Feature

Istriku, Setiap Kali Aku Pulang Kerja Tolong Jangan Sibuk dengan Handphonemu Saja!

Biarpun kubilang aku kan buatmu bahagia, pertengkaran dalam rumah tangga, kadang tak bisa dielakkan. Lelah sehabis bekerja, lalu mendapatimu dalam keadaan yang tak bersahabat. Menjawab ketus segala pertanyaan, hingga terlihat tak acuh pada aku yang baru saja pulang. Lalu memilih sibuk dengan telepon genggam. Siapa yang suka dibegitukan?

Benar katamu, berada di rumah memang tak kalah lelah. Tapi, daripada senyum-senyum sendiri dengan ponsel ditangan kananmu. Membuatkan teh atau kopi untuk suamimu, jauh lebih baik untuk hubungan kita berdua. 

Sudah Tak Berjumpa 8 Jam, Pulang ke Rumah Kamu Malah Sibuk Bercengkrama dengan Dunia Maya

Barangkali benar katamu, bermain ponsel jadi salah satu penghilang penat setelah berberes rumah dan mengurus anak seharian. Tapi, baiknya kamu juga bisa mengatur waktu untuk itu. Demi kesehatanmu, bukankah jauh lebih baik jika kamu istirahat lebih cepat. Daripada harus sibuk menatap layar handphone yang membuat perih mata.

Walau tak berniat untuk membandingkanmu dengan istri orang, yang lain justru lebih memilih menyambut suaminya dengan sapaan basa-basi untuk membuka obrolan. Bertanya bagaimana hariku ditempat kerja, hingga apakah jalanan hari ini masih macet seperti biasa. Kalaupun, dirimu akan bertanya hal serupa untuk setiap hari. Dengan senang hati akan selalu kujawab. Sebab aku sadar, bahwa percakapan-percakapan kecil seperti ini jadi upaya untuk tetap membangun kedekatan.

Tak Mau Membatasi Gerakmu Sampai Ke Telepon Genggam, Harusnya Tahu Caranya Menghargai Pasangan

Mempercayaimu sebagai seorang istri, sekaligus ibu dari anak-anakku. Rasanya tak mungkin jika aku tak percaya padamu. Untuk itulah aku tak pernah  merasa perlu untuk melihat, apa saja yang kau kerjakan pada ponsel milikmu. Karena, kupikir meski sudah menikah. Kita berhak untuk melakukan apa saja pada ponsel tersebut. Selama itu tak jadi sumber masalah, kupikir sah-sah saja.

Terlihat tak sejalan dengan apa yang kupikirkan. Kamu justru terlihat lebih memilih untuk tetap memfokuskan pikiran, meski aku sudah pulang. Jangankan untuk sekedar menghadiahiku ciuman kecil dalam rangka menyambut suamimu pulang. Beberapa kamu bahkan tak membalas salam, hanya karena sedang asik telponan dengan seorang kawan. Salahkah jika aku mulai merasa tak dihargai?

Bukan Ingin Diperlakukan Seperti Raja, Kupikir Mengobrol Berdua Bisa Jadi Penghilang Lelah

Saling kenal sekian lama, kamu pasti paham bagaimana karakter lelaki yang kau nikahi ini. Tak terlalu muluk-muluk dan memintamu untuk berbuat yang macam-macam. Toh, selama ini banyak hal yang kulakukan sendiri tanpa meminta bantuan.

Berbagi pekerjaan sesuai dengan kemampuan, bahkan untuk mengurus si kecil saja aku tak pernah absen untuk ambil bagian. Satu hal yang mungkin belum kau pahami. Apa yang kuingin setiap kali bertemu denganmu setiap kali pulang kerja di rumah. Bukan berharap akan disuguhkan berbagai jenis makanan enak, tapi bagaimana kita berdua bisa buru-buru membangun obrolan sebelum nanti akan beringsuk masuk ke tempat tidur dan diam sampai esok paginya.

