Tips

Ingin Punya Tato? Sudah Mempertimbangkan Hal Ini Belum?

Tato masih menjadi kontroversi. Entah itu adalah hal positif atau negatif. Siapa yang peduli akan hal itu? Tapi pada kenyataannya masih banyak orang yang memperdebatkannya. Memiliki tato bukan sekedar seni yang ingin kamu buktikan dalam coretan di tubuh. Sebelum kamu mengubah tubuh polosmu dengan tubuh penuh dengan seni tinta yang menurut anggapanmu indah, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan dan pahami tentang tato.

Ingin terkesan keren atau modern bukan alasan yang tepat untuk membuat tato di tubuhmu. Di luar itu ada hal yang bermakna dari sebuah tato. Sederhana. Kamu hanya perlu berjiwa seni. Tapi tidak hanya itu, tidak hanya seni, tapi juga cinta. Cinta yang akhirnya membuatku ingin membuat tanda mengenai sesuatu di tubuhmu secara permanen. Sebelum kamu benar-benar menggoreskan tinta ke tubuh polosmu, kamu perlu memperhatikan beberapa hal ini.

Ini Tato Permanen, Dia akan Berada di Kulitmu Seumur Hidup

tattoo-1346114_640

Tato ini berbeda dengan tato tempel yang hanya bertahan beberapa minggu saja. Ingat ini adalah tato permanen. Artinya kamu tidak akan dapat menghilangkannya seumur hidupmu. Kalau pun bisa, proses menghilangkan akan lebih menyakitkan jika dibanding dengan proses membuat. Selain itu akan ada efek samping tertentu saat kamu memutuskan untuk menghilangkan tato dari tubuhmu.

Salah Pilih Gambar Bisa Jadi Bahan Tertawaan Bahkan Mengundang Hujatan

hipster-869222_640

Tato netral lebih baik untuk menjadi pilihanmu. Hal ini untuk menghindari konflik-konflik yang timbul akibat kesalahpahaman dengan pihak lain. Jangan membuat tato yang bersifat rasis. Coba kamu memilih gambar yang sesuai dengan perkembangan zaman pada saat ini. Jangan sampai kamu menjadi bahan tertawaan atau bahan hujatan karena gambar tato yang ada di tubuhmu.

Agama Itu Urusan Sensitif, Sebaiknya Hindari Simbol Agama untuk Gambar Tato

owl-1281791_640

Dewasa ini banyak kontroversi yang muncul karena adanya tato yang merupakan lambang ritual keagamaan tertentu. Kamu perlu menghindari lambang-lambang ini untuk menghindari adanya protes dari pihak lain. Jangan sampai tujuanmu membuat tato untuk mendapatkan kepuasan batin harus berakhir dalam jeruji besi akibat permasalahan hukum.

Kalau Disuntik Saja Takut, Apa Kamu Yakin Bisa Menahan Sakit Saat Ditato?

tattoo-artist-556036_640

Sudah tahu bukan kalo membuat tato itu memerlukan proses yang cukup menyakitkan. Meskipun mungkin tidak sesakit seperti yang dilakukan oleh masyarakat Mentawai yaitu dengan menggunakan tulang. Dan kamu harus menahan rasa sakit selama proses pembuatan tato tanpa adanya obat bius. Hal ini karena tidak disarankan bagi calon pemilik tato untuk memakai obat bius atau sedang dalam keadaan mabuk pada saat proses pembuatan tato. Karena itu tidak hanya fisik yang perlu kamu persiapkan untuk membuat tato, tetapi juga mental.

Jangan Tertarik Hanya karena Murah, Pembuatan Tato Harus Higienis karena Rentan Penularan Penyakit

pexels-photo (8)

Kamu pasti juga pernh mendengar tentang rumor penularan penyakit HIV melalui jarum tato. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pilihlah tempat pembuatan tato yang sudah terjamin kesterilannya dan tentrunya bersertifikat dan memiliki ijin yang jelas. Selain itu kamu juga dapat menanyakan tentang jarum yang akan digunakan untuk membuat tato di tubuhmu, apakah jarum itu benar-benar baru atau jarum bekas. Tempat yang terjamin tentunya juga membutuhkan jaminan uang yang cukup besar. Tapi bukankah lebih baik merogoh kocek tinggi dibandingkan minim biaya tapi diincar kematian akibat penularan penyakit melalui jarum tato.

