Feature

Jangan Bilang Istrimu Tak Bersyukur, Kalau Uang Belanja yang Kau Berikan Kadang Kurang

Beberapa istri rela meninggalkan pekerjaan demi mengurus rumah tangga. Tapi uang belanja yang diterima, selalu cuma cukup untuk kebutuhan harian saja. Meminta izin untuk kembali bekerja, rasanya percuma. Karena lagi-lagi, ‘Tak tahu bersyukur’ selalu jadi tameng untuk membuat kita bungkam dan duduk manis di rumah saja. 

Sudahlah akui saja, kalian pasti juga kadang-kadang ingin sekali berkata demikian kan? Bahwa uang belanja dari suami kerap tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi, demi predikat ‘Istri yang baik dan bersyukur’ perempuan pun jadi diam. Takut untuk bilang, kalau sebenarnya uang belanjanya cuma pas-pasan atau bahkan sering kurang. 

Ini Bukan Hanya Perkara Mampu Mengatur Keuangan Saja, Tapi Juga Bicara Perihal Sumber Dananya

Untuk setiap rupiah yang diterima di rumah, pasti sudah dipetakan akan dipakai ke mana dan untuk apa. Mulai dari kebutuhan pangan harian, hingga kebutuhan lain yang harus dipenuhi dalam waktu dekat. Tak selalu bisa membeli semuanya, beberapa hal kadang ditunda dulu jika memang dirasa kurang perlu.

Bukannya mengerti akan situasi, suami justru berpikir bahwa istrinya tak bijak dalam mengelola keuangan rumah tangga. ‘Masa segitu nggak cukup?’ Katanya untuk memberi tekanan, agar sang istri berupaya untuk mencukupkan uang pemberian.

Begini, membagikan uang untuk beberapa kebutuhan bukan hanya bicara kemampuan, tapi juga berapa banyak yang harus dipakai dan digunakan. Kalau yang kau beri tak pernah bertambah, janganlah banyak menuntut pula.

Ada Lagi yang Jarang Memberi, Tapi Selalu Minta Dilayani dengan Mewah

“Lauk kita kok tempe terus sih?, nggak bisa apa beli daging sesekali?”

Gerutu suami tanpa tahu diri. Iya, tak tahu diri. Karena sehari-hari hanya bersikap bak kepala rumah tangga, tanpa bertindak sebagaimana seharusnya. Tak memberi uang belanja, tak juga mau membantu pekerjaan rumah, tapi selalu ingin dijadikan prioritas seperti raja.

Jangan pikir istrimu tak lelah, dia diam tak meminta mungkin karena terlalu lelah untuk menagih sesuatu yang seharusnya tak perlu dilakukannya. Karena tiap suami yang bertanggung jawab, pastilah memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa diperintah.

Bahkan Membandingkan Istrimu dengan Istri Orang Lain Pun Tak Seharusnya Kau Lakukan

Untuk alasan tak mau dijadikan satu-satunya yang salah. Beberapa lelaki kan mencari cara demi sang istri terlihat tersudut dan ikut bersalah. Keluhan-keluhan yang harusnya ditanggapi dengan rasa saling mengerti yang lebih baik lagi. Justru direspon dengan membuat perbandingan yang bisa saja tak sesuai.

Yap, sebelum laki-laki berani untuk berkata ‘Istri si anu saja bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga dengan jumlah uang serupa’. Pastikan pula kamu tahu, bahwa adakah  sumber tambahan uang belanja lain yang diterima orang yang kamu jadikan contoh. Masihkah ia perlu membayar sewa rumah, beli susu buat bayi mereka, atau jangan-jangan uang katanya serupa bagi mereka hanya untuk pegangan saja. Bukan untuk belanja!

Setiap rumah tangga punya kebutuahan yang tak sama, maka jangan pernah membandingkan hidupmu dengan orang lain. Apalagi sampai membandingkan kemampuan istri dalam mengelola keuangan.

