Feature

Hubungan yang Jadi Taruhan Lantaran Terlalu Cinta pada Uang Sendiri

Hidup butuh uang? Pasti. Pacaran butuh uang? Jelas. Rumah tangga butuh uang? Tentu saja. Rasa-rasanya memang tak ada lagi sesuatu yang tidak membutuhkan uang. Begitu batinku. Aku harus mencari dan mengumpulkan uang sebanyak mungkin demi mendapatkan kehidupan yang stabil. Perlahan tapi pasti, pola pikir ini semakin kuat menempel di benakku, yang akhirnya menuntun dan membentuk karakterku kalau aku sangat suka dengan uang.

Rasanya gelisah saja kalau tak punya uang. Bahkan menurutku, kesenanganku diluar cinta uang, kuanggap semuanya semu. Aku tak akan bahagia kalau aku tak bertemu dan memakai uangku. Begitu prinsipku. Uang juga yang menolongku mendapatkan semua yang semula kukira hanya angan semata. Tapi karena uang, aku juga ‘sukses’ merusak semuanya. Termasuk pernikahan dan keluargaku.

Aku Merasa Piawai Mengumpulkan Uang, Rasa Percaya Diri Itu yang Jadi Modal Utama Untukku Membuat Tabungan Rahasia

Kuakui, di depan pasangan, aku pura-pura transparan. Padahal, aku tidak bisa selalu berlaku demikian. Aku masih perlu beli ini itu yang kukira akan jauh lebih baik bila pasanganku tak perlu tahu. Ternyata caraku salah. Sebuah survei yang dilakukan oleh National Endowment for Financial Education, dua dari lima pasangan suka berbohong perihal uang. Bahkan 75 persen dari mereka mengaku kalau kebohongannya soal uang jadi memberi pengaruh yang tak baik dalam hubungan pernikahan mereka. Dan kini, aku jadi salah satu dari mereka…

Kesalahanku Selanjutnya Adalah Aku Sering Memakai Kartu Kredit Melewati Limit, Awalnya Kurasa Aku Sanggup Membayarnya

Orang sepertiku tak mungkin tak punya kartu kredit. Tapi kehadiran kartu kredit ternyata justru jadi pemicu pertengkaranku dengan pasangan. Ya, aku merahasiakan kepemilikan kartu kreditku darinya. Aku tak mau dia tahu kalau aku sangat tak bisa hidup tanpa adanya transaksi dalam hidupku. Aku cinta uang. Titik! Berawal dari menyembunyikan kartu kredit, lama-lama justru aku makin berani bertransaksi dengan kartu ajaib yang satu ini sampai melewati limit. Tapi bukan kebahagiaan yang kudapat. Mungkin ini konsekuensi dari kesalahanku itu. Pernikahanku sekarang di ujung tanduk.

Aku Cinta Uang, Aku Tak Mau Terlihat Susah di Mata Orang Lain, maka Gaya Hidupku Harus Menampilkan kalau Keuanganku Selalu Stabil

Bagiku, uang bisa membeli gaya hidup. Pertama-tama, semuanya berjalan lancar. Aku suka belanja barang-barang mewah karena aku punya uang. Hanya saja kebiasaanku tak sepenuhnya didukung oleh pasanganku. Ia menganggap gaya hidupku terlalu tinggi. Aku tak peduli. Tapi dia benar. Sekarang yang terjadi justru besar pasak daripada tiang. Keuanganku makin tak jelas, pasanganku pun semakin tak percaya lagi padaku.

Aku Cinta Uang dan Aku Menikmatinya, Hanya Saja Aku Tak Bisa Sepenuhnya Memberikan Ini Itu bagi Pasangan. Ini Semua Hasil Kerjaku…

Mau dibilang pelit, aku tak peduli. Aku hanya tak suka orang lain terlalu menghamburkan uang, termasuk pasanganku maupun keluargaku. Ini kan hasil kerja kerasku, begitu pikirku selama ini. Tapi ternyata berlaku terlalu hemat justru membuatku jadi lebih stres. Begitu pun dengan pasangan. Membuat anggaran belanja memang berlaku setiap bulannya. Tapi hobi belanjaku tak boleh diintervensi. Ya, aku sudah berlaku sangat egois…

Kini Aku Sadar, Tanggung Jawabku Soal Uang Sangatlah Kurang. Aku Hanya Nyaman Menghasilkan dan Menghabiskan Uang tapi Tak Bisa Mengelolanya

