Feature

Jangan Cuma Bisa Menertawakan, Latah Itu Sejatinya Termasuk Kondisi Langka

“Eh copot-copot-copot!”

Pernah mendengar orang terkejut dengan seruan semacam itu? Ya, fenomena semacam ini atau akrab disebut latah nyatanya mudah ditemui di sekitar kita. Bahkan seringkali seseorang yang latah justru muncul di layar kaca dengan mengambil peran sebagai komedian. Entah berpura-pura atau gimmick belaka, tapi kamu perlu tahu, latah ternyata merupakan sebuah kondisi langka yang berhubungan dengan kesehatan psikologi seseorang.

Dulunya Fenomena Orang Latah Disebut The Jumping Frenchmen of Maine…

Melansir dari Gizmodo, fenomena latah ini pertama kali ditemui pada akhir abad ke-19 dan dialami oleh orang-orang Kanada keturunan Prancis yang bekerja sebagai tukang kayu di Maine, Amerika Serikat. Mereka sering tertangkap menunjukkan reaksi diluar ekspetasi atau malah berlebihan saat sedang terkejut dan cenderung mengulang-ulang kata tertentu, melompat, menjerit, menirukan gerakan hingga perkataan orang lain. Tapi ternyata setelah diteliti oleh pakar saraf bernama Dr. George Miller Beard, fenomena ini kemudian disebut dengan istilah The Jumping Frenchmen of Maine.

Menurut para ahli, kondisi ini kerap ditemukan pada orang-orang yang dikucilkan atau disepelekan dalam masyarakat. Lucunya, kebiasaan ini digunakan untuk menarik perhatian sehingga bisa dikatakan sebagai defense mechanism sehingga para ahli berkesimpulan kalau latah adalah gejala psikologis yang berkaitan dengan budaya.

Namun Sebagian Ahli Memaparkan Kalau Latah Juga Dipengaruhi Oleh Faktor Genetik

Sampai hari ini memang belum ada penelitian yang bisa menyimpulkan atau menemukan secara pasti penyebab dari gangguan psikologis ini. Namun latah seringkali dikaitkan dengan kelainan neuropsikiatri lantaran merupakan kebiasaan tak wajar yang sudah tertanam dalam alam bawah sadar. Teori lain menyebutkan bahwa kondisi ini diakibatkan oleh gangguan neurologis somatik. Gangguan somatik sejatinya disebabkan oleh mutasi gen yang terjadi setelah pembuahan. Jadi memang bukan diwariskan  oleh orangtua, melainkan langsung diteruskan ke janin yang ada di kandungan.

Tak Ada Pengobatan Khusus yang Bisa Menangkal atau Menyembuhkan Latah, Yang Bisa Dilakukan Hanya Mengurangi Rangsangan yang Bisa Memicu Munculnya Latah Itu Sendiri

Mengingat kondisi ini tergolong langka dan tidak termasuk ke dalam kategori penyakit atau kelainan, cara terbaik mengurangi reaksi latah adalah dengan menahan diri untuk tidak mengagetkan penderitanya terus-menerus, apa lagi hanya lantaran kita melihatnya sebagai sesuatu yang lucu. Kalau lingkungan justru sengaja memancing rangsangan latah, yang ada justru meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahannya, sehingga tak membantu menyembuhkan latah sama sekali. Penderita gangguan ini jelas bisa mengalami kelelahan berat dan memengaruhi kehidupan sehari-harinya.

Apa kamu tidak kasihan melihat rekanmu yang latah tapi terus menerus digoda hanya supaya sekelilingnya tertawa karena kondisi uniknya itu? Di lain sisi, latah biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia, tapi bisa makin parah saat sedang stres atau cemas. Untuk itu, memang perlu pendampingan dari keluarga jika di sekitarmu ada yang mengalami kondisi semacam ini. Bahkan kalau latah sudah benar-benar mengganggu kestabilan emosinya, lebih baik segera konsultasikan dengan terapis atau dokter agar mendapatkan terapi tertentu untuk mengurangi keparahannya.