Kalau Sudah Terpaksa Berhutang, Jangan Pikir Cuma Istrimu yang Memakan

Namanya juga perempuan, mereka kerap berusaha sendiri jika sudah terlalu lelah menunggu. Sekalipun itu akan menambah hutang, kadang ia pikirkan yang penting kebutuhan hari ini bisa dipenuhi. Sialnya, ketika hutang tersebut dicoba untuk dilaporkan pada sang suami. Hal yang datang justru kecurigaan.

Mulai dari bilang istri tak becus mengatur pengeluaran, sampai menambah hutang hanya untuk senang-senang. Percayalah, ada banyak beban pikiran yang kadang tak ia bagikan. Jikalaupun ia memutuskan untuk meminjam, barangkali itu karena desakan keadaaan.

Maka Daripada Saling Tuduh dan Bertengkar, Lebih Baik…

Ini jadi perihal yang cukup krusial memang, kadang suami sudah merasa memenuhi kebutuhan belanja dengan benar, tapi istri masih merasa yang diterimanya jauh dari kata cukup. Tapi, daripada buru-buru untuk berkata istrimu adalah ‘perempuan yang tak tahu bersyukur’ atau suamimu adalah ‘laki-laki yang tak bertanggung jawab’. Coba sejenak, ajak dia duduk dan berbicara pelan.

Sampaikan apa yang menurutmu selama ini kau rasa masih kurang, uang belanja yang tak cukup untuk kebutuhan atau kemampuan sang istri yang harus lebih bijak memangkas pengeluaran. Sebab dikutip dari laman Mommies Daily, Prita Hapsari Ghozie, Chief Financial dari Planner ZAP Finance menjelaskan, ketika laki-laki mengalami kesulitan finansial. Dirinya akan mengalami fase depresi yang kemudian yang kemudian membuatnya mudah emosi. Siapa tahu itulah sebabnya, ia sering marah-marah dan merasa yang diberinya banyak padahal cuma pas-pasan saja.

Begitupun sebaliknya, perempuan atau istri yang merasa tertekan dalam segi finansial. Akan merasakan sebuah ketakutan yang selanjutnya mempengaruhi psikologisnya. Ingat, persoalan ini bukanlah sesuatu yang remeh. Karena jika berlarut-larut bisa merambah ke kekerasan verbal dan fisik yang bisa membuat salah satu dari kalian jadi korban.

Istri yang dinilai tak becus mengurus rumah tangga, lantas dipukuli atau suami yang direndahkan karena tak bisa memberi uang yang cukup untuk segala kebutuhan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Siap Hidup Susah, Tapi Harusnya Lelakiku Tak Akan Membiarkannya

Fakta tentang menjalani hidup berdua dari titik terendah sampai mas-masa bahagia. Tentu terdengar begitu manis di telinga. Dipercaya jadi bukti nyata dari cinta, beberapa lelaki akhirnya berpikir bahwa perempuannya haruslah mau diajak susah. Kalau tidak, itu artinya dia tak benar-benar cinta.

Eits, tunggu dulu sayang. Aku rasa kamu perlu berpikir sebentar. Tentang bagaimana ayah dan ibuku susah payah membuatku bahagia. Lalu sekarang, tiba-tiba kamu datang untuk mengajak hidup susah. Ini bukan perkara cinta atau tak cinta. Tapi lebih ke bagaimana kesiapanmmu untuk hidup berdua. Karena jika memang benar-benar sayang, kamu tentu akan selalu membuatku bahagia, bukan malah mengajak hidup susah.

“Kita ngontrak dulu ya, sembari nyicil rumah” jauh lebih terdengar bertanggung jawab daripada “Mau beli rumah gimana, hidup juga masih gini-gini aja”. Kalau sama kemampuan diri sendiri saja kamu sudah tak percaya, bagaimana bisa bertanggung jawab atas hidup kita nanti? 

