Tips

Hobi OOTD Akan Semakin Keren Kalau Kamu Tahu 6 Tata Cara Paling Lazim dalam Berpakaian

Dalam berbusana, ternyata juga ada aturannya. Meski memang yang namanya gaya atau style itu cenderung dinamis, sesekali menerapkan aturan dalam berpakaian pun tidak ada salahnya kok. Alih-alih terkesan kaku, justru kamu bisa tampak lebih rapi dan enak dilihat. Tak percaya? Mengutip dari Brightside, ada lho tipsnya demi mendompleng penampilan lewat gaya busana. Yuk coba terapkan aturan berpakaian ini baik saat kamu memakai busana kerja maupun pakaian yang biasa kamu pakai sehari-hari.

Untuk laki-laki yang jarang memakai jas, coba amati gambar di atas. Terkhusus, lihatlah kancing jas yang tersemat. Perlu diketahui, dari tiga kancing yang ada, cukup kancingkan satu mata kancing yang posisinya di tengah. Hal itu akan memberikan kesan rapi namun tetap dinamis. Hindari mengancingkan ketiga-tiganya karena hanya akan membuat penampilan terlihat culun dan kaku.

Terkhusus perempuan yang sering memakai kemeja kerja atau blouse. Jangan biarkan penampilanmu jadi monoton dan membosankan apalagi model kemeja kerja dan warnanya yang begitu-begitu saja. Cobalah pakai tanktop sebelum memakai kemeja, kemudian lepas tiga kancing teratas untuk memberikan kesan V-neck dan membuat tampilanmu jadi tak membosankan lagi.

Memakai aksesoris sah-sah saja. Asal tahu porsi yang  pas saat memakainya. Nah untuk perempuan, begini panduannya. Kalau kebetulan kamu memakai baju yang berwarna gelap, jangan memakai anting, kalung, gelang, bahkan cincin bersamaan. Penampilan yang berlebihan hanya akan membuat orang jadi malas melihat gaya yang sedang kamu tampilkan. Sebaiknya minimalisir dengan hanya memakai anting dan gelang, atau kalung dan cincin saja. Aksesorismu tak akan terlihat mencolok tapi justru memberi nilai lebih untukmu.

Untuk laki-laki, jangan sampai kamu tak tahu proporsi dasi yang pas untuk penampilanmu. Tapi sebelum itu, pastikan dulu kamu bisa memakai dasi sendiri ya? Sehingga untuk menentukan panjang pendeknya, kamu bisa melakukannya sendiri. Ukuran dasi yang pas adalah dasi yang menjuntai sejajar dengan kepala ikat pinggangnmu. Jangan terlalu dekat atau sejajar dengan perut, atau justru kepanjangan alias melewati ikat pinggang. Nantinya, jadi terlihat aneh di mata orang.

Urusan ikat pinggang pun jangan diabaikan. Memilih ikat pinggang nyatanya susah-susah gampang. Begini tipsnya, kalau celana yang kebetulan kamu pakai berwarna gelap, dan kemejanya berwarna terang, padukan dengan ikat pinggang berwarna coklat. Warna ini netral karena akan memberi kesan tegas pada penampilanmu. Sekaligus tak membuat tampilanmu jadi membosankan. Sementara kalau warna celananya kebetulan terang, carilah ikat pinggang berwarna hitam saja.

Bagi perempuan, yang agak sukar memang ketika memilih padanan yang cocok untuk bawahan dengan motif dan atasan yang bergaris. Sebab kalau salah warna, yang ada justru berantakan dan terlihat terlalu ramai kalau diperhatikan. Keberadaan motif dan garis sudah membuat busanamu cukup ramai, karenanya netralkan busana garis dan motif dengan pemilihan warna yang terkesan kalem, teduh, dan netral seperti warna-warna pastel. Dijamin, ekspektasi penampilan riuh pun tak akan terjadi.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Nikah Muda, Yakin Bahagia?

