Feature

Menyinyir Mantan Adalah Pertanda Hati Lemah yang Tak Mampu Sebahagia Dia

Perihal mantan jika dibicarakan itu seperti tiada berujung. Meski sudah berpisah, ada saja hal-hal yang selalu menarik untuk dibicarakan. Termasuk juga tentang kehidupannya sekarang ini. Situasinya, banyak orang yang masih belum bisa legowo jika melihat mantan terlihat bahagia.

Kenapa ya? Kamu tahu apa yang jadi problem mendasar manusia? Sejatinya kita itu hobi sekali menilai tanpa bisa mengukur kebenarannya. Termasuk menilai kebahagiaan orang lain secara kasat mata. Itu juga yang terjadi saat tak sengaja melihat foto mantan di media sosial. Tanpa bertanya, kita langsung menilai jika hidupnya tertata dan bahagia. Alih-alih mengikhlaskan diri, kamu justru terperangkap pada rasa iri.

Kamu tak terima karena menganggap situasi semacam ini timpang sebelah. Yang terjadi selanjutnya sudah bisa ditebak, kamu pun mulai nyinyir. Haruskah demikian?

Saat Mantan Punya Pasangan Baru, Kamu Tak Sebaiknya Cemburu. Apalagi Dia Jelas Bukan Penentu Kebahagiaanmu

Kamu tak sengaja melihat dia mengunggah foto baru bersama kekasih barunya? Hal itu pasti terjadi meski kamu tak bisa menebak kapan terjadi. Tentu kamu tak perlu iri. Memilih putus dan mendapatkan sosok pengganti bukanlah sebuah kompetisi. Kamu hanya akan buang-buang energi jika yang tertanam dalam benakmu adalah rasa dengki. Mungkin kamu mengelak, baiklah, memang tak semua orang bisa jujur tentang hal ini. Yang pasti aku berharap, kamu lebih menyibukkan diri menciptakan kebahagiaan. Iri, dengki, hanya berujung pada umpatan kekesalan yang membuatmu jadi piawai nyinyir. Satu hal lagi, tak perlu kamu mencari momen dimana kamu terlihat bahagia padahal sekadar manipulasi. Masih banyak hal indah di dunia ini yang bisa membuatmu bahagia seutuhnya. Kamu pasti menemukannya.

Tak ada yang Tahu, Dia Mungkin Terlihat Bahagia Tapi Belum Tentu Apa yang Dirasakannya Sama dengan Tampilannya

Siapa yang bisa menilik kedalaman hati manusia? Setiap orang pasti menyimpan berbagai rahasia. Begitu juga dengan mantanmu. Kamu yakin dia bahagia? Dari mana muncul asumsi itu? Mungkin kamu menyimpulkan hanya berbekal media sosial atau pertemuan yang tidak di sengaja bukan? Sejatinya, hal-hal semacam itu kurang sahih untuk dijadikan parameter kebahagiaan. Lagipula, memangnya bahagia itu bisa terukur? Sekali lagi, hal-hal semacam itu bisa dimanipulasi untuk menimbulkan kesan bahagia. Tapi siapa tahu ada hal terdalam yang mungkin tak satu orangpun tahu. Meski kamu pernah menjalani hubungan dengannya, bukan berarti kamu tahu segalanya tentang dia.

Cinta Tak Selalu Soal Kisah Terdahulu, Kamu Berhak Mengusir Rasa Mindermu Hanya Karena Dia Tak Mau Bahagia Bersamamu

Kamu perlu berkontemplasi lagi. Cinta itu bukan hanya soal cerita-cerita terdahulu. Jika itu yang terus berjejalan di benakmu, maka kamu tak akan pernah selesai membuat perbandingan antara hari ini dengan masa lalu. Cinta itu sejatinya tak perlu perbandingan, itulah sebabnya kamu tak perlu minder. Jika minder masih membayangimu, itu tandanya memang tak ada kemajuan dengan dirimu yang sekarang. Percayalah semua orang masih punya kesempatan yang sama. Termasuk kesempatan untuk menemukan orang yang mau berbahagia bersamamu.