Disamping itu, aku pun tahu jika segala sesuatu butuh proses. Sebelum bisa duduk bersantai di akhir pekan, kita berdua mungkin akan kerja keras, walau di hari libur, demi kebutuhan lain yang sudah menunggu. Tak apa, kupikir ini memang akan jadi bagian dari proses yang harus kita jalani bersama. Tapi, berbeda cerita, jika ajakan hidup susah bersama kamu sampaikan karena kesalahan dalam membuat keputusan. Bukan tak cinta atau tak siap menderita, tapi diriku berhak untuk menolaknya.

Tak perlu terburu-buru, kita masih punya waktu untuk mengatur dan mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Lagipula, hidup berdua bukan perkara mudah. Sebab cerita kita bukan hanya tentang bahagia saja, ada sekelumit cerita sedih yang juga bisa menghampiri diri kapan saja. Untuk bisa siap menghadapinya, kita butuh kuda-kuda yang tak sekedar kata ‘pasrah’ dan ‘jalani saja’.

Tak ada yang mengejar kita. tak juga diminta oleh keluarga agar segera menikah. Lantas apa yang kau jadikan alasan untuk menikah dalam waktu dekat? Lupakan puluhan undangan yang sudah datang tiap akhir pekan. Tak semua pencapaian orang harus kita jadikan patokan. Membangun bahtera hidup berdua adalah perkara besar. Ada ribuan kesiapan yang harus direncanakan dengan cepat dan perlahan.

Serupa denganmu, aku pun percaya jika rejeki bisa datang kapan saja. Tapi disamping itu semua, kita juga perlu menjalankan logika. Berpikir rasional untuk segala kemungkinan. Sebab, sebuah persiapan matang saja masih bisa berjalan melenceng dari rencana, apalagi yang tak ada persiapan apa-apa?

Rasa sayang dan cintaku tak perlu kamu pertanyakan, tapi jika kamu datang untuk memintaku mengiyakan ajakan hidup susah. Kupikir aku punya hak untuk menolaknya!

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Terlalu Lama Menjomblo, Membuat Kamu Kian Dekat dengan Hal-hal Ini!

“Sudah terlalu lama sendiri, sudah terlalu lama aku asyik sendiri”

Mungkin lirik lagu tersebut sangat cocok untukmu yang sudah lama menghabiskan waktumu seorang diri. Terlalu lama menjomblo ternyata juga tak baik loh untukmu. Terlebih jika akhirnya kamu sudah benar-benar terbiasa dan asyik dengan kesendirianmu itu. Bahkan nih, dari  hasil beberapa penelitian. Sendiri kelamaan, bisa memicu kematian. Untuk itulah, kamu disarankan segera mencari pacar.

Akan tetapi, sebelum beranjak untuk menebarkan pesonamu. Kami ingin mengajakmu menyadari beberapa hal yang selama ini kamu alami. Iya, kamu alami selama sendiri tanpa kekasih.

1. Merasa Kaku Saat Berkenalan dengan Orang Baru

Karena kamu sudah terlalu lama sendiri, akhirnya kamu pun tak terbiasa dengan kehadiran orang baru dalam kehidupanmu. Kamu pun akan terkesan canggung saat bertemu dengan orang baru. Akhirnya akan sulit untuk orang lain mendekat padamu karena tidak nyaman dengan sikap canggungmu itu.

Bukan tak mau membuka diri, hanya saja ada sedikit keraguan yang masih menghiasi pikiran. Semacam pertanyaan kurang percaya diri, karena sudah lama menyendiri.

2. Banyak Temanmu yang Akhirnya Menyerah untuk Mencarikanmu Pendamping

Temanmu pun ingin melihatmu memiliki pendamping. Mereka berusaha mengenalkanmu dengan kenalannya dengan maksud siapa tahu dia bisa cocok denganmu. Namun karena sikapmu yang cenderung cuek, akhirnya teman-temanmu pun menyerah untuk mencarikanmu pendamping. Bahkan setelah upaya  yang mereka perbuat, tak sedikit pula yang akhirnya merasa kesal padamu.

“Lu maunya pacar yang kaya gimana sih?” 

