Feature

Hubungan yang Jatuhnya Mengekang Biarkanlah Berakhir Hanya Jadi Kenangan

Akankah kita sudah cukup bahagia bersamanya atau belum? Benarkah dia orang yang selama ini kita cari?

Coba ingat lagi, saat berada bersamanya, kamu terus mengutamakan rasa kagum dan sayang yang muncul di hatimu menuntunmu untuk terus mau mendengarkan setiap perkataan dan menerima permintaan orang yang kamu sayangi itu.

Semua yang terlihat tak setuju dengan sikapmu dan hubunganmu, baik yang kamu terima dalam bentuk peringatan atau teguran, kamu memilih untuk mengabaikannya. Kamu jadi pribadi yang kemudian hanya menilai seseorang dari satu sisi saja.

Saat itu, yang menguasai hatimu hanyalah perasaan dan keinginan untuk bisa memberikan segala yang terbaik untuknya, padahal belum tentu orang tersebut juga tulus menyayangimu atau hanya memanfaatkan keberadaanmu saja. Kamu yang berusaha bahagia, tapi kamu yang berada dalam kekangan. Apa iya kamu mau begitu terus?

Jangan Biarkan Dia Membuatmu Jadi Kehilangan Jati Diri, Tinggalkan Saja Orang yang Seperti Ini

Kamu sama sekali bukan sosok yang lemah. Tapi kalau yang keluar dari mulut kekasihmu adalah kata-kata kasar dan cenderung tidak membangun hanya demi menjatuhkan mentalmu saja, lebih baik tingalkan orang seperti ini.

Jangan sia-siakan waktu yang kamu punya hanya demi menjatuhkan diri pada sebuah hubungan yang mengekang. Alih-alih mendapat semangat, kamu justru jadi lebih sering takutnya. Dia tak membiarkanmu berproses jadi pribadi yang lebih baik lagi, tapi tujuannya justru hanya ingin membuatmu kehilangan jati diri yang selama ini sudah kamu miliki.

Meninggalkan adalah jalan yang jauh lebih baik dibanding kamu terlanjur menggantungkan setiap hidupmu padanya. Kamu berhak menentukan jalan hidup sendiri. Ingatlah, apapun yang sifatnya mengekang, biarkan hal itu berakhir hanya jadi kenangan.

Pun dengan Orang yang Hanya Membuat Rasa Percaya Dirimu Hilang, Sudahi Saja

Selain kamu jadi tak punya kendali lagi atas dirimu, rasa percaya diri yang semula ada pun jadi hilang. Demi selalu terlihat ada untuknya, kamu pun mengabaikan kebahagiaanmu sendiri. Kamu dan dia tak punya selera humor yang sama, sehingga banyak sekali momen dimana dia tak pernah mengapresiasi humor atau celetukan yang kamu lemparkan padanya.

Karena keinginannya untuk terus ‘mengendalikanmu’, dia pun jadi pribadi yang membosankan. Saat rasa percaya dirimu sudah hilang, apalagi yang tersisa kalau kamu mau meneruskan hubunganmu dengannya.

Kalau Kamu Merasa Belum Mengenal Pacarmu Dengan Baik, Bisakah Kalian Menjanjikan Hubungan yang Baik-baik Saja untuk Seterusnya?

Waktu yang terus bergulir tak bisa jadi jaminan sudah seberapa jauh kamu mampu mengenal pasanganmu seutuhnya. Apalagi kalau dia memang sengaja memberi jarak pada hubungan kalian. Kamu mengenalnya sebagai orang yang punya banyak sekali ‘wajah’. Karenanya kamu jadi tak bisa mengenali pasanganmu sebaik mungkin.

Di lain sisi, satu demi satu permintaan yang dia lontarkan berujung jadi larangan. Kalau kamu melanggarnya, sontak amarah menguasai dan lagi-lagi kamu yang jadi korbannya. Tapi kamu tak pernah sanggup menyalahkannya, karena menurutmu, kamulah satu-satunya pihak yang bersalah atas apa yang terjadi pada hubungan kalian.

Hei kawan, menjalani relasi yang demikian adanya hanya akan mengganggu psikis dan kesehatan mentalmu. Sebelum terlambat, lebih baik kamu sudahi saja hubungan dengan orang yang sebenarnya masih sangat asing bagimu.