Nyinyir Di Media Sosial Maupun Ke Teman-teman Tentang Mantanmu Itu Bukti Kamu Masih Belum Bisa Beranjak Darinya. Padahal Inilah Saat yang Tepat Untuk Membuka Lembaran Baru

Kamu paling cepat untuk urusan posting memposting kalimat sindiran soal mantan. Bukankah jika terus cemburu pada kondisinya dan iri dengki semakin memeluk diri, maka ada gejala bahwa kamu masih ingin bersamanya. Namun, kenyataannya semua telah usai dan tiada situasi hati yang damai. Sudahlah, pikiran dan langkahmu harus maju ke depan. Tinggalkan kebiasaan menceritakan tentangnya pada teman-temanmu serta media sosialmu. Kamu dan dia sekarang berada pada track yang berbeda. Jangan buat orang baru yang sebenarnya ingin mengenalmu lebih dekat jadi ilfeel hanya karena berasumsi tentangmu yang terkesan menyimpan dendam kesumat pada mantan. Life must go on!

Sekali Lagi, Nyinyir Itu Tak Perlu. Hentikan Pola Pikir yang Menjadikan Kehidupannya Patokan Ideal Kebahagiaan

Dirinya telah menjadi orang yang bukan siapa-siapa lagi. Lalu buat apa kamu iri dengannya? Di dunia ini bukan hanya dia yang patut dijadikan contoh ideal sebuah kebahagiaan. Ada milyaran kehidupan yang dapat kamu pilih untuk melihat beragam jenis kebahagiaan. Cobalah tengok salah satunya dan hidupmu akan terasa sedikit baru. Kamu perlu melihat sisi positif perpisahan, yaitu agar masa depan dapat dijalani dengan lebih cerah lagi. Sekali lagi, move on itu perlu energi. Karenanya kamu tak perlu buang-buang energi hanya untuk nyinyir dan iri semata. Make your life be worth it!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Apa yang Harus Kita Lakukan, Saat Orangtua Tak Kunjung Memberi Restu atas Hubungan

Percayalah, jika hubunganmu bukanlah jalan tol yang bisa bebas dari hambatan. Beberapa kali, kamu akan bertemu kerikil tajam yang bisa menganggu hubungan. Dan salah satunya adalah restu dari orangtuamu atau orangtua si pacar.

Perkara ini jelas jadi mimpi buruk bagi sebagian besar pasangan. Karena biar bagaimanapun, titik akhir yang akan jadi tujuan hubungan tentulah pernikahan yang jelas butuh restu dari orangtua. Melepas dia yang kita cintai tentu tak mudah, tapi melawan apa kata orangtua juga adalah dosa. Lantas kita harus apa?

Awali dengan Memberi Orangtua Pengertian, Yakinkan Jika Pacar adalah Sosok yang Memang Kita Butuhkan

Perbedaan pola pikir pada orangtua, sering jadi pemicu tak mengalirnya restu atas hubungan kita. Kamu mungkin percaya bahwa si pacar adalah sosok yang memang pantas diperjuangkan. Sedangkan orangtua sering berpikir bahwa kita tak akan bisa hidup bahagia denngannya.

Jangan dulu buru-buru marah, sebab hal terpenting yang perlu diupayakan adalah memberi pengertian pada ibu dan ayah di rumah. Sampaikan pada mereka, jika perempuan atau laki-laki  yang sekarang jadi pacarmu adalah sosok pendamping yang sesungguhnya kau butuh.

Setelah babak ini, selanjutnya hanya akan dua kemungkinan yang bisa kita dapatkan. Direstui karena akhirnya orangtua percaya, atau tetap tak memberi restu dan meminta kita memutuskan hubungan dengan pacar saat itu juga.

Namun Jika Tetap Tak Mendapat Restu, Percayalah Kamu atau Dia Bisa Bahagia Meski Tak Bersama

Tahu lebih cepat jika restu tak akan kita dapat, jauh lebih baik daripada terus menjalani hubungan tanpa ada tujuan. Karena biar bagaimanapun, perihal restu selalu jadi perkara besar yang akan berpengaruh pada hubungan. Maka ketika sudah tahu jika ayah dan ibu tak setuju, ada baiknya jika persoalan ini buru-buru diobrolkan dengan pacarmu.

Cari titik tengah yang bisa jadi jalan keluar dari masalahmu, beri si dia pengertian jika hubungan kalian tak bisa dilanjutkan. Tekankan pula, jika keputusan ini mungkin jadi akhir dari hubungan. Tapi kita berdua tetap bisa berteman, dan tetap bisa sama-sama bahagia meski tak bersama.

