Feature

Jadi Tempat Curhat Sudah Biasa, Aku Hanya Berharap Semoga Kamu Merasa Lebih Baik Setelah Bercerita

Saat dilanda masalah, sangatlah normal jika seseorang membutuhkan teman untuk berbagi cerita. Mungkin karena cara orang menghadapi masalah faktanya memang berbeda-beda. Ada yang selalu berpikiran positif dengan apa yang sedang dihadapinya, tapi ada juga yang membutuhkan teman cerita karena hal itu bisa memberi sedikit kelegaan dalam dirinya.

Sebagai teman, aku senang karena kamu memilihku sebagai teman cerita. Meski tak banyak yang bisa kulakukan untukmu apalagi kurasa memang masalah yang kamu hadapi cukuplah pelik, setidaknya aku harap kamu merasa lebih baik setelah bercerita padaku.

Menyenangkan Rasanya Bisa Dipercaya Jadi Teman Curhatnya, Sebab Aku Sadar, Perlahan Tapi Pasti, Wawasanku Jadi Semakin Terbuka

Caramu menyampaikan cerita dan setiap hal yang terlibat didalamnya membuatku mengerti kalau kehidupan ini memang sangat kompleks. Setiap orang dihadapkan dengan masalah yang berbeda-beda. Topik curhatan pun tak selalu berkonotasi negatif, ada saatnya jika aku mendengarkan cerita soal kebahagiaan, aku pun turut berbahagia.

Menjadi tempat curhat dari beberapa teman membuatku mengerti bahwa manusia selalu dianugerahi sifat yang beragam. Mungkin bisa dibilang rasanya aku sedang belajar ilmu psikologi secara otodidak.

Lewat Cerita yang Bergulir dari Teman-temanku, Aku Jadi Belajar Tentang Kehidupan yang Sebenarnya

Disamping itu, lewat setiap wawasan dan pengetahuan yang dicurahkan padaku, hal itu meninggalkan pembelajaran tersendiri hingga pengalaman yang bisa kupetik hikmahnya. Setidaknya, jika sewaktu-waktu aku dirundung masalah yang kurasa berat, aku bisa mengambil sikap dan lebih tenang dalam menghadapi masalah. Itu karena kamu sudah mengajarkanku lewat caramu mengelola masalah. Sebab lewat curhatan  orang, aku jadi belajar tentang kehidupan tanpa harus mengalaminya sendiri.

Dengan Menjadi Pendengar, Aku Belajar Jadi Sosok yang Lebih Penyabar

Terkadang, mungkin tebersit di kepala kita bahwa ingin rasanya memiliki orang yang selalu punya waktu untuk mendengarkan segala keluh kesah. Tapi di lain sisi, kita mungkin harus sedikit realistis dan menurunkan sedikit ego kita. Sadarilah, jika nyatanya ada yang punya masalah yang mungkin jauh lebih berat dari yang kita hadapi. Dan ternyata mereka mampu bertahan bahkan terlihat lebih bersemangat lebih menjalani hidup.

Dengan melembutkan hati untuk mau menjadi pendengar dari setiap cerita yang digulirkan, ya atau mudahnya yaitu memposisikan diri sebagai tempat curhat, kamu sejatinya sedang belajar untuk jadi sosok yang lebih penyabar dan menepis setiap sifat egois yang mungkin ada di dalam diri. Lihatlah lebih jauh, tidak semua hal di dunia ini melulu tentang kamu.

Disaat yang Lain ‘Mencari’ Kepercayaan dari Orang, Aku Sudah Mendapatkannya Darimu dan Siap Menjaganya Sampai Kapanpun

Saat orang lain memilih kita untuk membagikan kisah hidupnya, tentu bukan karena mereka mau asal cerita. Tapi lantaran mereka melihat kita sebagai sosok yang benar-benar mereka percaya.  Dengan kata lain, keberadaan kita memang sudah membuat mereka nyaman untuk menumpahkan isi hatinya.