Kalaupun Hanya Akan Mendengarmu Bercerita, Aku Takkan Keberatan Melakoninya

Tak perlu merasa takut tak akan kudengar, atau berpikir hanya akan menambah beban dari lelahnya pekerjaan. Silahkan bagikan apa saja hal yang ingin kamu ceritakan, sampaikan semua hal yang terjadi selama aku tak ada. Dengan begitu, aku bisa tahu apa saja yang kamu lakukan, dan hal lain apa yang perlu kuperbuat.

Lelah bekerja mungkin tak bisa hilang dengan mendengarmu bicara, tapi setidaknya itu jauh lebih baik daaripada harus menyaksikanmu sibuk dengan dunia yang sebenarnya hanyalah ilusi semata.

Merasa Diduakan, Menjadi Ponselmu Nampaknya Lebih Menyenangkan

Barangkali benar apa kata orang-orang, ponsel datanng tak melulu untuk mendekatkan yang jauh. Tapi juga menjauhkan yang dekat. Karena meski tinggal dalam satu atap yang serupa, kadang kala obrolan kita hanya sebatas kalimat izini ingin pergi bekerja dan salam sepulang kerja.

Walau yang mengalihkan perhatianmu adalah sebuah benda, kupikir ia memang sudah benar-benar merebutmu. Membuatmu tak lagi memperdulikan kepulanganku, dan memilih untuk tertawa dengan apa yang kau baca dan saksikan dilayar ponsel yang selalu kau pegang. Beberapa kali dalam hatiku, menjadi gadget barangkali lebih dirasa pelu oleh dirimu.

Silahkan Bilang Ini Berlebihan, Aku Hanya Ingin Menyuarakan Apa yang Kurasa Hilang

Tak merasa jadi yang paling benar, tapi setidaknya apa yang ingin kusampaikan adalah bentuk lain dari keinginan yang selama ini terpendam. Tak bisa banyak berkata-kata untuk segera menegur setiap kali aku pulang bekerja. Semoga ini menyadarkanmu yang mungkin nanti akan membaca.

Lebih dari sekedar sibuk bermain handphone seperti yang kau lakoni. Marilah mulai untuk saling berbagi lewat cerita-cerita ajaib di rumah, nanti akan kutukar dengan hal-hal menakjubkan yang aku alami di kantor hingga bagaimana buasanya jalanan hampir membunuhku setiap malam sebelum sampai di ruamh.

Aku Belajar Memahami, Tapi Kamu Kerap Mengabaikanku dengan Segala Aktivitas di Dalam Telepon Genggam

“Ini satu-satunya hiburan untukmu” katamu tiap kali kutanya, kenapa ponsel kelihatannya jauh lebih berharga ketimbang suami yang sudah di rumah. Harus kuakui memang, apa yang kamu sampaikan barangkali benar. Karena ada banyak hal yang bisa kau jadikan sumber hiburan dari ponsel di tangan.

Beberapa kali aku memahami itu, tapi apakah aku harus tetap diam meski yang kau kerjakan tak lagi untuk mencari hiburan. Cobalah duduk sebentar, ceritakan apa yang kau anggap perlu disampaikan. Bukan memilih untuk bercumbu dengan ponsel yang selalu ada di tangan.

Jika aku bisa memahami dengan tak perlu mencampuri hal-hal yang kamu kerjakan di ponsel milikmu. Harusnya kau pun bisa mengerti bahwa setiap kali pulang bekerja, suami akan lebih bahagia melihatmu tersenyum menyambutnya. Bukan malah duduk diam, sembari asyik facebook-an.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

7 Gambaran Kehidupan yang Jadi Wujud Sindiran untuk Manusia Zaman Sekarang

Kemajuan teknologi seharunya membawa dampak yang baik untuk kelangsungan hidup manusia. Namun kenyataannya ada banyak hal yang disalahgunakan dari kemajuan teknologi yang ada saat ini. Banyak orang lalai dan tak mampu memanfaatkan kecanggihan teknologi dengan baik dan menghasilkan hal yang positif.

