Feature

Idealisme Menjadi Tonggak Saat Muda, namun Usang Ketika Dewasa. Bukan Begitu Wahai Para Pemuda?

Idealisme adalah kata-kata yang akrab dikumandangkan ketika seorang pemuda beranjak dewasa, tidak berusia matang, namun juga tak lagi bocah, sebut saja begitu. Mencoba melawan arus kehidupan dengan bertitah bahwa hidup itu bisa dijalankan sesuai keinginan atau dengan kata lain, coba mendobrak tatanan yang ada dengan tidak mau menjadi budak korporat. Lantaran banyak sosok yang kerap menginspirasi guna hidup semakin berarti kalau cita-cita bisa terjadi.

Idealisme menjadi kata perlawanan, mungkin bagi kamu atau temanmu. Ketika si A yang sudah lulus kuliah dari sebuah universitas, menolak untuk bekerja di perusahaan lantaran ingin hidup sesuai dengan keinginan. Entah menjadi musisi, pelukis, atau pengusaha. Semua bisa terjadi begitu saja, syukur pula kalau yang dicita-citakan menjadi kenyataan. Tetapi kalau tidak apa harus mundur dengan meludahi kata-kata sendiri, atau terus maju dan percaya waktunya bukan sekarang tapi nanti?

Di lain sisi banyak dari mereka yang padam mimpinya. Ketika usia sudah tak lagi muda, bisa dibilang sudah hampir berkepala tiga. Banyak yang mulai percaya, kalau idealime bisa tergerus seiring kehidupan berarus. Jadi banyak yang mulai kandas dan berkata, “Ternyata eskpetasi tidak dapat terjalin dengan realita!”

Tergerus Realita Memang Pahit namun Itu yang Harus Ditelan

Berbicara soal idealisme, seorang pemuda dapat berkobar-kobar semangatnya. Merekonstruksi kehidupan memang menyenangkan, apalagi banyak rencana yang disiapkan guna merangkai semuanya. Seolah-olah tinggal menjalankan, semuanya pasti aman. Kira-kira begitulah alurnya.

Tetapi kehidupan terus berjalan, konyol apabila tanpa uang seseorang bisa hidup bukan? Mau makan apa? Banyak kebutuhan yang harus ditebus dengan uang, namun karena menolak arus kehidupan, penghasilan pun tidak ada. Idealisme tetap bersikukuh di dalam diri dan tak boleh mati. Sampai pada titik idealisme mulai luntur, lambat laun mulai berpikir kalau hidup itu ya yang lurus-lurus saja. Toh tujuannya uang semata.

Bekerja Dengan Hobi yang Dibayar Itu Anugerah, tapi Tak Semua Orang Bisa Mendapatkannya

Ya memang enak. Siapa yang tidak mau hobinya dapat menghasilkan uang? Dari segi pekerjaanya pun sudah menyenangkan bagi si orang tersebut. Ketika dibayar itu telah menjadi bonus dari jerih payahnya meskipun tujuannya bukanlah uang semata.

Tetapi tidak semua orang bisa seperti itu. Mungkin 1:10 saja yang berhasil dijahit takdirnya oleh Tuhan dengan mengaitkan antara hobi sebagai pekerjaan. Hidup optimis memang bagus dan diharuskan, tetapi kalau bisa ada sisi pesimisnya sedikit, guna jaga-jaga kalau hidup tak berjalan semestinya.

Tak Ada Orang yang Gagal Dalam Mencapai Idealismenya Diceritakan Secara Menarik, kalau Ada Pasti Sisi Survive-nya yang Diungkap

Mungkin kamu banyak menyimak cerita tentang seseorang yang berhasil merangkai hidupnya sesuai keinginan. Toh, cerita seperti itu pasti bakal kamu simak masak-masak di otakmu lantaran kamu ingin seperti dirinya. Saat sedang ada batu terjal menghalangimu, pasti kamu menitikkan posisimu sama seperti dia yang berhasil. Dengan menganggap “bahwa halangan ini adalah serangkaian cobaan dalam mendulang kesuksesan”.

Tapi kalau cobaan tersebut ternyata penanda untuk kamu berpindah haluan bagaimana? Bukannya ingin mematahkan motivasi atau semangat, tetapi mencoba berpikir terbuka saja. Toh mungkin banyak orang atau sosok yang gagal dalam mencapai idealismenya di luar sana. Tetapi tidak ada kisahnya, ya iyalah kalau kegagalan dikisahkan tidak ada sisi menariknya, bukan? Jadi jangan sampai terjebak idealisme, kemudian membuatmu linglung dengan hidupmu.