Meski uangku banyak, aku tak terlalu suka konsultasi masalah keuangan pada penasehat keuangan. Pikirku, hal semacam itu hanya akan buang-buang uangku. Lebih baik aku simpan dan aku pakai sesukaku. Toh, anggaran belanja bulanan sudah ada. Dulu begitu pikirku. Minimnya pengetahuan soal keuangan membuatku gelap mata. Meski ada tabungan, semuanya akhirnya tiris demi memenuhi hasratku semata. Aku tak lagi punya uang dan sekarang kehilangan kepercayaan. Hubunganku pun demikian, semakin runyam dan sudah banyak pihak yang kecewa padaku.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

10 Pertanyaan yang Sering Kamu Dapati Saat Kamu Tak Kunjung Memiliki Pacar

Status single sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang besar. Single adalah pilihan. Namun herannya terkadang bukan orang yang menyandang status itu yang kebingungan, malah orang yang ada di sekitarnya. Kamu yang tak kunjung memiliki pasangan, pasti kerap mendapati 10 pertanyaan ini terlontar dari mulut orang lain untukmu.

1. “Kenapa Sih Kok Tidak Mau Pacaran?”

Mereka mengajukan pertanyaan ini karena penasaran dengan alasanmu masih bertahan dengan kesendirianmu. Tapi karena kamu menjadikansingle sebagai pilihan hidup, kamu biasa-biasa saja saat mendapati pertanyaan ini dan terasa sudah sangat kebal.

2. “Ada yang Deketin Kan?”

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang single, pasti kamu memiliki alasan yang kuat di belakangnya. Meski begitu orang lain pasti tetap ingin tahu, selama ini masih ada kan orang yang mendekatimu.

3. “Pernah Tidak Kamu Berpikir untuk Pacaran?”

Banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang kamu pikirkan saat kamu menjadi seorang single. Salah satunya adalah apakah kamu sendiri pernah berpikir untuk berpacaran dengan seseorang.

4. “Kamu Orang yang pemilih, Ya?”

Karena kamu tak kunjung berpacaran, akhirnya banyak orang yang memandangmu sebagai seorang yang pemilih. Padahal sebenarnya kamu hanya menunggu jodoh terbaik yang Tuhan siapkan untukmu.

5. “Bagaimana Perasaanmu Saat Melihat Teman atau Orang Lain Pacaran?”

Padahal kamu tak ada masalah dengan orang yang berpacaran di depan matamu secara langsung. Namun masih saja banyak orang mempertanyakan hal ini kepadamu.

6. “Sebenarnya Usia Berapa Sih Kamu Mau Pacaran?”

Saking gemasnya orang lain melihatmu yang betah dengan status single-mu, mereka sampai mempertanyakan hal ini padamu. Kenapa sampai kamu masih bertahan tanpa seorang pasangan dan sebenarnya mau pacaran pada usia berapa sih kamu itu.

7. “Apa Kamu Pernah Dijodohkan?”

Pasti banyak orang berpikir bahwa dengan jangka waktumu menjadi seorang single, sudah banyak teman dan keluarga yang menjodohkanmu dengan seseorang. Dan inilah yang ingin dicari tahu oleh orang tersebut, apakah kamu pernah dijodohkan atau tidak.

8. “Pernah Tidak Sih Kamu Merasakan yang Namanya Jatuh Cinta?”

Siapa tahu kamu pernah mencoba memulai menjalin hubungan, meski akhirnya gagal juga. Alasannya pun tentu beragam. Orang akan mempertanyakan mengenai hal ini saat kamu tak kunjung memiliki pasangan.

9. “Apa Kamu Tidak Ingin Pacaran?”

Ada banyak hal yang ingin kamu capai terlebih dulu. Tapi banyak orang langsung saja mempertanyakan tentang apakah kamu ingin pacaran atau tidak. Jawabannya tentu iya tapi bukan untuk saat ini.

10. “Apakah Kamu Takut untuk Memulai?”

Rasa takut pasti ada, karena kamu sudah lama bertahan dengan status single-mu. Entah apa alasan yang membuat kamu bertahan, tak ada yang tahu. Mungkin ini jugalah yang dikhawatirkan oleh orang-orang terdekatmu. Mereka takut jika ketakutanmu membuatmu terus bertahan dalam kesendirian dalam jangka waktu yang panjang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Inilah 7 Tipe Mantan Mahasiswa Setelah Lulus Kuliah

Momen kelulusan adalah momen yang paling ditunggu banyak mahasiswa tingkat akhir. Namun kehidupan pasca lulus kuliah, tak semua orang suka menjalaninya. Ada beberapa tipe mantam mahasiswa setelah lulus dari Universitas tempatnya menuntut ilmu dulu. Apa saja sih tipenya? Mungkin kamu termasuk salah satunya.