Nah, kalau kita menyadari temanmu sudah menaruh kepercayaan besar, maka jagalah kepercayaan itu. Karena diluar sana masih banyak orang yang sukar mendapatkan kepercaayaan dari orang lain karena karakter dalam dirinya.

Setiap Cerita yang Digulirkan Teman-temanku Nyatanya Bisa Mendewasakanku, Membuatku Lebih Tenang Saat Menjalani Hidup

Saat kita fokus menjadi pendengar, sejatinya secara tak langsung ada dorongan dari dalam diri untuk belajar bersyukur atas keadaan. Pelan-pelan kita pribadi dan membuat komitmen untuk tidak melakukan hal yang mungkin dilakukan teman kita.

Cara pandang tentang kehidupan pun otomatis meluas lantaran terbiasa mengamati situasi dari berbagai sisi. Menjadi tempat curhat menjadikan kita jadi lebih fleksibel, dan tidak diri hanya dengan satu pemikiran.

Semua hal itu akan mendewasakan dan membuat kita lebih matang dalam menyikapi dan menjalani hidup. Mendengarkan orang lain memberi  kesempatan untuk membangun potensi diri menjadi lebih baik.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

5 Bantahan Terhadap Argumentasi Konyol Penolak Vaksin MR

Kamu termasuk yang mana, pendukung vaksin MR atau mereka yang menolak? Yup, dalam satu bulan terakhir dunia maya dibuat berisik soal urusan Vaksin MR ini. Tak percaya? Google bahkan menangkap kenaikan hingga lebih 1000 persen perbicangan soal ini. Penyebabnya apa? Tak lain karena menguatnya debat antara para pendukung vaksin dan mereka yang anti vaksin tadi.

Masing-masing punya argumen. Tapi ini soal kesehatan yang sudah selayaknya tak dijadikan bahan debat apalagi cuma jadi penghias gadget dan linimasa semata. Karena Vaksin MR itu diperlukan untuk menghindari penyakit Rubella yang bisa menyebabkan cacat bisu, tuli, kebutaan, kelainan jantung dan komplikasi lainnya.

Sementara Campak pada anak-anak gejalanya kesannya ringan tapi komplikasinya yang berbahaya bisa diare berat, menyerang sistem syaraf, kejang-kejang dan mungkin kebutaan dan kematian.

Mengerikan bukan? Lantas kenapa masih saja ada yang menolak vaksin MR ini? Karena mereka punya alasan yang sesungguhnya sudah bantahannya.

Rubella Dibilang Bisa Disembuhkan Menggunakan Obat Alami Dan Herbal, Faktanya?

Sebetulnya mereka yang anti vaksin itu bukan berarti gagah berani dan merasa tak mungkin anaknya terkena penyakit rubella dan campak. Tapi mereka berani tidak ikut vaksin karena merasa bahwa anaknya tidak akan terkena penyakit itu selama kesehatannya dijaga. Dan kalaupun terkena bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan herbal macam madu atau jintan hitam

Padahal faktanya penyakit Rubella itu disebabkan oleh virus yang bisa menular jika korban dalam kondisi seperti apa pun. Dan fatalnya mereka yang sudah terkena penyakit ini tidak ada obatnya. Pernyataan ini bukan asal comot karena dokter dan mereka yang fokus dibidang medislah yang menyatakan ini.

Bahkan Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek juga menegaskan hal ini bahwa penyakit campak (measels) dan rubella bila sudah terkena anak-anak akan mematikan. Menggunakan vaksin adalah satu-satunya cara untuk menghindari kedua penyakit tersebut. Kalau sekelas Menteri kesehatan saja sudah menyatakan seperti ini lantas kenapa kita yang tak punya pendidikan kesehatan masih berani mengambil kesimpulan sendiri?

“Saya mengingatkan kalau terkena penyakit ini tidak ada pengobatannya. Kita hanya mencoba meningkatkan supaya gejala berkurang,” ujar Nila.

Belum Bersertifikat Halal, Bukan Berarti Lantas Haram

Nah ini yang bikin ramai kemarin. Vaksin MR dikabarkan haram dan tidak boleh digunakan oleh mereka yang muslim. Padahal informasi tepatnya, vaksin MR ini sertifikasinya sedang dalam proses pengurusan.

