Feature

Ini Loh Norma Baru Dalam Komunikasi, Etika Ngobrol Di Grup Chat

Harus diakui kehadiran smartphone memang sangat banyak membantu aktivitas kita sehari-hari. Benda ini perlahan jadi salah satu kebutuhan pokok yang harus dimiliki oleh setiap individu. Perannya sebagai media komunikasi pun semakin meluas, karena tak hanya untuk telepon dan sekedar sms. Kini smartphone hadir dengan berbagai macam aplikasi chatting yang bisa diunduh dengan mudahnya. Hal ini tentu menggeser posisi sms yang dulu sebagai komunikasi tertulis yang bisa kita kirim melalui handphone. Dan sisi baiknya berkirim pesan dari aplikasi chatting hanya bermodalkan peket data, berbeda dengan sms yang mengharuskan kita membayar. Meski sama-sama berbayar namun nyatanya, kita lebih menggandrungi chat diaplikasi chatting daripada kirim pesan disms.

Berdasarkan hasil survei yang diadakan oleh GfK Asia bersama dengan Indonesian Digital Association (IDA) dan Baidu ke beberapa wilayah di Indonesia. Setidaknya orang Indonesia rela menghabiskan waktu untuk memakai aplikasi chatting sebanyak 19 jam dalam sebulan. Hal ini menunjukkan betapa banyaknya interaksi yang kita lakukan dari apalikasi chatting tersebut. Untuk itu tidak perlu heran juga, jika diantara kita tentu memiliki satu atau dua bahkan lebih group chat pada salah satu apalikasi chatting. Entah itu grup kelas, kantor, komunitas hingga grup alumni sekolah. Dan secara tidak sadar kegiatan ini telah membawa norma baru yang mau tidak mau harus kita jaga. Maka sebelum jauh dalam kekeliruan yang salah, kita perlu tahu apa yang harus kita taati dalam grup chat.

Untuk Bisa Mengenali Member Lain, Perkenalkan Diri Saat Menjadi Member Baru. Dengan Begitu Member Grup Yang Lama Juga Akan Tahu Siapa Kamu

Tak hanya didalam sebuah lingkungan sosial yang nyata, kamu juga perlu memperkenalkan diri di tempat baru. Salah satunya dalam grup chat. Memperkenalkan diri adalah topik pertama yang rasanya wajib untuk dibahas. Kamu bisa memulainya dengan menyebutkan nama dengan beberapa informasi diri yang lain. Jangan lupa memberi salam pada mereka para anggota yang telah lebih dulu bergabung. Kemudian lihat respon yang akan diberikan oleh anggota group, selanjutnya kamu bisa menimpali respon yang mereka berikan. Bukan ingin terlihat untuk cari perhatian, ini adalah bentuk dari kesopanan. Lalu untuk bisa memahami karakter setiap anggota yang ada di grup, kamu bisa jadi anggota grup yang pasif dulu. Hal ini bisa kita ketahui dari cara mereka melempar jawaban atas pertanyaan yang mungkin ada digroup. Dari situ kamu bisa mendekripsikan bagaimana karakter asli dari orang tersebut. Meski ini tidak tentu valid, tapi setidaknya ini akan membantumu mengenali angota group yang lain.

Jangan Pernah Memanfaatkan Fitur Grup Untuk Kepentingan Pribadi Yang Justru Menganggu Orang Lain

Mungkin kita pernah kesal, karena sedang asik bermain pada handphone tiba-tiba ada banyak chat masuk di grup. Ketika di cek ternyata semuanya adalah postingan dari online shop salah seorang teman. Huuh… Kita harus bisa paham bahwa tidak semua orang menyukai dengan apa yang ingin kita bagikan. Ada waktu-waktu tertentu yang ingin mereka nikmati tanpa gangguan notifikasi yang tak berguna. Apalagi jika itu ternyata hanyalah postingan promosi dari online shop. Jika memang ingin tetap membagikan barang dagangan di grup mungkin kamu bisa meminta izin terlebih dahulu pada admin grup atau tanyakan di grup langsung. Akan lebih baik jika memang mereka mengizinkan, namun jika tidak ya kamu juga harus memahami hal tesebut. Jangan sampai orang lain kesal hanya karena kamu sibuk berjualan di grup.