“Capek kuliah, lelah bekerja, maunya nikah saja”

Kalau kau pikir, menikah bisa jadi solusi dari semua masalah dan lelahmu. Kamu salah kawan! Membangun pernikahan, berarti membagi kebahagian. Oleh sebab itu, jangan cari bahagia dalam pernikahan, karena ia karena ia tak ada di sana.

Coba bayangkan, beban yang tadinya hanya datang dari perkara hidup sendiri akan bertambah karena ada pasangan yang juga punya masalahnya sendiri. Benar memang, kamu juga akan merasa bahagia, tapi untuk bisa begitu tentu tak mudah. Tak berniat untuk menciutkan nyalimu yang sedang ingin menikah, tapi apa kamu yakin menikah muda bisa membuatmu bahagia?

Tak Hanya Bahagia yang Bertambah, Beban dan Tanggung Jawab Juga

Kamu dan pasangan memang akan saling membahagiakan, tapi bagaimana dengan beban? Apa kamu tega membiarkannya menanggung semuanya? Tentu tidak kan?.

Seorang teman yang memutuskan menikah di awal masuk kuliah, pernah bercerita. “Tadinya aku pikir, bakalan lebih tenang karena ada suami yang setiap hari bersama. Ternyata, bebanku justru bertambah, karena selain masalahku sendiri. Aku juga harus berbagi peran untuk menyelesaikan masalah suami”. 

Kewajiban baru sebagai suami atau istri, mau tak mau memaksa kita untuk berbagi beban. Berpikir menikah akan mengurangi kesusahan, nyatanya pilihan ini malah melipatgandakan kesusahan. Tak ada pernikahan yang salah, tapi jika kamu pikir itu bisa membuatmu lepas dari semua persoalan. Maka pola pikirmu lah yang salah.

Bahagia di Luar Belum Tentu Begitu di Dalam

Biar kutebak, kamu pasti sering terlena kan oleh postingan kawan-kawan di Instagram? Potret-potret manis dengan sang istri hingga wajah lucu dari bayi mungil yang baru saja mereka hasilkan. Tapi itu kan penampilan luar, apa yang terjadi di dalam kehidupan rumah tangga mereka. Bisa jadi berbeda, dengan apa yang mereka tampilkan.

Berbagai macam hal bisa jadi mereka pikirkan. Terikat dalam hubungan, tak bisa berbuat banyak hal tanpa seizin pasangan, hingga hal-hal lain yang kadang membuat hati sedih sendiri. Di usia yang serupa, teman lain masih bisa leluasa untuk pergi kemana saja untuk mewujudkan mimpinya. Di sisi lain, kamu yang menikah mungkin sedang menanggun beban. Pusing memikirkan banyaknya tagihan dan kebutuhan.

Berharap Bisa Menyelesaikan Masalah, Tekanan Justru Berdatangan Banyak dari Berbagai Arah

Yap, kamu mungkin memang tak lagi menerima tekanan dari keluarga. Tak lagi dicibir oleh tetangga, karena pacaran bertahun-tahun lamanya. Satu masalah selesai, dan berharap bahagia mulai datang untuk dirasakan. Meski sebenarnya apa yang kamu terima justru jauh dari dugaan.

Kamu mendadak harus bangun pagi untuk memasak untuk suami, bekerja keras untuk membantu biaya kuliah istri, mulai berhemat beli mesin cuci, hingga hal-hal lain yang akan jadi tuntutan kehidupan. Menikah memang bukan tentang bahagia, tapi jika kamu mau bersabar sedikit saja. Bukan tak mungkin kamu bisa selalu bahagia, karena sudah mempersiapkan semuanya dengan matang tanpa diburu-buru usia.

Kalau Tak Pintar Mengontrol Diri dan Emosi, Bisa Berdampak Buruk Pada Jiwa dan Hati

Emosi yang masi belum bisa stabil saat menikah muda, dinilai jadi alasan pertama yang kerap melahirkan masalah. Apalagi jika usiamu dan pasangan tak jauh berbeda, atau masih sama-sama muda. Tak ada yang berinisiatif untuk meredam amarah, tak mau mengalah dan tetap pada ego yang dipercaya. Fase seperti ini mungkin akan membuatmu paham, kesiapan emosional sangat penting untuk pernikahan. Tak bisa mengelolanya dengan baik, kamu bisa sedih sendiri hingga membuatmu deresi.

