Feature

Hubungan yang Harus Rahasia, Biasanya Berakhir Sia-sia

Sudah saling sayang sekian lama, kencan romantis pun dilakoni berdua, tapi semuanya selalu dijadikan rahasia?

Nah lo, kok main rahasia-rahasiaan? Apa kamu tak cukup layak untuk dikenalkan sebagai pacar? Tapi sih seringnya ini bukan hanya perkara tampang, tapi juga alasan lain yang masih saja disembunyikan.

“Aku nggak suka mengumbar hubungan pribadiku”

Halah preet!

Ini bukan perkara mengumbar hubungan atau bukan, tapi jika pada teman-teman terdekatnya saja kamu tak dikenalkan. Jelas jadi sebuah pertanyaan. Tapi jangan dulu buru-buru nangis karena merasa sedang dipermainkan si dia yang sudah bilang cinta. Sebelum lebih jauh, ada beberapa hal yang perlu kamu pahami untuk hubungan kucing-kucingan yang sedang dijalankan.

Masih Ada Perasaan dan Hati yang Dijaganya

Entah itu mantan pacar si dia, calon gebetan baru di tempat berbeda, hingga pihak-pihak lain yang memang memiliki hubungan khusus dengannya. Segala kemungkinan itu pasti ada, karena jika memang tak ada apa-apa dengan orang lain, kenapa tak membawamu masuk ke permukaan kehidupannya?

Membaca ini mungkin akan membuatmu sakit hati sampai ke ubun-ubun, tapi ya namanya kemungkinan buruk atas sesuatu yang disembunyikan memang perlu dipertimbangkan. Ingat ya, kamu harus bisa bedakan sikap mana yang masih menunggu waktu yang pas untuk memperkenalkanmu sebagai pacar, dengan sikap buang badan karena memang sebenarnya tak sayang.  

Si Dia Masih Belum Bisa Percaya, jika Apa yang Dirasanya Adalah Cinta

Nah, ini jadi kemungkinan lain yang perlu dipikirkan. Sebelum menaruh curiga, cobalah cari tahu latar belakang hubungan yang pernah ia jalani sebelumnya. Barangkali memang ada sesuatu yang pernah dirasakan cukup dramatis. Mantan pacar yang menyakiti hati, atau keyakinan yang masih belum pulih untuk memulai hubungan lagi.

Tak perlu menyalahkan diri sendiri, sebab kalau ceritanya begini, itu artinya ada sesuatu yang masih belum bisa ia atasi sendiri. Maka wajar, jika dirinya masih berpikir rasa untukmu hanya sekedar perasaan biasa, bukan rasa suka atau cinta.

Atau Sebenarnya Dirinya Memang Hanya Ingin Singgah, Bukan Menetap untuk Bersama

Kamu pernah dengar tidak istilah FWB atau Friend With Benefit. Bisa saja ‘kan, si dia juga menganggapmu seperti seorang teman yang dapat memberinya keuntungan dengan kadang dijadikan bak pacar. Kamunya sih sudah terbawa perasaan, padahal dirinya tak menganggapmu apa-apa.

Datangnya ia dalam hidupnya hanyalah sebuah keisengan yang tak berguna, membuatmu merasa dicinta sampai jatuh dalam pelukannya. Lalu setelahnya, ia mungkin akan berjalan meninggalkanmu yang sudah kepalang cinta. Hemm, hati-hati ya!

Dan yang Lebih Parah, Jangan-jangan Dia Hanya Ingin Memanfaatkanmu Saja

Coba ingat dulu, bagaimana ia datang kepadamu? Setiap saat atau saat sedang susah saja? Kalau ternyata kamu hanya dijadikan pembalut luka dari kesedihannya, penopang hidup pada setiap cerita peliknya, hingga tukang antar jemput yang katanya jadi orang spesial, baiknya kamu segera mandi kembang saja! Karena sepertinya, kamu hanya dimanfaatkan saja oleh dirinya.

Bayangkan saja, dia yang kamu banggakan hanya datang saat ada butuhnya saja. Maka bukan tak mungkin, saat kamu sedang merindukannya di setiap malam sebelum tidur, barangkali dia sedang bersenang-senang dengan sosok lain yang lebih disayanginya.

Merasa Belum Siap untuk Menjalin Hubungan, tapi Juga Tak Mau Sendirian

Sosok seperti ini jadi pihak yang perlu diwaspadai. Yap, bayangkan saja dia ini terlihat sangat bersemangat untuk mengungkapkan perasaan, tapi juga enggan untuk menetapkan keputusan. Beberapa kali, ia kedapatan untuk bilang masih belum siap untuk membawa kamu ke dalam hidupnya. Tapi giliran ditinggal, katanya jangan.

Situasi ini jadi salah satu hal yang perlu kamu pikiran dengan baik. Pertimbangkan pelan-pelan apa yang akan jadi pilihan, hingga konsekuensi apa yang akan kamu dapatkan jika tetap bertahan. Kamu bisa segera mengakhiri hubungan atau tetap bertahan, toh kamu yang akan merasakan apa sebab dan akibat dari semua yang kamu jalankan.

