Community

Ingin Meminang Gadis Toraja? Ini Syarat Seserahan yang Harus Kamu Penuhi

Setiap daerah memiliki kebudayaan tersendiri dalam hal proses sebelum, saat maupun setelah pernikahan. Salah satu daerah yang memiliki adat pernikahan yang berbeda dari yang lain adalah Toraja, Sulawesi Selatan. Kamu perlu memenuhi beberapa persyaratan sebelum bisa meminang seorang gadis asli Toraja.

1. Kapur Sirih

Kapur sirih yang digunakan sebagai syarat seserahan nggak boleh sembarangan loh. Kamu harus memutuskan urat daun sirih benar-benar menyatu. Hal ini sebagai symbol dari bersatuya dua keluarga.

2. Padi

Kamu harus membawa padi sebagai salah satu syarat seserahan. Padi merupakan symbol kesuburan dan rejeki. Karena itulah makna dari padi sendiri sangatlah mendalam bagi orang Toraja.

3. Sayuran dan Umbi-umbian

Syarat seserahan yang satu ini merupakan symbol dari keberkahan berupa hasil bumi yang diberikan oleh Tuhan kepada umat manusia.

4. Uang Logam Lama

Uang logam lama menandakan bahwa kamu memiliki niat untuk meminang bersama dengan seluruh bagian dalam hidup calon pasanganmu termasuk leluhurnya.

5. Parang dan Kostum Tradisional Toraja

Jika kamu berniat melamar seorang gadis Toraja, kamu perlu menyiapkan syarat seserahan berupa parang dan kostum tradisional Toraja. Ini sebagai tanda bahwa kamu nggak lupa dengan leluhur beserta tradisinya.

6. Kue dan Masakan Khas Toraja

Syarat seserahan yang satu ini hampir sama dengan syarat seserahan pada umumnya, yaitu berupa makanan dan kue khas daerah.

7. Kerbau

Mahal ya seserahannya. Tapi sebenarnya syarat seserahan yang satu ini ada dengan alasan juga loh. Kerbau adalah lambang status sosial gadis yang akan kamu pinang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Taylor Swift Kembali Berkarya dengan Merilis Single Baru “ME”

Penyanyi pop Taylor Swift baru saja merilis single baru bertajuk “ME” dibarengi dengan sebuah video musik pada Jumat (26/4) waktu AS. Saat menjadi bintang tamu acara NFL Draft di Nashvile, Kamis (25/4/2019) malam, Swift mengungkap bahwa single itu juga menampilkan Brendon Urie dari Panic! at the Disco.

“‘ME’ adalah lagu tentang menerima individualitas kita dan benar-benar merayakannya. Dengan lagu pop, kita bisa membuat sebuah melodi terekam di benak pendengar dan saya ingin menjadi orang yang membuat mereka merasa lebih baik tentang diri sendiri,” kata Swift.

Swift sendiri memuji penggemarnya karena telah membuatnya jauh lebih baik. Perhatian dan dukungan penggemar menginsipirasinya untuk bersenang-senang dengan musik. Pelantun “Blank Space” itu mengaku tidak menyangka bahwa penggemarnya sangat setia dan memberinya perhatian yang luar biasa.

“Rasanya sangat menyenangkan bisa berkarya untuk orang-orang yang memberi perhatian,” lanjut Swift.

Sebelumnya, Kamis pagi Swift datang ke kawasan Gulch di Nashville untuk berfoto di sebuah mural karya seniman Kelsey Montague berupa sayap kupu-kupu yang besar. Di antara kepak sayap itu tertulis kata “ME” dan Swift berfoto di bawahnya. Sejak awal para fans menduga mural itu ada hubungannya dengan Taylor Swift dan karya musik terbarunya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Pasca Rutin Ikuti Kajian, Dinda Hauw Mantap Berhijrah

Pemain film Dinda Hauw kini mantap berhijrah. Dia sudah mengoleksi dari awal baju muslimahnya dan menyumbangkan setengah baju lamanya kepada orang lain. Meski belum mengenakan hijab syar’i, Dinda mengatakan dirinya masih dalam proses memakai baju muslim yang baik dan benar.

