Feature

Jadi Perempuan Harus Tahu Diri, Boleh Minta Dinikahi Asal Kamu Juga Sudah Memantaskan Diri

Dengan berbagai alasan, kadang perempuan jadi pihak yang ngotot untuk buru-buru dihalalkan. Walau sebenarnya ini tak berlaku pada semua perempuan! Sebenarnya sah-sah saja, selama kamu punya pacar yang bisa dipaksa untuk segera menikah. Kalau tak punya, jelas repot! Masa menikah sama diri sendiri?

Tak melulu tentang cinta, usia dan berbagai macam tekanan lain mungkin jadi alasannya. “Bosen ditanya kapan nikah saat lebaran tiba”,  misalnya. Baiklah, laki-laki sebagai pihak yang melamar mungkin akan segera pusing perihal biaya dan segala macam tetek bengek lainnya. Tapi bukan berarti perempuan akan bisa senyam-senyum, sambil duduk manis dan berkata “Ya, Mas aku mau nikah sama kamu”. Tentu saja tidak!

Untuk yang Masih Memperjuangkan Gelar dan Pendidikan, Ini Jelas Jadi Nilai Juang yang Berpengaruh Pada Hubungan

Bukan, ini bukan bermaksud untuk menilai sosok perempuan dari pendidikan. Tapi lebih ke bagaimana kita akan memperjuangkan sesuatu yang sedang dijalankan. Jika ternyata hingga saat ini skripsi dan tesis masih saja harus diselesaikan, cobalah untuk tidak buru-buru.

Tanpa bermaksud untuk meremehkan kemampuan seorang perempuan, namun pikiran sudah ada suami yang akan menopang kehidupan dikhawatirkan membuat semangat untuk tetap menyelesaikan pendidikan akan redup. Kita tentu tak ingin kan, jika kelak akan disebut sebagai seorang yang putus kuliah hanya ingin buru-buru berumah tangga.

Prahara ini lebih ke nilai dan harga diri,sebab kalau hal itu benar terjadi apa yang akan kita banggakan kelak kepada para buah hati?

Bergerak ke Peran Istri, Sudahkah Kamu Bisa Melakukan Banyak Hal Seorang Diri? Kalau Tidak, ya Tolong Dilatih Lagi

Ingat, hidup berumah tangga tak akan selalu manis bak kehidupan di drama Korea. Logikanya kita harus bisa menangani banyak hal seorang diri. Memasak makanan untuk suami, membersihkan rumah sembari menunggu cucian, hingga membagi diri untuk kegiatan lain yang akan kita lakoni.

Sebab meski akan selalu berada di rumah atau bekerja, yang namanya seorang istri akan tetap memiliki andil dalam segala pekerjaan rumah. Tak harus jadi seseorang yang ahli, semua itu bisa dipelajari.

Hingga Pada Presisi Emosi yang Harus Benar-benar Bisa Diatur Seimbang Pada Kedua Sisi

Konon untuk mengatur emosi, perempuan jadi pihak yang paling tak bisa menguasai diri. Ini memang bukanlah sesuatu yang salah, biar bagaimana pun setiap manusia memilikinya. Nah hal yang menjadi tugas kita adalah bagaimana bisa menahan diri untuk tak selalu emosi pada hal-hal remeh yang sebenarnya tak perlu dibesarkan.

Ya, setidaknya kita sudah harus mulai belajar. Bagaimana memahami pasangan jika tak ada kabar seharian, tak buru-buru marah jika kelak anak bermain hingga membuat rumah berantakan. Karena setelah nanti menjadi istri dan orangtua, ada berbagai jenis emosi yang tak bisa buru-buru disampaikan.

Kalau Perkara Sinyal Telepon Saja Membuatmu Bad Mood Seharian, Bagaimana Nanti Jika Anak Bertingkah Tak Sesuai Keinginan?

Prahara hidup setelah berumah tangga, tak lagi perkara berdebat untuk menentukan tempat makan di akhir pekan. Lebih dari itu, diujung sana ada sesuatu yang siap memainkan emosimu. Bahkan jauh lebih rumit dari yang mungkin pernah kita alami.

Dan ternyata kemampuan untuk mengontrol emosi akan perintilan-perintilan kecil dalam kehidupan begitu dibutuhkan. Oleh karena itu, sejak saat ini mari kita belajar, bahwa faktanya ada banyak hal yang sebenarnya tak perlu dipermasalahkan.

Materi dan Segala Persiapan Mungkin Sudah Ditangan, Tapi Mengendalikan Kehidupan Setelah Menikah Tak Semudah yang Kita Bayangkan

Baik memang, karena dari beberapa kebutuhan untuk pernikahan ada yang sudah kita cukupkan. Urusan gedung, katering dan segala perlengkapan pesta sudah siap menunggu hari H. Akan tetapi keputusan menikah bukan hanya tentang bagaimana pesta akan terselenggara. Ada kehidupan yang dijalankan setelahnya.