Memotong Masa Muda, Ada Penyesalan yang Bisa Saja Kau Rasa

Menerima ia sebagai suami atau istri, berarti kamu sudah siap untuk berbagai hampir separuh hidupmu untuknya. Kamu harus memasak untuknya, mengurus ia tiap kali lelah, atau bekerja keras untuk memberinya nafkah dan kehidupan yang layak. Sudah sibuk mengurus popok bayi, sedangkan teman lain masih bernafsu untuk mewujudkan mimpi.

Setiap orang memang memiliki jalan cerita yang berbeda, tapi jika kamu pikir ini adalah takdir yang memang harus kamu terima, jelas salah.Padahal, seharusnya kamu bisa merubah takdirmu. Menghindari menikah muda yang memutuskan untuk meneruskan pendidikan setinggi-tingginya, misalnya.

Untuk Bisa Santai Ketika Didesak untuk Menikah Memang Susah, Tapi Kamu Berhak Menentukan Apa Saja

Aku paham bagaimana beratnya tekanan yang mungkin kamu emban. Hingga desakan lain yang kadang membuat diri gelap mata. Hingga buru-buru memutuskan untuk menikah saja, agar diri lebih tenang dari semua persoalan yang ada. Walau fakta yang kau terima, persoalan hidup justru kian rumit saja.

Kamu mungkin tak enakan, sulit untuk menolak tawaran orangtua atau desakan keluarga. Tapi coba sekali saja, beranikan diri untuk bisa bersuara tentang apa yang ingin kamu jalani. Pikirkan lagi, apakah menikah muda memang jadi sesuatu yang kamu ingini? Jika ternyata tidak, cobalah untuk menolak. Sampaikan alasan yang kamu punya. Karena kamu selalu jadi pihak penentu tentang apa saja yang akan terjadi dalam hidupmu sendiri.

Jangan Sampai Menyesal, Cobalah Pikirkan Matang-matang!

Merasa masih bisa berpikir jika memang nanti tak cocok pada suami atau istri kita. Memang bukanlah pemikiran yang salah. Biar bagaimana pun kita selalu berhak untuk melakukan apa saja yang dirasa benar. Tapi bagaimana jika nanti penyesalan itu datang setelah kamu sudah punya anak? Memberikannya situasi yang berat jelas salah, walau katamu tak apa, pasti selalu ada rasa berdosa yang akan menghampirimu setiap harinya.

Tak ada yang perlu dikerja, tak pula harus buru-buru. Cobalah berpikir lebih tenang, agar tak menyesal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Terimakasih Mantan, Karena Luka yang Kau Beri Aku Jadi Bersyukur atas 5 Hal Ini!

Untukmu yang dulu pernah mengisi hatiku, kuucapkan terima kasih banyak padamu. Tulisan ini kukhususkan untukmu yang pernah memberi arti dan luka di hati. Janji manis yang dulu pernah kau beri, nyatanya musnah sudah tanpa bukti.

Kuterima semua luka ini dengan berat di awal. Namun kini aku menjelma menjadi sosok yang berbeda. Kusadari, luka yang kau beri bukan untuk kuratapi, melainkan untuk kusyukuri. Terima kasih untukmu yang sudah membuat sakit hati ini, tanpamu aku tak akan pernah berlajar tentang 5 hal ini.

Tanpamu Aku Menjelma Jadi Sosok yang Lebih Dewasa

Luka yang kau beri membuatku belajar menjadi sosok yang lebih baik lagi. Kini tanpamu aku menjelma jadi seorang yang lebih dewasa dari sebelumnya. Aku belajar untuk memperbaiki segala kesalahanku di masa lalu yang mungkin jadi salah satu penyebab kau memberi luka di hatiku.