Dirinya Malu, Sebab Kamu Tak Lebih Baik dari si Masa Lalunya

Terlepas dari kesedihanmu mendengar alasan barusan, kamu memang perlu mempersiapkan diri jika ini adalah penyebabnya tak kunjung mengumumkan hubungan. Sebab percaya atau tidak, beberapa orang merasa malu pada si masa lalu jika sosok yang jadi pasangannya selanjutnya tak lebih baik dari mantan pacar. Kemungkinan ini memang tak sepenuhnya selalu benar, tapi sering juga jadi alasan dibalik sikapnya yang berusaha menutup-nutupi hubungan.

Kamu berhak untuk untuk meminta penjelasan kok, mengapa ia masih saja tak ingin mendeklarasikan hubungan. Dan terus-terusan menyembunyikan semua yang sudah kalian lakukan.

Jangan-jangan Dia Memang Tak Cinta, tapi Kamu Sudah Terlanjur Suka

Ungkapan baper atau bawa perasaan, barangkali jadi gambaran lain yang mungkin sedang terjadi dalam hubunganmu. Si dia sih ngerasa biasa aja, tapi kamunya terlalu luluh pada semua perlakuannya. Karena bisa saja, ia juga melakukan hal serupa pada semua orang. Dan bukan hanya kamu saja.

Segera pertimbangkan lagi sikap mana yang akan kamu ambil, tetap bertahan meski dengan hubungan yang disembunyikan, atau memilih menyudahi semua permainan. Tapi hal yang perlu kamu tahu, segala sesuatu yang berusaha disembunyikan, pasti ada yang memang berusaha ditutupi. Kalau dirimu merasa siap untuk kejelasan yang sia-sia, ya silahkan saja!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ternyata, Perempuan Gemuk Lebih Mampu Membuat Laki-laki Bahagia

Bertubuh kurus kadang kala jadi acuan untuk menjadi cantik yang dipercaya sebagian besar perempuan. Padahal, tolok ukur kecantikan tak selalu dari besar atau tidaknya tubuhmu. Nah, jika kau rasa usaha untuk menjadi kurus yang selama ini kamu lakukan sering gagal, tak perlu bersedih hati.

Karena ternyata menurut sebuah studi baru oleh departemen psikologi di Universitas Namibia (UNAM), lelaki yang menikah dengan (atau dalam hubungan dengan) perempuan bertubuh gempal sepuluh kali lebih bahagia daripada mereka yang menjalin hubungan dengan perempuan bertubuh kurus. Surat kabar Argentina, Nuevo Diario yang pertama kali melaporkan temuan dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Filemón Alvarado dan Dr Edgardo Morales di departemen psikologi UNAM ini.

Fakta lainnya, menurut penelitian, laki-laki lebih banyak tersenyum ketika mereka bersama pasangan dengan tubuh melekuk atau berisi, para laki-laki tersebut juga lebih mudah dalam menyelesaikan masalah. Mengapa? Menurut Alvarado dan Morales, yang melakukan penelitian ini, Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan lelaki.

Jadi meski tubuhmu tetap terlihat gemuk walau sudah melakukan olahraga dan diet ketat, jangan bersedih lagi ya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Pentingnya Berdamai dengan Masa Lalu

Kalau bisa memilih, kita semua tentu ingin kisah hidup yang selalu menyenangkan. Mulai dari masa lalu, masa sekarang hingga masa depan. Tapi hidup tak selalu ada dalam genggaman tangan, beberapa hal yang terjadi tak bisa kita rubah sesuai keinginan. Dan salah satunya adalah masa lalu yang mungkin tak menyenangka. Entah itu itu ketakutan, patah hati, atau hal-hal lain yang menyakiti diri. 

Namun semua itu sudah berlalu, kita perlu untuk melangkahkan kaki untuk maju. Menatap masa depan yang lebih cerah, dan berbuat hal-hal baik yang bisa mengubah hidup kita. Itulah mengapa kita perlu berdamai pada masa lalu yang tak selalu enak untuk dikenang. 

Lalu, manfaatnya apa sih?

Merubah Diri untuk Lebih Bersemangat dan Tak Gampang Menyerah Lagi

Menghilangkan rasa sakit dari masa lalu, memang kadang jadi ketakutan tersendiri untuk kita. Sulit untuk bisa menerima apa yang sudah terjadi, hingga akhirnya jadi bumerang untuk diri sendiri. Dari sini, kita terperankap untuk tak akan melakukan ha-hal yang mengingatkan diri pada masa silam, dan tentu jadi sesuatu yang merugikan.

Nah, jika kita berhasil untuk berdamai dengan semua yang terjadi di masa lalu. Akan ada hal-hal baik lain yang kelak bisa dilakukan. Terbuka untuk menjalani kehidupan di masa sekarang, tanpa harus was-was dengan semua perasaan sakit yang dulu pernah dirasakan. 

