Feature

Hiruk Pikuk Sosial Media Saat Ini, Membuat Aku Kangen Friendster

Sosial media memang makin terasa gaduh. Aplikasi yang tadinya berfungsi sebagai wadah untuk menjalin silahturahmi berubah menjadi tempat adu argumen yang sering berujung dengan ricuh dikarenakan perang komentar.

Tak tanggung-tanggung pertemanan yang sejatinya sudah terjalin di dunia nyata malah bisa retak hanya karena beberapa postingan status saja. Ditambah dengan banyaknya berita hoax yang bersifat provokasi menyangkut agama dan politik, makin menambah gerah kita sebagai penggunanya. Media sosial yang tadi kita kenal sebagai aplikasi mencari teman berubah menjadi wahana bergulat dan saling menjatuhkan meski tanpa bertatap muka.

Ini mungkin cuma sebagian kecil gambaran yang menjelaskan situasi yang terjadi di beberapa media sosial macam facebook, twitter, path, youtube dan instagram yang kita bisa lihat dan rasakan sendiri. Semua hal itu menjadikan kita rindu masa-masa situs Friendster berjaya.

Friendster Hadir Sebagai Kakek Moyang Dari Semua Sosial Media

Memang friendster itu apa? Kalau pertanyaan ini muncul di kepalamu besar kemungkinan ketika itu kamu masih terlalu muda untuk menggunakan friendster. Kala itu di medio 2002, Friendster muncul sebagai cikal bakal dari social networking dan social media saat ini. Situs ini menjanjikan dapat menghubungkan orang-orang yang baru dikenal atau sudah lama tak terhubung di dunia nyata. Sebuah janji yang sangat mentereng di era email yang masih pakai limit quota

Friendster mendadak populer. Sayangnya kepopuleran ini justru menjadi bumerang. Tanpa visi yang cukup baik, situs ini berkembang di luar prediksi awal para pendirinya. Walhasil, jumlah pengunjung yang membludak tak diimbangi model bisnis yang matang.

Friendster kehabisan napas di tengah jalan. Serbuan pengunjung membuat situs ini berkali-kali didera masalah teknis. Dan tidak ada inovasi lanjutan yang bisa membuatnya bertahan. Tapi apa yang membuatnya begitu populer saat itu?

Meski Sudah Hilang Tapi Friendster Pernah Menjadi Wadah Pertemanan Paling Nyaman, Karena Membebaskan Kita Berkreasi

Tentu tak adil membandingkan teknologi friendster dengan facebook yang saat ini sudah berbanding 15 tahun sejak era friendster. Tapi secara fungsi kita masih bisa membahas dengan seru kenapa friendster dulu populer.

Okay, Social media saat ini macam Facebook, mungkin memberikan kita ruang untuk bisa mengekpresikan diri dengan cara kita sendiri, selama tidak menyalahi aturan tidak akan ada sanksi apapun yang akan menghentikan batas gerak kita. Hal ini juga yang dikenalkan friendster pada saat itu.

Tak cuma soal unggah foto dan kalimat-kalimat menarik, Friendster bahkan membebaskan layout profil penggunanya sesuai keinginan. Jadi jangan heran kalau ada halaman profil seseorang yang dilengkapi tulisan menyala-nyala, atau salju-salju. Norak? Mungkin begitu, tapi setidaknya kreativitasmu bisa tersalurkan di lamanmu sendiri tanpa merusuh di wall orang lain.

Tapi Walau Bebas Berkreasi, Kita Tidak Akan Menemukan Yang Namanya Berita Hoax dan Status Provokatif

Jika dulu mungkin kita merasa ini adalah salah satu kelemahan dari aplikasi friendster akan berbeda jawabnya jika dibandingkan dengan masa sekarang, karena hari ini kita sangat mensyukuri aturan dari friendster yang tidak memperbolehkan user untuk membagikan tautan dengan sembarangan.

Dengan kata lain kenyamanan dalam berinteraksi di friendster lebih terjaga karena tidak akan ada postingan atau tautan yang sering menjadi sumber-sumber perselisihan seperti zaman sekarang. Hasilnya hubungan perteman retak hanya karena perbedaan pendapat dari sebuah tautan yang dikirimnya, yang secara sadar atau tidak aplikasi tersebut sudah kehilangan jati dirinya sebagai wadah pertemanan.

Diberi Ruang Tapi Ada Aturan Untuk Lebih Selektif Terutama Dalam Hal Memilih Teman

Batasan untuk memiliki teman yang lebih sedikit di friendster memang membantu untuk lebih selektif dalam memilih teman lagi, kita bisa saja memiliki 5000 orang teman di media sosial tapi apakah kita mampu untuk mengingat dan pasti mengenalnya? Tentu tidak!

