Feature

Putus Lewat Chat Kini Terasa Sah Dan Tak Lagi Jadi Masalah! Kamu Pernah Mengalaminya?

Dalam sebuah hubungan cinta, putus tentu menjadi hal yang tak diinginkan oleh siapa pun. Namun ada kalanya kehidupan berjalan tak seiring dengan yang kita harapkan. Hal itu tentu jadi momen yang mengecewakan sekaligus membingungkan. Meski sebagian masih enggan untuk memulai, sebagian dari kita justru memiliki inisiatif untuk mengungkapkan keinginan berpisah terlebih dulu.

Bentuk penyampiannya pun beragam, mulai dari disampaikan langsung atau malah hanya lewat chat. Jauh sebelum aplikasi chatting hadir, memutuskan hubungan lewat pesan singkat memang terdengar sangat tak tepat. Selain kurang menunjukkan keberanian, banyak orang beranggapan ini adalah bentuk ketidaksopanan.

Tapi jika ingin tetap melakukannya, itu juga hal salah yang lantas tidak boleh dilakukan. Bukankah aplikasi chatting memang diciptakan untuk menyampaikan pesan? Jika kamu baru saja diputuskan lewat chat, jangan bersedih! Bukan kamu sendiri yang mengalami hal itu. Dianggap sebagai perubahan yang dibawa oleh era digital, putus lewat chat tak lagi jadi sebuah masalah karena dinilai wajar dan sah.

Berdasarkan Penelitian Keputusan Ini Bukanlah Hal Yang Salah, Wajar Dan Memang Dipebolehkan

Sebuah survey terbaru yang dilakukan Mobile Phone Checker menemukan bahwa 73 persen responden laki-laki memilih memutuskan pasangan lewat ponsel tanpa tatap muka. 44 persen dari wanita responden tersebut juga mengaku pernah memutuskan pasangan lewat pesan singkat. Dimana secara keseluruhan sebanyak 39 persen dari mereka, telah menjalani hubungan lebih dari satu tahun.

Masih dari hasil survey yang sama sebanyak 16 persen pasangan menikah juga mengaku minta cerai hanya dengan pesan singkat atau telepon. Ini mungkin sedikit membuat kita merasa aneh, bahkan untuk bercerai saja sudah dilakukan lewat chat atau telepon. Jadi tak heran jika hasil dari penelitian ini mendapati data, bahwa 81 persen dari laki-laki tidak merasa keberatan diputuskan dengan cara seperti ini. 53 persen dari perempuan juga setuju dengan hal yang sama. Karena putus memang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Untuk itu sebagian besar orang menggunakan gadget mereka untuk memudahkan hal tersebut.

Tak Berniat Melecehkan Mantan Pasangan dan Hubungan, Karena Bicara Lewat Chat Memang Lebih Gampang

Sebagian besar orang memang cenderung tak suka jika harus bertatapan muka untuk memutuskan hubungan.  Maka dari itu aplikasi chatting atau pesan singkat jadi alternatif yang dianggap mampu membantu. Dari hasil riset dari Fast Ask, sebuah perusahaan yang pernah melakukan riset terhadap pengguna LINE di Jepang mengatakan, bahwa memutuskan hubungan lewat line (berarti chat) lebih mudah daripada harus bertemu langsung.

Kamu tak akan menemukan rasa gugup karena takut jika pasangan yang akan diputuskan tak terima atau mungkin marah. Dari beberapa penuturan tadi dapat disimpulkan bahwa, putus lewat chat sudah jadi hal yang diperbolehkan. Jika memang sudah tak ingin bertemu dengan pacar atau takut untuk menerima kemungkinan kurang menyenangkan yang bisa terjadi setelah keputusan tersebut diutarakan. Meski sebagian lain tak sepakat, presentase mereka yang setuju jauh lebih banyak.

Apalagi Jika Alasan Putus Memang Jadi Sebuah Keharusan, Meski Masih Ditentang Itu Tetap Harus Di Lakukan

Perubahan zaman diera digital membawa kita pada beberapa hal baru yang jadi pilihan. Meski akan ada pihak yang pro dan kontra tapi pilihan tetap ada pada dirimu. Pilihan untuk putus lewat chat kadang diambil karena memang situasi yang memaksa. Coba bayangkan jika seseorang yang sedang menjalani LDR lalu mendadak harus putus untuk alasan tertentu. Apakah memutuskan lewat chat jadi hal yang tak baik? tentu tidak.

