Feature

Jangan Cuma Klop Di Instagram, Kamu Yang Baru Menikah Juga Wajib Kompak Mengatur Keuangan

Mereka yang terlihat mesra dan memamerkan foto semacam relationship goals di Instagram, belum tentu hidupnya benar-benar sejahtera. Percayalah, kehidupan setelah menikah sejatinya tak melulu seindah feeds Instagram. Kamu dan pasangan perlu adaptasi dengan serangkaian hal baru yang mungkin tadinya tak terpikirkan olehmu. Tapi karena sekarang peranmu adalah sebagai suami ataupun istri, kewajiban dan tanggung jawabmu pun jauh lebih besar.

Salah satunya soal keuangan. Jika sebelum menikah, kita bisa dengan mandiri mengatur segala pemasukan dan pengeluaran, hal itu tak akan berlaku bila sudah menikah. Entah bagaimana kesepakatan tiap pasangan, tapi soal keuangan kadang jadi hal sensitif yang bisa memicu debat-debat kecil. Ya, menjalani kehidupan setelah menikah memang sangat menantang. Karenanya supaya tidak memicu pertengkaran yang jauh lebih besar, kamu dan pasangan pun harus belajar mengelola keuangan. Terpenting, jangan utamakan ego dengan urusan semacam ini.

Karena Kamu dan Dia Sudah Menjadi Satu, Maka Ada Baiknya Kamu Belajar Jujur Soal Penghasilanmu

Mengulas soal kejujuran, jelas sangat diperlukan dalam situasi apa pun. Jujur bukan hanya soal kesetiaan. Tapi juga tentang keterbukaan dengan pasangan. Apa lagi kamu sekarang sudah satu atap dengannya, tak mungkin kan jika masih mau menutup-nutupi soal penghasilan yang kamu dapatkan selama sebulan?

Kalaupun kamu mendapat bonus dari kantor atau apa pun itu, beritahu padanya. Komunikasikan perkara apa pun padanya termasuk mungkin hobi belanja yang suka kamu lakukan saat gajian. Kebiasaan semacam itu kalau ditutupi dari pasangan justru akan menimbulkan pertengkaran. Di lain sisi, keterbukaan akan memudahkanmu mengatur keuangan rumah tangga termasuk urusan membayar segala tagihan yang diperlukan.

Milikilah Tabungan Bersama Demi Masa Depan Kalian Berdua

Bisa dibilang keberadaan tabungan bersama adalah bukti kekompakan kalian berdua. Kamu dan dia sudah melewati liburan bulan madu, sudah saatnya kembali ke realita yaitu dengan membuka tabungan bersama. Cobalah memulainya dengan beberapa ratus ribu sebagai dana awal di tabungan kalian. Lanjutkan dengan menyimpan uang yang berhasil disisihkan setelah membayar kebutuhan. Kamu bisa jadikan tabungan bersama ini sebagai ‘penolong’, misalnya ketika kamu harus menghadapi pengeluaran yang tidak terduga. Bisa juga dengan menyimpannya sebagai tabungan deposito di bank. Dengan begini, dana kalian tidak akan mudah terpakai begitu saja.

Kompaklah dalam Menetapkan Hal-hal yang Menjadi Prioritas Namun Tetap Dalam Kisaran yang Rasional

Kamu dan pasangan mulailah berdiskusi soal rancangan keuangan jangka pendek dan panjang. Apa lagi kalian masih terbilang pengantin baru, tentu saja masih banyak angan yang ingin dicapai dan hal-hal yang ingin dimiliki. Karenanya, penting sekali membuat daftar prioritas. Terpenting, sesuaikan anganmu dengan anggaran atau pemasukan yang ada sehingga keuanganmu tetap stabil sekalipun kamu menabung untuk hal-hal yang kamu inginkan.

