Community

Sebab Melepaskan Itu Tak Pernah Mudah, Maka Ketahuilah Meski Bahagia Ibumu Pun Berat Melepasmu Menikah

Nak, pacarmu sekarang siapa? Kamu kapan seriusnya? Jadi mau sama yang mana? Pacaran terus, kapan nikahnya? Dan sederet pertanyaan lain sebagai bukti kasih sayangnya saat kamu sebagai putrinya sudah masuk ke usia yang “harus” menikah. Tetapi setelah kamu menemukan si dia yang kamu yakini bisa melewati sisa usia bersama, Ibu masih tetap mengkhawatirkanmu.

Tak bisa dipungkiri ada perasaan-perasaan dari seorang ibu yang tidak bisa diungkapkan saat harus melepaskan putrinya untuk hidup bersama laki-laki pilihannya. Meskipun tidak terucap, tetap ada perasaan yang sulit tergambarkan dan juga diucapkan kepada siapapun saat mengetahui kenyataan anaknya akan memulai hidup yang baru dengan orang lain sebagai jodohnya.

Hal pertama yang dirasakan seorang Ibu begitu putrinya menikah adalah bahagia. Putri kecilnya yang sejak dulu dijaga dengan hati-hati kini akan melepas masa lajang bersama laki-laki pilihannya

“Iya Jeng, alhamdulillah anak saya beberapa bulan kedepan mau menikah. Ini saya lagi repot urusin pernikahannya dia, nanti jangan lupa datang ya!” kira-kira seperti itulah percakapan ibumu dengan teman-temannya. Salah satu bentuk ungkapan rasa bahagia yang meliputi hatinya, karena akhirnya anak yang dia rawat dari kandungan hingga besar sudah menemukan tambatan hatinya dan siap untuk melepas masa lajang. Saking bahagianya terkadang ibumu yang paling antusias mengurusi segala bentuk printilan untuk acara pernikahanmu. Sungguh tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi seorang ibu, saat melihat anaknya bahagia.

Namun ini juga seperti koin yang memiliki dua sisi berlawanan. Rasa bahagia dan sedih bercampuraduk menjadi satu. Tak mudah melepaskan anak gadis yang sepanjang waktu nyaris tak pernah jauh darinya!

Bahagia memang saat tahu anaknya akan menikah. Namun dilubuk hati terdalam rasa sedih tak kalah menyelemuti perasaannya. Perasaan dan kenyataan yang harus diterima bahwa anaknya akan pergi meninggalkan rumah dan bersatu dengan jodohnya. Anaknya selalu merajuk untuk dimasakkan makanan kesukaannya, anak yang selalu mencari ibunya setelah sampai rumah dan anak yang selalu ada saja bahan yang diperdebatkan dengannya.

Rasa sedih tak pelak juga datang bersama rasa bahagianya, disela persiapan pernikahan yang sedang kamu siapkan. Ibumu juga menyiapkan hati untuk melepaskanmu hidup bersama orang lain. Mungkin nanti kamu akan sibuk dengan keluarga baru, sehingga sudah jarang berkunjung ke rumah hanya untuk sekedar melepas rindu. Rasa kehilangan tetap saja ada meskipun tak sebesar rasa bahagianya.

Karena membesarkan anak perempuan bukan perkara mudah, muncul rasa gamang dalam hati Ibu. Apakah laki-laki pilihanmu bisa membahagiakanmu Nak?

Ketika hari pernikahan semakin dekat, ibumu akan mulai mengenang bagaimana bahagianya saat tahu kamu hadir di dalam rahimnya. Merawatmu agar tetap sehat selama dalam kandungan, melahirkanmu dengan penuh perjuangan, serta merawatmu dengan kasih sayang hingga kamu bisa seperti sekarang. Semua masa-masa itu dilewati dengan derai tangis dan tawa dan bukan jalan yang mudah dilalui sebagai seorang ibu. Perasaan ingin mendidikmu sebaik mungkin, memberikan yang terbaik menjadi salah satu tujuan terbesar dalam hidupnya.

Bahkan ketika kamu menikah, ibumu masih saja akan mengkhawatirkan apakah rumah tanggamu akan baik-baik saja? Apakah pasanganmu akan merawatmu dengan baik dan benar sesuai dengan harapannya? Apakah kamu akan bahagia hidup bersamanya menghabiskan sisa usia?

Meskipun tak mudah untuk melepaskanmu, dukungan dan doa Ibu akan membuatmu kian mantap membuka lembaran baru. Bukankah doa Ibu adalah sumber kebahagiaan bagi anak-anaknya?

Saat kamu menikah dan sudah bersama dengan pasanganmu. Jarak akan semakin jauh, waktu bertemu juga tak lagi mudah, tetapi doanya tidak akan pernah terputus. Tanggung jawab mungkin saja berubah dan juga berbeda, tetapi harapannya agar kamu hidup bahagia akan selalu dia panjatkan tanpa jeda. Baginya meskipun kamu sudah mengarungi hidup yang baru baik sebagai pemimpin keluarga ataupun pendamping pria yang luar biasa, kamu akan tetap menjadi seorang anak yang dia sayang tanpa pernah berkurang sedikit pun. Doa serta harap agar hidupmu selalu dilimpahkan kebahagiaan dan juga kelancaran dalam segala urusan, serta kekuatan dalam menghadapi cobaan akan tetap terpanjat disetiap doa hingga ajal menjemput.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top