Feature

Jadi Perempuan Harus Tahu Diri, Boleh Minta Dinikahi Asal Kamu Juga Sudah Memantaskan Diri

Dengan berbagai alasan, kadang perempuan jadi pihak yang ngotot untuk buru-buru dihalalkan. Walau sebenarnya ini tak berlaku pada semua perempuan! Sebenarnya sah-sah saja, selama kamu punya pacar yang bisa dipaksa untuk segera menikah. Kalau tak punya, jelas repot! Masa menikah sama diri sendiri?

Tak melulu tentang cinta, usia dan berbagai macam tekanan lain mungkin jadi alasannya. “Bosen ditanya kapan nikah saat lebaran tiba”,  misalnya. Baiklah, laki-laki sebagai pihak yang melamar mungkin akan segera pusing perihal biaya dan segala macam tetek bengek lainnya. Tapi bukan berarti perempuan akan bisa senyam-senyum, sambil duduk manis dan berkata “Ya, Mas aku mau nikah sama kamu”. Tentu saja tidak!

Untuk yang Masih Memperjuangkan Gelar dan Pendidikan, Ini Jelas Jadi Nilai Juang yang Berpengaruh Pada Hubungan

Bukan, ini bukan bermaksud untuk menilai sosok perempuan dari pendidikan. Tapi lebih ke bagaimana kita akan memperjuangkan sesuatu yang sedang dijalankan. Jika ternyata hingga saat ini skripsi dan tesis masih saja harus diselesaikan, cobalah untuk tidak buru-buru.

Tanpa bermaksud untuk meremehkan kemampuan seorang perempuan, namun pikiran sudah ada suami yang akan menopang kehidupan dikhawatirkan membuat semangat untuk tetap menyelesaikan pendidikan akan redup. Kita tentu tak ingin kan, jika kelak akan disebut sebagai seorang yang putus kuliah hanya ingin buru-buru berumah tangga.

Prahara ini lebih ke nilai dan harga diri,sebab kalau hal itu benar terjadi apa yang akan kita banggakan kelak kepada para buah hati?

Bergerak ke Peran Istri, Sudahkah Kamu Bisa Melakukan Banyak Hal Seorang Diri? Kalau Tidak, ya Tolong Dilatih Lagi

Ingat, hidup berumah tangga tak akan selalu manis bak kehidupan di drama Korea. Logikanya kita harus bisa menangani banyak hal seorang diri. Memasak makanan untuk suami, membersihkan rumah sembari menunggu cucian, hingga membagi diri untuk kegiatan lain yang akan kita lakoni.

Sebab meski akan selalu berada di rumah atau bekerja, yang namanya seorang istri akan tetap memiliki andil dalam segala pekerjaan rumah. Tak harus jadi seseorang yang ahli, semua itu bisa dipelajari.

Hingga Pada Presisi Emosi yang Harus Benar-benar Bisa Diatur Seimbang Pada Kedua Sisi

Konon untuk mengatur emosi, perempuan jadi pihak yang paling tak bisa menguasai diri. Ini memang bukanlah sesuatu yang salah, biar bagaimana pun setiap manusia memilikinya. Nah hal yang menjadi tugas kita adalah bagaimana bisa menahan diri untuk tak selalu emosi pada hal-hal remeh yang sebenarnya tak perlu dibesarkan.

Ya, setidaknya kita sudah harus mulai belajar. Bagaimana memahami pasangan jika tak ada kabar seharian, tak buru-buru marah jika kelak anak bermain hingga membuat rumah berantakan. Karena setelah nanti menjadi istri dan orangtua, ada berbagai jenis emosi yang tak bisa buru-buru disampaikan.

Kalau Perkara Sinyal Telepon Saja Membuatmu Bad Mood Seharian, Bagaimana Nanti Jika Anak Bertingkah Tak Sesuai Keinginan?

Prahara hidup setelah berumah tangga, tak lagi perkara berdebat untuk menentukan tempat makan di akhir pekan. Lebih dari itu, diujung sana ada sesuatu yang siap memainkan emosimu. Bahkan jauh lebih rumit dari yang mungkin pernah kita alami.

Dan ternyata kemampuan untuk mengontrol emosi akan perintilan-perintilan kecil dalam kehidupan begitu dibutuhkan. Oleh karena itu, sejak saat ini mari kita belajar, bahwa faktanya ada banyak hal yang sebenarnya tak perlu dipermasalahkan.