Berikut adalah tujuh gambaran kehidupan manusia masa kini yang dalam sebuah ilustrasi karya seniman dari Rusia bernama Gudim Anton. Menohok, tapi juga membuatmu sadar.

1. Tak Ada Bedanya Antara Janin dan Manusia Dewasa

Sumber : https://www.instagram.com/gudim_public/

Bahkan manusia dewasa yang ada di masa sekarang masih tak jauh berbeda dengan janin yang masih ada dalam kandungan. Mereka tak mampu membawa perubahan yang lebih baik dalam kehidupan ini.

2. Manusia Diperbudak oleh Pekerjaan

Sumber : https://www.instagram.com/gudim_public/

Rasanya saat ini bukan manusia butuh bekerja untuk hidup, melainkan manusia harus hidup untuk bekerja. Banyak orang yang sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa untuk menikmati kehidupan yang mereka miliki.

3. Pencitraan Demi Terlihat Baik di Mata Orang Lain

Sumber : https://www.instagram.com/gudim_public/

Banyak orang yang melakukan pencitraan di depan orang lain, salah satunya melalui media sosial. Apa yang ditunjukkan ke masyarakat umum bukanlah sesuatu kenyataan, melainkan hanya sebuah pencitraan.

4. Likes di Media Sosial Adalah Segalanya

Sumber : https://www.instagram.com/gudim_public/

Apapun akan dilakukan oleh sebagian besar manusia zaman sekarang untuk mendapatkan likes yang banyak di media sosialnya. Hal ini menunjukkan sisi seolah nilai dirinya ada pada seberapa likes yang dia dapatkan dari orang lain di media sosial miliknya.

5. Kenyataan dan Postingan Bisa Saja Bertolak Belakang

Sumber : https://www.instagram.com/gudim_public/

Kamu tak bisa percaya 100% atas apa yang kamu lihat di media sosial. Ada banyak hal yang tak sesuai. Apa yang kamu lihat tak sepenuhnya benar. Bahkan bisa saja kenyataan dengan apa yang ada dalam postingan adalah dua hal yang bertolak belakang.

6. Empati dan Aksi Adalah Hal Kesekian Setelah Postingan

Sumber : https://www.instagram.com/gudim_public/

Saat terjadi keributan atau mungkin sebuah tragedi mengerikan, hal yang utama dilakukan sebagian besar orang adalah mengeluarkan smartphone mereka dan merekam apa yang mereka lihat. Bukannya menolong dan melakukan aksi yang bermanfaat. justru mereka lebih mementingkan sebuah postingan.

7. Nyawa Jadi Taruhan untuk Selfie yang Sempurna

Sumber : https://www.instagram.com/gudim_public/

Sudah ada banyak orang yang “edan” mungkin. Buktinya sudah banyak korban yang meninggal hanya karena sebuah foto. Mereka ingin mendapatkan sebuah foto selfie yang mengagumkan sehingga mendapat banyak likes dari pengguna media sosial lainnya, namun kenyataan berkata lain, justru nyawanya lah yang lebih dulu melayang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Jason Momoa Sudah Terpikat Pada Sang Istri Sejak Usianya Baru Delapan Tahun

Aktor Jason Momoa tengah jadi sorotan. Bintang utama film Aquaman ini ternyata punya kisah cinta menarik dengan sang istri, Lisa Bonet. Momoa membagikan ceritanya saat menghadiri pemutaran perdana Aquaman di California. Secara usia, Momoa dan Bonet terpaut usia yang cukup jauh. Momoa berusia 39 tahun, sedangkan Bonet 51 tahun. Menariknya, Momoa mengaku jatuh cinta pada sosok Lisa Bonet sejak berumur 8 tahun setelah menonton Bonet di televisi.