Setelah Berdamai, Kita Tak Akan Gampang Stres Lagi

Yap, pada kehidupan nyata beberapa kejadian memang tak bisa kita hindari untuk tak dialami. Selepas mengalami beberapa hal yang tak menyenangkan, ada rasa takut yang sering membuat hati lelah. Jadi beban untuk pikiran, dan berujung pada stress yang tak karuan. 

Padahal hal seperti ini adalah sesuatu yang sesungguhnya harus dilewati. Tak bisa kita hindari, semua yang sudah terjadi harus tetap dihadapi dengan segala kemampuan diri. Hasilnya? Rasa takut dan semua beban yang selama ini jadi pikiran, bisa dilalui dengan santai dan lebih sabar. 

Dan Lebih Berani untuk Mencoba Hal-Hal Baru yang Selama Ini Dihindari

Selama kita masih dalam bayang-bayang masa lalu, akan banyak pembatas yang mengekang ruang gerak. Belum berani untuk melakukan sesuatu yang sekiranya membuka ingatan di masa silam, hingga selalu menghindar untuk tak bertemu sesuatu yang bisa membuat kita kembali terbayang atas banyaknya hal tak mengenakkan yang dulu pernah kita lakukan. 

Itulah mengapa penting untuk berdamai, menerima semua hal yang sudah jadi kenangan dan memandang semua itu sebagai acuan untuk tak lagi mengulang kesalahan bukan jadi sesuatu yang justru mengurung ruang gerak langkah. 

Tak Akan Lagi Terjebak pada Berbagai Macam Nostalgia

Percayalah, ketakutan akan hal-hal yang sudah lewat hanya akan membuat kita terkurung pada sekap yang lebih berat. Membuat kita merasa takut, menghilangkan kepercayaan diri, dan berpikir tak lagi bisa berbahagia atas hidup sendiri. Padahal ada banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk kembali berbahagia atas semua hal. 

Lepaskan semua hal yang merebut kebahagian, buka diri untuk hal baru yang lebih membahagiakan. Dan selalu tekankan dalam diri, jika kita bisa lebih bahagia dari masa lalu yang pernah dijalani. 

Menikmati Hidup dengan Cara yang Memang Kita Suka

Bisa lepas dari semua ketakutan dan kekhawatiran masa lalu, memang bukanlah perkara gampang. Ada banyak hal yang perlu diterima secara perlahan. Membuka mata dan hati untuk semua pilihan baik yang bisa membahagiakan kehidupan. Dan lebih selektif untuk mempertimbangakna semua yang akan dijadikan pilihan. 

Jika semua ini bisa kita jalankan dengan benar, percayalah bahagia tak lagi jadi sesuatu yang mustahil kita dapatkan. Ingatlah selalu, jika apapun yang terjadi atas masa lalu kita selalu berhak untuk berbahagia di hari ini dan masa depan. Tinggal bagaimana kita melangkah setelah dibuat memangis dan kecewa di masa lalu kita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Sutradara Joko Anwar, Minta KPI Dibubarkan

Setelah polemik tentang keingin KPI untuk turut serta mengawasi kontek Netflix dan Youtube, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kembali menjadi sorotan. Yap, baru-baru ini, lembaga yang mengawasi jalannya tayangan di pertelevisian Tanah Air itu dianggap mengeluarkan sejumlah sanksi dan keputusan yang sangat aneh.

Salah satu contoh misalnya, KPI melakukan teguran terhadap stasiun Global TV yang menayangkan tayangan kartun Spongebob Squarepants. Di mana dalam salah satu tokoh Spongebob melakukan pelemparan kue tart dan pemukulan.

Masyarakat pun tak diam, sebagian besar menilai keputusan KPI tersebut adalah pendapat yang amat keliru. Berita ini juga menarik perhatian salah satu sutadara kondang di tanah air, yakni Joko Anwar. Pada laman Twitter pribadinya, sutradara Gundala itu bahkan dengan tegas dan yakin menuliskan tagar Bubarkan KPI.

Sumber : https://twitter.com/jokoanwar

Tak hanya itu saja, lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara tersebut juga mengunggah foto ilustrasi sejumlah tayangan televisi yang mendapat teguran dan sanksi KPI. Tak hanya Spongebob, ada pula sejumlah tayangan seperti infotainment “Obsesi” Global TV, “Ragar Perkara” Tv One, “Rumpi” Trans TV dll.

“Promo Gundala kena sanksi @KPI_Pusat karena ada dialog bilang ‘Bangsat.’ Bangsat artinya, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:,” twitt Joko Anwar, sambil menyematkan keterangan kata “bangsat” dari sebuah kamus bahasa Indonesia.

“Kalau ada lembaga yang anggap tontonan kayak SpongeBob melanggar norma kesopanan, lembaga itu nggak layak dipercaya menilai apapun di hidup ini. #BubarkanKPI @KPI_Pusat,” sambung Joko Anwar.

Menurutmu bagaimana?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top