Materi dan Segala Persiapan Mungkin Sudah Ditangan, Tapi Mengendalikan Kehidupan Setelah Menikah Tak Semudah yang Kita Bayangkan

Baik memang, karena dari beberapa kebutuhan untuk pernikahan ada yang sudah kita cukupkan. Urusan gedung, katering dan segala perlengkapan pesta sudah siap menunggu hari H. Akan tetapi keputusan menikah bukan hanya tentang bagaimana pesta akan terselenggara. Ada kehidupan yang dijalankan setelahnya.

Sebab dalam rumah tangga, perempuan akan berperan sebagai seorang akuntan. Kita perlu paham bagaimana mengatur keuangan. Cukupkan pendapatan dengan kebutuhan, hingga mengurangi anggaran pada pos yang tidak terlalu dibutuhkan. Dan bagaimana situasi keuangan rumah tangga, kelak akan jadi bukti kemampuanmu.

Jangan Jadi Orangtua yang Apa Adanya, Sebab Anakmu Kelak Butuh Sosok yang Mumpuni

Hari ini sang anak mungkin akan meminta kita untuk mengajarinya tentang perkalian, esoknya ia bicara tentang alam dan kehidupan, hingga disusul lagi dengan pertannyaan “Mengapa kita harus makan Bu?” atau “Allah itu pernah tidur nggak Bu?”.

Tak bisa dihindari, sebab itu memang sudah jadi tugas sebagai orangtua. Dan kemampuan kita untuk menjawab semua pertanyaannya akan jadi salah satu pembuktian yang menunjukkan kemampuan. Sudah pantaskah kita menjadi orangtua?

Jika ternyata ada pemahaman dan kemampuan yang masih belum bisa digenapkan, tak ada salahnya untuk menunggu sebentar sembari belajar.

Maka Sebelum Ricuh Berteriak Ingin Dinikahi, Cobalah Tanya Pada Diri Sendiri “Sudahkah Kita Pantas Dinikahi?”

Pantas atau tidaknya memang tak bisa ditentukan oleh orang. Karena biar bagaiman pun pihak yang paling tahu dan bisa mengukur diri adalah kita sendiri. Karena menjadi seorang istri bukanlah perkara sepele.

Predikat seorang istri akan kita kenakan selamanya, disusul dengan tuntutan peran sebagai orang tua. Jika ternyata diri sendiri masih belum merasa pantas dan siap, tak perlu memaksa pasangan untuk segera dihalalkan. Daripada sibuk menyuarakan pernikahan, lebih baik belajar untuk jadi sosok yang pantas.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki Sejati adalah Dia yang Diam-diam Mendoakan, Bukan Diam-diam Menduakan

Menjadi satu-satunya orang yang bertahta di hati pacar, adalah keinginan semua orang. Meski se-santai apapun seseorang dalam menjalani hubungannya, diduakan tentu bukanlah keinginan. Ia akan selalu menjaga hatinya tetap untukmu, menjadikanmu sebagai pasangan yang bahagia, dan tak akan pernah berniat untuk menyakitimu meski dari perkara-perkara biasa.

Ya, dia yang tulus akan selalu membawamu dalam doanya, meski tak pernah diberitahu secara terang-terangan. Mendoakanmu agar selalu bahagia bersamanya, bukan dengan sengaja mendua jika sedan tak bersama. Bersamanya kamu akan bahagia, tertawa dalam setiap suka dan saling topang untuk segala duka.

Ia Sadar, Mendoakanmu Adalah Cara Mencintai Paling Sederhana yang Nilainya Mulia

Ada banyak cara untuk mencintai, anehnya lelaki ini justru memilih doa untuk menjadikanmu sebagai kekasihnya. Paham jika semua yang terjadi adalah kehendak Yang Maha Esa, ia memilih jalan berbeda dari laki-laki lainnya. Jauh dari janji manis yang biasanya hanyalah bualan, ia memintamu menjadi sebagian dari dirinya. Saling berbagi rasa atas restu semesta. Tak mewah, bahkan sangat sederhana. Tapi doanya justru jadi pemikat yang membuatmu kian percaya dan tak lagi ragu menerima cintanya.