Sebab dalam rumah tangga, perempuan akan berperan sebagai seorang akuntan. Kita perlu paham bagaimana mengatur keuangan. Cukupkan pendapatan dengan kebutuhan, hingga mengurangi anggaran pada pos yang tidak terlalu dibutuhkan. Dan bagaimana situasi keuangan rumah tangga, kelak akan jadi bukti kemampuanmu.

Jangan Jadi Orangtua yang Apa Adanya, Sebab Anakmu Kelak Butuh Sosok yang Mumpuni

Hari ini sang anak mungkin akan meminta kita untuk mengajarinya tentang perkalian, esoknya ia bicara tentang alam dan kehidupan, hingga disusul lagi dengan pertannyaan “Mengapa kita harus makan Bu?” atau “Allah itu pernah tidur nggak Bu?”.

Tak bisa dihindari, sebab itu memang sudah jadi tugas sebagai orangtua. Dan kemampuan kita untuk menjawab semua pertanyaannya akan jadi salah satu pembuktian yang menunjukkan kemampuan. Sudah pantaskah kita menjadi orangtua?

Jika ternyata ada pemahaman dan kemampuan yang masih belum bisa digenapkan, tak ada salahnya untuk menunggu sebentar sembari belajar.

Maka Sebelum Ricuh Berteriak Ingin Dinikahi, Cobalah Tanya Pada Diri Sendiri “Sudahkah Kita Pantas Dinikahi?”

Pantas atau tidaknya memang tak bisa ditentukan oleh orang. Karena biar bagaiman pun pihak yang paling tahu dan bisa mengukur diri adalah kita sendiri. Karena menjadi seorang istri bukanlah perkara sepele.

Predikat seorang istri akan kita kenakan selamanya, disusul dengan tuntutan peran sebagai orang tua. Jika ternyata diri sendiri masih belum merasa pantas dan siap, tak perlu memaksa pasangan untuk segera dihalalkan. Daripada sibuk menyuarakan pernikahan, lebih baik belajar untuk jadi sosok yang pantas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bersyukurlah kalau Kamu Termasuk Golongan Zodiak Ini, Tandanya Kamu Berbakat

Kita dibekali talenta yang berbeda-beda. Ada yang diberi kemampuan musikalitas tinggi sehingga bisa bernyanyi atau bermain musik. Ada juga yang dibekali tubuh tinggi nan atletis, kemudian jadi punya  talenta di bidang olahraga. Nah, soal bakat dan talenta sejatinya kalau dilihat dari ilmu astrologi, ada lho tanda-tandanya kalau kamu orang yang berbakat yang dilihat berdasarkan zodiakmu. Nah dari sekian zodiak, ini dia zodiak yang paling dianggap berbakat dan kreatif.

Gemini

Gemini adalah zodiak yang mudah beradaptasi dengan banyak hal. Soal bakat, Gemini punya kemampuan untuk bisa jadi unggulan dalam segala hal. Seperti bernyanyi, olahraga, akting, main alat musik, sampai bahasa asing dan bakat lainnya. Biasanya mereka awalnya hanya penasaran, lalu mencoba, lalu tanpa sadar jadi bisa dan jago.

Virgo

Zodiak ini dikenal punya tekad kuat dalam melakukan sesuatu. Mungkin pada percobaan pertama, mereka gagal atau harus kembali mencoba lagi. Tapi mereka tak akan menyerah. Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Begitu prinsip mereka. Jadi, saat belajar ilmu baru, awalnya mereka senang-senang, tapi lama-kelamaan mereka akan serius dan hal itulah yang membuatnya ahli dalam hal tersebut.

Scorpio

Sementara Scorpio adalah zodiak yang lahir dengan bakat untuk jadi performer atau penampil sejati. Mereka dikaruniai aura untuk jadi pusat perhatian. Ya, kepribadian ini membuat Scorpio selalu berhasil membuat orang lain memerhatikannya ketika melakukan sesuatu hal. Di lain sisi, seorang Scorpio juga punya kemampuan untuk tetap mempelajari sesuatu dari awal sampai akhir, yang membuatnya jadi penuh bakat.

Aquarius

Lain halnya dengan Aquarius. Zodiak ini selalu berhasil menemukan bakatnya dan mampu melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Aquarius punya kepribadian yang unik dan dikenal sebagai sosok yang terbuka dalam mempelajari hal baru yang bisa memperluas minat dan menambah bakatnya. Ia juga selalu haus dan ingin selalu jadi yang pertama dalam segala hal. Dan inilah yang membuat Aquarius selalu totalitas dalam mengembangkan dan menjaga talentanya.