Alih-alih ingin mencari lebih banyak teman kita malah dihadapkan dengan berbagai masalah baru yang muncul dari banyaknya postingan dari mereka yang sebagian besar mungkin tidak berguna sama sekali untuk kita. Tapi di friendster kita tidak akan menemukan hal itu, meski bisa terhubung dengan teman hingga 1500 orang kita tidak bisa sembarang untuk asal add teman. Untuk itu dalam hal memilih teman kitapun turut lebih selektif lagi, karena hanya untuk menambahkan teman saja kita harus memasukkan alamat email atau nama depan plus nama belakang dengan benar.

Tentang Bagaimana Kita Bisa Mengetahui Siapa Teman Yang Melihat Profil Kita Namun Tak Bisa Sembarang Melihat informasi Orang Lain

Di awal eranya, Friendster tidak mengenal lini masa yang digunakan ramai-ramai itu. Untuk melihat update terbaru dari teman. Kita harus menengok laman profil kawan kita itu satu-satu. Merepotkan? Mungkin begitu tapi ini seolah menduplikasi perilaku kita di dunia nyata.

Friendster ibarat kita berkunjung ke rumah kawan kemudian bertanya kabarnya. Sementara social media saat ini dengan adanya lini masa ibarat kita berkenalan sesaat kemudian kita saling bertegur sapa di tengah jalan atau pasar yang milik sama-sama. Terasa bukan perbedaan kedekatannya?

Uniknya lagi, kita akan bisa mengetahui setiap orang yang menengok profil kita. Walhasil ini bisa jadi bahan baper ketika sang mantan terlihat bolak-balik menengok profilmu bukan. Dan sebaliknya, urusan stalker jadi tak semudah itu, karena untuk tahu kabar ya setiap aktivitasmu akan diketahui si pemberi kabar.

Dan Tak Hanya Berkreasi Lewat Design Tampilan Profil Kita Juga Bisa Menyematkan Lagu Pada Profil

Salah satu hal unik lain yang hanya bisa kita temukan pada friendster adalah kita bisa menyematkan lagu yang sesuai dengan jenis musik favorit kita ke laman friendster yang kita miliki, sehingga ketika ada teman yang membuka profil friendster kita secara otomatis lagu itu akan terputar. Dari sini semua teman yang mengenal kita bisa mengetahui jenis musik apa yang kita suka, tanpa perlu menjelaskan segala sesuatu yang menjadi keinginan kita berupa postingan yang mungkin bagi sebagian teman akan jelas mengganggu karena belum tentu mereka juga ingin tahu.

Serta Yang Paling Penting Ini Murni Untuk Pertemanan Bukan Yang lain

Kecanggihan dan semua kelebihan yang ditawarkan banyak sosial media di zaman sekarang kadang membuat kita bingung bahkan susah menebak apa hal mendasar yang jadi alasan seseorang untuk membuat akun. Tadinya berfungsi sebagai aplikasi yang bisa menghubungkan kita dengan orang-orang baru atau teman lama yang sudah tidak bertemu lagi, namun kadang semuanya berubah fungsi.

Sosial media bukan lagi jadi aplikasi penghubung untuk kita bisa tetap bersilahturahmi dengan orang lain, perlahan berubah menjadi ajang untuk promosi atau bahkan perdebatan. Berbeda dengan interaksi yang terjadi pada friendster terlihat sederhana karena hanya memperbolehkan kita untuk meninggalkan terstimoni di laman akun teman yang mengharuskan kita untuk mencari atau menambahkan teman yang memang benar-benar kita kenal dekat. Bandingkan dengan 5000 jumlah teman yang kita miliki pada Facebook namun 90% darinya bukanlah orang yang kita kenal,

Banyaknya sosial media yang sekarang hadir membuat kita bebas untuk menentukan aplikasi apa yang ingin kita gunakan dalam berinteraksi dengan orang lain, namun Friendster masih tetap jadi sosial media terbaik sepanjang sejarah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Putri Marino Jenuh Mendapat Pertanyaan Seputar Kandungannya

Aktris sekaligus Istri Chicco Jerikho, Putri Marino memilih bungkam saat ditanya perihal apa pun menyangkut kandungannya. Terutama saat ditanya usia kandungan, Putri memilih merahasiakannya. Ia pun terlihat jenuh kala mendengar pertanyaan yang sama soal usia kandungan. Di lain sisi, Putri hanya meminta doa dan kesehatan bayi yang dikandungnya.

“Sudah berbulan-bulan. Aku enggak mengerti kenapa kalian selalu menanyakan hal yang sama gitu, ‘Sudah berapa bulan? Sudah berapa bulan?’,” kata Putri Marino di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (13/8/2018).

Kendati demikian, Putri Marino menolak disebut merahasiakan usia kandungannya itu. Menurut Putri Marino usia kandungannya itu cukup diketahui orang terdekatnya.

“Aku enggak bakal kasih tahu kalian berapa bulan, karena berapa bulan itu cuma aku dan keluarga aku yang tahu dan teman-teman. Sebenarnya tidak merahasiakan, cuma karena aku pengin keep this for family and friends saja sih,” ujar aktris berusia 25 tahun itu.

Putri mengaku, ia belum mempersiapkan segala sesuatu terkait persalinannya. Sebab yang lebih penting untuknya adalah kesiapan mental.