Yakinlah Sepenuh Hati, Apa yang Orangtua Inginkan adalah Sesuatu yang Memang Kita Butuhkan

Naluri dari orangtua adalah sesuatu yang alami. Biasanya, meski tak memberi tahu mereka. Ibu atau Ayah selalu tahu apa yang kita butuhkan. Walau kadang, pandangan mereka terhadap sesuatu hal memang tak sejalan dengan apa yang kita pikirkan. Demi mengobati patah hatimu atas restu yang tak bisa kamu dapatkan. Lebih baik isi pikiran dengan hal-hal yang bisa membahagiakan. Dan salah satunya adalah, meyakinkan diri jika keputusan yang diberikan oleh orangtua adalah jalan terbaik untuk kebahagian kita.

Bukan untuk Menciutkan Nyalimu, Patah Hati Karena Tak Mendapat Restu Bisa Mendewasakanmu

Pertambahan usia adalah sesuatu yang mau tak mau harus kita terima. Seiring dengan hal tersebut, berbagai macam penolakan dan kesedihan dalam hidup, tentu akan menghampiri kita. Dan salah satunya adalah ketika cintamu tak mendapat restu dari orangtua.

Hatimu mungkin patah, jiwamu pun pasti terluka. Sebab cinta yang selama ini kau percaya harus berakhir hanya karena terhalang restu orangtua. Tapi, ini bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Sebab mampu menghadapinya justru jadi kekuatan tersendiri yang kelak membuktikan bahwa kamu adalah orang yang bijaksana. Mampu melepas cinta demi nasihat orangtua.

Sebab mengesampingkan ego tentu tak mudah, dengan kata lain kamu berhasil membuktikan bahwa dirimu memang sudah dewasa.

Setelah Cukup Kuat, Beranikan Diri untuk Membuat Hati Pada Cinta yang Lain Lagi

Perjalan cerita hidup terus berjalan, begitu pula dengan kisah cinta yang harus tetap kamu jalankan. Jangan jadikan patah hati membuatmu tak mau membuka hati. Karena bisa jadi dihalangnya restu memang jadi jembata lain yang kan mempertemukanmu dengan cinta yang sejati.

Move on memang terdengar klise, tapi ini adalah satu-satunya cara yang harus kamu lakukan agar bisa bangkit dari keterpurukan hubungan. Namun seseorang yang sudah dewasa, harusnya paham bagaimana cara berlapang dada untuk menerima semua kenyataan yang ada.

Restu memang jadi sesuatu yang rumit, tapi cobalah untuk selalu ingat ini. Sekuat apapun kamu menolak, dia yang ditakdirkan untukmu tetap akan menghampirimu Dan sebaliknya, sekuat apapun kamu menahannya, dia yang tak tercipta untukmu pasti akan pergi meninggalkanmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Jangan Cepat Menghakimi, Perempuan yang Terlihat Nakal Belum Tentu Seperti yang Kita Pikirkan

“Jangan menilai seseorang hanya dari tampilan luarnya saja”

Peribahasa itu memang sudah tidak asing di telinga kita, namun tetap saja masyarakat sangat sulit untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. Karena faktanya, apa yang kita lihat dari luar itulah yang akan kita simpulkan. Seperti halnya tentang perempuan nakal, hanya karena penampilan atau sifatnya yang sedikit berani dari perempuan lainnya maka di cap nakal sudah biasa baginya. Padahal, hati seseorang siapa yang tahu kan? Bagaimana jika hatinya memang baik, melebihi kita yang menghakiminya seenaknya.

Perempuan yang kelihatan nakal memang rentan mendapat pandangan negatif dari laki-laki, yah namanya juga laki-laki, jangankan perempuan yang kelihatan nakal yang tertutup saja masih ada saja yang menggoda. Padahal tidak semua perempuan yang kelihatannya nakal itu bisa diajak seenaknya. Sebenarnya bagaimana sih perempuan yang kelihatan nakal itu? Inilah beberapa uraian nya.

1. Perempuan Perokok Sudah Pasti Di Cap Nakal

Mungkin hal ini masih menimbulkan pro dan kontra, terutama di Indonesia. Tetapi kita tidak bisa menilai secara langsung perilaku perempuan merokok yang selalu disamakan dengan perempuan nakal kan? Memang sih kebanyakan perempuan yang ‘nakal’ itu merokok, tapi tidak semua perempuan yang merokok itu nakal.