Berhenti Saja dari Hubungan yang Hanya Membuatmu Bingung Sendiri 

Kamu yang sudah masuk pada ‘perangkapnya’ kemudian terbelenggu oleh caranya mengendalikanmu. Pandanganmu tentang mana orang yang baik dan mana yang tidak seolah jadi kabur karena kamu dibuat bingung oleh permainannya.

Kamu lupa kalau kamu masih punya teman, tapi kamu memilih menyimpan kisahmu seorang diri karena kamu sudah terlalu takut padanya. Kalau ditanya bagaimana kabarmu, kamu hanya mampu menjawab baik-baik saja. Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Hei, kamu masih memiliki waktu untuk bangkit dan memilih pergi. Mengapa tidak kamu coba cara ini demi kebahagiaan diri sendiri?

Dia yang Hanya Mencintai Dirinya Sendiri Tak Layak Untuk Dicintai 

Senyum tulus yang kamu berikan, tak pernah dibalas dengan senyuman yang juga tulus. Usahamu untuk terus menjadikannya prioritas, justru disalahgunakan olehnya. Saat kamu tertatih dan tersakiti oleh perbuatan dan kata-katanya, tiada kata maaf yang kamu terima.

Jangan berharap peluk, maaf saja tak ada. Lantas, apa masih bisa dikatakan kalau ada cinta didalam hubunganmu dengannya? Hei, jangan tutup mata hatimu ya kawanku. Masih banyak orang yang mengasihimu.

Kalau kamu hanya mau bertahan pada satu orang yang hanya terus menyakitimu, lantas kapan kamu bisa menjemput kebahagiaan yang layak kamu dapatkan? Jangan mengharapkan pacarmu itu berubah, sebab tak semua orang bisa berubah drastis dan meninggalkan sifat lamanya.

Daripada makan hati, sudahi saja hubunganmu dan beranjaklah dari setiap pilu yang kamu rasakan saat bersamanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

9 Tahun Menikah, Rianti Cartwright-Cas Alfonso Sepakat Ikuti Program Bayi Tabung

Rianti Cartwright dan Cas Alfonso telah membina bahtera rumah tangga selama kurang lebih sembilan tahun. Kini mereka memutuskan untuk melakukan program bayi tabung demi mendapatkan momongan. Hal ini diketahui lewat Instagram Stories milik Rianti. Eks VJ MTV itu banyak bertanya ke Tya Ariestya untuk berani melakukan bayi tabung.

“Tya Ariestya, she is an #ivfsurvivor and was so generous with information from the very beginning. Aku bisa tanya2 sama Tya kapan aja. Terus kebetulan waktu aku shooting sinetron Cinta Yang Hilang aku juga dipertemukan dengan sahabat2 yang memberikan banyak informasi tentang IVF, Morula dan juga dokter2 di Morula Clinic. Kayak udah diatur aja semuanya dan akhirnya aku dan Cas memutuskan untuk menjalani program IVF,” kata Rianti

Sebelumnya, Rianti Cartwright belum berani program kehamilan. Dia dan Cas menjalaninya secara natural. Rianti mengatakan dalam melakukan program bayi tabung tidak mudah. Namun dia tetap masih bisa menikmati segala prosesnya.

“To be honest this process is not easy. Tapi menurut aku tetap bisa dinikmati selama kita optimis, positif, dan berserah,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Demi Penuhi Keinginan Istri, Uus Tinggalkan Identitas Kepala Plontos

Komedian tunggal Rizky Firdaus Wijaksana (28) atau yang akrab disapa Uus kini tampil beda. Uus tak lagi berkepala plontos melainkan memilih untuk memanjangkan rambutnya dan mewarnainya dengan warna pirang. Hal ini dia lakukan lantaran permintaan istri.

“Kan udah dijelasin di panggung, istri minta pengin bisa jambak, ya sudah dipanjangin. Sudah tiga tahun bersama-sama. Dia cuman minta ke saya gondrongin rambut, ya sudah lah,” kata Uus seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (18/03).

