Feature

Ini Alasan Logis Kenapa eSport Jadi Cabang Olahraga Baru di Asian Games

Kabar terbaru yang cukup menarik soal Asian Games adalah perihal masuknya permainan elektronik atau eSport sebagai cabang olahraga. Mengutip dari Olympic Council of Asia (OCA), setidaknya ada enam permainan yang dilombakan dalam Asian Games 2018 nanti, yaitu League of Legends, Pro Evolution Soccer, Arena of Valor (Honor of Kings International), Starcraft II, Hearthstone, dan Clash Royale.

Mungkin dari kamu ada yang heran, kenapa main game bisa digolongkan dalam kategori olahraga. Apalagi kelihatannya para pemain eSport cukup duduk-duduk saja dan hanya tangan yang sibuk mengoperasikan perangkat permainan serta tangan yang terus tertuju ke layar. Sebentar, supaya tak salah paham, biarkan kuberitahu ya alasan logisnya kenapa eSport akhirnya ikut dilombakan.

Berdasarkan Penelitian, Main Game Ternyata Juga Mengeluarkan Tenaga Fisik Lho…

Sebuah penelitian berjudul Recognizing ESport as a Sport mengungkapkan ternyata bermain game terbukti membutuhkan tenaga fisik. Saat orang melakukan aktivitas menengah, kecepatan metabolisme mereka pada tingkatan 4-6 MET. Nah, penelitian membuktikan bahwa ketika bermain game, kecepatan metabolisme meningkat pada tingkatan 4-9 MET. Tak hanya itu, ada juga lho penelitian yang berhasil menunjukkan kalau selama main game, tekanan darah akan meningkat yang merupakan tanda kalau tubuh mengeluarkan tenaga fisik.

Tak Cuma Mengandalkan Fisik, Main Game Butuh Keahlian Khusus Terutama Dalam Menyusun Strategi

Main game memang perlu keahlian khusus. Menurut Michal Blicharz, seorang pengelola acara eSport di seluruh dunia, dalam berlatih bermain game, butuh waktu yang sama atau bahkan lebih banyak dibanding dengan berlatih olahraga lain seperti judo, lho. Ada strategi, teknik, bahkan cara mengenali lawan yang harus dipelajari dan diasah dengan rajin berlatih. Jadi, jangan kira main game itu tak ada latihannya, ya!

Kompetisi di eSport pun Sama Tingginya dengan yang Terjadi dalam Permainan Olahraga

Bukan hanya olahraga fisik yang selalu erat kaitannya dengan kompetisi. Dalam game yang namanya kompetisi justru nyata adanya dan bisa diikuti antar kelompok maupun individu. Salah satu eSport yang mengandalkan kompetisi berkelompok yaitu League of Legends, yang nantinya juga akan dipertandingkan dalam Asian Games 2018.

Main Game pun Juga Tak Bisa Sembarangan, Ternyata Ada Aturan yang Membatasi dan Harus Dipatuhi oleh Pemainnya

Bermain game bukan berarti benar-benar bebas tetapi juga ada aturan-aturan yang sudah disepakati dan ditentukan, bukan? Demi lancarnya permainan dan melatih agar tak terjadi kecurangan selama permainan berlangsung, maka ada hukuman yang bisa diberlakukan bagi pemain yang tak patuh pada aturan selama bermain game lho, Kawan!

Satu lagi, kalau menurut Oxford English Dictionary, olahraga sendiri didefiniskan sebagai aktivitas yang melibatkan tenaga fisik dan keahlian dimana ada kompetisi baik secara individu maupun tim yang saling berkompetisi melawan satu atau tim lainnya. Menariknya, penggolongan game sebagai olahraga sudah memenuhi kriteria lantaran game dianggap punya elemen yang sesuai dengan definisi olahraga menurut Oxford English Dictionary. Sampai sini, kira-kira kamu sudah mengerti bukan kenapa game yang termasuk kategori eSport dianggap layak untuk dilombakan di ajang Asian Games 2018?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top