Usahakan Memberi Jawaban Bermanfaat Untuk Pertanyaan Yang Sedang Dibahas Sesuai Dengan Topik Yang Dibicarakan

Beberapa grup chat dibuat untuk kepentingan tertentu, mulai dari grup kantor yang per divisi, grup alumni, hingga grup komunitas dan grup yang lain. Jika sewaktu-waktu ada topik pembahasan yang sedang dibicarakan cobalah untuk memberikan jawaban yang sesuai. Jika memang ada beberapa candaan yang akan kamu selipkan itu sah-sah saja. Asal jangan sampai menghilangkan esensi obrolan group pada saat itu. Selain sebagai bentuk untuk menghargai mereka yang bertanya, menjawab pertanyaan di grup memang jadi bagian dari tugas kita sebagai anggota. Karena pada dasarnya grup dibuat memang untuk memudahkan para anggotanya.

Cobalah Menjawab Dengan Bahasa Yang Lebih Spesifik Dari Sekedar Kata Yang Itupun Masih Kamu Singkat Menjadi Satu Huruf Saja

Percaya atau tidak gaya bahasa yang kita gunakan dalam chatting sebenarnya menunjukkan jati dirimu yang sebenarnya. Jika kita kerap membalas pertanyaan dengan bahasa yang terkesan cuek dan tak bersahabat, jangan heran jika besok tidak ada yang akan ada yang coba bertanya pada kamu lagi. Memang tidak ada aturan khusus yang mngatur berapa banyak huruf yang dipakai untuk chat. Tapi jika kebiasaan untuk membalas dengan satu atau dua huruf saja masih kita pelihara, sebaiknya berhenti dari sekarang. Hal ini bukanlah cerminan sikap yang baik dalam berkomunikasi. Orang yang menunggu balasanmu tidak akan bisa langsung begitu paham apa yang kamu maksud jika hanya dibalas dengan kata “O” atau “Y” saja. Cobalah untuk meninggalkan kebiasaan jelek ini sesegera mungkin.

Hindari Untuk Menyebarkan Postingan Yang Berlebihan Apalagi Jika Isinya Hanya Sekedar Curhatan Galau Yang Tak Penting

Berbagi memang jadi sesuatu yang menyenangkan selama hal yang dibagikan bermanfaat, namun jika tidak? Tentu akan menyebalkan bukan. Siasati hal ini dengan memikirkan kembali apa yang ingin kamu posting. Apalagi jika anggota grup tersebut katakanlah lebih dari 20 orang, yang tentu akan memiliki pandangan berbeda akan sesuatu yang ingin kamu sampaikan.

Coba posisikan diri sebagai orang yang akan menerima chat tersebut. Apakah itu menjadi sesuatu yang penting untuk mereka atau justru sebaliknya. Belum lagi jika ternyata yang ingin kamu bagikan hanyalah curhatan galau yang sungguh tidak sepantasnya orang lain tahu. Ini patut untuk dipikirkan dua kali sebelum diposting. Tapi jika anggota grup ternyata hanyalah beberapa orang yang semuanya adalah teman dekat, ini sah-sah saja. Untuk menhindari kesan berlebihan, cobalah cari alternatif lain jika ingin sekedar curhat, chat personal misalnya.

Meski Tak Ingin Terlalu Sering Posting, Kamu Juga Tidak Boleh Jadi Orang Yang  Kelewat Pasif Tanpa Berbuat Apa-Apa Di Group Chat

Coba ingat apa hal yang mendasari kita masuk pada sebuah grup chat? Tentu untuk memudahkan komunikasi. Disamping itu grup chat juga dibuat untuk interaksi dua arah antara anggota grup yang satu dengan yang lain. Jika sewaktu-waktu kamu mendapatkan informasi ada saatnya kamu juga harus memberi informasi.

Mulailah berkontribusi untuk sesuatu yang sedang dibutuhkan di grup. Karena ketika kamu memilih untuk diam, itu berarti kamu tak peduli dengan yang terjadi di group chat. Maka jangan pernah merasa diperlakukan tidak adil ketika ada keputusan yang tidak sepaham denganmu. Jika memang kamu tidak terlalu suka untuk ikut membahas semua hal dalam grup, cobalah hadir saat membicarakan topik yang mungkin menarik perhatianmu atau sesuai dengan apa yang memang ketahui.

