Feature

Jangan Biasakan Makan Siang di Meja Kerja sekalipun Waktu Istirahatmu Sangat Terbatas

Saat sedang sibuk-sibuknya bekerja, makan siang di meja kerja akhirnya jadi opsi daripada harus pergi ke kantin atau tempat makan terdekat. Mata tetap menatap layar komputer, sementara tangan kanan dipakai bergantian untuk memegang mouse dan menyuap makanan.

Kawan, kebiasaan tersebut tak baik lho kalau dilakukan terus-menerus. Kenapa? Selain alasan kebersihan, kebiasaan makan di meja kerja hanya membuatmu jadi tak produktif. Untuk itu memang lebih baik meninggalkan meja saat waktu istirahat tiba, sekalipun kamu hanya punya waktu istirahat yang terbatas.

Meja Jadi Rentan Kotor Lantaran Sisa Makanan atau Kuah yang Menetes

Bayangkan kamu mengonsumsi makanan yang banyak bumbu, peluang rempah-rempah makanan akan menempel di meja termasuk di papan keyboard dan kertas akan jauh lebih besar. Menurut laporan Tork, sebuah merk produk home paper, meja kerja berpotensi menyimpan bakteri 400 kali lebih banyak dibanding dudukan toilet lho, Kawan. Karenanya, selagi bisa makan di tempat lain seperti pantry atau kantin dekat kantor, jangan ragu untuk beranjak, ya!

Makan di Meja Kantor Justru Mendorongmu untuk Makan dengan Porsi yang Lebih Banyak Lagi

Sama halnya dengan menonton televisi, makan sambil bekerja justru sukar membuatmu kenyang karena kamu sedang membagi konsentrasi dengan layar komputer. Hasilnya, kendati makanan sudah kamu habiskan, kamu tetap tak merasa kenyang. Penelitian yang diterbitkan di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan kalau makan tanpa fokus ke makanan akan membuat orang memakan lebih banyak setelahnya. Karenanya, jangan heran kalau berat badanmu akan bertambah karena porsi makanmu jadi lebih banyak lagi.

Kamu Jadi Kurang Gerak, padahal Setiap Hari Sudah Duduk 8 Jam Sehari

Saat bekerja, lebih dari empat jam kamu habiskan untuk duduk di depan layar. Kalau makan siang juga di meja kerja, artinya kamu tidak bergerak seharian, ‘kan? Paling hanya bolak-balik kamar mandi. Kebanyakan duduk pun tak baik, lho.

Kamu jadi mudah didera kecemasan, obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kematian lebih cepat. Jadi, supaya kamu jauh dari risiko tersebut, lebih baik selingi jam kerjamu dengan perbanyak bergerak, salah satunya ya saat sedang istirahat makan siang tiba.

Makan di Meja Kerja Juga Jadi Tanda kalau Kamu Tidak Produktif

Kendati duduk di meja kerja seharian membuatmu terkesan produktif dan menyelesaikan tugas, faktanya, otakmu justru malah berpotensi buntu. Sebuah studi yang ditulis jurnal Cognition menunjukkan kalau rehat sejenak dari tugas-tugas, bahkan hanya sekadar ke toilet atau pantry, dapat meningkatkan daya fokusmu dalam jangka waktu lama. Artinya, istirahat untuk makan siang sangat dianjurkan jika ingin produktif bekerja. Kalau memang sedang malas, ya titip beli makanan lalu konsumsi makanan tersebut di pantry. Intinya, sering-seringlah bergerak ya, Kawan.

Sadar tak Sadar, Makan di Meja Kerja Sejatinya Hanya Membuat Harimu Terasa Lebih Lama

Melakukan hal yang sama terus-menerus akan membuat hari terasa panjang. Karenanya, aku sarankan untukmu agar lebih sering memanfaatkan waktu istirahat sebaik mungkin. Biar tidak bosan, jalan-jalan sebelum atau sesudah makan siang itu perlu. Secara tak sadar, nantinya kamu akan merasa lebih senang jika waktu berjalan tanpa terasa. Tahu-tahu sudah mau pulang saja. Dijamin, kamu tak akan bosan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Sudah Pergi, Jangan Kembali Lagi 

“Setelah perpisahan kita, hatiku memang remuk. Dihantam dengan keras oleh perpisahan, hingga sulit untuk melupakan”

Kita pernah bersepakat, agar terus jadi dua orangyang sepaket. Bersama dalam suka dan duka, beriringan meski dihadang cobaan, dan akan tetap saling mengenggap apapun hal yang akan terjadi di depan. Sampai akhirnya, hari perayaan patah hati itu tiba tanpa diduga. Hubungan yang sudah sekian lama dibina, selesai begitu saja.

Sampai kini, aku masih bisa mengingat setiap janji yang pernah kamu sampaikan. Diucapkan dengan penuh keyakinan, dan memintaku percaya atas semua yang kamu bilang. Walau kini aku harus banyak-banyak menyadarkan diri sendiri. Meminta hatiku melupakan agar tak lagi terbayang atas kisah cinta yang pernah kita jalankan. Karena nyatanya, perpisahan itu sudah berlangsung lama, walau sampai kini masih menyisahkan luka.

Belajar melepaskan tentu bukanlah upaya yang mudah. Ada ribuan rasa sayang yang susah payah aku lupakan, jutaan kenangan yang juga harus kuhilangkan dari ingatan. Hidup tanpa dirimu, aku berjuang melepaskan semua cintaku. Pelan-pelan semuanya mulai membaik. Hidupku berjalan dengan alur yang hampir sempurna. Tak lagi berharap bersama, aku mulai berdamai dengan hidup yang kini aku punya.