Tak Hanya Hadir pada Pandangannya, Kamu Juga Menetap dalam Doanya

Selalu bahagia setiap kali bersamanya, kamu pun tahu jika ia juga selalu membawamu dalam doanya. Sebagaimana namamu yang sudah terpatri di hatinya, ia juga melakukan hal serupa dalam doanya. Menyelipkan namamu setiap kali beribadah, dan tak pernah lupa memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk senantiasa memberkahi hidupmu dengan segala bahagia.

Tak selalu disebutkannya, tak pula dipamerkan untuk  membuatmu percaya, diam-diam kamu tahu jika namamulah yang selalu jadi pokok doa dalam setiap sujudnya.

Karena Dirinya Tahu, Menduakanmu Diam-diam adalah Perbuatan yang Tak Benar

Dari sekian banyak lelaki yang pernah mendekat, sosok kali ini memang jauh dari kriteria. Namun anehnya, kesederhanaan dan segala perbuatan yang tak berlebihan, justru membuatnya jadi lelaki yang istimewa. Belaku baik bukan hanya untuk dianggap bertanggung jawab, hal yang ia lakukan memang sudah jadi kebiasaan.

Bahkan tak hanya padamu yang kini sudah jadi pacar, ia pun selalu dipandang baik oleh semua orang. Hampir mendekati kata sempurna, lelaki ini tahu bagaimana cara memperlakukan perempuannya dengan istimewa.

Walau Tak Suka Memberimu Kalimat Puitis, Perbuatannya Padamu Selalu Romantis

Jika lelaki lain akan selalu menghadiahimu kalimat-kalimat manis nan puitis, ia datang sebagai sosok yang lebih suka membawa seseuatu yang nyata. Membawamu ke tempat istimewa, membantumu untuk menyelesaikan pekerjaan yang tak kunjung reda, hingga hal nyata lain yang selalu dilakukannya tanpa diminta. Lihai dalam membaca gerak tubuhmu, ia selalu tahu apa yang sedang kamu butuh. Tanpa banyak bicara, ia sudah menjadi lelaki romantis sepanjang masa.

Jarang Memberi Janji, Tapi Bersamanya Hidupmu Selalu Terasa Terpenuhi

Segala janji yang biasanya diawali dengan “nanti” barangkali sudah jadi sesuatu yang basi. Tak lagi layak dijadikan acuan, dirinya bergerak untuk selalu jadi pahlawan yang tak pernah kesiangan. Menolongmu setiap kali butuh bantuan, mendengar setiap kali butuh didengarkan, dan siap sedia jadi apa saja setiap kali dirimu membutuhkan kehadirannya. Tanpa banyak bicara, ia berhasil menyisihirmu dengan segala perbuatan nyata yang selalu membuatmu merasa jadi perempuan paling istimewa.

Tak Banyak Bicara, Tapi Setiap Kali Berdoa ‘Namamu’ Jadi Kata yang Paling Banyak Keluar dari Mulutnya

Ribuan doa yang sudah ia panjatkan, tentu tak pernah dijadikan tameng untuk terlihat lebih sayang. Segala harap untuk kebahagianmu, segala permohonan untuk tawamu, dan hal-hal baik yang senantiasa menghampiri hidupmu dibalut dalam satu doa yang selalu ia panjatkan dengan diam. Ia tahu, ini adalah proses negosiasi dengan sang Pencipta. Maka sebaik-baiknya sikap yang memang harus ia lakukan, adalah mendoakanmu diam-diam.

Bersamanya kamu selalu merasa ditemukan, dituntun ke hidup yang lebih menyenangkan, dan dibahagiakan dengan cinta yang tak hanya sekedar kata. Ia tahu jika perempuan yang dibawanya dalam doa itu adalah seseorang yang ia butuh, begitu pula denganmu, yang juga percaya jika lelaki yang pelit bersuara itu adalah lelaki yang kamu cinta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jika Hati Sudah Dipenuhi Dengki, Sesuatu yang Baik Pun Akan Selalu Dicaci

Meski tak sering, beberapa kali kamu mungkin pernah, dibenci tanpa sebab yang jelas. Jangankan untuk menyakiti mereka, dirinya siapa saja kadang kita tak tahu. Kaget dan bingung, kadang jadi dua hal yang tiba-tiba kita rasakan. Kaget kenapa mereka ini begitu terlihat bencinya pada kita, dan bingung apa kesalahan yang sudah kita perbuat sampai mereka bersikap begitu pada kita.