Sering mendengar kalimat ini? Ya, kadang kamu merasa terharu pada teman-teman yang sibuk mencarikanmu pacar baru. Namun juga sering merasa lucu, kenapa mereka sesibuk itu. Karena bisa jadi kamu sendiri masih menunggu dan tak mau terburu-buru.

3. Padahal Kamu Merasa Bahwa Cinta Bukanlah Hal yang Penting untuk Dipikirkan

Kondisi kesendirianmu yang sudah terlalu lama akhirnya juga memengaruhi pola pikirmu pada makna cinta itu sendiri. Kamu mulai merasa bahwa cinta bukanlah suatu hal penting untuk kamu pikirkan. Ada hal penting lain yang harus lebih dulu kamu dahulukan dibandingkan hanya untuk sebuah cinta. Dan barangkali inilah sebabnya, mengapa kamu masih betah sendiri sampai sekarang.

4. Bisa Jadi, Kamu Merasa Jauh Lebih Baik Saat Sendiri

  

Bisa dibilang kamu sudah cukup nyaman dengan kesendirianmu. Kamu justru tak tertarik meskipun melihat banyak temanmu yang selalu bersama dengan pasangannya. Kamu cenderung asyik dengan duniamu sendiri. Menikmati hobi dan belajar hal baru lebih banyak lagi. Selalu  jadi sesuatu yang lebih menyenangkan daripada harus buru-buru mencari pacar. Walau pada beberapa orang, ini hanyalah sebuah alasan atas ketidakmampuan. Upss…

5. Kamu Sudah Kebal dengan Komentar dan Pertanyaan Orang Terkait Status Single-mu

Mungkin di awal kamu sempat memikirkannya. Namun karena kamu sudah cukup lama sendiri dan menikmati kesendirian itu, akhirnya kamu pun mulai kebal dengan banyaknya komentar dan pertanyaan orang lain terkait dengan statusmu yang masih saja sendiri sampai saat ini.

Jadi pertanyaan semacam “Sendiri mulu, berduanya kapan?”, tak lagi jadi sesuatu yang menyinggung perasaan. Ini lebih terdengar jadi sebuah basa-basi dalam membuka obrolan. Ya, walau kadang-kadang ada juga yang merasa jadi beban. Tergantung bagaimana kamu menyikapinya.

6. Setiap Kali Ada yang Mendekati, Ada Serangkaian Cerita yang Sudah Kamu Persiapkan

Padahal kamu belum tahu pasti. Namun saat ada orang yang mendekatimu kamu akan dilanda kecemasan dan kepanikan. Kamu mulai berpikir keras akan tujuannya mendekatimu, ingin sekedar bermain-main atau benar-benar ingin serius. Hingga akhhirnya, ketakutakan dan kekhawatiran itu membawamu pada keputusan, akan hal-hal yang ingin dilakukan.

Kamu mulai berandai-andai, jika si dia nanti akan melakukan sesuatu apa yang perlu kamu persiapkan untuk merespon tindakannya itu. Sering membuatmu cemas tak karuan, tapi setidaknya kamu merasa tenang jika ada sesuatu yang sudah dipersiapkan.

7. Kamu Menciptakan Tembok yang Semakin Tinggi Karena Keinginanmu untuk Melindungi Diri

Tujuanmu memang ingin melindungi dirimu. Namun tanpa kamu sadari, lambat laun justru tembok yang kamu bangun untuk berlindung semakin tinggi. Akhirnya akan sulit untuk seseorang bisa mejangkau tempatmu berada. Nah, untuk yang satu ini tak selalu sepenuhnya salah. Biar bagaimanapun ini adalah upaya perlindungan untuk diri sendiri.