Analogi sederhananya begini. Ketika kita membeli mie ayam atau ketoprak yang lewat di depan rumah, pernahkah kita mencap makanan tersebut haram karena tidak ada sertifikat halalnya? Kenapa kita bisa tenang saja dan tak mempermasalahkan makanan tersebut? Kalau untuk perkara yang lebih ringan saja kita bisa melihatnya secara jernih, kenapa pulak untuk urusan mendesak macam vaksin MR kita begitu ngotot?

Apalagi urusan vaksin MR ini sebetulnya sudah tertuang dalam Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 yang memutuskan bahwa Vaksin MR produksi Serum Institute of India (SII) diperbolehkan untuk imunisasi. Kalau sudah ada fatwa berhukum Mubah dari para ulama macam ini, kenapa masih harus ragu lagi?

Paling Konyol Adalah Tuduhan Vaksin MR Dibuat Dari Darah Pelacur

Mungkin ini tuduhan paling gila dan brutal. Disebarkan isu bahwa vaksin MR ini dibuat dari campuran darah pelacur dan darah para penjahat. Jelas ini tuduhan yang begitu sesat. Karena vaksin MR ini merupakan produk kesehatan yang harus melalui uji yang ketat. Proses berisiko seperti menggunakan darah apalagi darah pelacur dan penjahat jelas tidak mungkin dilakukan.

Vaksin MR yang digunakan di Indonesia sudah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Jadi, vaksinasi MR aman dilakukan. Vaksin ini pun nyatanya telah digunakan di lebih dari 141 negara dunia. Apa iya 141 negara itu akan diam saja kalau vaksin MR dibuat asal-asalan seperti tuduhan itu?

Efek Samping Vaksin MR Hanya Minor Dan Nyaris Tidak Dirasakan

Salah satu alasan orang tua menolak anaknya di vaksin MR adalah karena adanya isu bahwa vaksin ini bisa menyebabkan autisme pada anak. Padahal hingga saat ini tidak ada studi yang membenarkan isu tersebut.

Sementara yang benar, umumnya vaksin MR tidak memiliki efek samping yang berarti. Sekalipun ada, efek samping yang ditimbulkan cenderung umum dan ringan, seperti demam, ruam kulit, atau nyeri di bagian kulit bekas suntikan. Ini merupakan reaksi yang normal dan akan menghilang dalam waktu 2-3 hari.

Tak Bisa Egois Soal Vaksin MR, Karena Mereka Yang Tak Divaksin Bisa Menularkan

Seringnya mereka yang menolak vaksin beralasan bahwa ikut tidaknya vaksinasi adalah urusan ranah pribadi. Masalahnya untuk urusan penyakit macam campak dan rubella ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan secara bersamaan.

Ambil contoh misalnya jika anak kita sudah divaksin, maka dia tidak akan terkena penyakit tersebut. Masalahnya jika sekelilingnya tidak divaksin, jika nanti anak kita memiliki keturunan bisa jadi tertular di dalam kandungan oleh orang lain yang tidak divaksin.

Jadi kalau masih ngotot tak mau ikut vaksinasi rasanya tepat idiom yang tersebar selama ini. Tak masalah kamu tidak mau ikut vaksin, tapi silahkan mengasingkan diri jauh-jauh dan jangan tinggal dekat kami yang memilih untuk ikut vaksinasi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Hubungan Kian Hambar Tapi Enggan Tuk Meninggalkan, Aku Tahu Bagaimana Rasanya Kawan!

Relasi yang sudah berjalan dalam kurun waktu tahunan, tak bisa jadi patokan hubunganmu dengannya bisa tetap baik-baik saja. Justru ada saja rintangan yang jauh lebih besar yang akan kamu hadapi. Yang paling sering kejadian, ada sekian orang merasa tak punya lagi cinta yang sama besarnya seperti dulu saat baru awal-awal jadian. Semacam kehilangan gairah dalam hubungan yang sudah dibangun bertahun-tahun. Tapi dirinya sendiri tak tahu apa yang harus dilakukan selain bertahan.