Jangan Langsung Besar, Coba Buat Tato yang Kecil Saja Dulu untuk Permulaan

hands-1283076_640

Untuk kali pertama mencoba membuat tato permanen di tubuh, coba pilih tato kecil. Jika suatu saat kamu ingin kembali membuat tato di tubuhmu, kamu dapat mengembangkan tato kecil yang sudah ada di tubuhmu untuk dikembangkan menjadi tato yang baru. Kamu dapat mendatangi tukang tato yang profesional. Pastinya mereka akan tahu harus diapakan tato kecilmu yang sudah kamu buat sebelumnya.

Kalau Ingin Buat Tato Bahasa Asing, Pastikan Kamu Tahu Betul Artinya

tattoo-123657_640

Sepertinya asyik jika memiliki tato dengan bahasa asing yang memiliki abjad berbeda dengan abjad yang kamu miliki. Sebelum kamu melakukannya, ada hal yang perlu kamu ketahui. Kamu harus mengerti cara penulisan, ejaan dan maksud dari tulisan yang akan kamu gunakan sebagai tato. Tidak lucu jika akhirnya kamu harus menanggung malu dengan tato permanen yang memiliki kesalahan penulisan dan ketidaksesuaian dengan maksudmu yang sebenarnya.

Jangan Pernah Buat Tato Nama Pacar, Mending Buat Tato yang Desainnya Timeless

tattoo-1166355_640

Pasangan mana yang tidak tersanjung hatinya jika mendapati pasangannya membuat tato sebagai bukti cintanya kepada pasangan. Tapi apakah kamu berpikir jika kamu sudah tak berhubungan lagi dengannya? Jika tato yang kamu buat adalah tato yang kamu tujukan untuk keluarga, itu akan menjadi hal yang wajar. Namun jika tato tersebut kamu tujukan untuk pasangan yang belum menjadi pasangan hidupmu, lebih baik kamu pikirkan secara masak-masak terlebih dahulu. Cobalah memilih gambar yang bersifat permanen, seperti tato yang kamu buat, permanen. Bukan yang terbatas waktu.

Banyak Perusahaan yang Melarang Pegawainya Bertato, Kalau Mau Coba Buat di Bagian Tubuh yang Tersembunyi

guy-925008_640

Mungkin jika kamu seorang pengusaha atau seorang artis terkenal, bukan hal yang salah untuk membuat tato di bagian mana saja di tubuhmu. Tapi jika kamu pegawai kantoran atau karyawan biasa, nampaknya ini dapat menjadi ancaman. Kenapa? Ya jelas saja kamu bekerja untuk orang lain dan belum tentu orang lain menyukai orang yang bertato. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, nampaknya akan lebih baik jika kamu membuat tato di bagian yang tersembunyi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Menurut Studi, Perempuan Indonesia Lebih Suka Lelaki yang Rajin Beribadah

Laki-laki silahkan protes, akan tetapi hampir seluruh dunia mengatakan kalau perempuan lebih religius dibandingkan para kaum adam. Dan dari hasil sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal Studi Ilmiah Keagamaan oleh seorang profesor sosiologi John P. Hoffmann dari Universitas Brigham Young pada tahun 2018 lalu, menunjukkan salah satu faktor yang dapat menyebabkan perilaku tersebut karena lelaki cenderung berani mengambil risiko. Bahkan tak terkecuali lelaki Indonesia.

Yap, para laki-laki di Negara kita masuk jadi bagian dari lelaki yang disebutkan dalam penelitian diatas. Akan tetapi, terlepas dari kemampuan mereka yang konon lebih berani mengambil resiko. Lelaki Indonesia berbeda dari laki-laki negara lain, dikarenakan mereka dinilai lebih patuh pada perintah dan kewajiban dalam agama.

Ini sejalan dengan survei yang dilakukan oleh situs kencan online terkemuka OkCupid selama Ramadan, yang mana, ada sekitar 60% pengguna lelaki OkCupid berkata jika mereka berpuasa selama bulan suci Ramadan.