Hingga Tak Terasa, Usia Terbuang Begitu Saja

Usia sebenarnya jadi patokan dan hal yang disayangkan. Lantaran waktu terbuang sia-sia begitu saja, mungkin saat sedang mencapai keberhasilan dengan idealisme menjadi pedoman. Hal tersebut tidak begitu terasa, tetapi ketika kamu sudah menyudahi idealismemu, kemudian mulai menjadi orang biasa seperti yang lainnya dengan bekerja 8 jam setiap pekan. Apakah yang kamu pikirkan? Seandainya dari dulu disudahi saja mimpi semu ini, mungkin hidup jadi jauh lebih berarti?

Idealisme Tidak Dapat Disalahkan, namun Itu Fase Kehidupan yang Diidamkan

Wahai pemuda yang masih menjalankan atau menjadi alumnus hidup idealisme, sejatinya tak ada yang salah dengan pilihan hidupmu itu. Sebab idealisme juga menjadi bagian dari fase kehidupan yang normal. Petik saja hikmah dan pengalamannya. Toh kamu orang yang beruntung dan berani lantaran ingin mencoba sesuatu. Daripada mati penasaran justru lebih mengenaskan, bukan? Ya begitulah idealisme, terkadang ingin dikobarkan namun himpitan hidup dan segala macam serangan dari berbagai sisi membuat sanubari tak berarti untuk menjalankan hidup ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bersyukurlah kalau Kamu Termasuk Golongan Zodiak Ini, Tandanya Kamu Berbakat

Kita dibekali talenta yang berbeda-beda. Ada yang diberi kemampuan musikalitas tinggi sehingga bisa bernyanyi atau bermain musik. Ada juga yang dibekali tubuh tinggi nan atletis, kemudian jadi punya  talenta di bidang olahraga. Nah, soal bakat dan talenta sejatinya kalau dilihat dari ilmu astrologi, ada lho tanda-tandanya kalau kamu orang yang berbakat yang dilihat berdasarkan zodiakmu. Nah dari sekian zodiak, ini dia zodiak yang paling dianggap berbakat dan kreatif.

Gemini

Gemini adalah zodiak yang mudah beradaptasi dengan banyak hal. Soal bakat, Gemini punya kemampuan untuk bisa jadi unggulan dalam segala hal. Seperti bernyanyi, olahraga, akting, main alat musik, sampai bahasa asing dan bakat lainnya. Biasanya mereka awalnya hanya penasaran, lalu mencoba, lalu tanpa sadar jadi bisa dan jago.

Virgo

Zodiak ini dikenal punya tekad kuat dalam melakukan sesuatu. Mungkin pada percobaan pertama, mereka gagal atau harus kembali mencoba lagi. Tapi mereka tak akan menyerah. Kegagalan bukan akhir dari segalanya. Begitu prinsip mereka. Jadi, saat belajar ilmu baru, awalnya mereka senang-senang, tapi lama-kelamaan mereka akan serius dan hal itulah yang membuatnya ahli dalam hal tersebut.

Scorpio

Sementara Scorpio adalah zodiak yang lahir dengan bakat untuk jadi performer atau penampil sejati. Mereka dikaruniai aura untuk jadi pusat perhatian. Ya, kepribadian ini membuat Scorpio selalu berhasil membuat orang lain memerhatikannya ketika melakukan sesuatu hal. Di lain sisi, seorang Scorpio juga punya kemampuan untuk tetap mempelajari sesuatu dari awal sampai akhir, yang membuatnya jadi penuh bakat.

Aquarius

Lain halnya dengan Aquarius. Zodiak ini selalu berhasil menemukan bakatnya dan mampu melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Aquarius punya kepribadian yang unik dan dikenal sebagai sosok yang terbuka dalam mempelajari hal baru yang bisa memperluas minat dan menambah bakatnya. Ia juga selalu haus dan ingin selalu jadi yang pertama dalam segala hal. Dan inilah yang membuat Aquarius selalu totalitas dalam mengembangkan dan menjaga talentanya.

