Feature

Jakarta Memiliki Banyak Nama Samaran, Dari Zaman Belanda, Jepang Sampai Sekarang

Kota Jakarta menjadi pusat pemerintahan Indonesia, setiap tahunnya semua orang berlomba mengadu nasib untuk mendapatkan penghidupan lebih layak. Jakarta nampaknya begitu silau bagi mereka, sehingga mengundang untuk didatangi bahkan untuk tinggal pun, siap dilakoni. Meskipun banyak orang yang tinggal di Jakarta ujung-ujungnya mengeluh juga karena terlalu ruwet dan sumpek.

Tetapi inilah Jakarta, dengan segudang sejarah dan cerita yang menarik untuk disimak. Semenjak zaman dahulu. ketika beberapa negara di Eropa melakukan Imperialsme secara gencar terhadap beberapa negara demi meraup keuntungan, Jakarta pun ditunjuk sebagai salah satu kota dan pelabuhan yang layak disinggahi. Kita tahu, Indonesia dari dulu hingga sekarang berlimpah akan SDA-nya. Salah satunya adalah rempah-rempah.

Sebagai kota yang kerap “diincar’ dari dulu hingga sekarang, ternyata ibukota Indonesia ini memiliki banyak nama samaran, dari zaman kerajaan, penjajahan Belanda, Jepang sampai dengan sekrang. Mungkin ada yang sudah kamu ketahui, atau ada yang baru kamu dengar sekarang. Dilansir dari Brilio total terdapat 13 nama! yang dulu dipakai sebelum akhirnya didaulat resmi menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sunda Kelapa Diganti Jayakarta yang Sarat Makna

Sumber : MerahPutih

Tepat di tahun 1527, sebelum kita mengenal nama Jakarta. Kota ini dulu memiliki nama Sunda Kelapa karena dikenal sebagai pelabuhan Kerajaan Sunda. Tetapi nama tersebut bergeser, setelah Fatahillah, selaku Panglima Kerajaan Demak merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis. Karena merasa berhasil merebut, nama Sunda Kelapa pun diganti menjadi Jayakarta yang memiliki makna kemenangan, berasal dari kata Jaya.

Serapan Bahasa Belanda Mengganti Nama Jayakarta Menjadi Stad Batavia

Sumber : Sibokpranoto

4 Maret 1621 nama Jayakarta tidak lagi dipakai saat masa pendudukan Belanda. Serapan bahasa Belanda pun diturunkan dan diubah menjadi Stad Batavia. Dua setengah abad memakai nama Stad Batavia, Belanda pun mengubah namanya menjadi Gemeente Batavia pada tanggal 1 April 1905. Ketiga kalinya masa pendudukan Belanda, nama pun kembali berganti 30 tahun kemudian dengan menggabungkan kedua nama terdahulu menjadi Stad Gementee Batavia.

Tiba Giliran Jepang yang Ingin Menghapus Makna Belanda di Dalam Nama Kota

Sumber : Arifuddinali

Bagi Jepang meninggalkan peninggalan Belanda itu sama saja masih memberikan ruang bagi negara yang menjajah Indonesia selama 350 tahun tersebut. Di masa kedudukannya, Jepang pun langsung mengganti semua peninggalan Belanda yang ada di Indonesia termasuk nama Stad Gementee Batavia diganti menjadi Jakarta Toko Betshu Shi. Setelah Indonesia mendkelarasikan kemerdekaan yang diakui beberapa negara, selang sebulan tepat pada September 1945 nama pun berganti menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.

Jakarta Menjadi Swatantra Membuat Namanya Diganti Menjadi Praja Djakarta Raya

Sumber : YukKepo

Sebelum membahas apa itu Swatantra dan kenapa nama kembali berganti, kondisi pada 20 Februari 1950 mengharuskan Jakarta kembali memakai nama Stad Gemeente Batavia dengan alasan masa Pemerintahan saat itu Pro Federal, tetapi hanya selang sebulan nama tersebut kembali berganti menjadi Kota Praja Jakarta. Namun suatu kondisi pemerintahan membuat nama kembali berubah. Jakarta pernah menjadi daerah swatantra atau daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri membuat nama berganti menjadi Kota Praja Djakarta Raya.

Sampai Tiba Nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Sumber : Dicito Community

Setelah melewati masa berkecamuk dengan adanya gangguan dari luar yang merusak stabilitas negara. Muncul Peraturan Pemerintah No.2 tahun 1961 yang membuat kota Jakarta berubah nama menjadi Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya. Pada 1964 ketika Jakarta ditetapkan menjadi ibukota Negara Republik Indonesia nama pun dipersingkat menjadi Jakarta saja.

Tetapi sesuai dengan UU No.34 tahun 1999 yang berisi tentang pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, menyatakan bahwa nama pemerintah daerah diganti menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, yang kita kenal sampai sekarang.