Nama Lisa Bonet memang sudah dikenal sebagai aktris. Impian Momoa bertemu Bonet menjadi nyata pada tahun 2005. Mereka bertemu di sebuah kelab jazz di New York City.

“Kami kebetulan berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat,” kata Momoa. Saat itu ia tampil dengan rambut gimbal, meniru Lisa.

“Saya berambut gimbal, dia berambut gimbal. Saya berbalik dan melihat dia. Lalu dia (memperkenalkan diri) ‘Aku Lisa’,” tutur Momoa saat menceritakan pertemuan pertamanya dengan sang istri. Lantaran senang, Momoa mengaku ketika itu ia langsung berbalik ke temannya dan menjerit tanpa suara.

Momoa kecil ternyata sangat antusias dengan Lisa, ia bahkan sudah bertekad menjadi “stalker” sang aktris saat usianya masih delapan tahun. Namun, Momoa tidak pernah menceritakan tekadnya itu kepada Lisa Bonet pada awal-awal hubungan mereka. Ia bahkan menyimpan “rahasia” itu selama bertahun-tahun.

“Saya baru bercerita setelah kami punya dua anak. Kalau tidak saya pasti dibilang aneh, menyeramkan. Tetapi memang saya selalu ingin bertemu dia. Dia ratu, selalu,” ungkap pria bernama lengkap Joseph Jason Namakaeha Momoa itu.

Pasangan itu dikaruniai anak pertama, Lola, pada tahun 2007. Satu tahun kemudian, putra mereka, Nakoa-Wolf, lahir. Mereka menikah pada Oktober 2017 dalam sebuah upacara rahasia. Pernikahan itu hanya dihadiri keluarga terdekat.

Hubungan Momoa dengan mantan suami istrinya, Lenny Kravitz pun sangat baik. Saking akrabnya, Momoa dan Lenny Kravitz kompak memakai cincin kembar berbentuk tengkorak. Lenny Kravitz juga menghadiri pemutaran perdana Aquaman di Los Angeles bersama pasangannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Iqbaal Ramadhan Raih Penghargaan di Kancah Internasional

Aktor Iqbaal Ramadhan kian menunjukkan prestasinya. Terbaru, ia bahkan meraih penghargaan internasional lewat kepiawaiannya sebagai aktor.

Pemeran film Dilan 1990 (2018) tersebut mendapatkan penghargaan kategori “Variety Asian Star: Up Next Award” dalam 3rd International Film Festival and Awards Macao (IFFAM) 2018 di Macau. Dalam kategori tersebut, Iqbaal mengalahkan aktris Filipina Anne Curtis, aktris Selandia Baru Xana Tang, aktor China Zheng Kai, dan aktris India Zaira Wasim.

Mantan personel boyband Coboy Junior tersebut mengunggah foto dirinya saat memegang piala penghargaan di akun resmi Instagram-nya, @iqbaal.e. Dari beberapa foto yang diunggah, Iqbaal tampak gagah dengan kemeja putih dibalut jas warna gelap. Tak lupa, ia pun menorehkan senyum tipis dengan pose di atas karpet merah yang berlatar belakang acara IFFAM 2018.

“Little did i expect that i would get this big of an appreciation as an actor. as i said on the stage, this goes to all of you young, talented, and bright filmmakers and film enthusiasts in Indonesia you know who you are xox. pics by @dindakamil styled by @hagaipakan #iffam2018″, tulis Iqbaal. Unggahan ini disukai lebih dari 1 juta akun lain dan dibanjiri lebih dari 30.000 komentar.

Dari komentar yang ada, sebagian besar warganet memuji dan mengucapkan selamat atas pencapaian Iqbaal. Acara yang terselenggara pada 8-13 Desember 2018 ini tampak dihadiri aktor dan aktris Indonesia lainnya, seperti Dian Sastro dan Oka Antara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top