Sehat atau tidaknya sebuah relasi pun hanya kamu dan pasanganmu yang tahu. Bersyukurlah kamu kalau saat ini relasimu baik-baik saja, kamu dan pasangan bisa merawat cinta yang ada di tengah-tengah kalian. Sementara di luar sana, ada banyak sekali orang yang memutuskan untuk bertahan dalam sebuah hubungan walau ia merasa hubungannya sudah tak lagi sehat untuknya. Aku pernah merasakannya. Beberapa alasan mungkin terdengar klise, tapi memang itulah kenyataan…

Terlalu Malas Mengulang Pola ‘Kenalan-Pendekatan-Pacaran’ Seperti yang Sudah-sudah…

Memulai lagi. Rasanya malas sekali. Harus cari gebetan lagi, kenalan lagi, pendekatan, bahkan sampai mengulang lagi fase pacaran dari awal—yang berbeda cuma satu, yaitu pasangan yang baru. Yup, yang namanya menjalin hubungan yang baru, semua mau tak mau dilakukan kalau memang memilih untuk melepaskan pasanganmu yang sekarang. Kala itu aku pun berpikir demikian. Terlalu malas untuk berkutat dengan hal-hal semacam itu, karenanya aku memilih bertahan.

Tapi izinkanku memberi saran. Sebab ini soal masa depan, apa iya kamu terlalu malas untuk semua itu?  Bukankah lebih menyebalkan terjebak dengan seseorang yang membuatmu tidak sreg lagi dengan hubunganmu yang sekarang? Soal pasangan, masa depanmu pun ikut dipertaruhkan. Sekali kamu mengiyakan sebuah pernikahan yang tidak kamu inginkan, selamanya kamu akan terjebak di dalamnya. Kalau memang hatimu tidak untuk si dia yang ada disampingmu sekarang ini, lantas untuk apa terus bertahan dan berusaha keras?

Berusaha Mencoba untuk Nyaman Hanya Karena Takut Tak Bisa Menemukan yang Sepadan

Tak usah menghakimi diri sendiri dan takut tak akan dapat pasangan, yang perlu kamu pikirkan sekarang ini adalah bisakah kamu keluar dari hubunganmu yang hambar? Kalau kamu berani mendobrak hal ini, percayalah, akan ada seseorang yang tidak akan membuatmu merasa bosan walau setiap hari bersamanya. Kalau kamu belum merasakannya sekarang, tandanya dia memang bukan orang yang dipersiapkan untukmu, jangan takut putus dengannya.

Kamu Memilih Bertahan Karena Pertimbangan Usiamu yang Dicap Pantas Menikah

Dulu aku begitu, aku memilih bertahan karena usia jadi pertimbangannya. Usiaku seakan mengejarku untuk segera berumahtangga dengan pasanganku kala itu. Bertahun-tahun aku memegang prinsip “selagi ada pasangan” aku pun jadi ‘mau-tidak-mau’ tetap bertahan. Untukmu, jangan sampai terjebak situasi yang sama sepertiku. Selalu ada kesempatan asal kamu mau mengusahakannya. Lagipula, untuk apa kamu fokus pada usia menikah padahal kamu sendiri tidak yakin bisa hidup bahagia dengannya?

Kamu Merasa Dirimu Pantas Menerima dan Berada di Situasi Tersebut

Jangan sekali-kali berpikir kamu pantas berada di situasi yang sulit hanya karena kamu berlaku buruk di masa lalu. Bangunlah kepercayaan diri dan tunjukkan bahwa semua orang patut bahagia. Jangan pernah beranggapan kamu pantas menderita dengan bertahan pada cinta yang hambar. Kamu selalu pantas bahagia, asal kamu sendiri mau memperjuangkannya.