“Baju sendiri aku belum pakai kaus kaki ya, kalau orang-orang kan ‘tutup juga kakinya karena aurat,’ ya semua proses, aku pun pakai hijab enggak langsung syar’I. Aku pakai hijab pelan-pelan tadinya enggak pakai ciput sekarang pakai ciput, terus bajunya yang penting enggak ketat karena aku enggak suka kan, akhirnya ya sudah aku pakai baju longgar atau kemana-mana pakai outer,” lanjutnya saat berada di kawasan Kuningan, Kamis, 25 April 2019.

Dinda memberi tips bagi mereka yang ingin berhijrah. Dia mengatakan harus banyak mendatangi kajian-kajian keagamaan dan mendengarkan ceramah agar hati semakin kuat untuk berhijrah. Bukan hanya itu, Dinda juga menyemangati orang-orang yang ingin berhijrah agar terus maju menjalankan apa yang sudah diperintahkan Tuhan.

“Buat teman-teman yang baru hijrah sama kayak saya banyaklah kita kajian atau dengerin orang-orang ceramah atau berteman sama orang-orang yang bawa pengaruh positif untuk kalian, karena itu ngaruh banget terus semoga kita istiqomah selalu, pokoknya jangan nyerah, jangan balik lagi, enggak apa-apa sedikit demi sedikit yang penting tetap maju jangan mundur atau setop di situ,” ungkap Dinda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Campur Tangan Orang Indonesia Dibalik Produksi Film Avengers: Endgame

Marvel Studios sangat menutup rapat urusan cerita terutama dalam dua film Avengers terakhir, Infinity War dan Endgame. Bukan hanya para pemain, banyak kru di balik layar juga tidak tahu apa-apa soal jalan cerita film ini. Menariknya, ternyata ada pemuda asal Indonesia yang terlibat dalam dapur tim efek visual Avengers: Endgame, yakni Denny Ertanto. Ini adalah kali kedua dia terlibat dalam proyek Marvel.

Sebelumnya, Denny juga ikut mengerjakan efek visual Infinity War, tepatnya di beberapa adegan Iron Man dan Doctor Strange di Planet Titan. Namun kali ini lebih spesial, karena Denny ternyata kebagian mengerjakan efek untuk adegan yang sangat krusial dalam film, yaitu bagian akhir pada pertarungan tim Avengers.

“Saya membantu bekerja di beberapa bagian awal dan akhir saat di final battle-nya,” kata Denny seperti dikutip dari Viva, Jumat (26/4). Lelaki ini mengaku beruntung bisa mendapat kesempatan terlibat di film Avengers, apalagi mengedit salah satu bagian paling penting dalam ceritanya.

Mengerjakan bagian yang disebutnya sebagai ‘super major spoiler,’ ternyata tak membuat Denny tahu jalan cerita film ini sebelum dirilis.

“Aku penasaran perjalanannya dari awal ke bagian aku,” katanya mengaku tak tahu apa-apa soal plot keseluruhan.

Butuh waktu setidaknya 1-2 minggu sampai empat bulan guna mengerjakan setiap adegan yang jadi bagiannya. Kendati ada kesulitan-kesulitan tertentu, Denny tetap senang dan menikmati proyek ini, sebab baginya, selalu ada hal baru yang bisa dipelajarinya. Sebagai seorang vfx artist yang sudah ikut terlibat di Hollywood sejak 2011, Denny mengatakan sangat antusias dengan reaksi penonton. Dia mengaku ingin tahu reaksi mereka saat melihat hasil kerja dirinya dan tim.

“Di bagian mana pun, seneng yah bisa dapet kerja di film Avengers. Tapi kali ini memang kebetulan dapet bagian di mana salah satu bagian paling penting dari film ini, khususnya di bagian terakhir saat final battle. Di luar senang dan bangga, saya sih juga penasaran aja apa reaksi penonton nantinya ke adegan-adegan yang saya tahu,” ujar Denny.

Sebelumnya, Denny pernah terlibat dalam tim efek film War of the Planet of the Apes, Fantastic Beasts and Where to Find Them, A Monster Call, The Martian, Into the Woods, Pan, Cinderella, Hugo, Maze Runner: The Death Cure, dan lain sebagainya. Terbaru, ia kini sedang membantu film Gemini Man yang disutradarai Ang Lee. Denny tak satu-satunya orang Indonesia yang masuk dalam tim di balik layar Avengers sebab ada dua orang Indonesia lain yang ikut terlibat di proyek ini yaitu Jefri Haryono sebagai Creature Technical Director dan Muhammad Ghifary dari departemen Research and Development.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top