“Ramadan merupakan bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh sebagian besar orang Indonesia, karena 87% dari 264 juta penduduknya beragama Islam. Kami melakukan survei ini karena penasaran apakah puasa dianggap sebagai kriteria bagi orang yang mencari pasangan kencan,” kata CMO OkCupid, Melissa Hobley, dalam siaran pers yang diterima media, Kamis (13/6/2019).

Dan dari sekian banyak syarat dan kriteria yang sering ditetapkan oleh perempuan untuk memilih calon pasangan. Ternyata kaum hawa di negara kita menaruh “taat beragama” jadi kriteria teratas dalam pertimbangan.

Ini tentu penting, khususnya bagi kalangan perempuan muslim yang cenderung mencari pasangan yang mampu menjadi imam.

“Hal ini mungkin tidak berlaku bagi setiap orang. Namun secara umum, lelaki yang religius diharapkan lebih mampu membantu pasangannya untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tambah Melissa.

Namun konsep taat beragama yang disebutkan tentu tak hanya merujuk pada sosok ‘alim’ yang sedari dulu dianggap yang paling paham agama. Kini para perempuan menilai jika sosok taat beragama, haruslah meliputi kemampuan menjaga hubungan dengan Tuha, berkomitmen dengan pasangan, dapat dipercaya, bertanggung jawab dan cerdas secara emosional.

Dan sebagian besar perempuan menilai jika, seorang lelaki terlihat taat untuk menjalankan kewajiban dalam agamanya. Ia tahu bagaimana memperlakukan perempuan dengan baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Dan Kamu Belum Punya Uang untuk Jaminan Hari Tua?

Sebelum kelak menyesal, ada hal yang perlu kamu tanyakan pada diri sendiri. Sudahkah kamu punya cukup uang untuk tabungan masa depan? Nah, jika ternyata jawabannya adalah “belum”, itu artinya kamu perlu bergerak dari sekarang. Tak perlu risau dan berpikir jika kamu sudah terlambat, sebab perkara menyisihkan uang tak pernah ada kata terlambat untuk memulai.

Konon, dibandingkan laki-laki, perempuan akan hidup lebih lama. Jadi mereka membutuhkan uang yang lebih banyak pula untuk hari tuanya. Namun di waktu yang bersamaan, beberapa perempuan kerap memiliki persoalan dengan pekerjaan, yang bisa berdampak pada keputusan untuk berhenti bekerja. Padahal bisa jadi ia belum punya tabungan untuk hari tuanya. Jadi tak heran jika perempuan memang sering ketinggalan dalam hal menabung untuk masa depan.

“Mereka membutuhkan lebih banyak uang, tetapi mereka berada dalam situasi di mana mereka akan menabung lebih sedikit,” kata Cindy Hounsell, presiden dari Women’s Institute For A Secure Retirement, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada kesehatan keuangan jangka panjang para perempuan.

Nah, jika kamu adalah salah satu orang yang tertinggal dalam hal menabung untuk hari tua, cobalah lakukan beberapa hal ini sebagai langkah untuk mempersiapkan masa depan.

Jangan Tunggu Nanti, Mulailah Hari Ini

Sebagian besar perempuan sering merasa jika menabung untuk hari tua adalah sesuatu yang menyiksa mereka. Untuk selanjutnya merasa akan menabung jika keuangannya sudah membaik. Padahal ini adalah pemikirann yang salah, dan yang seharusnya kamu lakukan adalah mulailah menabung segera.

Lebih lanjut, Hounsell berkata jika tak ada hari yang sempurna untuk menisihkan sebagian penghasilan untuk pensiun dalam setiap bulan. “Jika kamu menunggu hari itu, itu tidak akan terjadi,” katanya.

Pilihan lain yang bisa kamu lakukan, ikut serta menabung dana pensiun yang ditawarkan perusahaan tempat kerja. Biasanya, tabungan ini dipotong langsung dari gaji yang kita miliki. Tapi menabung pada beberapa flatform keuangan yang menawarrkan bunga yang cukup lumayan, juga bisa jadi salah satu pilihan. Pangkas semua biaya yang sekiranya tak penting, demi tabungan yang diinginkan.  