Mungkin belum ada norma tertulis yang mengatur semua hal tersebut. Namun sebagai pribadi yang memiliki akal budi dan menjunjung sopan santun sudah seharusnya kamu memahami dan menjaga hal tersebut. Dengan begitu percakapan dan interaksi yang ada dalam grup akan terasa lebih baik dan nyaman.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Doyan Selfie? Kamu Perlu Cobain Revlon PhotoReady Candid Series Nih

Udah deh pada ngaku aja, hampir semua perempuan pasti suka selfie. Entah untuk diunggah ke sosial media atau dibiarkan mengendap di galery ponselnya saja. Nah, agar selfiemu lebih terlihat cantik dan memanjakan mata. Biasanya para perempuan akan melakukan persiapakan sebelum menangkap gambar. Mencari posisi yang tak terlihat chubby, memiringkan kepala, mengatur cahaya, sampai ada pula yang harus memoles make up demi hasil yang sempurna.

Tapi jika look make-upnya terlalu terlihat menyala, kadang kala kita malah tak suka dengan hasil selfienya. Nah, untuk itulah, hari ini Revlon Indonesia memperkenalkan ‘PhotoReady Candid’-nya, yaitu rangkaian make-up base terbaru dengan formula yang terinspirasi dari skincare dan memberikan hasil akhir yang tampak natural dan flawless.

Dalam jumpa pers yang diadakan di Baxter Smith, Jakarta Selatan, Rabu (17/07/2019), Muhammad Irvan selaku Deputy Brand Manager Revlon Indonesia, mengatakan “Rangkaian produk ini jadi jawaban atas tren ‘No Makeup, makeup’ yang masih dicintai dalam industri kecantikan dunia, termaksud di Indonesia. Inilah yang kemudian membuat Revlon Indonesia menghadirkan inovasi terbarunya melalui Revlon PhotoReady Candid yang mengimplementasikan konsep clean beauty yaitu hanya mengandung bahan-bahan yang dibutuhkan oleh kulit dan menghilangkan bahan-bahan yang tak dibutuhkan dengan formula yang ringan”. 

“Jadi perempuan-perempuan yang akan memakainya, akan tetap look great stress free”,  tutup Irvan.

Sekedar informasi, rangkaian produk Revlon PhotoReady Candid ini diperkaya dengan vitamin E sebagai anti oksidan dan anti polutan, serta anti blue light yang dipercaya mampu melindungi kult dari paparan sinar Blue Light dari sinar matahari dari gadget yang berisiko menyebabkan stress pada kulit.

Masih di tempat dan acara yang sama, Faiza Miranti, Marketing Communication Revlon Indonesia juga menjelaskan bahwa Revlon memahami bahwa perempuan Indonesia saat ini tak lagi bisa terpisahkan dari gadget untuk teap terkoneksi dengan internet setiap hari. Dari mulai urusan pekerjaan, sampai bersenang-senang dengan scroll di sosial media.

“Karena itulah Revlon PhotoReady Candid menyertakan anti-Blue Light yang berfungsi untuk melindungi kulit dari paparan berbahaya sinar matahari dan layar perangkat digital seperti ponsel, laptop, atau tablet. Karena, ini bisa membuat kulit stress, bahkan memicu penuaan dini. Nah, kandungan vitamin E juga berfungsi sebagai anti oksidan dan anti polusi yang menetralisir radikal bebas berbahaya seperti polusi, asap, atau radiasi.” Ujar Anti.

Hadir dengan kemasan yang mudah dibawa kemana-mana, rangkaian Revlon PhotoReady Candid ini terdiri dari Revlon PhotoReady Candid Natural Finish Anti-Pollution Foundation yang hadir dalam 5 shade, lalu ada pula Revlon PhotoReady Candid Antioxidant Concealer dalam 3 warna yang mengandung kafein untuk membantu menyamarkan noda hitam pada bagian kantung mata, dan Revlon PhotoReady Canding Anti-Pollution Setting Powder dengan tekstur lembut yang berfungsi untuk mengikat foundation dan melindungi wajah serta meminimalisir kandungan minyak pada wajahmu.

Rangkain produk ini sudah kini sudah tersedia di berbagai departement store dan gerai retail kecantikan dan kesehatan terdekat di seluruh Indonesia. Jadi kamu sudah bisa membelinya, untuk mendukung aktivitas selfie dan keinginan ‘No Makeup, Make-up’ yang kamu inginkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Menyamar Pakai Daster dan Hijab, Polisi di Medan Berhasil Tangkap 3 Begal

Banyaknya kelompok pencuri motor yang berkeliaran di berbagai daerah, membuat Polisi memutar otak untuk  mencari cara untuk menjerat mereka. Dan salah satu terobosan yang dilakukan oleh para petugas Polsek Medan Timur di Sumatera Utara, nampaknya cukup membuahkan hasil. Ya, para petugas terpaksa harus menyamar sebagai ibu-ibu yang mengenakan daster dan hijab untuk menjebak para pelaku begal yang selama ini dilaporkan cukup meresahkan masyarakat.