Kamu Tak Percaya Diri Karena Takut Mendapatkan Pasangan yang Lebih Buruk dari yang Sekarang

Padahal tak ada jaminan hal itu bisa terjadi. Begini, tak ada salahnya kamu juga peduli dan memikirkan dirimu sendiri untuk urusan relasi seperti ini. Jangan sampai bertahan membuatmu stres setiap harinya. Bahkan sekalipun kamu sudah sendiri, itu lebih membahagiakan dibanding jadi pasangan orang yang tidak lagi kamu cintai.

Hindari menyiksa dirimu sendiri. Kalau memang kamu tidak merasa nyaman, jangan takut untuk segera pergi dan menemukan kebahagiaanmu sendiri. Cinta tak bisa dipaksakan, kawan. jangan salahkan dirimu atau dia yang tidak bisa membuat cinta kalian seindah dulu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Tunggu Inspirasi, Tapi Teruslah Motivasi Diri Agar Karir Sukses Tanpa Tunggu Nanti

Siapa sih yang tidak ingin sukses dalam berkarir? sepertinya itu sudah absolut, karena kesuksesan akan berimbas kepada kehidupan yang sejahtera. Tetapi kalau berbicara soal sukses, banyak orang yang mengatakan dan menginginkan tapi tak ada satu tindakan yang benar-benar mengisyrakatkan mereka sedang berjuang meraih kesuksesan. Dengan alasan mereka sedang menunggu inspirasi datang, apakah benar inspirasi salah satu upaya menuju kesuksesan?

Kesuksesan yang kamu bangun sebenarnya tidak butuh datangnya inspirasi, tetapi bagaimana caranya kamu dapat memotivasi diri. Motivasi untuk menggapai sesuatu pastinya akan memunculkan ide-ide kreatif dalam merangkai kesuksesan. Ingat tak ada kesuksesan tanpa tindakan, dan kesuksesan dibangun dari proses panjang bukan bermodalkan keberuntungan. Menurut John C Maxwell dalam bukunya Success One Day At A Time ada beberapa fakta tentang orang sukses dalam berkarir.

Tetapkan Sasaran yang Tepat dalam Mencapai Kesuksesan, Mulailah Sebelum Terlambat

Untuk melihat hasil positif dari apa yang kamu lakukan adalah tumbuhkan komitmen di setiap hari. Agar kamu tidak kendur dan tetap bersemangat. John C Maxwell mengingatkan bahwa ada kekeliruan kenapa orang tak kunjung sukses karena fokusnya yang terpecah dan salah. Jika kamu menetapkan sasaran untuk tumbuh setiap hari, maka hasil positif itu akan terlihat terutama dengan membuat sasaran tepat jangka pendek dan jangka panjang yang tepat.

Gali Potensi Dalam Diri, Teruslah Berpacu Dengan Kemampuan yang Tak Kamu Sadari

Banyak orang yang merasa kalau ia sudah mengeluarkan semua kemampuan yang ia miliki, padahal ada kemampuannya yang masih belum digali. Kenapa ini bisa terjadi? karena rasa puas yang mengandrungi diri sendiri. Agar kamu dapat naik ke tingkat karir yang lebih tinggi, bulatkan tekad untuk terus memperbaiki diri sendiri dengan mengeluarkan seluruh potensi. Karena proses perubahan dan pertumbuhan memiliki nilai yang baik terhadap pembelajaran dalam diri.

Kesempatan Biasanya Akan Kalah Dengan Kesenangan yang Kamu Utamakan

Di usia muda belia, banyak hal yang mendistraksi otak kalian untuk melakukan hal yang sifatnya bersenang-senang.  Seperti pepatah mengatakan, “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”. Apa yang kamu tanam adalah apa yang kamu tuai, sehingga kalau masa muda kamu hanya dihabiskan dengan bersenang-senang, jangan harap kesuksesan akan datang. Justru orang yang berusah payah di masa sekarang pasti ada ganjaran besar yang sepadan dengan apa yang mereka perjuangkan.