Mulailah Realistis dan Bergerak Membuat Perubahan

Jika kamu baru mulai menabung dana pensiun atau jaminan hari tua pada usia 40-an atau 50-an, itu artinya kamu butuh usaha yang ekstra disiplin.

“Selalu ada kesempatan untuk mulai menabung” kata Hounsell, “Tapi itu berarti, kammu harus memotong drastis semua pengeluaran”.

Perbandingannya begini, jika kamu ingin mulai menabung dana jaminan hari tua di usia 20-an, itu berarti kamu harus menyisihkan 10 hingga 15 persen dari jumlah kesuluran gaji untuk masa tua yang nyaman. Namun jika kamu ingin mulai menabung pada usia 40-an, itu artinya kamu butuh menarik 25 hingga 40 persen gaji, dan jika usiamu sudah diatas 45 tahun itu artinya kamu harus menabung 40 hingga 60 persen dari gaji.

Langkah lain yang bisa kamu lakukan, mulailah beralih ke transportasi umum untuk bekerja, serta berhenti untuk makan di luar setiap akhir pekan.

Utamakan Diri Sendiri, Serta Coba Evaluasi Kembali Semua Pengeluaran Kita Selama Ini

Beberapa kali, kita lebih terfokus pada masalah keuangan orang lain, lalu lupa pada perkara keuangan sendiri. Apalagi jika kita memiliki tanggung jawab untuk membayar beberapa kebutuhan orangtua. Perlu untuk memilah-milah kebutuhan dan kewajiban yang harus dijalankan.

“Anda harus selalu fokus pada diri sendiri terlebih dahulu,” kata Joanna Leng, penasihat keuangan di Singapura yang baru-baru ini meninggalkan posisinya sebagai Senior Estate Planner di Rockwills untuk memulai praktiknya sendiri bekerja secara khusus dengan orang tua tunggal.

Masih melanjuti hal yang tadi dijelaskan, jika memang sudah punya pasangan. Perlu juga untuk membicarakan masalah keuangan pribadimu dengannya. Selain itu, coba cek lagi berapa banyak pengeluaran yang sebenarnya tak kita butuhkan. Dengan begitu, kita bisa menyisihkan dan tersebut untuk masuk ke tabungan.

“Kamu masih punya waktu,” katanya, “Kamu lebih baik memutuskan untuk menabung dan menaatinya.” tutup Hounsell

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Ada Alasan Ilmiah, Mengapa Laki-laki Sulit ‘Move On’ Setelah Putus Cinta

Jika harus dibandingkan dengan penyesalan lain dalam hidup, ternyata menyesali kisah cinta lama jadi sesuatu yang lebih sering kita pikirkan. Bahkan menurut para psikolog. Craig Eric Morris, seorang antropolog dari Binghamton University yang pernah meneliti kesedihan akibat putus cinta, mengatakan bahwa Manusia dari kebangsaan manapun mengalami trauma menyakitkan tersebut.

Dan dari salah satu penelitiaan Morris, 90 persen dari responden yang ia teliti mengaku pernah mengalami trauma emosional—seperti rasa marah, depresi dan kecemasan—serta truma fisik macam pusing, insomnia, dan penurunan berat badan setelah putus. Bahkan pada penelitian yang diikuti responden yang lebih tua, Morris menemukan kesedihan jangka panjang akibat cinta yang kandas lazim dialami oleh para laki-laki.

Logika Laki-laki Memang Bekerja, Tapi Resah di Hatinya Sulit Reda

Diawal masa berakhirnya hubungan, lelaki memang masih bisa terlihat baik-baik saja. Cenderung memakai logika dalam memaknai segala hal, mereka anya berpikir jika ini adalah cerita yang harus diterima dengan hati yang lapang. Komitmen panjang yang sebelumnya diikrarkan, mendadak hilang dan pergi begitu saja.

Setelah beberapa waktu berlalu, barulah lelaki akan sadar jika ada bagian dari dalam dirinya yang sudah hilang. Amy Summerville, Kepala Regret Lab, Miami University, sebuah unit riset yang mendalami penyesalan verbal, yang salah satunya penyesalan karena putus dengan mantan mengatakan, setiap pilihan yang kita ambil memang memiliki konsekuensi sampai hubungan itu berakhir. Inilah yang kemudian bisa melahirkan penyesalan atas keputusan dan tindakan dalam hubungan.