Siapa tahu perempuan yang merokok itu memang sudah kecanduan seperti kalian laki-laki, jangan dulu menghakimi dia dengan menyebutnya nakal. Kepribadian seseorang tidak hanya dilihat dari sikap dan perilakunya, hati manusia cukup luas dan tidak bisa di simpulkan begitu saja. Stop nething ya!

2. Perempuan Dengan Rambut Di Cat Seringkali Dianggap Nakal


Gaya dandanan seseorang lebih banyak berhubungan dengan bagaimana seleranya merias diri. Tapi perempuan yang rambutnya dicat warna terang atau bahkan dicat blonde seringkali dicap sebagai perempuan yang ‘nakal’. Hal ini karena kita orang Indonesia umumnya punya rambut dengan warna hitam, sehingga dengan mengecat rambut maka penampilan perempuan jadi terlihat mencolok dan memancing perhatian banyak orang, terutama kaum laki-laki. Padahal tidak semuanya begitu, penampilan itu hak semua orang bukan?

Sekali lagi saya tekankan, menilai kepribadian itu tidak cukup dari penampilannya saja. Gaya seseorang itu berbeda-beda, cobalah untuk tetap menghargai tanpa menghakimi.

3. Perempuan Bertato Identik Dengan Kekerasan dan Kenakalan


Fenomena perempuan bertato memang seringkali mendapat pandangan negatif dari masyarakat, mereka menganggap dia sebagai perempuan yang bisa diajak seenaknya dan identik dengan kekerasan, padahal semua itu kembali pada cara pandang kita. Prinsip seseorang itu berbeda-beda.

Siapa tahu, perempuan yang kamu lihat punya tato di tangannya kemarin adalah seorang aktivis sosial yang menolong banyak orang. Siapa tahu juga, dia memang dulunya nakal tapi sekarang sudah nggak mau melakukan hal fana lagi. Mungkin juga seorang perempuan yang tatoan memang berperilaku hidup bebas, tapi dia memiliki prinsip dan komitmen yang ia pegang kuat, cobalah untuk memikirkan hal-hal baik tersebut sebelum menghakiminya.

4. Berpakaian Ketat dan Terbuka Seringkali Mendapat Cap Murahan


Cara berpakaian di negara kita memang sering menuai pro kontra, yang tertutup belum tentu baik dan yang terbuka juga belum tentu buruk. Mungkin saja dia berpenampilan terbuka karena tinggal di daerah yang bersuhu tinggi, atau mungkin juga dia menyukai kebebasan, selama masih batas wajar dan tidak mengganggu hidup kita kenapa kita harus menghakimi mereka?

Memang banyak perempuan yang mendapat pelecehan karena caranya berpakaian, bahkan laki-laki pun sering menyalahkan perempuan karena hal itu. Padahal saya yakin tidak ada perempuan yang ingin dilecehkan hanya karena caranya berpakaian. Cobalah untuk tetap berpikir positif jangan selalu memberikan komentar negatif pada sesuatu yang belum kita ketahui kebenarannya.

5. Pulang Malam Bukan Berarti Perempuan Malam Juga


Jangan dulu berpikiran negatif saat melihat perempuan pulang malam, mungkin saja dia baru pulang dari pekerjaan atau kuliahnya, zaman sekarang memang sudah banyak kegiatan yang menuntut untuk di selesaikan sampai malam. Tidak semua perempuan yang pulang malam itu kupu-kupu malam, tolong buang jauh-jauh pemikiran tersebut.

Bisa jadi mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang baru pulang bekerja keras. Bayangkan mereka sudah cape dengan kegiatannya lalu kamu memberikan cap negatif terhadapnya, semua itu hanya akan memberi rasa sakit dan sama sekali tidak ada untungnya untukmu sebenarnya.

Sekarang tahu kan, kenapa bahaya banget buat memberikan cap buruk kepada seseorang. Kalau kamu langsung ngecap perempuan nakal hanya berdasarkan apa yang kamu lihat, mendingan sih introspeksi lagi deh. Mulai sekarang belajarlah untuk tidak menilai seseorang hanya karena penampilan dan sikapnya saja, jangan mudah tertipu ya, kurangi dosa dengan berhenti menghakimi orang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top