Berkatmu Aku Mengerti Bahwa Mengharapkan Sesuatu dari Orang Lain Adalah Sebuah Kesalahan

Kau tahu, sakitku muncul karena harapanku yang terlalu besar padamu. Kau tak sepenuhnya salah. Aku belajar dari luka ini. Aku belajar bahwa berharap sesuatu dari orang lain adalah sebuah kesalahan. Kini yang kutahu, diriku sendirilah tempat aku bisa berharap lebih untuk ke depannya.

Kini Aku Semakin Kokoh Menghadapi Rasa Sakit dalam Hidup

Aku pernah merasa hancur dan terpuruk atas kepergianmu. Saat itu aku merasa semua duniaku sudah berakhir. Namun seiring berjalannya waktu, aku belajar. Aku berusaha untuk kembali bangkit bagaimana pun caranya. Kini setelah aku mampu berdiri, aku jadi sosok yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Ternyata Kepergianmu Membuatku Memiliki Lebih Banyak Teman

Mungkin hubungan kita dulu memang bukanlah hubungan yang sehat. Waktuku seolah habis hanya untukmu. Jangankan untuk berkumpul bersama teman, berkumpul bersama keluarga saja aku cukup jarang. Kini setelah kamu tak lagi denganku, aku jadi bisa memiliki lebih banyak teman dibandingkan dulu.

Beranjakmu Dariku Membuatku Bisa Mengenal Seseorang yang Lebih Baik Darimu

Jika kamu masih ada di sisiku, aku tak mungkin bisa menemukan seseorang yang lebih baik darimu. Aku tak mungkin membuka hatiku untuk seseorang yang baru. Kepergianmu nyatanya jadi gerbang untukku memasuki kebahagiaan yang baru.

Ya, kini aku sudah menjumpai seseorang yang bisa menerimaku lebih dari yang kau lakukan padaku. Sekali lagi, kuucapkan terima kasih banyak untukmu dan aku sangat bersyukur dulu kau pergi dan beri luka itu untukku.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Ternyata 5 Filter VSCO Cam Ini yang Kerap Dipakai oleh Para Selebgram

Selebgram memang kerap menjadi perhatian. Entah karena penampilan atau fotonya yang menarik, mereka bisa dengan mudah mendapatkan banyak like di akun instagramnya. Nah, buat kamu yang penasaran tentang bagaimana mereka mengedit foto sehingga bisa menghasilkan foto sekeren itu, kamu bisa langsung cek di sini. Berikut adalah 5 filter VSCO Cam yang kerap jadi langganan para selebgram.

1. Filter Setting Nuansa “Hangat” Senja

Filter ini digunakan untuk menjadikan foto memiliki nuansa “hangat” senja. Kamu bisa menggunakan preset C1 dengan level default. Kemudian atur level Exposure pada tingkat +2 dan level vignette pada tingkat +5.

2. Filter Setting Nuansa Blue Sea

Untuk mendapatkan foto dengan latar belakang pantai yang indah, kamu bisa gunakan filter jenis ini. Kamu hanya perlu mengatur preset pada tingkat C1 dan menurunkan levelnya pada tingkat +1. Atur exposure pada tingkat +3 dengan kontras +1 serta saturasi pada tingkat +2.

3. Filter Setting Nuansa White

Selanjutnya untuk mendapatkan foto bernuansa putih yang menarik kamu bisa menggunakan filter yang satu ini. Cukup gunakan preset HB2 dengan menurunkan tingkatnya pada angka +1. Setelah itu atur exposure pada tingkat +2, kontras +1 dan temperatur pada tingkat -1.

4. Filter Setting Nuansa Monokrom

Filter yang satu ini juga kerap dikenal sebagai filter hitam putih. Kamu bisa banget dapatkan foto keren bernuansa monokrom dengan mengatur preset pada X1. Kemudian gunakan exposure pada tingkat +1, kontras +3 dan Highlights pada tingkat +4.

5. Filter Setting Nuansa “Gelap” Senja

Foto dengan filter ini bisa menunjukkan sisi misterius loh. Kamu bisa menggunakan preset HB2. Setelah itu atur kontras pada tingkat +1, saturasi +1, Highlights +5 dan Fade pada tingkat +3.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top