatu yang layak diperjuangakan. Mari sama-sama melupakan dengan tak lagi saling mengusik kebahagian. Sebagaimana aku yang sudah sejak lama menjauh darimu, kuharap kau pun bisa melakukan hal serupa atas diriku.

“Jika sudah pergi, tak perlu datang lagi”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Selebgram Laporkan Lucinta Luna Karena Telah Menginjak Fotonya 

Lucinta Luna memang tak pernah luput dari pemberitaan. Baru-baru ini, ia dilaporkan oleh seorang selebgram bernama Rivelino Wardhana ke kepolisian, karena sikapnya dalam sebuah tayangan konten talkshow di salah satu channel Youtube.  

Pada tayangan tersebut, terlihat sesorang memperlihatkan foto Rivelino Wardhana, Lucinta Luna yang melihatnya terlihat tampak geram hingga kemudian menginjak foto tersebut di lantai. Lantaran tak terima dengan sikap dari Biduan tersebut, selebgram tersebut memilih jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan mereka.

Dikutip dari Kapanlagi.com, pelantun lagu Bobo Dimana tersebut mengaku belum menerima kabar dari lawyer atau manajernya mengenai kabar tersebut.

“Oh aku sih belum tahu ya ada laporan kayak gitu dari lawyer aku, manajer aku juga enggak tahu. Di situ kita belum terima laporannya karena Lucinta ini baik terhadap siapa pun,” ujar Lucinta Luna, saat saat ditemui di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Mantan personil Dua Bunga itu, akan dilaporkan karena ada dugaan pencemaran, penghinaan, dengan menyerang kehormatan. Akan tetapi, disinggung perihal sikapnya tersebut, dirinya merasa tak merasa bersalah kepada pria yang digosipkan pernah menjalin hubungan dengannya itu.

“Aku nggak tahu apa-apa ya, enggak ngerti. Intinya aku enggak menerima laporan tertentu karena aku baik-baik saja kok,” jelasnya.

Dan dari pengakuannya, Lucinta Luna menyebut kalau aksi menginjak foto itu adalah ide dari tim kreatif acara yang diisinya. Saat ini ia sendiri tidak mau berkomentar lebih banyak terkait kasus itu.

“Oh nggak ada (motifnya) kok. Itu yang inisiatif orang kreatifnya saja,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ardina Rasti dan Suami Sepakat Atur Batasan dalam Menerima Tawaran Iklan untuk Anaknya

Pasangan Ardina Rasti dan Arie Dwi Andika masih menikmati tumbuh kembang buah hati mereka, Anara Langit Adria. Anara yang masih berusia sekitar 7 bulan, kata Rasti, sudah dapat beberapa tawaran iklan.

“Ada, sih, sebenarnya ada. Cuma kami mikirnya, produknya yang berhubungan dengan baby,” kata Rasti seperti dikutip dari Kumparan.com. Ia mengatakan, dirinya tak menolak tawaran iklan untuk putranya yang lahir pada 8 Desember 2018 lalu. Namun ia cukup selektif dalam memilih tawaran iklan agar sesuai dengan Anara. Bahkan keduanya memiliki batasan khusus.

“Kalau misal memang cocok dan enggak mengganggu waktu dia, ya. Pokoknya, kami fleksibel saja. Kami batesin, sih, yang penting enggak terbuka, jangan sampai enggak pakai baju. ‘Kan ada yang posting bayi berenang, sebaiknya jangan,” ucap Rasti.

Saat ini, keduanya masih sibuk berbagi tugas mengurus Anara. Sebab, mereka memilih untuk tidak menggunakan jasa baby sitter untuk merawat Anara.

“Kalau masih guling-gulingan, masih bisa ditinggal, sekarang ganti-gantian sama Arie. Karena, kami ngasuh baby tanpa baby sitter. Jadi, kami lagi menikmati seru-serunya, deg-degan momong anak,” ucapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top