Ada beberapa alasan dalam hubungan yang memang kadang memaksa kita untuk mengambil pilihan. Meski masih tak enak hati untuk menyampaikan, putus lewat chat bisa jadi hal terbaik yang memang harus dilakukan. Daripada harus tetap bertahan padahal sudah tak bisa lagi, lebih baik putus meski hanya chat yang menyampaikannya.

Kemungkinan Lain Yang Bisa Jadi Alasan, Untuk Menghindar Dari Rasa Luluh Jika Harus Bertemu Kembali

Bukan tak mungkin jika harus bertemu dengannya kembali malah membuat kamu tak bisa memutuskan dirinya. Beberapa kemungkinan bisa jadi penyebabnya, kembali luluh dengan pemandangan di depan mata hingga rasa tak tega yang tiba-tiba menghantui pikiran. Alasan putus yang ingin kamu sampaikan tentu sudah melalui tahap pertimbangan yang panjang. Apalagi jika kamu dan dirinya sudah sama-sama tahu bahwa hubungan tersebut tak lagi bisa diteruskan. Tapi demi menghindari hal-hal yang tadi disebutkan, chat jadi alat untuk putus dengan pasangan. Ini akan jadi hal yang harus coba dipahami, baik bagi dia yang diputuskan dan kamu yang mungkin memutuskan.

Memang Lebih Baik Jika Di Hindari Tapi Ini Juga Bukan Sesuatu Yang Lantas Dilarang Untuk Dilakukan

Biar bagaimana pun sejauh ini tidak ada fatwa yang menyatakan bahwa hal itu adalah sesuatu yang tak boleh dilakukan. Menjadikan chat sebagai saksi dari perpisahan juga memberikan kita sedikit kelegaan. Karena setidaknya kita tak akan melihat bagaimaan ekspresinya ketika membaca chat yang kita kirimkan. Seperti yang dikatakan April Masini, seorang pakar hubungan “Pesan singkat memberi anda jarak dari bahaya yang diberikan oleh pasangan, sehingga menjadi opsi terbaik dalam situasi ini.”. Bukan ingin berniat untuk berpikiran buruk tapi hal ini memang bisa saja terjadi, jika keinginan putus kita sampaikan secara langsung. Memang terdengar tak baik karena hanya disampaikan lewat kata-kata dalam pesan singkat. Tapi bukan berarti ini jadi hal yang tak boleh kita lakukan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Bukan Untuk Membuatmu Lemah, Inilah Alasan Tuhan Memberikanmu Masalah

Hidup tanpa masalah bagaikan laut tanpa ombak, hambar. Setiap manusia pasti mempunyai masalahnya masing-masing. Setiap hari, setiap waktu, kapanpun dan dimanapun itu. Namun janganlah kamu merasa bahwa masalahmu lah yang paling berat, apalagi sampai membenci tuhan karena masalah yang dia berikan. Mungkin inilah beberapa alasan mengapa masalah selalu menghampiri kehidupan.

1. Allah Tahu, Kamu Kuat dan Mampu


Dalam setiap masalah yang Dia berikan, kamu akan menjadi sosok yang lebih kuat saat berhasil melewatinya. Kamu mungkin tidak pernah tahu apa alasan tuhan memberikanmu masalah, tapi yang harus kamu tahu selalu ada hikmah dari setiap masalah yang kamu alami. Masalah juga akan melatih mental dan cara berpikirmu. Allah tahu, kamu mampu.

2. Menyadarkanmu dari Kesalahan Di Masa Lalu


Terkadang manusia memang egois, mereka selalu merasa benar sendiri. Setiap dirinya terluka mereka langsung menyalahkan orang lain, padahal mungkin saja itu semua balasan dari perbuatannya di masa lalu. Begitupun dengan masalah yang kamu hadapi, jangan dulu mengutuk keadaan, siapa tahu Allah berniat menyadarkan.

Coba ingat-ingat lagi apakah kamu pernah menyakiti seseorang atau berbuat kesalahan di masa lalu? Mungkin dengan memberimu masalah Allah berharap kamu akan memperbaiki segalanya. Memohon ampunlah pada-Nya dan meminta maaf pada orang yang telah kamu sakiti.

3. Allah Rindu dan Ingin Kamu Kembali Mendekat Pada-Nya


Allah selalu mempunyai banyak cara agar hamba-Nya selalu ingat kepadanya. Mungkin salah satunya adalah dengan memberikanmu masalah. Ibadahmu mungkin kurang, juga kamu masih berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak pasti, maka dari itu Allah ingin membuatmu kembali pada-Nya. Saat sedang dilanda masalah, saat tidak ada seorangpun yang mengerti, maka kamu tidak mempunyai pilihan lain selain mengadu pada-Nya.

