Trending

Hitung-hitung THR PNS, Polri, TNI, Pensiunan dan Swasta

Rincian dana Tunjangan Hari Raya (THR) yang diperuntukkan bagi para pegawai sejumlah instansi pemerinatahan konon dipercepat jelang Idul Fitri 2019. Dikutip dari beberapa sumber, ternyata Pemerintah akan mencairkan anggaran THR untuk para PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara dan para pensiunan pada tanggal 24 Mei nanti. Tak lama berselang dari penerimaan THR tersebut, mereka yang juga akan kembali menerima Gaji ke-13 pada bulan Juni 2019 mendatang.

Saat ini, Peraturan Pemerinta (PP) mengenai pemberian THR tersebut, sudah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Untuk itu, Mohammad Ridwan selaku Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga sudah mengatakan bahwa tanggal 24 Mei 2019 adalah tanggal pasti untuk penerimaan THR.

Menurut Pak MenPAN-RB THR akan dibayarkan pada 24 Mei 2019 dengan besaran sama dengan take home pay (THP) per bulan”, Kata Mohammad Ridwan sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com.

Adapun komposisi yang menjadi kesatuan dar THP ini adalah gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan struktural dan tunjangan kinerja (jika kedua ini memang ada). Dan THR ini belaku untuk PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara, dan Pensiunan sebagaimana mekanisme yang sebelumnya sudah diatur oleh Kemekeu. Karena sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani juga telah menandatangani aturan pemberian THR yang tertuang dari Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dengan nomor 58 Tahun 2019, dimana peraturan tersebut dijelaskan jika besaran THR yang akan diterima sebesar satu kali gaji pada bulan April 2019.

Dari informasi yang beredar, adapun total dana yang akan dikucurkan mencapai Rp. 20 Triliun, jika digabungkan dengan dana gaji ke-13 di bulan selanjutnya, itu berarti setidaknya pemerintah butuh Rp.40 Triliun untuk memberi dana THR untuk para PNS, TNI, Polri, Pejabat Negara dan para pensiunan.

Sementara itu, untuk para pekerja swasta, Menteri Ketenagakerjaan M.Hanif Dhakiri meminta perusahaan segera membayar tunjangan hari raya (THR) paling lambat tujuh hari (H-7) sebelum Hari Raya Idul Fitri/Lebaran. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Dan adapun jumlah besaran THR  yang tiap para pekerjaan nanti akan terima adalah setara dengan satu bulan penuh upah. Dengan catatan, sudah mempunnyai masa kerja hingga 12 bulan atau lebih secara terus menerus.

Sedangkan pada pekerjaan harian lepas lain yang juga sudah mempunyai mas akerja lebih dari 12 bulan atau lebih, akan mendapat THR yang diperhitungkan berdasarkan hasil rata-rata upah yang diterima pada 12 bulan terakhhir sebelum hari raya keagamanan. Sedangkan untuk mereka yang masih bekerja dibawah 12 bulan, akan menerima THR dengan perhitungan dari hasil rata-rata upah yang diterima setiap bulan selama bekerja.

“Bagi perusahaan yang menetapkan besaran nilai THR dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebiasaan lebih besar dari nilai THR yang telah ditetapkan. Maka THR Keagamaan yang dibayarkan kepada pekerja sesuai dengan yang tertera di perjanjian kerja, peraturan perusahaan, perjanjian kerja bersama, atau kebisaan yang telah dilakukan,” kata Menaker Hanif, masih dari laman yang sama.

Beliau juga menghimbau para pimpipnan perusahaan unntuk melakukan pembacaran THR dengan mengacu pada regulasi yang diharapakan dapat dilakukan masimal dua minggu sebelu hari raya tiba. Agar para pekerja yang ingin mudik bisa mempersiapkan diri dengan baik. Selain itu, Kementerian Tenaga Kerja juga mengatakan akan membuka posko pengaduan seputar THR bagi para pekerja yang merasa belum meneri haknya. 

“Kita juga akan segera menerbitkan surat edaran THR kepada para Kepala Daerah dan membuka posko pengaduan THR. Bagi pekerja yang THR-nya tidak dibayarkan bisa mengadu ke posko pengaduan THR yang akan dibuka di dinas-dinas tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota serta di tingkat yaitu di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan,” tutur Hanif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Bayi Berusia 4 Bulan di Sumsel Meninggal Dunia, Karena Asap Kebakaran Hutan

Kabakaran lahan hutan yang mengakibatkan kabut asap di beberapa wilayah Sumatera Selatan kini menelan korban jiwa. Elsa Fitaloka, seorang bayi perempuan yang masih berusia 4 bulan asal Banyuasin, dinyatakan meninggal dunia akibat Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

“Ada bayi meninggal dunia sekitar pukul 18.35 WIB ketika dirawat di rumah sakit. Menurut analisa awal akibat ISPA,” ucap anggota BPD Dusun III, Talang Buluh, Banyuasin, Agus Darwanto, saat dikonfirmasi lewat telepon, Minggu (14/9/2019), sebagaimana dikutip dari laman detik.com. 

Lebih lanjut, Agus mengaku korban Elsa adalah warganya. Bayi tersebut adalah anak dari pasangan Nadirun dan Ita Septiana.