Kita tak bisa menyenangkan semua orang, dan mereka-mereka yang membenci kita tanpa sebab memang sudah digariskan untuk ada. Seperti sesuatu yang sudah menjadi hukum alam. Sekalipun perbuatan yang kita lakukan adalah sesuatu yang baik, selalu ada celah yang dipakai oleh orang-orang dengki untuk membuat kita terlihat bersalah. Menanggapi semua omongannya, tentu sangatlah sia-sia. Maka sebaik-baiknya balasan untuk mereka yang iri adalah dengan tak menanggapi semua cacian yang ia miliki.

Ini Adalah Hidup Kita, Jadi untuk Apa Peduli Pada Cibiran Mereka

Walau kadang membuat risih karena harus mendengar desas-desus yang tak benar, berdebat dengan orang yang tak suka pada kita memang hanya akan sia-sia. Menghabiskan energi, dan tak akan pernah membuat mereka merubah pandangannya. Ya, di mata mereka kita adalah pihak yang akan selalu salah. Sedangkan ia dan pendapatnya tentang kita adalah sesuatu yang benar, walau apa yang ia ucapkan tak semuanya benar.

Latihlah diri untuk tak lagi peduli pada hal-hal yang sejatinya hanyalah bualan. Diciptakan hanya untuk menebar kebencian, dan ingin hidup kita akan terusik karena semua kata-kata bohong dari mulut mereka. Belajarlah untuk tak peduli, karena apapun kata mereka. Kita jadi pihak yang paling tahu, bagaimana hidup kita yang sebenarnya.

Mari Tutup Telinga, Hidup yang Kita Jalani Bukan untuk Menyenangkan Para Pendengki

Sebaik-baiknya balasan yang tepat untuk para pendengki, memanglah tak perlu ditanggapi. Karena sekali saja kita memberi respon yang terlihat marah, dirinya akan merasa senang dan bangga, karena kita seolah membenarkan apa yang mereka sampaikan.

Balaslah ia dengan diam. Diam tak merespon apa yang mereka sampaikan, dan membalas semua perbuatan mereka dengan sesuatu yang lebih bermanfaat untuk kita. Berhenti untuk menaruh perhatian para cibiran murahan, kita hidup bukan untuk menyenangkan mereka yang tak suka dengan kita.

Biarkan Dia Dengki dengan Rasa Irinya, Toh Kita Tak Akan Rugi Kalaupun Dibenci Oleh Mereka

Sebenarnya kalau harus diuraikan satu per satu, para pendengki jadi pihak yang paling merugi. Rugi karena menghabiskan waktmu untuk selalu mencari celah keburukan kita, rugi karena sudah susah payah membuat kita marah tapi tetap tak mendapat respon dari kita.

Ini hanyalah dua contoh, yang kalau harus dituliskan ada segudang kerugian dari para pencipta omongan-omongan tak benar. Tatkala ia berkutat dengan segala prasangka buruknya, kita mungkin sedang sibuk berbahagia menikmati hidup yang kita jalani. Lalu siapakah yang paling merugi? tentu saja dia dan mereka, yang suka iri para orang lain tanpa alasan jelas.

Tetap Fokus untuk Memperbaiki Diri, Jangan Sampai Terpancing Lalu Membalas dengan Benci

Barangkali, tujuan para pendengki adalah untuk menebar rasa iri. Sehingga kita akan berubah seperti dirinya yang selalu membenci orang lain tanpa alasan jelas. Itulah mengapa, kita  perlu memiliki keteguhan hati. Tetap berada pada apa yang kita percayai dan terus berubah memperbaiki kekurangan.

Selain alasan yang tak masuk akal dari bencinya mereka para kita, barangkali ada beberapa hal yang mereka sebutkan memang perlu kita hilangkan. Tak ada salahnya untuk berubah menjadi lebih baik, tapi membalas perbuatan mereka dengan kembali membenci juga, tentu bukanlah pilihan. Jadi jangan pernah lakukan.

Pupuk Rasa Percaya Diri Agar Tak Terpengaruh oleh Gosip Miring yang Mereka Cipatakan Sendiri

Kurangnya rasa percaya diri, kadang kala jadi pemicu yang merubah kita menjadi sosok lemah yang kerap goyah hanya karena dicibir oleh mereka yang tak suka. Bagaimana pun kamu, dan sebaik apapun perbuatanmu. Akan selalu ada yang tak suka, dan ingin membuatmu jatuh dan tak lagi menunjukkan kebolehan. Tapi jika kita mampu tetap menjaga rasa percaya diri yang ada, tak lagi ada alasan untuk goyah dan terpengaruh oleh cerita-cerita buruk yang mereka buat tanpa bertanya.