Awalnya, Uus merasa risih dengan rambutnya yang panjang karena tak pernah tampil dengan gaya yang demikian. Terkait pemilihan warna rambut, Uus mengatakan bahwa hal itu adalah pilihannya sendiri.

“Ide sendiri, karena pengin aja bingung mau warna apa, bosen kalau hitam, jadi ya kuning. Kan mau membuktikan kalau dicat warna-warni itu selalu identik dengan Atta,” gurau Uus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Niat Hati Dapat Samsung Galaxy S10, yang Datang dari Bukalapak Malah Sendal Jepit

Selain memberi kemudahan untuk para pengguna bertransaksi jual dan beli, E-commerce yang satu ini juga kerap mengadakan promo seru dengan hadiah yang cukup tinggi. Yap, selain hadiah utama mini cooper yang beberapa waktu lalu dimenangkan oleh seorang driver ojol. Baru-baru ini, ajang promosi yang diberi nama ‘nyerbu’ tersebut, memberikan kesempatan untuk para pengguna untuk mendapatkan Samsung Galaxy S10 secara eksklusif cuma dengan 12 ribu.

Sudah berlangsung pada 13 Maret 2019 lalu, beberapa orang yang beruntung memang berhasil mendapatkan Samsung Galaxy S-10nya. Tapi sialnya, pengguna lain yang ikut serta justru ramai-ramai protes. Karena mereka yang belum berhasil justru dikirimi sendal jepit sebagai gantinya dari dana 12 yang telah mereka kirimkan, atau yang sudah terpotong otomatis dari dompet di aplikasi Bukalapak. 

View this post on Instagram

Ada yang nasibnya kayak aku?. Gegara kebiasaan ga baca2 s&k akhirnya zong dapet sandal jepit 🤣🤣. Ini ceritanya ikutan serbu seru Bukalapak, ngincer Samsung S10 seharga 12.000 rupiah. Kalo ga dapat uang 12ribu dibalikin utuh. Karena udah pede dan ga baca2 lagi s&k, esoknya kaget terima notif bahwa serbuanku meleset dan sandal jepit akan dikirim ke alamat. Hah?? Sandal jepit ?? Kapan aku belinya ?😒😒. Oalaahhh ternyata udah ketentuannya begitu. Dan ternyata ya ampuuun, sandalnya dikirim tanpa kardus, bener2 polos hanya kemasan plastik bening sandal itulah. Bungkus koran kek. Ato plastik item kek biar yg terima ga malu 😛😛. Pagi tadi bapak kurir jne yang anter paket sambil ketawa bilang "banyak bangeeeettt paket kiriman sandal kayak gini" 😂😂😂 #bukalapak #sandaljepit

A post shared by lies surya (@liessurya) on

Beberapa orang berkata jika Bukalapak mulai memanfaatkan promosi macam ini untuk memaksimalkan keuntungan. Sebab dalam hal ini dana yang sudah tertarik justru akan direfund dengan produk sendal jepit dari BukaMart. Dan yang lebih parah, warna dan ukurannya pun random, yang kemungkinan besar tak cocok hingga akhirnya tak terpakai pada penggunana.

“Mending warna nya netral… Gw cowo dikasi sendal Pink… ;)” Keluh pengguna @junanrizal di Twitter miliknya.

Tapi usut punya usut, ternyata refund dana 12 ribu rupiah dengan sendal jepit tersebut adalah salah satu ketentuan yang memang sudah ditetapkan oleh Bukalapak untuk promosi ‘nyerbu’ Samsung Galaxy S10 ini. Dan, Bukalapak juga memberi opsi untuk pengguna yang memang tak ingin dananya tersebut di ganti dengan sendal jepit, bisa membatalkan pesanan melalui aplikasi atau menghubungi customer service di Bukalapak.

Akan tetapi, daripada teliti untuk membaca syarat dan ketentuan, sebagian besar pengguna justru ramai-ramai mengungkapkap kekesalan di media sosial tanpa memeriksa, pihak manakah yang salah. Nah, pesan moralnya adalah, cobalah tingkatkan literasi, dimulai dengan teliti dalam membaca hal-hal yang menjadi ketentuan tentang apa yang ingin kita beli. Kan malu, udah marah-marah ternyata kitalah yang salah, karena tak membaca syarat dan ketentuannya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top