“Lalu, kau datang lagi. Menawarkanku hati untuk kembali dicintai…”

Kamu mungkin tak tahu, bagaimana kerasnya upayaku. Belajar melupakan semua kenangan, menata hati yang kemarin kau porak-porandakan. Lalu  dengan mudah kau hancurkan. Tanpa rasa bersalah, kau haturkan maaf atas kepergian pertama, lalu mengajakku untuk kembali memulai semuanya dari awal seperti pertama kali kita jumpa. Dirimu bisa saja menjadi manis dalam berkata-kata, tapi sikap dan perilaku bisa jadi masih serupa.

Harus kuakui memang, perasaan sayang dan cinta yang kumiliki masih serupa, ada untukmu sesuai porsinya. Tapi patah hati pertama, jadi alasan logis yang membuatku tak harus menerimau kembali sebagai yang tercinta. Tak bisa mencegahmu datang kembali, tapi kuharap dirimu akan mengerti jika sudah tak ada ruang untuk kembali saling mengasihi.

Bawalah cinta dan keinginanan yang kini kembali kamu sampaikan. Aku akan tetap melanjutkan hidup tanpa berharap bisa kembali bersama denganmu lagi. Tak lagi pernah berharap untuk bisa bergandengan, aku belajar jika sebagian cerita yang kuanggap menyenangkan tak selalu jadi sesuatu yang layak diperjuangakan. Mari sama-sama melupakan dengan tak lagi saling mengusik kebahagian. Sebagaimana aku yang sudah sejak lama menjauh darimu, kuharap kau pun bisa melakukan hal serupa atas diriku.

“Jika sudah pergi, tak perlu datang lagi”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Seorang Selebgram Laporkan Lucinta Luna Karena Telah Menginjak Fotonya 

Lucinta Luna memang tak pernah luput dari pemberitaan. Baru-baru ini, ia dilaporkan oleh seorang selebgram bernama Rivelino Wardhana ke kepolisian, karena sikapnya dalam sebuah tayangan konten talkshow di salah satu channel Youtube.  

Pada tayangan tersebut, terlihat sesorang memperlihatkan foto Rivelino Wardhana, Lucinta Luna yang melihatnya terlihat tampak geram hingga kemudian menginjak foto tersebut di lantai. Lantaran tak terima dengan sikap dari Biduan tersebut, selebgram tersebut memilih jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan mereka.

Dikutip dari Kapanlagi.com, pelantun lagu Bobo Dimana tersebut mengaku belum menerima kabar dari lawyer atau manajernya mengenai kabar tersebut.

“Oh aku sih belum tahu ya ada laporan kayak gitu dari lawyer aku, manajer aku juga enggak tahu. Di situ kita belum terima laporannya karena Lucinta ini baik terhadap siapa pun,” ujar Lucinta Luna, saat saat ditemui di gedung Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Mantan personil Dua Bunga itu, akan dilaporkan karena ada dugaan pencemaran, penghinaan, dengan menyerang kehormatan. Akan tetapi, disinggung perihal sikapnya tersebut, dirinya merasa tak merasa bersalah kepada pria yang digosipkan pernah menjalin hubungan dengannya itu.

“Aku nggak tahu apa-apa ya, enggak ngerti. Intinya aku enggak menerima laporan tertentu karena aku baik-baik saja kok,” jelasnya.

Dan dari pengakuannya, Lucinta Luna menyebut kalau aksi menginjak foto itu adalah ide dari tim kreatif acara yang diisinya. Saat ini ia sendiri tidak mau berkomentar lebih banyak terkait kasus itu.

“Oh nggak ada (motifnya) kok. Itu yang inisiatif orang kreatifnya saja,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ardina Rasti dan Suami Sepakat Atur Batasan dalam Menerima Tawaran Iklan untuk Anaknya

Pasangan Ardina Rasti dan Arie Dwi Andika masih menikmati tumbuh kembang buah hati mereka, Anara Langit Adria. Anara yang masih berusia sekitar 7 bulan, kata Rasti, sudah dapat beberapa tawaran iklan.

“Ada, sih, sebenarnya ada. Cuma kami mikirnya, produknya yang berhubungan dengan baby,” kata Rasti seperti dikutip dari Kumparan.com. Ia mengatakan, dirinya tak menolak tawaran iklan untuk putranya yang lahir pada 8 Desember 2018 lalu. Namun ia cukup selektif dalam memilih tawaran iklan agar sesuai dengan Anara. Bahkan keduanya memiliki batasan khusus.

“Kalau misal memang cocok dan enggak mengganggu waktu dia, ya. Pokoknya, kami fleksibel saja. Kami batesin, sih, yang penting enggak terbuka, jangan sampai enggak pakai baju. ‘Kan ada yang posting bayi berenang, sebaiknya jangan,” ucap Rasti.

Saat ini, keduanya masih sibuk berbagi tugas mengurus Anara. Sebab, mereka memilih untuk tidak menggunakan jasa baby sitter untuk merawat Anara.

“Kalau masih guling-gulingan, masih bisa ditinggal, sekarang ganti-gantian sama Arie. Karena, kami ngasuh baby tanpa baby sitter. Jadi, kami lagi menikmati seru-serunya, deg-degan momong anak,” ucapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top