Pisces

Sementara bagi Pisces, yang namanya mempelajari sesuatu baru berarti harus suka dahulu terhadap hal tersebut. Zodiak ini tidak akan membuang-buang waktu mengembangkan bakat jika itu membuatnya bosan. Pisces mungkin berbakat di banyak bidang, tapi zodiak ini hanya akan berusaha keras pada hal yang dicintainya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bagi yang Perlu Tambahan Dana, Yuk Manfaatkan Peluang Bisnis Jelang Hari Raya Idul Adha

Umat Muslim sebentar lagi siap menyambut Hari Raya Idul Adha. Segenap keluarga yang merayakan pasti akan mempersiapkan segala keperluan beberapa hari atau minimal H-7 sebelum Idul Adha tiba. Nah, bagimu yang mungkin sedang perlu pemasukan tambahan, jangan ragu memanfaatkan momen seperti ini demi mencari rezeki. Kamu bisa melakoni bisnis yang mungkin akan berpeluang mendatangkan untung yang lumayan di momen hari besar seperti ini. Sini, biar kubantu membuat ide bisnis apa saja yang bisa kamu lakukan sembari menanti Hari Raya Idul Adha.

Karena Ini Salah Satu Hari Besar Umat Islam, maka Penjualan Baju Muslim pun Pasti Laku Keras di Pasaran

Beberapa hari jelang Idul Adha, pasti akan ada banyak sekali orang yang memanfaatkan waktu untuk belanja baju muslim serta alat ibadah. Baik itu dipakai sendiri atau untuk didonasikan. Nah, melihat peluang ini, yakin kamu tak mau memanfaatkannya? Kamu bisa kita menjual baju muslim serta alat ibadah. Demi menggaet pasar, kamu bisa promosikan dalam bentuk paket atau pasangan. Terpenting, kamu harus rajin memantau fesyen atau gaya terbaru di Instagram yang kebetulan sedang diminati orang-orang.

Jangan Dianggap Sepele, Saat Idul Adha Hampir Setiap Keluarga Perlu Alat Bakaran Sate

Kamu sudah mahfum, ‘kan? Saat Idul Adha tiba, kurban berupa daging sapi atau kambing pasti banyak dibagikan. Nah, biasanya daging ini kemudian diolah jadi aneka masakan. Mungkin salah satu yang paling mudah dan disukai adalah sate.

Pasti keluargamu pun termasuk yang akan bakar sate ketika Idul Adha, untuk itu tak ada salahnya kamu memanfaatkan peluang ini dengan berjualan alat bakaran sate. Tak perlu modal banyak, asal kamu bisa membuat variasi produk yang kamu tawarkan. Misalnya, satu paket alat bakaran sate lengkap dengan arang, kipas, tusuk sate, bahkan bumbu pelengkap. Pasti banyak yang akan memesan.

Idul Adha Identik dengan Potong Hewan Qurban, Kenapa Tidak Menjual Varian Bumbu Masak?

Sekarang ini orang lebih suka pakai bumbu masak siap saji lantaran dianggap lebih praktis. Melihat kebiasaan ini, kenapa tidak kamu coba jadikan peluang bisnis saja? Kamu bisa memulainya dengan membuka bisnis bumbu yang menyediakan berbagai varian produk bumbu untuk sajian daging seperti bumbu sate, tongseng, rendang, gulai, rawon, dan sebagainya.

Bahkan Kalau Kamu Mau Membuka Jasa Masak atau Mengolah Daging Qurban, ya Sah-sah Saja Lho, Kawan!

Kita sering mendapatkan daging qurban yang melimpah, sayangnya tak semua orang bisa mengolah daging dengan benar dan jadi sajian yang lezat, lho. Nah, untukmu yang suka bahkan punya talenta memasak, kenapa tidak jadikan keahlianmu jadi peluang bisnis?

Cobalah promosikan diri dengan membuka jasa masak daging qurban. Pasti ada peminatnya, terlebih di zaman yang serba praktis ini. Orang akan cenderung mencari peluang agar tak perlu repot atau berlama-lama di dapur. Dengan membuka jasa ini, mereka meminta jasamu cukup menyerahkan daging dan ‘menjemputnya’ dalam kondisi siap disantap. Menarik, ‘kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bahagia Adalah Cara Pintar untuk Merayakan Hidup yang Lebih Bermakna

Merasa lelah karena didera masalah? Depresi karena banyaknya tanggung jawab yang membebani? Hingga rasa cemas yang tak henti-hentinya memenuhi isi kepala. Ya, hampir setiap orang sedang berjuang untuk menghadapi itu semua.

Memang sih, masih banyak hal-hal bahagia yang bisa kita ingat untuk menghibur hati. Tapi, kenapa akhir-akhir ini semua itu seolah terlihat menjauh, ya? Bukan, itu hanya perasaanmu saja.