Karena Setiap Kali Ia Memelihara Rasa Dengki, Ada Satu Kebaikan dalam Hidupnya yang Juga Hilang

Yap, memelihara rasa benci dan dengki dalam hati hanya akan membuat diri merugi.  Ia akan terus mencari gara-gara untuk melampiaskan kejengkelan dan rasa tak sukanya. Dan bersamaan dengan rasa iri yang selalu ia tularkan dan lahirkan, ada satu kebaikan dari hidupnya yang juga hilang.

Banyak-banyaklah bersyukur atas segala yang dimiliki dalam hidup, dengan begitu kamu tak akan lagi terjebak pada nafsu yang salah. Tak pandai dalam memilah-milah sikap, kamu menjelma jadi seseorang yang hanya sibuk melihat kelebihan orang lain yang mungkin tak kau punya. Perbuatan baik yang tadinya bisa kamu datangkan, berubah jadi kebencian yang merugikan diri sendiri hanya karena merasa iri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Merasa Lelah Bukan Berarti Lemah, Kadang Kita Hanya Butuh Tempat Berkeluh-kesah

Pada perjalanan panjang yang terasa berat, beberapa kali kita mungkin akan berhenti dan bertanya pada diri sendiri. Lalu berpikir bahwa ada yang memang salah dalam diri kita. Ratusan kegagalan memang sudah melahirkan ribuan kesedihan. Membuat kita berpikir bahwa apapun upayanya akan selalu berakhir sama, ya akan gagal juga. 

Fokus pada titik gagal yang menjadi sumber kesedihan, kadang kala kita buru-buru membuat keputusan. Menganggap semuanya yang dilakukan salah, berpikir bahwa mimpi kita tak akan jadi nyata, hingga akhirnya melabelkan diri sebagai orang lemah yang tak bisa apa-apa. 

Kamu harus tahu, dari rentetan kesalah yang sudah dilakukan. Kita mungkin sedang kelelahan, butuh waktu untuk kembali mengumpulkan tenaga. Bukan untuk berhenti dan tak lagi mau melakukan apa-apa. 

Kita Mungkin Memang Gagal, Tapi Bukan Berarti Tak Bisa Bangkit Lagi Kan?

Meski akan membuatmu bosan, tapi bangkit dan berdiri lagi setelah gagal adalah sebuah keharusan. Kita tak boleh terus menerus diam, menimbang segala kesusahan yang kian jadi beban, yang kita butuh hanyalah berdiri lagi untuk mengulang segala keinginan dengan cara yang berbeda. 

Ini memang akan berat, rasanya semua yang kita lakukan selalu sia-sia. Merasa tak lagi bisa apa-apa, tak ditakdirkan untuk menjadi seseorang seperti yang dimimpikan, hingga berbagai macam pikiran pesimis lain yang kadang jadi sumber kegagalan baru. Ya, gagal karena terus menangisi kesalahan padahal sebeanrnya kita bisa kembali berdiri dan berjalan. 

Merasa Diri Lemah Itu Hal Biasa, Namun Menyerah Bukanlah Solusi dari Masalah

Benar memang, kita adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Tapi bukan berarti kita tak akan pernah salah juga. Pada perjalanan hidup ke depan, akan ada ujian dan cobaan yang datang. Salah memilih jurusan kuliah, terjebak dalam hubungan yang membuat terluka, hingga segala hal yang mendatang sedih pada hati dan jiwa. Dengan ini semua, wajar jika kita merasa diri ini sedang lelah. Ingin berhentik saja dan tak akan melakukan apa-apa. Berhenti untuk memberi ruang untuk hati, memang tak salah. Tapi setelah proses penyembuhan itu, kita harus kembali berdiri dan berjalan lagi. 

Terkadang Peluang Baik Datang Jika Mencoba Berulang Kali, Maka Jangan Berhenti

Percobaan pertama mungkin gagal, kedua pun serupa gagal, ketiga-keempa-hingga kelima dan seterusnya. Ya, dibayangan kita, apapun yang akan kita lakukan apa sama saja. Padahal kita tak pernah tahu, apa yang akan kita temukan jika terus mencoba tanpa takut gagal.

