Feature

Jangan Hakimi Pilihanku bila Kau Tak Mau Pahami Alasanku

Sebelumnya, terima kasih mungkin jadi sesuatu yang perlu kusampaikan padamu. Dirimu sudah jadi salah satu manusia yang memberi banyak makna dari hidup yang kupunya. Tapi belakangan ada sesuatu yang mungkin terlihat berbeda. Keyakinanmu akan sesuatu yang baru, terlihat terlalu menggebu.

Tak berniat berkata bahwa kau sedang dijalan yang salah, tapi yang kutahu sesuatu yang berlebihan akan jauh dari kebaikan. Pelan-pelan aku sadar, bahwa kau tak lagi jadi sosok teman yang dulu aku kenal. Lantang bersuara akan apa yang kau percayai, tapi tak mau memberi celah pada orang lain untuk menanggapi. Jika kau merasa benar sendiri, aku pun punya alasan untuk tak lagi mengiyakan semua yang kau katakan.

Setiap Orang Boleh Berubah, tapi Juga Ada Aturannya

Aku jelas bahagia, melihat kau berubah pada sesuatu yang jauh lebih baik kelihatannya. Ya, setidaknya itu yang aku lihat di sosial media yang kamu punya. Tak lagi sibuk membuat postingan bernada sindiran, hal-hal yang kau bagikan kian mengarah kepada hal-hal baik yang meneduhkan. Meski hanya berlangsung sebentar.

Tak ada yang berhak untuk membatasi kebebasan orang lain berekspresi, tapi menjadi paling benar sendiri jelas tak membuatmu menuai simpatik. Lebih dari itu, beberapa kawan mulai bersuara. Katanya kau terlalu membara dalam menunjukkan apa yang dipercaya. Bukannya yakin pada perkataanmu, orang lain justru akan jengah dengan sikapmu itu.

Lagipula Semua Orang Punya Hak Serupa, Kau Tak Boleh Ingin Menang Sendiri

Bukan sedang ingin membela diri atau ingin lari dari apa yang katamu benar. Bukan pula tak percaya jika dirimu memang tulus untuk berbuat kebaikan. Tapi kau harusnya paham, setiap kita punya batasan untuk menyampaikan keinginan. Sayangnya, secara tak sadar aktivitas memberi saran yang katamu benar, malah terasa seperti paksaan bagi sebagian orang.

Teruslah menyampaikan kebaikan yang katamu adalah kebenaran, tapi jangan pula memaksakan orang untuk mengikuti apa yang kau sampaikan. Toh, sama sepertimu kami juga punya hak untuk menentukan. Mana hal yang kuanggap benar, dengan yang tidak berkenan. Belajar menjadi orang baik, berarti mau membuka diri dengan perbedaan keyakinan. Bukannya manusia memang diciptakan beragam?

Maka Ketika Kau Bilang Aku Salah, Aku pun Punya Hak untuk Menjelaskannya

Silahkan ajukan protes untuk siapa saja yang memiliki pikiran tak sejalan, pun begitu dengan aku yang kau bilang teman. Lagipula, aku juga sadar kok. Jika diri ini, masihlah jadi hamba biasa yang kerap dekat dengan kesalahan. Tak akan menolak atau menghindar, teguran-teguran dari seorang teman selalu kujadikan pelajaran. Dengan catatan, apa yang disampaikan memang sesuai dengan yang seharusnya.

Namun sebelum lebih jauh, berikan aku waktu untuk juga menjelaskan padamu sesuatu yang mungkin belum kau tahu. Sebab begitu seharusnya hidup yang benar, mau memberi teguran dan mau mendengar. Barangkali, ada banyak hal menakjubkan lain yang aku tahu tapi sebenarnya belum kau ketahui.

Sebab Salah dan Benar Itu Perkara Biasa, tapi Bertindak bak Tangan Kanan Tuhan Bukanlah Kapasitas Kita

Hidup kita tak akan seasyik ini kalau semua orang selalu benar, dan akan lebih mengerikan lagi jika semua orang juga salah. Barangkali Sang Pencipta sudah menjadikan pola benar dan salah jadi sesuatu yang memang mesti ada di dunia. Maka dengan begitu, selalu ada alasan untuk tetap saling berinteraksi. Menegur teman yang salah, dan mengingatkan kawan lain ketika terlalu bersikap sok benar.

Lalu siapakah kita yang sama-sama manusia tapi bersikap bak tangan kanan Tuhan di dunia. Tanpa merasa berdosa, selalu jadi pihak yang akan menyalahkan semua tindakan yang tak berkenan di hati kita. Dengar, untuk menjadi orang baik, kau hanya perlu menjadi baik. Tak perlu merasa paling pintar, hingga dirasa berhak menyalahkan orang-orang.

Kita Memang Sedang Sama-sama Belajar, tapi Bukan Berarti Boleh Bersikap Paling Benar

Serupa denganmu yang katanya sedang dalam masa transisi menjadi orang yang lebih baik lagi. Sesungguhnya setiap manusia pun pastilah sedang melakukan hal yang serupa. Meninggalkan hal-hal yang buruk, dengan sesuatu yang lebih baik. Maka jika katamu teguran-teguran yang kau sampaikan adalah bentuk sayang, maka jangan protes jika aku juga menyampaikan keresahan. Keresahan atas sikapmu yang terlalu merasa paling benar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top