Nah, demi menyelamatkanmu, bagaimana jika kami akan memberimu langkah yang mungkin lebih mudah dari yang terbayang sebelumnya agar kamu benar-benar bisa merasa bahagia. Biarlah kami bercerita, kamu cukup diam dulu untuk membaca dan memahaminya. Tentang bagaimana langkah-langkah dasar yang sebenarnya bisa kamu jalani untuk hidup yang lebih bermakna.

Bahagia Itu Adalah Bentuk Lain dari Pengalaman  

Memang sih, akan terasa mengada-ada jika kita diminta untuk bahagia, ditengah-tengah situasi sulit yang mungkin sedang diderita. Kebahagiaan itu sebenarnya merupakan kumpulan kecil dari makna-makna perjalanan dan kepuasan yang didapatkan.

Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan AS merilis Laporan Kebahagian Dunia, setiap tahunnya. Pada laporan tahun 2018, penduduk Firlandia jadi orang-orang yang menempati peringkat pertama untuk penduduk yang paling bahagia. Padahal dari beberapa negara yang diteliti, Amerika justru memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi. Tapi mereka justru berada pada urutan ke-18. Dengan kata lain, meski katanya bisa memilih bahagia karena memiliki apa saja yang diinginkan, belum tentu juga kita bisa mendapat bahagia.

Ini Akan Menjadi Rumit, jika Kita Tak Bisa Memecahkan Persoalan yang Sedang Mendera

Kamu pasti paham, ‘kan? Jika ekonomi Amerika dan penduduknya sudah jadi tolak ukur yang baik untuk berbagai negara. Mereka menghasilkan uang lebih banyak. Namun dari hasil rilisan penelitian yang tadi dijelaskan, negara tersebut justru tak menunjukkan peningkatan kebahagiaan. Konon kesenjangan antara pendapatan dan kebahagiaan ini disebut Easterlin Paradox. Dan tak melulu jadi patokan untuk bahagia yang banyak digadang-gadang orang.

Diri ini mungkin punya uang yang lebih dari cukup, bahwa lebih banyak dari yang sebelumnya kita bayangkan. Tapi kita justru terjebak, berjuang memahami. Kenapa sih kita tak bahagia? Padahal jawabannya sungguh sangat sederhana, bahagia itu adalah pilihan.

Ya, Sesimpel Memilih “Aku Ingin Bahagia Saja”

Diartikan dalam bentuk yang berbeda-beda. Setiap orang pasti punya penilaian yang tak serupa tentang bahagia. Kawan lain bilang bahagianya jika punya rumah dan mobil mewah, tapi untuk kita bisa jadi tak serupa. Jika kebahagiaanmu adalah keadaan, maka kita dapat berkata bahwa kebahagiaan hanyalah pengalaman, atau serangkaian pengalaman.

Selain itu, kebahagiaan juga bisa kita artikan sebagai tindakan untuk menemukan makna hidup dalam pengalaman sehari-hari dengan orang lain. Itulah sebabnya, Worl Happiness Report mengungkapkan bahwa kedermawanan dan jaringan dukungan sosial, juga jadi dua faktor kunci yang akan mengarahkan kita pada bahagia.

Pada setiap bahagia yang mungkin sedang diinginkan, kita menaruh harap untuk orang lain mengambil bagian. Kita percaya, memilih bahagia bisa didapatkan dengan mempersilahkan orang lain berperan untuk hidup kita.

Selanjutnya, Mari Bertindak Jadi Penentu untuk Bahagia yang Kita Inginkan

Jangan terlalu mendengar apa kata orang, jangan pula ikut-ikutan bisikan kawan. Sejatinya bahagia, hanya bisa kita rasakan sendiri. Bukan tentang takaran yang dibuat orang, atau berdasarkan kepercayaan yang digadang-gadang oleh mereka yang ada di sekitar.

Tentukan dan lakukan semua hal yang kita percaya jadi sumber bahagia. Perbuat segala sesuatu yang memang kita percaya. Ini bukan tentang siapa mereka yang ada di dekat kita saja. Tapi bagaimana kita bisa memaknai arti dari bahagia yang kita percaya.

Dan Jadikan Bahagia sebagai Pilihan Bijak demi Hidup Lebih Bermakna

Sesungguhnya banyak cara untuk memaknai hidup lebih dalam. Tapi belajar untuk memilih berbahagia dengan cara yang kita suka adalah salah satunya. Tak pernah ada pihak lain yang tahu, semuanya hanya akan jadi rahasia diri sendiri. Buang semua perkara yang jadi beban, dan mulailah merileksasi diri dengan cara yang kamu percayai.

Pertanyaannya, sudahkah kamu bahagia hari ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top