Dilansir dari kumparan.com, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, mengatakan awalnya ada wanita bernama Indah Kristiani Siringo-ringo yang jadi korban pembegalan di Jalan Perkebunan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Selasa (16/7).

“Modusnya menunggu korbannya. Setelah mendapat targetnya para tersangka melakukan aksinya, dengan menendang dan mengambil sepeda motor korban,” katanya, didampingi Kapolsek Medan Timur, Kompol M. Arifin, Selasa (16/7).

Demi bisa mengungkap pelaku kasus pembegalan tersebut, kata Kompol M. Arifin, pihaknya mengerahkan polisi laki-laki untuk menyamar sebagai seorang perempuan yang berjilbab dan berdaster, lalu mereka disuruh melintas di lokasi-lokasi rawan pembegalan. Dengan tujuan untuk memancing para tersangka keluar dari persembunyiannya.

 “Jadi ada beberapa tim yang kita bagi. Ada petugas yang menyaru sebagai wanita dan ada beberapa petugas yang melintas layaknya masyarakat biasa,” ungkapnya.

Sumber : SumutNews.com

Alhasil, tiga begal, yaitu Ipan Ardiansyah alias Gopal (24), MF alias Popoy (17) dan Sopan Yohansyah alias Yoyo (21), berhasil ditangkap. Polisi juga menyita 1 buah pisau, 1 kunci L, 1 obeng, 1 sarang kunci kontak sepeda motor hasil curian, baju, celana, dan sepatu dari para tersangka.

Dan pelaku yang pertama ditangkap adalah Ipan Ardiansyah alias Gopal yang merupakan pemimpin kelompok begal tersebut,

“Tersangka (Gopal) ditangkap di Jalan Pancing, Kecamatan Medan Deli pada 15 Juli 2019,” ungkapnya.

Nah dari keterangan dan pengakuan Gopal, petugas melakukan pengembangan hingga akhirnya menangkap MF alias Popoy dan Sopan.

“Dari laporan yang kita terima, para tersangka ini telah lima kali melakukan aksinya di wilayah hukum Polsek Medan Timur,” katanya.

Para tersangka mengaku, barang hasil kejahatan mereka akan dijual kepada seseorang bernama Kancil di Jalan Marelan. Namun, saat dilakukan pengembangan, petugas tidak menemukan keberadaan Kancil yang disebutkan. Sementara itu, tersangka Popoy mengaku, uang dari penjualan barang itu digunakannya untuk membeli narkoba.

“Uangnya untuk membeli sabu-sabu dan baju,” pungkasnya.

Polsek Medan Timur masih melakukan pengembangan terkait kasus ini. Pasalnya, ada beberapa anggota komplotan lain yang masih dalam pengejaran dan terus melakukan aksinya.

“Untuk identitas tersangka lainnya sudah kita ketahui. Para tersangka dijerat dengan Pasal 363 dan 365 KUHPidana,” tambahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sekuel Thor 4 Siap Digarap Kembali oleh Taika Waititi

Thor akan kembali ke dunia Marvel. Sekuel film Thor yang ke-4 akan dibuat dan disutradarai kembali oleh Taika Waititi. Menurut The Hollywood Reporter. Taika sukses membawa film solo ketiga Thor itu meraih keuntungan hampir US$854 juta dari box office sedunia dan skor 93 persen Rotten Tomatoes pada tahun 2017.

Chris Hemsworth pun akan kembali berperan sebagai Thor. Kendati demikian, belum ada rincian lain terkait cerita dan jadwal rilisnya. Namun terakhir dalam Avengers: Endgame, Thor menyerahkan kaum Asgard pada Valkyrie di rumah baru mereka di bumi. Sementara itu, Thor ikut dalam pesawat luar angkasa bersama Guardians of the Galaxy.

Taika Waititi sendiri sukses memberi warna baru pada Thor. Pria New Zealand ini juga aktor di balik karakter Korg, raksasa batu yang lucu. Keterlibatannya lagi pada Thor 4 konon membuat proyeknya bersama Warner Bros. dalam film adaptasi manga Jepang, Akira, terganggu. Akira yang semula dijadwalkan rilis pada 2021 kabarnya harus menjeda jadwal syuting karena Taika juga mengembangkan naskah Thor 4. Sementara Chris Hemsworth baru selesai dengan film terbarunya Men in Black: International.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top