Bahkan Meski Sudah Lama Berpisah, Bayang-bayang Mantan Bisa Tiba-tiba Muncul Begitu Saja

Tanpa bisa dijelaskan dengan rinci, seorang lelaki sering meratapi perasaan was-was atas tindakannya di masa lalu. Rasa ingin memiliki yang pernah ada, mengontrol rasa serta usaha untuk bisa kembali memiliki hubungan ideal yang pernah dimimpikan. Lain dengan perempuan yang bisa berkata ada hal baik yang didapatnya setelah berpisah, lelaki justru hanya akan diam dan tak bersuara. Meski kepalanya, sedang dipenuhi dengan segala macam kenangan masa lalu yang bisa datang kapan saja.

Terlihat Lebih Tegar, Padahal Setiap Kali Diterpa Masalah Lelaki Justru Berharap Bisa Kembali Pada Mantannya

Masih dari penelitian yang dilakukan oleh Summerville, bagi banyak orang, urusan percintaan ibaratnya pencarian terus-menerus. Perjalanan kisah cinta seolah menghadapkan lelaki pada pertanyaan tentang terus menerus mencari pasangan baru demi bisa merasa bahagia dengan pasangannya sekarang.

Hasilnya, setiap kali ada masalah yang sedang menerpa, selalu ada keinginan untuk kembali bersama dengan dia yang pernah dicintai di masa silam. Yap, kesedihan dan persoalan yang sedang diemban membuat kita melongok masa lalu dengan membayangkan bahwa ‘seharusnya kita bisa hidup bersamanya’.

Perempuan Bisa Lekas Move On, Tapi Lelaki Berat untuk Mencintai Perempuan Lain Lagi

Pada tahun 2015 lalu, Morris dan kolaboratornya dari University College London,mempublikasikan sebuah riset skala besar yang meneliti orang dewasa dari semua kalangan umur—termasuk komunitas gay—terkait respons saat mengalami kesedihan gara-gara putus cinta. Rasa sakit selepas putus cinta memang berlaku universal, artinya tak hanya lelaki saja, perempuan pun merasakan kesedihan yang sama.

Namun, perempuan cenderung mampu bangkit lebih dulu setelah putus cinta dan lekas move on. “Para peserta perempuan mengaku mereka bicara dengan kawan, kerabat serta pemuka agama (setelah putus cinta),” kata Morris. “Saat curhat, mereka ngomong seperti ‘kejadiannya udah lama sih’ atau ‘Aku sih belajar dan ini hikmahnya’. Tuturya lagi.

Tapi fakta lain yang juga didapat, perempuan jarang bilang ‘Dia lelaki terbaik dalam hidupku dan aku belum bisa berdamai dengan kenyataan bahwa kami putus’. Dengan kata lain perempuan cenderung lebih enteng meninggalkan masa lalu, meski prosesnya perlahan. Sedangkan lelaki justru sebaliknya, terlihat biasa saat awal putus cinta, galau berkepanjangan setelah merasa kehilanan.

Dan Ternyata Hal Ini Dipengaruhi Tradisi dan Tatanan Sosial dalam Kehidupan Kita

Hal lain yang perlu para lelaki pahami, ternyata menurut Morris ketidakmampuan para lelaki dalam melupakan mantan kekasihnya dipengaruhi oleh tradisi yang menempatkan lelaki sebagai pihak yang memulai hubungan asmara. Ditambah dengan ekspektasi dari tatanan sosial yang mengharuskan lelaki setiap pada satu pasangan, mengingat funsi mereka sebagai kepala rumah tangga yang kelak akan menjadi pencari nafkah.

Alhasil, putus cinta atau kehilangan pacar terasa lebih menusuk buat lelaki. “Pedihnya putus bertambah parah bila punya nilai penting dalam hubungan sosial,” katanya. Tapi dari hasil lanjutan penelitian yang dilakukan oleh Morris, ia juga mengungkapkan jika nantinya lelaki akan bisa mengatasi patah hati mereka—bahkan mereka yang terus menyesali kegagalan cinta di masa lalu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top