Pisces

Sementara bagi Pisces, yang namanya mempelajari sesuatu baru berarti harus suka dahulu terhadap hal tersebut. Zodiak ini tidak akan membuang-buang waktu mengembangkan bakat jika itu membuatnya bosan. Pisces mungkin berbakat di banyak bidang, tapi zodiak ini hanya akan berusaha keras pada hal yang dicintainya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bagi yang Perlu Tambahan Dana, Yuk Manfaatkan Peluang Bisnis Jelang Hari Raya Idul Adha

Umat Muslim sebentar lagi siap menyambut Hari Raya Idul Adha. Segenap keluarga yang merayakan pasti akan mempersiapkan segala keperluan beberapa hari atau minimal H-7 sebelum Idul Adha tiba. Nah, bagimu yang mungkin sedang perlu pemasukan tambahan, jangan ragu memanfaatkan momen seperti ini demi mencari rezeki. Kamu bisa melakoni bisnis yang mungkin akan berpeluang mendatangkan untung yang lumayan di momen hari besar seperti ini. Sini, biar kubantu membuat ide bisnis apa saja yang bisa kamu lakukan sembari menanti Hari Raya Idul Adha.

Karena Ini Salah Satu Hari Besar Umat Islam, maka Penjualan Baju Muslim pun Pasti Laku Keras di Pasaran

Beberapa hari jelang Idul Adha, pasti akan ada banyak sekali orang yang memanfaatkan waktu untuk belanja baju muslim serta alat ibadah. Baik itu dipakai sendiri atau untuk didonasikan. Nah, melihat peluang ini, yakin kamu tak mau memanfaatkannya? Kamu bisa kita menjual baju muslim serta alat ibadah. Demi menggaet pasar, kamu bisa promosikan dalam bentuk paket atau pasangan. Terpenting, kamu harus rajin memantau fesyen atau gaya terbaru di Instagram yang kebetulan sedang diminati orang-orang.

Jangan Dianggap Sepele, Saat Idul Adha Hampir Setiap Keluarga Perlu Alat Bakaran Sate

Kamu sudah mahfum, ‘kan? Saat Idul Adha tiba, kurban berupa daging sapi atau kambing pasti banyak dibagikan. Nah, biasanya daging ini kemudian diolah jadi aneka masakan. Mungkin salah satu yang paling mudah dan disukai adalah sate.

Pasti keluargamu pun termasuk yang akan bakar sate ketika Idul Adha, untuk itu tak ada salahnya kamu memanfaatkan peluang ini dengan berjualan alat bakaran sate. Tak perlu modal banyak, asal kamu bisa membuat variasi produk yang kamu tawarkan. Misalnya, satu paket alat bakaran sate lengkap dengan arang, kipas, tusuk sate, bahkan bumbu pelengkap. Pasti banyak yang akan memesan.

Idul Adha Identik dengan Potong Hewan Qurban, Kenapa Tidak Menjual Varian Bumbu Masak?

Sekarang ini orang lebih suka pakai bumbu masak siap saji lantaran dianggap lebih praktis. Melihat kebiasaan ini, kenapa tidak kamu coba jadikan peluang bisnis saja? Kamu bisa memulainya dengan membuka bisnis bumbu yang menyediakan berbagai varian produk bumbu untuk sajian daging seperti bumbu sate, tongseng, rendang, gulai, rawon, dan sebagainya.

Bahkan Kalau Kamu Mau Membuka Jasa Masak atau Mengolah Daging Qurban, ya Sah-sah Saja Lho, Kawan!

Kita sering mendapatkan daging qurban yang melimpah, sayangnya tak semua orang bisa mengolah daging dengan benar dan jadi sajian yang lezat, lho. Nah, untukmu yang suka bahkan punya talenta memasak, kenapa tidak jadikan keahlianmu jadi peluang bisnis?

Cobalah promosikan diri dengan membuka jasa masak daging qurban. Pasti ada peminatnya, terlebih di zaman yang serba praktis ini. Orang akan cenderung mencari peluang agar tak perlu repot atau berlama-lama di dapur. Dengan membuka jasa ini, mereka meminta jasamu cukup menyerahkan daging dan ‘menjemputnya’ dalam kondisi siap disantap. Menarik, ‘kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Bahagia Adalah Cara Pintar untuk Merayakan Hidup yang Lebih Bermakna

Merasa lelah karena didera masalah? Depresi karena banyaknya tanggung jawab yang membebani? Hingga rasa cemas yang tak henti-hentinya memenuhi isi kepala. Ya, hampir setiap orang sedang berjuang untuk menghadapi itu semua.

Memang sih, masih banyak hal-hal bahagia yang bisa kita ingat untuk menghibur hati. Tapi, kenapa akhir-akhir ini semua itu seolah terlihat menjauh, ya? Bukan, itu hanya perasaanmu saja.

Nah, demi menyelamatkanmu, bagaimana jika kami akan memberimu langkah yang mungkin lebih mudah dari yang terbayang sebelumnya agar kamu benar-benar bisa merasa bahagia. Biarlah kami bercerita, kamu cukup diam dulu untuk membaca dan memahaminya. Tentang bagaimana langkah-langkah dasar yang sebenarnya bisa kamu jalani untuk hidup yang lebih bermakna.