Sering Disepelekan, Padahal Penting Sekali Punya Asuransi Kesehatan

Hal yang satu ini sering terlupa, padahal fungsinya cukup penting. Setiap orang sebaiknya memiliki asuransi kesehatan. Bahkan ahli investasi mengungkapkan sejatinya kesehatan adalah investasi nomor satu yang kamu miliki. Mempunyai asuransi kesehatan saat ini rasanya sangat penting. Pemerintah pun sudah membuat produk asuransi kesehatan yang cukup baik melalui BPJS. Jadikan kesehatan sebagai prioritas yang utama. Bukankah lebih baik ‘sedia payung sebelum hujan’?

Jangan Buang-buang Uang Hanya Untuk Memenuhi Hobi Lama Saat Belum Menikah

Sekarang ini mungkin kamu mengira, belanja untuk hobi atau koleksi tak akan mengganggu keuangan bulanan. Tapi cobalah berpikir untuk kedepannya. Uang yang kamu gunakan untuk belanja saat ini sejatinya bisa diinvestasikan untuk biaya pendidikan anak-anakmu kelak. Sah-sah saja menggeluti hobi, tapi jangan sampai bujetnya melebihi anggaran prioritasmu ya! Sekali lagi, ketika sudah menikah, selain harus kompak soal keuangan, kamu pun harus pandai-pandai menyiasati pemasukan dan pengeluaran agar tetap stabil.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pura-pura Kaya Supaya Beneran Kaya

Ternyata untuk bisa menjadi kaya, tak hanya bisa dicapai dengan kerja keras atau rajin menabung saja. Salah satu cara paling mudah adalah dengan pura-pura kaya. Jangan dulu emosi, ini bukan kata kami loh. Yap, ini adalah salah satu saran yang diungkapkan oleh seorang Guru Keuangan dan Jurnalis dari Korea Selatan, yakni Lee Suh Yoon dan Hong Jooyun.

Konon, pikiran positif akan membawa hasil yang positif. Karena itulah, mereka menyarankan kita untuk bisa berpikir positif bahwa kira ini sudah menjadi orang kaya. Hal tersebut dianggap bisa mendatangkan energi positif yang akan menarik lebih banyak uang.

Dalam bukunya The Having, lain dari kebanyakan pakar yang menekankan pentingnya menabung dan investasi, penulis wanita tersebut justru mengutamakan sisi emosional. Menurut keduanya, untuk bisa memiliki kekayaan seseorang harus merasa bahagia pada apa yang sudah dimiliki sekaligus mampu memakai uang mereka sesuai dengan perasaan tersebut.

Buku ‘The Having’ dimulai dengan pengalaman Suh Yoon menemui seorang guru keuangan misterius untuk bertanya apakah ia sendiri bisa jadi kaya. Suh Yoon sendiri adalah seseorang yang biasa sering memberi nasehat finansial kepada para ‘1%’ atau orang-orang terkaya di Korea Selatan.

Saat Hong Yoo Jun meminta sang guru tersebut untuk diwawancara, mereka pun berdiskusi bagaimana orang-orang biasa bisa punya banyak uang. Sang guru pun mengatakan jika hal tersebut bisa didapatkan dengan mudah dan cepat yakni dengan hidup seimbang dengan emosi mereka yang sebenarnya. Untuk menjadi kaya, disaranakan agar orang mengubah cara berpikir mengenai uang dengan pendekatan yang lebih emosional.

“Jika kamu menikmati uang dengan energi positif, kamu akan menarik lebih banyak uang. Energi adalah penyebabnya dan materi adalah efek yang mengalir dari itu. Orang kaya sebenarnya adalah mereka yang tahu bagaimana menikmati kebahagiaan ketika memakai uang. Seberapa banyak uang di dompet ketika itu tidaklah penting,” ungkapnya.

Nah, dengan kata lain para penulis buku tersebut mengatakan kita bisa menjadi seseorang yang kaya dengan berpura-pura menjadi kaya.

“Memiliki dimulai ketika kamu bisa fokus pada pikiran bahwa ‘sekarang aku punya uang’ bahkan jika kamu hanya punya satu dollar. Kunci untuk mengubah keadaan adalah emosi bukan pikiran,” lanjutnya lagi.