4. Allah Begitu Menyayangimu


Pernahkah kamu berpikir kalau bentuk kasih sayang itu tidak berupa kebahagiaan saja? Iya, saat kamu sedang dilanda masalahpun itu pertanda jika Allah sangat menyayangimu. Ada banyak tujuan baik dari masalah yang kamu hadapi, cobalah untuk belajar ikhlas dan menerimanya. Karena hidup bukan hanya tentang manisnya gula juga pahitnya kopi, Allah tahu mana yang lebih kamu butuhkan untuk kebaikanmu.

5. Akan Ada Sesuatu yang Indah Di Balik Setiap Masalah


Terkadang, saking beratnya masalah yang kamu hadapi menyerah adalah pilihan terbaik yang ada di pikiranmu. Namun perlu kamu ketahui bahwa lari dari masalah tidak akan menyelesaikan semuanya. Masalah akan terus menumpuk jika kamu lari begitu saja. Jangan karena satu masalah maka kamu kehilangan arah untuk meraih mimpi yang lainnya.

Mimpi yang telah kamu susun dan perjuangkan sedari dulu, cobalah buka mata hatimu dan mulai berdamai dengan keadaan. Satu hal yang perlu kamu yakini, akan ada sesuatu yang indah dibalik setiap masalah. Kamu hanya perlu sabar dan ikhlas dalam melewatinya.

Memang tidak ada yang ingin gagal dalam hidupnya, namun kita harus sadar bahwa manusia hanya bisa berencana. Ada takdir yang lebih berkuasa dari mimpi, ketika masalah datang cobalah untuk hadapi, jangan lari apalagi sampai mengutuk diri. Yakinkah bahwa kamu bisa melewatinya, Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya berjuang sendirian. Bangkit dan berjuang lagi untuk meraih mimpi!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Agar Tak Membahayakan Diri, Kita Perlu Bijak Mengelola Emosi

Kenyataan yang tak sesuai keinginan, teman yang menyebalkan, jalanan macet tak karuan, atau apa saja yang bisa memancing amarah untuk diluapkan. Serungkali jadi alasan, kita untuk emosi dan marah. Tapi tak semua bisa mengeluarkan uneg-unegnya. Beberapa orang justru diam, meski emosinya sudah ada diambang batas kemarahan.

Sialnya selepas emosi dan marah-marah, ada hal buruk yang bisa saja terjadi atas kita. Membuat lingkungan merasa risih atau tak suka. Namun, seolah tak ada habisnya. Memendam amarah justru bisa berbahaya pada diri kita. Lantas harus bagaimana?

Kenali Dulu Jenis-jenis Emosimu

Setiap emosi dalam hidup kita memiliki peran penting dalam segala hal yang kita lakukan. Berpikir, berperilaku, mengambil tindakan, berbicara, dan bisa terlihat pula pada raut wajah. Sayangnya, masih banyak kita yang belum paham. Bagaimana bisa mengenali emosi dan cara mengelolanya serta membeda-bedakannya. Agar tak lagi terjebak dalam pemahaman yang salah, ini 7 jenis emosi dasar manusia dengan fungsi yang berbeda yang perlu kamu kenali.

Bahkan Sering Merasa Sendiri, Adalah Bentuk Lain dari Emosi

Ya, meski sedang berada di tengah keramaian. Jiwa dan hatimu tetap saja merasa sendiri, manusia dan hal-hal lain yang ada seolah tak berarti. Tak pernah diminta, perasaan selalu merasa sendiri bisa datang kapan saja, yang belakangan diketahui. Ternyata perasaan ini adalah bentuk lain dari emosi.  

Sebab, Meskin Jarang Disadari Memendam Emosi Bisa Berbahaya Pada Diri

Menurut psychmechanics, memendam emosi adalah cara seseorang untuk tidak mengakui emosinya atau tidak mengekpresikan emosi dengan cara yang sehat. Padahal pada dasarnya, emosi tidak bisa ditekan dan tetap harus dikeluarkan dengan cara apapun, salah satunya adalah meditasi. Sebab, emosi yang dipendam justru akan menimbulkan banyak masalah. Bagaimana saja dampaknya bisa kamu baca disini.

Untuk Itu Kita Harus Lebih peka, Cari Tahu Apa yang Membuatmu Marah-marah

Karena suka marah-marah nggak jelas, hasilnya bisa merusak mood diri dan orang-orang di sekitar. Untuk itu kita perlu lebih peka, sebab yang namanya asap tentu pastilah ada sumber api. Untuk itu, cobalah kenali berbagai hal yang mungkin jadi penyebab, kenapa belakangan ini kamu mudah tersulut amarah untuk berbagai hal yang sebenarnya bukanlah masalah.