Bahagia Itu Adalah Bentuk Lain dari Pengalaman  

Memang sih, akan terasa mengada-ada jika kita diminta untuk bahagia, ditengah-tengah situasi sulit yang mungkin sedang diderita. Kebahagiaan itu sebenarnya merupakan kumpulan kecil dari makna-makna perjalanan dan kepuasan yang didapatkan.

Jaringan Solusi Pembangunan Berkelanjutan AS merilis Laporan Kebahagian Dunia, setiap tahunnya. Pada laporan tahun 2018, penduduk Firlandia jadi orang-orang yang menempati peringkat pertama untuk penduduk yang paling bahagia. Padahal dari beberapa negara yang diteliti, Amerika justru memiliki tingkat pendapatan yang paling tinggi. Tapi mereka justru berada pada urutan ke-18. Dengan kata lain, meski katanya bisa memilih bahagia karena memiliki apa saja yang diinginkan, belum tentu juga kita bisa mendapat bahagia.

Ini Akan Menjadi Rumit, jika Kita Tak Bisa Memecahkan Persoalan yang Sedang Mendera

Kamu pasti paham, ‘kan? Jika ekonomi Amerika dan penduduknya sudah jadi tolak ukur yang baik untuk berbagai negara. Mereka menghasilkan uang lebih banyak. Namun dari hasil rilisan penelitian yang tadi dijelaskan, negara tersebut justru tak menunjukkan peningkatan kebahagiaan. Konon kesenjangan antara pendapatan dan kebahagiaan ini disebut Easterlin Paradox. Dan tak melulu jadi patokan untuk bahagia yang banyak digadang-gadang orang.

Diri ini mungkin punya uang yang lebih dari cukup, bahwa lebih banyak dari yang sebelumnya kita bayangkan. Tapi kita justru terjebak, berjuang memahami. Kenapa sih kita tak bahagia? Padahal jawabannya sungguh sangat sederhana, bahagia itu adalah pilihan.

Ya, Sesimpel Memilih “Aku Ingin Bahagia Saja”

Diartikan dalam bentuk yang berbeda-beda. Setiap orang pasti punya penilaian yang tak serupa tentang bahagia. Kawan lain bilang bahagianya jika punya rumah dan mobil mewah, tapi untuk kita bisa jadi tak serupa. Jika kebahagiaanmu adalah keadaan, maka kita dapat berkata bahwa kebahagiaan hanyalah pengalaman, atau serangkaian pengalaman.

Selain itu, kebahagiaan juga bisa kita artikan sebagai tindakan untuk menemukan makna hidup dalam pengalaman sehari-hari dengan orang lain. Itulah sebabnya, Worl Happiness Report mengungkapkan bahwa kedermawanan dan jaringan dukungan sosial, juga jadi dua faktor kunci yang akan mengarahkan kita pada bahagia.

Pada setiap bahagia yang mungkin sedang diinginkan, kita menaruh harap untuk orang lain mengambil bagian. Kita percaya, memilih bahagia bisa didapatkan dengan mempersilahkan orang lain berperan untuk hidup kita.

Selanjutnya, Mari Bertindak Jadi Penentu untuk Bahagia yang Kita Inginkan

Jangan terlalu mendengar apa kata orang, jangan pula ikut-ikutan bisikan kawan. Sejatinya bahagia, hanya bisa kita rasakan sendiri. Bukan tentang takaran yang dibuat orang, atau berdasarkan kepercayaan yang digadang-gadang oleh mereka yang ada di sekitar.

Tentukan dan lakukan semua hal yang kita percaya jadi sumber bahagia. Perbuat segala sesuatu yang memang kita percaya. Ini bukan tentang siapa mereka yang ada di dekat kita saja. Tapi bagaimana kita bisa memaknai arti dari bahagia yang kita percaya.

Dan Jadikan Bahagia sebagai Pilihan Bijak demi Hidup Lebih Bermakna

Sesungguhnya banyak cara untuk memaknai hidup lebih dalam. Tapi belajar untuk memilih berbahagia dengan cara yang kita suka adalah salah satunya. Tak pernah ada pihak lain yang tahu, semuanya hanya akan jadi rahasia diri sendiri. Buang semua perkara yang jadi beban, dan mulailah merileksasi diri dengan cara yang kamu percayai.

Pertanyaannya, sudahkah kamu bahagia hari ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top