Selain itu, keduanya juga sepakat mengatakan jika setiap orang punya kemungkinan menjadi kaya dengan porsi yang sama. Sebagaimana setiap orang memiliki hak untuk mencinta dan dicinta.

“Semua orang dilahirkan dengan kualifikasi untuk menjadi kaya seperti mereka punya kualifikasi untuk dicintai. Jika kamu memperhatikan apa yang kamu inginkan, kamu secara natural menjauhkan diri sendiri dari pembelian yang terlalu boros atau mewah,” Pungkasnya.

Eits, tapi ingat ya. Pura-pura kaya yang dimaksud adalah sebuah sikap yang dinilai bisa mendatangkan pikiran positif pada diri, bukan yang bertujuan untuk pamer dan belagak sok di depan orang-orang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Kamu Perlu Tahu, Ternyata Ini 7 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Sukses Sebelum Tidur

Siapa sih yang tak ingin menjadi orang yang sukses. Pasti kamu pun ingin bukan? Untuk menjadi orang yang sukses, kamu pun harus tahu apa saja cara yang dilakukan orang-orang sukses itu setiap harinya. Kesuksesan orang tak akan lepas dari kebiasaan apa yang dilakukannya setiap hari.

Berikut adalah tujuh contoh kebiasaan orang sukses sebelum mereka tidur, mungkin kamu bisa mencoba menirunya juga.

1. Membaca

Kamu bisa mencoba membaca buku apapun sebelum tidur. Cobalah membaca buku dengan topik yang beragam, mulai dari politik sampai isu terkini. Hal itu akan membuat wawasanmu berkembang. Seperti yang sudah diungkapkan oleh University og Essex dimana membaca selama enam menit sehari dapat mengurangi tingkat stress hingga pada angka 68%.

2. Menjauhkan Ponsel dari Jangkauan

Sebelum tidur, letakkanlah ponselmu jauh dari jangkauanmu. Dengan begitu kamu tak akan lagi terganggu dengan ponsel. Hal ini juga pernah diungkapkan oleh dr. Charles Czeisler, seorang profesor di Universitas Harvard, dimana lampu terang dari ponsel akan mengganggu ritme tidur alami seseorang sehingga akan menyebabkan sulit tidur.

3. Berjalan Cepat

Berjalan sebelum tidur bisa membuatmu sedikit lupa akan pekerjaan dan kesibukanmu. Hal ini akan membuatmu merasa lebih santai setelah aktivitas yang padat sepanjang hari. Tak hanya itu, ternyata sudah ada sebuah studi yang mengungkap bahwa berjalan cepat mampu meningkatkan kreativitas loh.

4. Meditasi

Meditasi secara teratur sangat baik loh untuk kesehatan. Ada juga orang sukses yang suka melakukan meditasi ini secara teratur sebelum tidur seperti Oprah Winfrey. Dia menjadikan meditasi sebagai hal wajib yang harus dia lakukan sebelum pergi tidur.

5. Refleksi Diri

Hal ini sangat bagus untuk tahu seberapa tinggi peningkatan yang kamu lalui. Atau justru bukan peningkatan yang terjadi melainkan penurunan. Coba ajukan pertanyaan pada dirimu sendiri mengenai apa saja yang sudah kamu lakukan sepanjang hari ini dan apa dampak buruk dan baik dari apa yang kamu lakukan itu.

6. Membuat 3 Prioritas untuk Hari Esok

Cobalah untuk melakukan hal ini secara rutin sebelum kamu tidur. Hal ini akan membantumu untuk membangun sebuah tujuan yang jelas. Tak hanya tujuan, kamu pun akan lebih memiliki pikiran yang terkonsep dengan disiplin dan terjadwal sesuai dengan apa yang kamu harapkan.

7. Berpikir Kreatif

Malam merupakan waktu yang cocok untuk melakukan aktivitas berpikir kreatif. Biasanya hal ini kerap dilakukan oleh para seniman. Kamu bisa coba lakukan hal ini sebagai rutinitas barumu sebelum tidur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Tips Menabung Ala Mahasiswa Untuk Beli HP Dalam Waktu 6 Bulan Saja

Yap, gadget merupakan benda yang seakan wajib untuk kita miliki, khususnya anak muda apalagi mahasiswa. Kebutuhan teknologi seperti searching dan komunikasi dengan teman kampus bisa membuat kita menyamakan kebutuhan membeli makan dengan membeli pulsa atau kuota.