Dan Jika Sedang Emosi, Cobalah Lakukan Hal Ini

Ada hal-hal buruk yang bisa saja terjadi setelah emosi, mulai dari membuat orang lain terluka atau justru melukai diri kita. Bertumbuh jadi manusia dewasa memang banyak tantangannya, dan mengelola emosi jadi salah satunya. Maka untuk tak buru-buru marah, coba lakoni hal-hal ini saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Agar Hidupmu Tidak Hancur Begitu Saja, Sertakan Logika Dalam Cinta

Galau, sebuah kata yang tak asing lagi di telinga kita. Hampir di setiap negara kata ini ada meskipun berbeda dalam penyebutannya. Galau disini menggambarkan perasaan seseorang yang sakit hati, gelisah dan tak karuan. Penyebabnya bisa jadi karena putus cinta, hubungan keluarga, atau ekspektasi yang bertolak belakang dengan realita.

Entah siapa yang pertama kali memproklamirkan kata galau ini, namun sepertinya kata ini sudah begitu fenomenal di Indonesia. Semua kalangan bisa saja merasakannya, namun kebanyakan memang orang dewasa yang sering mengaku dan merasakan galau. Dan alasan yang paling banyak di utarakan adalah karena putus cinta.

Hmm, pernah berpikir nggak sih apa untungnya dari galau? Dengan galau kita bisa merusak diri kita bahkan aktifitas kita. Galau bisa membuat kita kehilangan semangat melakukan sesuatu, bahkan sampai nafsu makan pun menurun. Memang sih, saat galau logika kita entah pergi kemana. Semuanya terasa hampa, dunia rasanya tak berpihak lagi pada kita.

Galau juga tidak hanya berpengaruh terhadap diri sendiri, tapi akan berpengaruh terhadap orang-orang di sekitar kita. Bagaimana tidak? Yang biasanya kita adalah orang periang, ketika galau tiba-tiba diam seribu bahasa. Tidak ada lagi senyuman di wajah kita, tentu saja orang lain akan merasa aneh dengan kita. Mungkin banyak yang empati, namun tidak sedikit juga yang memang tidak perduli.

Ada yang sampai galau bertahun-tahun karena putus cinta, memang ya jika sudah berkaitan dengan cinta logika kita entah kemana. Padahal, jika seseorang itu pergi meninggalkan kita sudah jelas dia bukan yang terbaik untuk kita. Sakit memang sakit, namun bangkit tetap harus bangkit. Hidup bukan hanya tentang meratapi luka, semuanya hanya tentang waktu. Perlahan luka akan sembuh dengan sendirinya, selama ia masih menganga cobalah untuk menata hati kembali. Merapikan yang sudah dia hancurkan, memeluk puing-puing harapan yang ia tinggalkan. Jangan melulu terpuruk dengan keadaan.

Kebanyakan yang merasakan galau ini adalah perempuan. Karena apa? Karena saat jatuh cinta perempuan hampir menggunakan seluruh perasaannya daripada logika, berbanding terbalik dengan laki-laki. Perempuan mencinta tanpa memikirkan logika, sedangkan laki-laki lebih mengutamakn logika daripada rasa. Maka dari itu saat ada yang terluka, laki-laki lebih memiliki peluang cepat sembuh karena logikanya berjalan. Sedangkan perempuan, ia hanya mengikuti perasaannya sampai suatu hari nanti logikanya terbuka dengan sendirinya, butuh waktu yang lama.

Galau ini sebenarnya belum ada obatnya, namun mendekat kepada sang pencipta bisa menjadi pereda. Ketika kesetiaan dibalas dengan pengkhianatan, ketika ketulusan dibalas dengan kebohongan, bersyukurlah karena Allah telah memperlihatkan siapa diri mereka sesungguhnya. Kata-kata motivasi dan hiburan dari teman-teman memang sedikit menguatkan, namun tetap saja bangkit dan kembali seperti semula butuh waktu yang lama.

Teruntuk kalian yang sedang merasakan, mari jemput logika agar luka kalian tidak berlangsung sama. Percayakan segala hal kepada yang maha kuasa, termasuk cinta. Yang terbaik akan dipersatukan dengan yang baik juga, lalu jika kamu masih berharap dengan seseorang yang telah menyakitimu apakah kamu tidak akan merasa rugi jika dipersatukan dengan seseorang yang tidak baik untukmu? Segera Move On dan perbaiki kehidupanmu sekarang, sebelum galau benar-benar membawamu dalam penderitaan. Semangat !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top