“Mulai sesak nafas kemarin malam dan masih di rawat di rumah. Tadi pagi lihat kondisinya semakin parah, dirujuklah ke rumah sakit Ar-Rasyid di Palembang dan meninggal,” kata Agus.

Dikatakan Agus, dari diagnosa awal Elsa disebut terkena serangan ISPA. Elsa pun sempat diminta dirujuk ke RS Muhamad Hoesin Palembang, namun saat itu tidak ada kamar kosong.

“Sempat dibawa ke bidan desa, kata ibu bidan sudah parah dan harus dibawa ke rumah sakit. Itulah kami bawa ke rumah sakit Ar-Rasyid untuk penanganan,” jelas Agus lebih lanjut.

“Diagnosa awal dokter bilang kena ISPA, Elsa juga kemarin memang sesak nafas. Itu bersamaan saat kabut asap kemarin tebal sekitar pukul 23.00 WIB,” sambung Agus lagi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin, Hakim mengaku pihaknya sudah menurunkan tim ke rumah sakit Ar-Rasyid tempat korban awal dirawat.

“Kami sudah dapat info dan langsung diterjunkan tim ke sana sekarang juga. Kami turut berduka cita,” kata Hakim.

Beliau menyebutkan jika kondisi kabut asap yang tebal, dia sudah menghimbau agar masyarakat menggunakan masker. Termasuk menghimbau dan mengurangi kegiatan di luar rumah.

“Keadaan asap tebal ini jangan keluar rumah kalau tidak penting. Sebaiknya memakai masker, di Dinas Kesehatan dan perangkat telah siap 24 Jam untuk melayani masyarakat,” pungkas Hakim.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Adela Resmi Layangkan Gugatan Cerai pada Sang Suami

Kabar tak megenakkan, baru-baru ini datang dari pelantun lagu ‘All I Ask”, Adele. Yap, belum lama ini, ia mengumumkan perpisahannya dengan sang suami, Simon Konecki. Dan kini, penyanyi perempuan berusia 31 tahun tersebut secara resmi melayangkan gugatan cerai pada suaminya.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh oleh pihak Adele melalui sebuah pernyataan yang dikutip dari E! News, Jumat (13/9), dimana Adele menggugat cerai Simon setelah 8 tahun, dan memutuskan akan merawat anak mereka, Angelo, bersama-sama.

“Mereka berkomitmen untuk membesarkan Angelo bersama dengan penuh cinta,” ungkapnya sang sumber.

Akan tetapi, hingga ini dituliskan, baik Adele maupun Simon Konecki masih belum angkat bicara terkait kabar gugatan cerai mereka tersebut.

Sebelumnya, Ryan Tedder, vokalis OneRepublic sekaligus sahabat dekat Adele, mengungkap kabar sang musisi setelah memutuskan untuk berpisah. Ia menyebut Adele tengah merasa kesulitan karena perceraian, namun keadaannya baik-baik saja.

“Perceraian memang sangat membuatnya kesulitan. Tapi sekarang dia baik-baik saja,” ujar Ryan beberapa waktu sebelumnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Lelaki yang Hina BJ Habibie di Sosmed, Ternyata Mengidap Gangguan Jiwa

Kepergian Presiden ke-3, BJ Habibie jadi luka mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Namun, saat semua orang sedang berduka, seorang lelaki didatangi polisi karena melakukan ujaran kebencian atas meninggalnya BJ Habibie. Akan tetapi, setelah diinterogasi, ternyata laki-laki tersebut mengalami gangguan jiwa.

“Kami sudah lakukan interogasi terhadap seorang diduga pelaku ujaran kebencian saat mengomentari wafatnya Bapak BJ Habibie lewat media sosial,” kata Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP M Ikang saat dikonfirmasi, Jumat (13/9/2019) dilansir dari detiknews.com. 

Lebih lanjut, Ikang mengarakan jika, pelaku adalah BA (16) warga Desa Petanggan, Belitang, OKU Timur. Dan dari intogasi polisi, BA mengakui jika dirinya memang telah berkomentar pedas di media sosial.

“Pelaku mengakui perbuatannya, tetapi orang tuanya mengaku anaknya dalam kondisi gangguan jiwa. Dia baru pulang berobat dari Ernaldi Bahar Palembang (rumah sakit jiwa) dan dirawat selama 40 hari,” kata Ikang.

Saat ini, lanjut Ikang, BA tengah dirawat jalan. Hal ini dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari rumah sakit dan obat yang masih dikonsumsi aktif oleh BA.

“Semua ada, ada obat-obatan, ada surat berobat jalan. Kalau diinterogasi dia diam, lupa dan kemarin didampingi juga sama keluarganya,” jelas Ikang.

Melihat kondiri BA yang memang menderita gangguan jiwa, polisi hanya melakukan interogasi dan tidak melakukan penahanan. Namun, Polisi juga meminta keluarga untuk melakukan pengawasan terhadap BA.

Sebelumnya, sebagai infromasi, pelaku mengomentari sebuah postingan atas wafatnya BJ Habibie di media sosial. Ia berkomentar ‘Mampus lo keparat cuihh‘ yang kemudian memacing emosi warganet di Instagram.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top