Community

Ini Tips Hemat Hidup di Korea Selatan , Satu Minggu Hanya dengan Budget 2 Juta Saja

Korea Selatan menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup diminati oleh banyak orang. Sehingga tak heran jika banyak orang ingin pergi ke sana. Sayangnya, tak semua orang memiliki banyak uang untuk bisa pergi ke negeri gingseng ini. Nah, jika kamu ingin pergi ke sana dengan budget rendah, bisa kok. Cukup dengan uang 2 juta, kamu bisa hidup di Korea Selatan selama satu minggu lamanya.

1. Hari Pertama

Kamu bisa memilih hostel untuk tinggal dengan harga 150.000 rupiah saja permalam. Kamu bisa menemukannya di Hongdae. Kamu bisa berkeliling ke daerah yang jadi tempat tongkrongan anak muda di sana. Kamu juga bisa mengunjungi daerah Sinchon dan Ewha serta menikmati keramaian dan makanan di pinggir jalan yang cukup menggoda.

2. Hari Kedua

Di hari kedua kamu bisa naik subway dan bus ke Nami Island, yaitu pulau yang disebut sebagai pulau romantic dimana pulau tersebut pernah dijadikan tempat pengambilan gambar untuk film “Winter Sonata”. Kamu bisa mengakali makan siangmu agar lebih hemat dengan membeli makanan sebelum masuk kapal kecil yang menuju pulau tersebut. Setelah puas menikmati keindahan Nami Island, kamu bisa kembali ke Seoul dan mengunjungi pasar Gwangjang. Di sana kamu bisa menyicipi makanan korea dengan harga yang bersahabat.

3  Hari Ketiga

Di hari ketiga kamu bisa mengunjungi gedung SM, JYP, atau YG untuk sekedar nongkrong di sana, siapa tahu akan ada artis idolamu yang lewat. Kalau kamu gemar berbelanja, kamu bisa pergi ke Myeongdong yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Korea Selatan. Kamu juga bisa menikmati jajanan khas Korea Selatan di sana.

4. Hari Keempat

Pada hari keempat kamu bisa datang ke kota Seoul. Kamu bisa mengunjungi istana dan museum di sana secara gratis jika kamu datang pada hari Rabu. Selain itu istana dan museum juga dibuka setiap hari.

5. Hari Kelima

Di hari kelima, kamu yang suka keindahan alam bisa berkunjung ke Haneul Park yang sangat terkenal dengan tumbuhan alang-alang yang fotogenik banget. Setelah itu kamu bisa jalan-jalan menyusuri Sungai Hangang atau Sungai Kecil Cheonggyecheon. Di malam hari, kamu juga bisa melihat keindahan pertunjukan air di Jembatan Banpo, di Sungai Hangang.

6. Hari Keenam

Nah kalau cuaca sedang bagus, di hari keenam kamu bisa mengunjungi gunung di Kota Seoul. Salah satu gunung yang bisa kamu kunjungi adalah Gunung Gwanaksan.

7. Hari Ketujuh

Di hari terakhir, kamu bisa berkunjung ke Seoul N Tower. Di sana kamu tak perlu membayar untuk bisa naik ke atas. Kamu bisa mengambil gambar di atas tower dan memasang gembok cinta di pagar tower.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Melacak Ratusan Penguntit, Taylor Swift Pakai Teknologi Pemindai Wajah Saat Konser

Taylor Swift ternyata menggunakan teknologi pendeteksi wajah saat menggelar California’s Rose Bowl pada Mei lalu demi mengawasi ratusan penguntit atau stalker yang kerap membuntutinya.

Dikutip dari The Verge, alat ini dipasang pada sebuah perangkat khusus. Para pengunjung pun tak sadar kalau sebenarnya keberadaan alat ini ditanam pada perangkat berupa papan elektronik yang menampilkan video proses latihan Taylor Swift. Baru kemudian saat para penonton memperhatikan video tersebut, secara diam-diam alat pendeteksi merekam dan memindai wajah masing-masing pengunjung.