13 kali nama Jakarta berubah-ubah yang diatur sesuai masa kependudukan sampai peraturan. Dari total nama samaran tersebut apakah kamu tahu semua atau cuma beberapa?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bus Terguling dan Tewaskan 29 Orang di Portugal

Sedikitnya 29 orang tewas setelah kecelakan bus turis yang mengangkut puluhan turis Jerman jatuh menggelinding di salah satu pulau di Portugal, Madeira. Kecelakaan terjadi pada pukul 18.30 waktu setempat, Rabu 17 April 2019 setelah pengemudi disebutkan kehilangan kendali kemudi di persimpangan dan tikungan yang jalannya tak mulus sebagaimana diberitakan kantor berita Portugal, Lusa.

Bus tersebut jatuh di jalanan di dataran tinggi, kemudian berguling dan menimpa atap rumah di pemukiman yang berada di area bawah.

“Saya sampai tak bisa berkata-kata atas kecelakaan fatal ini. Saya tak sanggup melihat penderitaan dan duka yang dialami korban,” kata Wali Kota setempat, Filipe Sousa.

Ia mengatakan seluruh turis dalam bus tersebut merupakan warga negara Jerman, namun tak menutup kemungkinan ada beberapa warga lokal diantara mereka. Korban tewas 11 orang lelaki dan 17 orang wanita, kemudian satu orang wanita lainnya meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, pemimpin pemerintahan daerah Madeira, Pedro Calado mengatakan, bus tersebut sebenarnya memenuhi standar keselamatan dan keamanan. Karenanya ia mengungkapkan, masih terlalu dini memastikan penyebab kecelakaan maut tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Aktris Senior Michelle Yeoh Dapat Peran untuk Sekuel ‘Avatar’

Sekuel film Avatar tengah digarap. Para kru film masih mencari pemeran untuk melengkapi peran di dalam film tersebut. Kabar terbaru menyebutkan giliran aktris senior Michelle Yeoh yang bergabung di kisah fiksi ilmiah tersebut. Melansir The Hollywood Reporter, Yeoh mendapat berperan sebagai ilmuwan bernama Dr. Karina Mogue. Ia akan beraksi di Pandora, tempat tinggal para makhluk berwarna biru yang disebut suku Na’vi.

“Sepanjang karirnya, Michelle selalu menciptakan karakter yang unik dan mudah diingat. Saya berharap dapat bekerja sama dengan Michelle untuk melakukan hal yang sama di sekuel ‘Avatar’,” kata sutradara James Cameron.

Nama Yeoh sudah diakui sebagai aktris senior Internasional. Dirinya sudah terjun di dunia perfilman sejak tahun 1984 dimana sudah sekitar 47 film dan empat serial yang dibintanginya.

Beberapa penampilan yang paling diingat adalah ketika Yeoh tampil dalam film ‘Memoirs of a Geisha’ (2005) dan ‘The Mummy: Tomb of the Dragon Emperor’ (2008). Terakhir, ia berperan sebagai Eleanor Young dalam ‘Crazy Rich Asians’ (2018).

Februari lalu, Cameron membenarkan judul-judul film sekuel Avatar yang sempat bocor pada November lalu. Di antaranya ‘Avatar: The Way of Water’, ‘Avatar: The Seed Bearer’, ‘Avatar: The Tulkun Rider’ dan ‘Avatar: The Quest for Eywa’.

“Saya tak bisa mengkonfirmasi ataupun membantah. Baik, begini yang bisa saya katakan. Judul-judul itu merupakan judul yang sedang dipertimbangkan. Dan belum ada keputusan akhir yang dibuat,” ujarnya beberapa waktu lalu. Cameron memang tengah bekerja keras menyelesaikan empat sekuel ‘Avatar’ yang rilis perdana 10 tahun lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Prabowo Kalah Telak, 25 TPS di Boyolali Dimenangkan Jokowi

Sulit untuk diprediksi, beberapa hasil perhitungan suara yang sudah beredar pun menunjukkan keberagaman hasil pemenang. Ada TPS yang terhitung dimenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin, namun ada pula yang mencatat kemenangan untuk Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Nah, menariknya di salah satu daerah Jawa Tengah. Sejumlah TPS di Boyolali justru dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dengan perolehan suara 100 persen. Yap, setidaknya ada total 25 TPS di Boyolali yang pemilihnya tak satupun memberikan suara untuk Prabowo-Sandi.

Salah satunya, TPS 02 Dukung Pongangan, Desa Jeruk, Kecamatan Selo. “Jokowi-Amin dapat 270 suara, sedangkan Prabowo-Sandi nol,” kata Sekretaris Desa Jeruk, Supriyanto, saat dikonfirmasi soal jumlah surat suara, Rabu (17/4/2019).

Dilansir dari Kumparan.com, tak hanya di TPS 02, di TPS 01 Desa Jeruk juga terjadi hal yang sama, di mana Jokowi-Ma’ruf mendapatkan 180 suara dari warga. Hal ini tentu mengejutkan DPC PDIP Boyolali atas hasil mutlak itu.

“Ini luar biasa sekali, tapi kita tetap tunggu hasil akhirnya. Luar biasa ini, saya mengapresiasi hasilnya,” kata Seno Samodro selaku Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Boyolali,

Dan menurut data yang didapat dari Panti Marhein Boyolali, setidaknya, ada 25 dari 106 TPS di Boyolali dengan hasil perolehan suara mutlak untuk Jokowi-Ma’ruf. Semuanya tersebar di beberapa kecamatan yang berbeda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top