Feature

Ibu Hamil Menyetir Mobil Sah-sah Saja Asal…

Perempuan bepergian seorang diri sejatinya sudah bukan jadi masalah yang berarti. Apalagi sosok perempuan mandiri semacam ini sudah semakin banyak ditemui. Termasuk mereka yang tengah hamil namun tetap bersikukuh untuk mengendarai mobil sendiri. Perkara ibu hamil bepergian seorang diri pasti akan jadi sorotan, sebab tentunya yang dipikirkan adalah perkara keamanan dan keselamatan sang ibu apalagi kalau usia kandungannya sudah semakin besar.

Perlu diketahui, sebenarnya ibu hamil menyetir mobil sah-sah saja dan dianggap aman selama sang ibu dalam keadaan sehat dan tidak memiliki risiko komplikasi. Hanya saja perhatikan posisi ibu hamil saat menyetir. Ya, hindari posisi tubuh yang terlalu maju atau setidaknya sesuaikan posisi jok agar ibu hamil tetap merasa nyaman. Di lain sisi, perhatikan jarak antara setir mobil dengan tubuh ibu hamil, minimal 25 cm. Sesuaikan juga setir mobil agar sejajar dengan tulang dada dan tidak mengarah ke perut.

Hanya saja, untuk perempuan yang sudah memasuki trimester akhir dengan kondisi perut makin membesar, sebaiknya hindari menyetir mobil apalagi sendirian. Sebab dikhawatirkan perut bisa tertekan jika terjadi benturan keras. Nah, untukmu atau saudaramu yang mungkin masih suka menyetir walau sedang hamil, setidaknya ingatlah untuk berhenti menyetir kalau dirinya mulai merasa kesulitan untuk masuk dan keluar dari mobil.

Untuk berjaga-jaga dan membuat kondisi ibu hamil tetap nyaman, sebaiknya ibu hamil perlu membaca beberapa tips ini:

  • Untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan pada ibu hamil, akan lebih baik kalau sang ibu tidak duduk terlalu lama di kendaraan. Kalau memang menempuh perjalanan jauh yang memakan waktu berjam-jam, disarankan untuk berhenti tiap berkendara tiap 1-1,5 jam agar ibu hamil dapat berjalan-jalan sebentar.
  • Sebelum melakukan perjalanan, sempatkan untuk melakukan peregangan singkat untuk menjaga kelancaran sirkulasi darah sehingga ibu hamil terhindar dari kaki bengkak dan kram ataupun nyeri ulu hati.
  • Kalau jok atau kursi mobil justru memicu nyeri punggung, tambahkan bantal atau ganjalan lain agar membantu ibu hamil mendapatkan posisi duduk yang lebih nyaman.
  • Jangan lupa sediakan camilan sehat yang baik untuk pencernaan serta air minum untuk mencegah dehidrasi.
  • Sangat tidak disarankan untuk memakai sepatu atau baju yang terlalu ketat.
  • Ibu hamil yang hendak bepergian jarak jauh sendirian, sebaiknya membawa catatan kehamilan yang berisi informasi usia kehamilan, waktu perkiraan lahir, dan sebagainya.
  • Kalau terjadi kecelakaan mobil pada ibu hamil, sebaiknya segera memeriksakan diri kepada dokter. Kondisi ibu hamil harus diutamakan secara menyeluruh demi memastikan sang ibu maupun bayinya tidak mengalami cedera atau risiko komplikasi, seperti kelahiran prematur.
  • Di lain sisi, jangan lupa untuk tetap menggunakan sabuk pengaman. Posisikan sabuk pengaman bagian atas pas pada tulang selangka, yaitu antara leher dan lengan atas. Mengenai sabuk pengaman bagian bawah, tempatkan di bawah perut atau di paha bagian atas. Hindari menempatkannya tepat di bagian perut.

Yang namanya ibu hamil bepergian jauh dan seorang diri jelas berisiko. Kalau di keluargamu ada yang tengah hamil, pastikan kondisi kesehatannya kalau dia memang memungkinkan untuk menyetir. Sebab salah satu risiko ibu hamil saat bepergian jarak jauh adalah penggumpalan darah. Nah untuk hal ini, ibu hamil dapat menggunakan stoking khusus untuk meningkatkan sirkulasi dan menurunkan risiko penggumpalan darah.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top