Sebagai teman, setidaknya berkontribusilah secara positif yaitu dengan berhenti mengagetkan penderita latah. Bisa kan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Siap Hidup Susah, Tapi Harusnya Lelakiku Tak Akan Membiarkannya

Fakta tentang menjalani hidup berdua dari titik terendah sampai mas-masa bahagia. Tentu terdengar begitu manis di telinga. Dipercaya jadi bukti nyata dari cinta, beberapa lelaki akhirnya berpikir bahwa perempuannya haruslah mau diajak susah. Kalau tidak, itu artinya dia tak benar-benar cinta.

Eits, tunggu dulu sayang. Aku rasa kamu perlu berpikir sebentar. Tentang bagaimana ayah dan ibuku susah payah membuatku bahagia. Lalu sekarang, tiba-tiba kamu datang untuk mengajak hidup susah. Ini bukan perkara cinta atau tak cinta. Tapi lebih ke bagaimana kesiapanmmu untuk hidup berdua. Karena jika memang benar-benar sayang, kamu tentu akan selalu membuatku bahagia, bukan malah mengajak hidup susah.

“Kita ngontrak dulu ya, sembari nyicil rumah” jauh lebih terdengar bertanggung jawab daripada “Mau beli rumah gimana, hidup juga masih gini-gini aja”. Kalau sama kemampuan diri sendiri saja kamu sudah tak percaya, bagaimana bisa bertanggung jawab atas hidup kita nanti? 

Disamping itu, aku pun tahu jika segala sesuatu butuh proses. Sebelum bisa duduk bersantai di akhir pekan, kita berdua mungkin akan kerja keras, walau di hari libur, demi kebutuhan lain yang sudah menunggu. Tak apa, kupikir ini memang akan jadi bagian dari proses yang harus kita jalani bersama. Tapi, berbeda cerita, jika ajakan hidup susah bersama kamu sampaikan karena kesalahan dalam membuat keputusan. Bukan tak cinta atau tak siap menderita, tapi diriku berhak untuk menolaknya.

Tak perlu terburu-buru, kita masih punya waktu untuk mengatur dan mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Lagipula, hidup berdua bukan perkara mudah. Sebab cerita kita bukan hanya tentang bahagia saja, ada sekelumit cerita sedih yang juga bisa menghampiri diri kapan saja. Untuk bisa siap menghadapinya, kita butuh kuda-kuda yang tak sekedar kata ‘pasrah’ dan ‘jalani saja’.

Tak ada yang mengejar kita. tak juga diminta oleh keluarga agar segera menikah. Lantas apa yang kau jadikan alasan untuk menikah dalam waktu dekat? Lupakan puluhan undangan yang sudah datang tiap akhir pekan. Tak semua pencapaian orang harus kita jadikan patokan. Membangun bahtera hidup berdua adalah perkara besar. Ada ribuan kesiapan yang harus direncanakan dengan cepat dan perlahan.

Serupa denganmu, aku pun percaya jika rejeki bisa datang kapan saja. Tapi disamping itu semua, kita juga perlu menjalankan logika. Berpikir rasional untuk segala kemungkinan. Sebab, sebuah persiapan matang saja masih bisa berjalan melenceng dari rencana, apalagi yang tak ada persiapan apa-apa?

Rasa sayang dan cintaku tak perlu kamu pertanyakan, tapi jika kamu datang untuk memintaku mengiyakan ajakan hidup susah. Kupikir aku punya hak untuk menolaknya!

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Film Chapter 3-nya, John Wick Makin Gila

Kalian yang sudah menonton 2 seri film sebelumnya, pastilah setuju jika sekuel ‘John Wick’ jadi salah satu film laga terbaik yang pernah ada. Tak banyak basa-basi, keseruan yang ditampilkan berjalan dengan euforia ketengangan yang cukup mengesankan. Baku hantam tanda ampunan, barangkali itu jadi sesuatu yang akan melekat di ingatan.

Keanu Reeves, seorang pembunuh bayaran kelas kakap yang sedang berusaha untuk pensiun. Jadi pesona yang akan membuat semua orang jatuh cinta pada John Wick. Setelah proses syuting yang sudah dirampungkan tahun lalu. Trailer film ketiganya, baru saja dirilis pada Kamis (17/1) lalu. Selain membuat diri makin tak sabar, cuplikan dari trailer ini memperlihatkan satu adegan yang cukup membuat orang penasaran. Yap, John Wick bakalan naik kuda untuk menghajar para pembunuh yang ingin mematikannya.

