Feature

Jangan Hanya Gaya Doang, Kamu Yang Berkacamata Perlu Perhatikan Hal Ini Agar Sesuai Dengan Wajahmu!

Dulu orang yang memakai kacamata kerap dianggap kutu buku dan cupu. Image orang yang kurang bergaul biasanya juga melekat pada pemakai kacamata. Seiring berkembangnya jaman, kian banyak model kacamata yang diproduksi. Hal ini tentu membuat anggapan cupu tak lagi melekat pada pengguna kacamata. Tampilan yang dulu dianggap sebelah mata sekarang bisa jadi gaya andalan. Kamu yang pakai kacamata bisa terlihat lebih pintar dan juga kece.

Banyaknya model kacamata tidak berarti membuat kamu bebas mengenakan aneka macam model, warna dan ukuran kacamata. Ingat setiap orang memiliki bentuk dan warna kulit wajah yang berbeda! Bila ingin memperoleh tampilan yang menawan, kamu juga harus menyesuaikan kacamata dengan bentuk dan warna kulit wajah kamu. Ini menjadi PR bagi kamu untuk bisa memilih jenis kacamata yang sesuai denganmu. Jangan sampai kamu salah pilih kacamata dan membuat penampilannmu jadi terlihat aneh. Panduan di bawah ini bisa menjadi acuan kamu untuk memilih kacamata yang pas. Kalau sudah begini, kamu pun bisa tampil maksimal.

Pemilihan kacamata yang sesuai dengan bentuk wajah, akan membuat mukamu jadi tidak terlihat aneh

Kalau kamu harus pakai kacamata atau hanya mau buat gaya, hal yang harus banget diperhatikan sesuaikan bentuk wajah kamu dengan model kacamata yang akan kamu beli. Karena pemilihan kacamata yang sesuai dengan bentuk wajah akan membuat wajahmu memiliki daya tarik tersendiri. Kamu bisa terlihat satu tingkat lebih cantik atau tampan jika menggunakan kacamata dengan bentuk yang pas dengan wajah, dan bernasib sebaliknya jika salah memilih bentuknya. Pemilihan bentuk frame sangat berpengaruh untuk sisi kosmetik ataupun fashion.

 Kamu yang berwajah bulat sebaiknya pilih kacamata yang berbentuk persegi panjang dengan sudut tajam untuk mempertegas bentuk wajah yang kamu punya. Karena bentuk wajah bulat biasanya ditandai dengan wajah yang tidak bersudut, pemilihan model kacamata persegi panjang akan membuat wajahmu lebih lonjong.

Untuk kamu yang berwajah kotak, Akan lebih baik jika kamu memilih model kacamata dengan bentuk sudut melengkung. Hal ini berguna untuk menyamarkan bentuk tegas pada wajahmu. Adapun model cat eyes yang lagi hits sangat cocok untuk kamu yang memiliki bentuk wajah hati. Model kacamata seperti ini akan membuat tulang pipimu terlihat lebih kecil dengan bentuk alis yang tegas.  kamu yang memiliki bentuk wajah oval adalah orang yang beruntung, karena bentuk kacamata apapun akan pas untuk wajahmu.

Selain bentuk, ukuran frame juga wajib diperhatikan supaya tidak menutupi wajah

Selain bentuk bingkai hal lain yang harus diperhatikan adalah ukuran frame yang akan kamu pakai. Jangan sampai bentuk kacamatanya sudah benar namun dirusak dengan ukuran yang tidak pas. Mungkin ini menjadi salah satu kendala banyak orang ketika memilih kacamata, kesalahan dalam memilih ukuran frame karena tidak tahu apa yang harus diperhatikan. Bentuk dan ukuran akan selaras dengan kecocokan wajahmu.

Size kacamata biasanya terdiri dari size lensa (lebar lensa) dan size bridge (ukuran lebar jembatan hidung). Size lensa dari segi kesehatan berguna agar kamu bisa menempatkan posisi pupil mata tepat di tengah fokus lensa, ini berguna agar penglihatan lebih nyaman dan fokus. Size lensa erat kaitannya dengan PD (Pupilary Distance : jarak antar pupil kanan-kiri). Bagi kamu yang minus/plus tinggi sebaiknya pilih kacamata yang sizenya kecil atau framenya tebal, ini berfungsi untuk menutup ketebalan lensa sehingga tidak terlalu nampak.

Size bridge berguna agar kamu dapat menentukan kenyamanan posisi kacamata pada hidung. Kamu yang punya hidung minimalis bisa pilih frame dengan bridge kecil atau dengan nosepad (bantalan hidung) yang bisa disetel, agar posisi nosepad dapat disesuaikan dudukannya dengan hidungmu.

Size kacamata biasanya tertera di sisi dalam gagang kacamata, tapi ada juga yang tertera di jembatan hidung atau di nosepad (bantalan hidung) pada frame plastik. Selain size lensa & bridge, ada juga size temple length (panjang tangkai) dan vertical lens (tinggi lensa). Tapi tinggi lensa tidak tertera di bagian frame. Kenapa? karena ini tidak begitu pengaruh terhadap fokus mata. penentuan tinggi lensa hanya berguna bagi mereka pengguna lensa progressive (lensa multi fokus). Panjang tangkai dan atau vertikal lensanya tidaklah terlalu penting karena sudah dibuat secara proporsional.

Kalau sudah tahu modelnya, pilih warna frame sesuai dengan warna kulitmu supaya tidak terlihat norak

Setelah kamu tahu size dan bentuk kacamata yang tepat. Hal lain yang tak kalah penting adalah pemilihan warna, meskipun mayoritas kacamata berwarna hitam, tetapi sekarang juga banyak warna dengan berbagai gradasi. Nah, supaya kacamata yang kamu pakai tidak terlihat norak kamu bisa pilih warna kacamata sesuai dengan warna kulitmu.

Pilih warna frame yang sesuai dengan warna kulit, mata, rambut, ataupun pakaian. Kalau kamu memiliki warna kulit terang, putih, kuning,  kamu bisa pakai kacamata dengan semua warna. Sedangkan kamu yang berkulit sawo matang kamu bisa pilih frame dengan warna krem atau coklat. Warna biru, biru donker, maroon jadi warna yang cocok buat kamu yang punya warna kulit gelap. Tapi kalau kamu tidak mau ambil pusing hitam selalu menjadi warna yang aman.

Nah, selamat mencari kacamata yang cocok  untukmu ya!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top