Lelahmu mungkin tak terelakan lagi, karena sudah merasa gagal berulang kali. Tapi apapun yang telah terjadi, selalu ada alasan untuk mencoba berulang kali. Teruslah belajar berdiri, menyembuhkan luka hati, hingga suatu saat kau mendapat upah atau upayamu yang terus mencoba dan belajar sampai berulang kali.

Berilah Waktu untuk Diri Beristirahat Sebentar, Agar Kelak Bisa Melaju Lebih Cepat 

Selain jiwa dan pikiran yang memang sedang kacau-kacaunya. Kegagalan dan semua persoalan hidup bisa merambah ke fisik kita juga. Tanpa disadari tiba-tiba berat badan mungkin akan mengalami penyusutan, nafsu makan berkurang karena masih saja kepikiran. Bukannya bisa menyiapkan diri akan kembali berjalan, kita mungkin akan jatuh sakit dan semakin menambah beban pikiran.

Jangan tunggu sampai semuanya berlalu, jika memang sudah tak merasa tak mampu berdiri. Kamu boleh duduk sebentar untuk memanjakan diri. Lakukan apa yang menurutmu bisa membuat hati senang. berikan segala yang tubuh butuhkan. Selain untuk menjernihkan pikiran, pilihan ini bisa jadi persiapan untuk langkah yang lebih matang.

Dan Jika Memang Merasa Tak Kuat Lagi, Tak Apa Jika Kamu Ingin Menuangkan Semua Keluh Kesah

Yap, bercerita atau didengarkan kadang memang jadi penyembuh untuk semua kekesalan. Carilah tempat yang memungkinkan kita bisa menuangkan semua uneg-uneg yang ada di kepala. Berteriak sekencang-kencangnya tanpa disangka gila, atau didengarkan oleh seseorang yang sekiranya bisa membangkitkan semangat yang hampir hilang karena selalu gagal.

Selama keluh dan kesahmu adalah disampaikan dalam kurun waktu yang wajar, itu akan selalu terasa sah-sah saja. Namun akan berbeda ceritanya, jika  keluh dan kesah yang kamu punya selalu disampaikan sepanjang waktu. Momen dan hari-hari yang harusnya bisa dipakai untuk berpikir dan mencari solusi atas kegagalan diri. Berubah jadi rangkain sesal yang tiada henti. Jadi mengeluhlah sewajarnya, lalu setelahnya berdiri lagi dan cari solusi untuk menyelesaikannya.

Karena Walau Perjalanan Ini Terus Membuat Diri Lelah dan Terluka, Ada Banyak Pembelajaran yang Kita Terima dari Semua Masalah

Naif memang jika kita harus berkata bahwa, hati dan perasaan kita masih bisa baik-baik saja walau sering gagal dan hampir menyerah. Karena biar bagaimana pun, kita adalah manusia yang bisa lelah. Putar haluan dan mengambil langkah lain yang aman-aman saja, mungkin bisa saja kita lakukan. Tapi pada setiap kegagalan, selalu ada pelajaran yang layak dikenang.

Dari titik inilah perjalanan baru mungkin dimulai. Lebih tahu akan berbuat apa, lebih paham harus bersikap bagaimana, dan lebih teliti lagi untuk menentukan segala resiko yang ada. Selalu ingat, pada setiap hujan yang membuatmu basah kuyub dan kedinginanan. Akan ada pelangi dengan sinar baik yang menghangatkan.

Perjalanan Kita Masih Panjang, Jadi Habiskan Jatah Gagalmu Sekarang

Kegagalan yang masih terus terjadi berulang kali, tak selalu jadi kutuk buruk yang seharusnya kita hindari. Sebaliknya, kesalahan-kesalahan yang sudah kita lalui sekarang akan menuntun kita pada kehidupan yang lebih terhindar dari kesalahan. Lebih dulu tahu mana yang baik dan buruk, lebih dulu paham bagaimana langkah tepat untuk mengerjakan sebuah piilihan.

Ya, kesalahan yang lebih dulu kita alami tak hanya memberi kita lebih dulu kecewa dan rasa lelah di hati. lebih dari semua sedih yang selama ini kita selalu jadikan alasan untuk berhenti saja. Kegagalan yang sudah kita kecap sedari dulu hingga sekarang, justru memberikan kita kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Karena sudah banyak mengambil langkah gagal, kini hidup kita akan dipenuhi dengan semua langkah baik yang datang bersama kebahagian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top