Berdasarkan wawancara Rolling Stone dengan seorang petugas keamanan konser, wajah-wajah tersebut kemudian dikirimkan ke Nashville, Amerika Serikat, yang menjadi “command post”, untuk dicocokkan dengan muka-muka penguntit yang sebelumnya sudah diketahui.

Taylor Swift menjadi artis Amerika Serikat pertama yang diketahui menggunakan teknologi pendeteksi wajah di konsernya. Sayangnya, saat ini masih jadi perdebatan apakah penggunaan teknologi ini bisa dibenarkan secara hukum. Sebab, ada yang menilai konser menjadi ranah pribadi bagi penyelenggara. Dengan demikian, penyelenggara berhak memantau pengunjung yang datang. Namun, penggunaan teknologi ini terbilang tak lazim dan berlebihan, namun ternyata hal ini bukan yang pertama.

Sebelumnya, pada April 2018, polisi di China menangkap seorang pelaku kejahatan yanng bersembunyi di antara sekitar 60.000 penonton konser di Nanchang International Sports Center. Sistem pengawasan ini bisa mengawasi pergerakan orang di kerumunan karena menggunakan sistem pemantau “Xue Liang” atau “Sharp Eye”.

Di Amerika Serikat, teknologi pemindaian wajah nantinya akan dikembangkan untuk menggantikan sistem tiket. Jika berhasil, penonton film di bioskop tidak perlu lagi menggunakan tiket kertas, karena cukup dengan menggunakan wajah yang sudah dipindai sesuai dengan nomor bangku sesuai saat pembelian.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pelaku Menyerahkan Diri, Ussy Tetap Ingin Proses Hukum Tetap Berjalan

Pembawa acara Ussy Sulistiawaty (37) akhirnya menerima permintaan maaf orang yang menghina anaknya di media sosial. Perempuan itu juga sudah menyerahkan diri ke Mapolda Metro Jaya. Namun, Ussy akan tetap melanjutkan proses hukum atas pelaku penghinaan itu.

“Itikad dia bagus untuk menyerahkan diri. Tapi, karena sudah masuk laporan, tetap diproses,” kata Ussy seperti dikutip Kompas.com, Kamis (13/12/2018).

Ussy mengatakan pula bahwa perempuan pelaku penghinaan tersebut mengakui perbuatannya. Pelaku sadar tidak akan bisa kabur ke mana-mana sehingga memilih menyerahkan diri ke polisi.

“Dia sadar, mau ganti IG (Instagram) apa pun, polisi juga akan menemukannya. Makanya, dia sadar, menyerahkan diri. Indonesia kan sekarang lagi melawan bullying dan cyber crime, kita harus dukung. Jangan sampai laporan saya ini dikatai lebai,” ujar istri artis peran dan pembawa acara Andhika Pratama ini. Diberitakan sebelumnya, Ussy Sulistiawaty melaporkan lebih dari 10 akun yang menghina anaknya lewat media sosial dengan kata-kata tidak pantas.

Ussy melaporkan mereka dengan pasal pencemaran nama baik, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Berkunjung ke Vatikan, Menteri Susi Penuhi Undangan dari Paus Fransiskus dan Bahas Isu Kelautan

Pada salah satu agenda kerja di Eropa baru-baru ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti terlihat mengunjungi Vatikan untuk memenuhi undangan dari Paus Fransiskus. Yap, Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang mengungkapkan, Ibu Susi berkunjung ke Vatikan dalam rangka menghadiri audiensi dengan Paus bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik.

Undangan tersebut beliau terima, tatkala menghadiri acara Our Ocean Conference di Bali 29-30 Oktober beberapa waktu lalu. Dalam acara yang berlangsung di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12) lalu, pukul 09.00-11.00 waktu setempat tersebut. Menteri perempuan yang terkenal dengan kata “Tenggelamkan” itu, berkesempatan untuk bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” ucap bu Susi seperti dilansir dari Antara, Jumat (14/12)

Selain itu, Menteri Susi juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan. Adapun tujuan pertemuan itu adalah untuk membahas pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Dan Vatikan juga berjanji, untuk setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum PBB.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top