Mengusung judul John Wick: Chapter 3 – Parabellum, seri ini akan dimulai dari lanjutan film sebelumnya. Ketika John dikeluarkan dari organisasi pembunuh bayaran yang selama ini jadi tempat ia bekerja. Resikonya? Siapapun diperbolehkan untuk merenggut nyawanya. Bahkan ada imbalan 14 Juta Dollar, untuk yang berhasil membunuhnya.

Tapi bukan John Wick namanya, kalau tak bisa melawan semua pasukan yang menghadangnya, termaksud aktor laga tanah air yakni Cecep dan Yayan Ruhiyan. Ya, walaupun pasti ada beberapa adegan yang akan membuatnya berdarah-darah juga.

Masih disutradarai oleh Stahelski, bisa dipastikan John bakalan tetap hidup dan melawan semua orang. Lagipula, kali ini, John Wick akan dibantu oleh Sofia (Halle Berry), pembunuh bayaran yang ingin John tetap hidup. Nah, akan bagaimana aksi mereka. Silahkan saksikan sendiri tanggal 17 Mei 2019 nanti. Sekarang tonton trailernya aja dulu. 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Alasan yang Membuat Anak Sulung Laki-laki Pantas Disebut Mantu Idaman

Anak sulung memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam keluarga. Tak jarang anak sulung juga harus rela berkorban demi adik-adiknya. Hal inilah yang membentuk karakter anak sulung laki-laki pantas disebut sebagai menantu idaman. Masih belum percaya? Berikut ini alasannya.

1. Pekerja Keras

Anak sulung merupakan penjaga utama saat orangtua sudah tidak ada. Mereka harus berjuang lebih untuk bisa melindungi dan bertanggung jawab atas adik-adiknya. Akhirnya mereka pun akan tumbuh menjadi sosok pekerja keras yang dapat diandalkan keluarga.

2. Memiliki Kedekatan Lebih dengan Orangtua

Biasanya anak sulung cenderung lebih dekat dengan orangtuanya. Jika seseorang sudah dekat dengan orangtuanya, bukan hal yang mustahil untuknya bisa dengan mudah dekat dengan mertuanya juga.

3. Dapat Diandalkan dalam Berbagai Bidang

Anak sulung harus menjadi sosok yang senantiasa siaga saat orangtua membutuhkan bantuan. Mereka harus siap membantu ayah membersihkan kebun atau membantu ibu memasak. Inilah yang membuat mereka tumbuh menjadi sosok yang bisa diandalkan saat berumah tangga kelak.

4. Memiliki Pola Pikir yang Dewasa

Menjadi anak sulung memaksa mereka untuk menjadi lebih dewasa. Mereka harus mampu menjadi contoh yang baik untuk adik-adiknya. Sikap dewasanya ini juga yang akan membuat mereka tak akan mudah emosi atau naik pitam saat ada masalah yang datang.

5. Memiliki Jiwa untuk Mengayomi

Anak sulung terbiasa mengalah dengan adik-adiknya baik dalam hal apapun. Hal ini membentuk mereka tumbuh menjadi sosok pengayom bagi saudara-saudaranya. Jika nanti mereka sudah berkeluarga, tentu saja mereka bakal mengayomi anak dan istrinya dengan baik.

6. Terbiasa untuk Bertanggung Jawab

Anak sulung laki-laki terbiasa menjadi sosok yang bertanggung jawab bagi adik-adiknya. Mereka sudah biasa membantu adik-adiknya dalam menyelesaikan berbagai masalah. Tak heran jika nantinya saat sudah berkeluarga mereka pun pasti mampu menjadi sosok pemimpin yang bertanggung jawab.

7. Pemimpin yang Baik

Anak sulung laki-laki sudah terbiasa menjadi pemimpin bagi adik-adiknya, Itulah yang membuat mereka mampu menjadi kepala keluarga yang baik. Tentu saja mereka adalah sosok mantu idaman juga dalam keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top