Jangan Takut Untuk Bermimpi, Selain Gratis Mimpi Adalah Refleksi Besar Bagi Perubahan Mencapai Kesuksesan

Jangan mimpi terlalu tinggi, nanti kalau jatuh sakit begitu kata orang-orang di luar sana ketika kamu sedang berandai-andai. Ingat bahwa tidak ada batasan seseorang dalam bermimpi, jadi bermimpilah setinggi-tingginya. Karena apabila mimpi itu kamu kejar pasti mereka akan mengejarnya dan melampaui keterbatasan. Potensi manusia seyogyanya tidak terbatasan dan masih banyak hal yang dapat dieksplore dan dijelajahi. Tetapi kalau kamu memiliki anggapan ini sudah melampaui batas, itu kamu sendiri yang menciptakan batasan itu, ya kan?

Prioritaskan Hal yang Ingin Kamu Kerjakan, Aturlah Waktu Sesuai Kemauan

Mengatur waktu sesuai kemauanmu bukan berarti kamu dapat meremehkan waktu. Waktu itu ibarat pedang yang dipakai terus menerus, pasti akan tumpul dan tidak bisa kembali tajam. Kalau kamu kerap menyia-nyiakan waktu tentu akan sangat rugi, sukses dalam berkarir adalah memiliki kemampuan dalam mengatur waktu. Henry Kaiser, salah seorang pendiri perusahaan sukses pernah bertaka. “Setiap menit yang diinvestasikan dalam perencanaan akan menghemat dua menit waktu pelaksanaan.”

Bagaimana apakah kamu masih menunggu inspirasi menjadi sukses? atau sudah mulai membangunkan motivasi dalam diri?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Pelajaran Berharga yang Bisa Kamu Ambil dari Kisah Cinta Mark Zuckerberg dan Priscilla Chan

Kamu tentu tak asing kan dengan sosok Mark Zuckerberg, founder facebook yang masuk ke dalam jajaran orang terkaya vesi Forbes. Hidup dengan sederhana yang membuat banyak orang terkesan, memang ada banyak pelajaran yang bisa kamu ambil dari kehidupan mereka. Yap, Tak hanya karirnya yang bisa menginspirasi banyak orang, kamu pun bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah cinta Mark dan istrinya, Pricilla.

1. Mereka Memilih Menikah dengan Pesta yang Sederhana

Mark dan Priscilla memilih untuk menggelar pesta pernikahan yang sederhana meski Mark sudah memiliki harta yang melimpah. Ya, pasangan ini memang memiliki cara yang berbeda untuk menciptakan sebuah momen istimewa dalam kehidupan mereka.

2. Mereka Saling Menghargai Meski Memiliki Latar Belakang yang Berbeda

Pasangan ini memiliki latar belakang budaya yang berbeda, namun mereka saling menghargai dan menerima budaya dari masing-masing. Perbedaan yang ada di antara mereka tak menyurutkan rasa cinta yang mereka miliki satu sama lain.

3. Priscilla Setia Mendampingi Mark dari Titik Terendah Sampai Titik Saat Ini

Sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, Mark dan Pricilla sudah berpacaran selam kurang lebih 9 tahun. Priscilla pun selalu setia mendampingi Mark dari titik terendahnya sampai saat ini Mark sudah menjadi seorang yang sukses.

4. Mereka Memiliki Cara Romantis Tersendiri untuk Menjaga Keutuhan Hubungan Mereka

Jauh dari cara mewah, pasangan ini memiliki cara tersendiri untuk terus menjaga keutuhan hubungan mereka. Mereka selalu melaksanakan satu kali kencan dalam satu minggu, minimal 100 menit, tidak di apartemen Mark dan tak membahas sedikit pun tentang facebook. selain itu, cincin pernikahan untuk melamar Pricilla pun dibuat dengan desain yang dibuat sendiri oleh Mark.

5. Mereka Memiliki Ikatan yang Kuat dan Tak Hobi Pamer Kemesraan

Meski mereka tak suka memamerkan kemesraan mereka di depan banyak orang, justru ikatan keduanya sangatlah kuat. Mereka hanya ingin kemesraan mereka dinikamati berdua saja, tanpa harus menjadi konsumsi publik secara umum.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top