1. Tipe Sulit Move On

Mereka yang termasuk tipe ini adalah orang yang sulit move on dari kehidupannya sebagai mahasiswa dulu. Bagi mereka kehidupan perkuliahan lebih menyenangkan karena mereka tak perlu memikirkan tentang dunia kerja pasca lulus dari Universitas.

2. Tipe Pekerja Keras

Tipe pekerja keras adalah mereka yang anti dengan istilah menganggur. Meskipun mereka belum mendapatkan pekerjaan tetap, mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan hal yang bermanfaat, mungkin salah satunya adalah merintis usaha baru.

3. Tipe Pengembara

Mereka yang masuk dalam kategori tipe ini adalah orang yang suka melakukan travelling. Momen setelah lulus banyak dihabiskannya untuk mengunjungi banyak tempat baru yang menurutnya menarik untuk dikunjungi.

4. Tipe Rumahan

Tipe rumahan adalah mereka yang lebih suka menghabiskan waktu mereka di rumah. Kebanyakan sih memiliki hobi tidur dan nonton film kesukaan di dalam kamar. Sehingga tak ada alasan buat mereka untuk pergi ke luar rumah.

5. Tipe Penyuka Keramaian

Tipe ini akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Entah itu berkumpul dengan teman-temannya di suatu tempat seperti cafe atau pergi menonton konser musik favorit mereka.

6. Tipe Media Sosial

Tipe media sosial ini adalag tipe orang yang tak bisa lepas dari media sosial barang sebentar saja. Saat bangun tidur, hal pertama kali yang akan dilakukan adalah mencari smartphone miliknya untuk membuka media sosialnya.

7. Tipe Romantis

Orang yang termasuk tipe ini biasanya orang yang memang memilih untuk menikah setelah lulus kuliah. Kebanyakan sih sedari SMA memang sudah punya pasangan, sehingga setelah lulus inginnya cepat-cepat menikah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

5 Hal Lucu yang akan Kamu Rasakan Saat Berjodoh dengan Sahabat Sendiri

Jodoh, kematian dan rezeki adalah rahasia Tuhan. Kamu tak akan pernah tahu dengan siapa akhirnya kamu berjodoh. Dengan orang yang belum pernah kamu kenal atau justru dengan orang yang susah sangat kamu kenal. Ada loh pasangan yang akhirnya berjodoh dengan sahabat sendiri.

Terbiasa dengan hubungan luwes yang terasa santai dan menyenangkan. Beberapa kali, kamu mungkin akan merasa aneh. “Kok bisa ya sampai berjodoh sama sahabat sendiri?. Nah, setidaknya berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin kamu rasakan ketika nanti berjodoh dengan sahabatmu sendiri.

1. Tertawa Sendiri Saat Memandang Wajah Pasangan

Saat kamu memandang wajahnya, itu sudah mengingatkanmu tentang apa yang sudah kalian lewati bersama. Dengannya? mungkin kamu tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kamu akan berjodoh dengan sahabatmu yang konyol itu, dan itu kerap membuatmu tertawa hanya dengan memandang wajahnya saja.

2. Sering Berantem Saat Bertemu Namun Rindu Saat Sedang Jauh

Bahkan kamu pun sering bingung dengan tingkahmu ini. Saat pasanganmu ada di sampingmu justru kamu sangat sering bertengkar. Namun saat kamu berjauhan dengannya, rasanya rindumu begitu memuncak.

3. Berniat Romantis Namun Akhirnya Jadi Ledekan

Sebagai sepasang sahabat, kamu dan dia memang tak pernah bertingkah romantis. Jadi makhlum jika setelah menikah saat kamu maupun dia ingin mencoba romantis, selalu berakhir dengan ledekan satu sama lain.

4. Tak Jaim untuk Saling “Mempermalukan”

Kalian memang saling mencintai sebagai satu pasangan, namun humoris di dalam hubunganmu dengannya memang sudah besar. Sehingga tak ada lagi rasa jaim untuk mempermalukan satu sama lain.

5. Tak Mau Saling Mengalah untuk Berbagi Sesuatu

Bisa diambil contoh, untuk hal kecil seperti nonton TV. Kamu sering berebut remote control dengannya. Tak ada salah satu dari kalian yang mau mengalah. Bisa dibilang tingkahmu dengan pasangan layaknya anak kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top