Namun kamu pasti paham kan, yang namanya mahasiswa masih minta uang ke orangtua. Kadang kala ada rasa tak enak jika harus meminta mereka untuk membelikan handphone juga. Untuk itu, demi mangakalinya. Kamu harus punya siasat, dan salah satu caranya adalah dengan menabung dulu. Nah, berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk handphone baru jang jadi keinginanmu.

1. Pilihlah Gadget Sesuai Kebutuhan, Tak Perlu Mahal dan Bermerek

Langkah pertama adalah kamu harus menentukan gadget yang seperti apa yang akan kamu beli, tak usah muluk-muluk sesuaikan saja dengan kebutuhanmu. Ingat ya, kebutuhan dan keinginan itu berbeda. Coba tanyakan pada teman-temanmu atau review di sosial media tentang gadget incaranmu.

2. Cari Harga Termurah Dengan Membandingkan Banyak Toko

Setelah menetapkan gadget incaran kamu, sekarang coba cari tahu harga nya lalu bandingkan di beberapa pusat ponsel di sekitarmu atau bisa juga kamu cek di sosial media. Jangan malas mencari tahu, hal ini bisa menyesuaikan isi dompetmu.

3. Simpan Kata Penyemangat Dalam Toples Tabunganmu


Selanjutnya mulailah menabung dan menetapkan target tabunganmu. Simpan uangmu di tempat yang berbeda, jangan simpan di dompet karena suatu saat kamu akan tergoda untuk mengambilnya. Toples mungkin adalah salah satu solusinya, jangan lupa tempelkan kata penyemangat dalam toplesmu, agar setiap melihatnya kamu semakin bersemangat untuk menabung.

4. Tekadkan Pada Diri 70 Ribu Dalam Seminggu Adalah Keharusan

Target minimalmu adalah 10 ribu dalam sehari atau jika di akumulasikan 70 ribu dalam seminggu. Simulasinya adalah :

Sebulan : 70 ribu × 4 = Rp. 280.000

6 bulan : Rp. 280.000 × 6 = Rp. 1.680.000

Dengan budget minimal segitu kamu akan bisa membeli gadget android yang kamu inginkan.

5. Uang 10 ribu Adalah Milik Toplesmu

Kamu juga harus menetapkan pecahan uang yang harus di masukkan ke dalam toples, jadi jika kamu memiliki pecahan uang tersebut kamu akan langsung memasukkannya ke dalam toples. Semakin cepat dan sering menabung maka semakin banyak pula uang yang akan terkumpul.

6. Meminimalisir Kebutuhan yang Tak Begitu Perlu, Seperti Dana Hiburan dan Jajan Camilan

Butuh perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan, mulailah meminimalisir kebutuhan yang dianggap tak begitu perlu. Seperti nongkrong bareng teman, nonton bioskop atau jalan-jalan ke mall. Kurangi atau cari pengganti sementara kegiatan tersebut selama kamu masih menabung agar tujuanmu segera kamu capai.

7. Menerima Tawaran Kredit Ponsel Dari Provider

 

Kredit bisa jadi salah satu cara supaya kamu memiliki ponsel baru. Meski kamu sudah sangat ingin, tapi kamu perlu selektif juga. Daripada kredit ke toko ponsel yang tentunya bakal memberikan bunga yang lumayan besar, kamu bisa mencoba kredit di provider tertentu.

Cara kreditnya pun terbilang aman. Kamu hanya harus membayarkan uang pulsa sebesar Rp 200-500 ribu tiap bulan selama 6 bulan atau 12 bulan. Selain untuk mengangsur hp, uang yang kamu bayarkan juga merupakan nominal pulsa yang bakal kamu dapatkan. Asik kan?

Bagaimana, sudah siap menabung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top