“Belum persiapan. (Kalau) mental sih sudah siap sih,” katanya mantap.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sebelum Drama Korea, 10 Drama Jepang yang Pernah Jadi Primadona

Kamu generasi 90-an pasti nggak asing lagi dengan adanya animasi Jepang dan drama Jepang yang dulu sempat menjadi primadona. Ya meskipun kini sudah sedikit digeser oleh ketenaran drama Korea sih. Masih ingat nggak kamu dengan 10 drama Jepang yang sempat merajai televisimu di masa lampau ini?

1. Drama Oshin

Drama Oshin merupakan salah satu drama Jepang yang paling fenomenal dan ikonik. Drama ini sendiri terdiri dari 249 episode. Meski kisahnya sangat panjang, namun nyatanya drama ini tak hanya laris di Indonesia, namun juga di beberapa negara lainnya. Kisahnya menceritakan tentang kisah perjalanan hidup yang memiliki nuansa sejarah.

2. Drama Tokyo Love Story

Drama ini diperankan oleh Szuki Honami dan Oda Yuji. Drama ini memang termasuk sangat lawas, namun nyatanya banyak generasi 90-an yang jatuh cinta dengan kisahnya. Drama ini mengisahkan alergi percintaan Rika dan Kanji. Kehidupan keduanya dalam drama ini benar-benar bisa mengaduk-aduk hati penontonnya.

3. Drama Long Vacation

Siapa yang masih ingat dengan drama lawas yang satu ini? Masak sih dulunya kamu nggak jatuh cinta dengan drama ini? Kisah yang ada dalam drama ini termasuk anti mainstream sehingga membuat banyak orang tak mau ketinggalan kisahnya.

4. Drama 101 Marriage Proposals

Drama ini merupakan kisah Beauty and the Beast versi Jepang. Kisah dalam drama ini tak mudah ditebak sehingga kamu tak akan ingin ketinggalan untuk mengikuti kisahnya. Saking suksesnya, drama ini juga ada re-make nya versi Korea dan Tiongkok loh.

5. Drama Ordinary People

Drama ini menceritakan tentang persahabatan lima orang yang penuh dengan dilema dan romansa. Pasti kamu juga masih ingat kan dengan drama yang mampu membuat banyak orang terpana dengan kisahnya ini?

6. Drama Anchor Woman

Kisah dalam drama ini tentang dinamika kehidupan keluarga seorang presenter berita sukses yang berusaha beradaptasi dengan anak tirinya, begitu pula sebaliknya. Kisahnya sangat menarik hati dan nggak bakal bikin kamu bosan.

7. Drama Friends

Drama yang satu ini memang bukan drama yang murni dari Jepang. Karena pada kenyataannya drama ini lahir dari kerjasama antara Jepang dan Korea. Drama ini bukan drama yang receh loh. Artis yang memerankannya saja merupakan bintang paling bersinar pada masanya, yaitu Kyoko Fukada dan Won Bin.

8. Drama Great Teacher Onizuka

Drama ini mengisahkan petualangan seorang guru antimainstream dalam menakhlukkan kelas yang berisi anak-anak bermasalah. Karena kepopulerannya, Indonesia juga samai membuat sinetron yang kisahnya menyerupai drama ini.

9. Drama One Litre of Tears

Kamu pasti bakal dibuat nangis sesenggukan saat menonton drama ini. Drama yang satu ini memang cukup menguras emosi dan air mata. Wajar saja karena kisahnya adalah tentang perjuangan Aya Kito yang divonis nggak akan hidup lama.

10. Drama Forbidden Lovers

Drama ini mengisahkan tentang cinta terlarang yang terjadi antara murid dengan guru perempuannya. Kisah cinta keduanya dipenuhi dengan suka dan duka, namun untungnya tetap memiliki akhir yang bahagia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Poppy Sovia Masih Santai Bila Ditanya Soal Momongan

Aktris Poppy Sovia mulai ditanya perihal momongan oleh ibundanya. Menurut ibunya, Poppy memang sudah cukup umur untuk segera hamil dan punya momongan.

“Sebenarnya Mama juga sudah nanyain. Mengingat usia, takut semakin lama jadi enggak sehat buat aku juga. Tapi, ya sudah, sedikasihnya aja,” kata Poppy seperti dikutip kompas.com, Senin (13/8/2018).

Menurut aktris 33 tahun itu, dirinya dan suami, Ahmad Gussaoki memang tidak menunda untuk segera punya momongan. Ia pun tak memiliki keinginan khusus untuk punya anak laki-laki maupun perempuan bahkan tak terpikiran untuk membatasi jumlahnya.

“Kalau cewek, cowok, sedikasihnya aja. Oke kok dua-duanya. Cewek, cowok, sama aja. Kalau pengin, nanti gue ajarin (naik) motor dari kecil. Soal jumlah, sedikasihnya aja. Kalau keluarga berencana dua cukup, kalau enggak berencana mah bisa lebih ya. Jadi, sedikasihnya aja,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top