Dengan kata lain, kamu bisa lebih memilah orang-orang seperti apa yang nanti akan berada di dekatmu. Sehingga patah hati atau disakiti yang dulu pernah terjadi, tak akan terulang kembali. Nah, dari beberapa hal yang tadi sudah dijelaskan. Mana yang saat ini sedang kamu rasakan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hanya Dengan Peralatan yang Sederhana, Kamu Tetap bisa Ngegym di Rumah

Banyak orang beralasan tak memiliki waktu untuk berolahraga di pusat kebugaran atau terkendala harga keanggotaan yang mahal. Padahal, kamu sejatinya bisa membangun gym sederhana di rumah bermodalkan alat-alat gym yang sederhana.

Lewat laman SELF, Trainer Bianca Vesco menjelaskan bahwa dirinya banyak melatih klien di apartemennya menggunakan peralatan yang ada di sana, dan latihan itu cukup bagi para kliennya.

“Banyak dari klienku yang tidak punya akses ke gym sehingga memilih berlatih di apartemennya sendiri dan hal itu tak masalah,” kata Vesco seperti dikutip dari Kompas.com. Para kliennya banyak melakukan bodyweight training serta latihan dengan alat-alat kecil. Vesco mengatakan dirinya juga memiliki apartemen kecil namun bisa menyulapnya menjadi tempat latihan sederhana. Nah, berikut ini alat-alat yang “wajib” kamu miliki:

Tali Skipping

Black Skip Rope

Lompat tali adalah salah satu jenis olahraga terbaik yang bisa dimanfaatkan untuk melatih kardiovaskular. Untuk itu, setidaknya miliki satu tali skipping. Lompat tali bisa meningkatkan detak jantung serta melatih lengan, bahu, kaki, dan otot inti. Di lain sisi, talinya pun mudah dibawa kemana-mana sehingga kamu bisa membawanya kemanapun. Jika kamu tak punya ruangan dengan langit-langit yang cukup tinggi, kamu bisa melakukannya di luar atau di taman yang ada dekat rumah.

Foam Roller Kecil

Gambar terkait

Source: kaylaitsines.com

Sama halnya dengan tali skipping, foam roller mudah dibawa kemana saja. Kendati ada berbagai ukuran, setidaknya beli saja foam roller yang kecil agar bisa digunakan di rumah. Berolahraga dengan alat ini memang cukup menantang, untuk itu, kamu dianjurkan menggunakan bosu ball atau bola penyeimbang.

Bosu ball sendiri seperti bola yoga namun setengah lingkaran dan digunakan untuk melatih otot perut. Salah satu jenis olahraga yang bisa kamu lakukan adalah push up dengan meletakan dua telapak tangan di atasnya untuk menjaga keseimbangan.

Kettlebell

Hasil gambar untuk kettlebell

Jika kamu masih asing dengan alat yang satu ini, biar kuberitahu. Kettlebell adalah perangkat latihan bebal yang berbentuk seperti bola dan memiliki pegangan di bagian atasnya. Untuk sebagian orang yang memilih melakukan gym di rumah, alat ini jadi salah satu benda wajib yang harus ada di rumah.

Alat ini bermanfaat untuk latihan yang melibatkan gerakan mengayun atau atau mendorong. Dengan kettlebell kita juga bisa melakukan squat, overhead presses dan deadlift.

Matras Yoga

Person Rolling Green Gym Mat

Matras yoga menjadi barang penting lainnya untuk membangun gym sederhana di rumah, terutama jika lantai di rumahmu memiliki permukaan yang keras. Matras yoga pada umumnya bisa digulung sehingga memudahkan penyimpanannya atau untuk digunakan kembali. Seiring populernya yoga, matras yoga pun kian mudah di dapatkan.

Sepasang Dumbbell

Grayscale Photo of Black Adjustable Dumbbell

Meski sama-sama mengutamakan beban 2kg atau 3kg seperti kettleball, namun dumbbell dipakai untuk jenis latihan berbeda. Alat gym yang satu ini akan membantumu membangun otot tubuh serta melatih bagian bawah tubuh. Jadi, akan lebih baik jika kamu memiliki sepasang beban berat dan ringan sebagai opsi. Nah, tidak sulit, bukan? Kini kamu siap membangun gym sederhanamu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top