Feature

Hidup Ini Dijalani, Bukan Untuk Merasa Terbebani

Pernahkah kamu merasa terbebani dengan apa yang ada di sekelilingmu? Entah karena tuntutan pekerjaan, keluarga, atau bahkan pasangan. Semakin bertambahnya usia, rasanya bukan semakin sejahtera, yang ada justru seringkali tercekat oleh sukarnya fase kehidupan yang harus kamu rasakan. Belum lagi masalah demi masalah yang datang silih berganti, kamu pun membatin, rasanya problematika seakan tak berujung.

Mungkin ini yang dinamakan quarter life crisis, yaitu kondisi dimana kamu dituntut untuk menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Fase ini datang di sekitaran umurmu sekarang yang  tak lagi belia. Ya, kamu tak lagi bergantung pada orangtua, sebab nyatanya  pada fase ini kamulah yang jadi pemeran utama. Terpenting, jangan sampai kamu kehilangan arah sampai bingung harus berbuat apa saja.

Coba Ingat Lagi, Sepanjang Usiamu hingga Hari Ini, Apa Saja yang Telah Kamu Lewati? Sudahkah Kamu Mengucap Syukur Atas Hidupmu Selama Ini?

Sudahkah kamu mengucap syukur hari ini? Perihal apa pun. Entah karena kesehatan, umur panjang, makanan, rejeki, hingga teman-teman? Sepanjang usia hingga hari ini bukanlah waktu yang sebentar. Kamu pun masih dalam perjalanan meraih tujuan hidupmu, dimana untuk mencapainya jelas memerlukan kerja keras, usaha, dan tekad yang kuat. Hal-hal semacam ini apabila kembali diingat, akan membuatmu menyadari kalau hidup ini tak sepenuhnya berbeban berat.

Dengan bersyukur dan mengingat kembali bagaimana kamu bekerja keras selama ini, bukan hanya sebagai bentuk rasa syukur, tapi juga untuk memacu semangatmu agar kamu ingat bahwa untuk menjalani hidup yang dibutuhkan adalah mental yang kuat.

Saat Sedang Berbeban Berat, Janganlah Dipendam Sendiri Hingga Kepala Terasa Penat

Ini yang paling sering terjadi. Kamu selalu mengira memendam masalah seorang diri adalah keputusan yang tepat dan tak akan merepotkan pihak manapun. Padahal, memiliki seseorang yang bisa dijadikan tempat curhat sejatinya sangatlah penting. Kamu tak perlu merasa sungkan atau tak enak hati, karena faktanya teman yang baik akan selalu bersedia mendengarkan setiap kisahmu.

Kamu perlu tahu, dengan membagi cerita kepada orang yang kamu percaya, setidaknya beban pikiranmu bisa sedikit berkurang dan kamu akan merasa lega. Memang sudah seharusnya setiap emosi yang ada di dalam diri perlu dikeluarkan agar pikiranmu tenang.

Sekalipun Kamu Sedang Nestapa Karena Cinta, Sadarilah Bahwa Kamu Masih dalam Genggaman Sang Pencipta

Putus cinta nyatanya bisa membuat seseorang jadi merana. Semula bahagia tak terkira, tapi ujungnya cinta hanya membawa luka. Percayalah, memiliki hubungan serius di usiamu sekarang memang penuh ujian. Saat mendapatkan yang dirasa cocok, kamu pun akan mati-matian mempertahankan. Tapi seringkali takdir berkata lain.

Dia ternyata bukan jodoh yang selama ini kita cari. Entah kita yang meninggalkan atau ditinggalkan, dua-duanya tetap menyesakkan. Pada akhirnya, kamu pun dirundung nestapa. Di fase yang seperti ini, mungkin kamu akan merasa hidupmu begitu berbeban berat. Tapi sadarilah, kamu tidak sendiri. Di luar sana pun pasti ada yang merasakan patah hati, mungkin jauh lebih sakit dari yang kamu alami. Percayalah, kamu masih dalam genggaman Sang Pencipta dan yang pasti, dia tak akan melepaskanmu.

Menyadari Hidup yang Terus Berputar Seperti Roda, Maka Jalanilah dengan Sebagaimana Mestinya

Kunci kehidupan yang bahagia adalah selalu bersyukur dalam situasi dan kondisi apa pun. Sekalipun ketika kamu sedang berada di titik terendah hidupmu. Tetaplah bersyukur untuk setiap hal yang kamu miliki. Ujian yang berat, tetaplah jalani. Tak perlu menyerah apa lagi merasa jengah. Hidup ini seperti roda dimana perputaran pasti akan terjadi. Kamu tak akan selalu berada dibawah. Cukup jalani hidupmu dengan sebagaimana mestinya.

Masalah silih berganti, teman-teman juga mulai datang dan pergi, dan pada akhirnya kamu akan sadar bahwa masih banyak di luar sana yang tidak seberuntung kamu. Kalaupun diterpa ujian dan masalah besar, anggaplah hal itu sebagai salah satu proses pendewasaan diri, bukan sesuatu yang membuat kamu jatuh dan terpuruk.

Terpenting, Janganlah Jauh Dari Keluarga, Sebab Tanpa Mereka, Kamu Bukan Siapa-siapa, dan Hidupmu Tak Berarti Apa-apa

Pada akhirnya, sejauh apa pun kita berpetualang, akan tetap kembali kepada keluarga. Merekalah yang akan menerimamu secara utuh dan apa adanya. Kalau selama ini kamu sudah terbiasa hidup seorang diri dan merasa kamu telah mandiri, tetap utamakan dan jadikan keluarga selalu ada di hati. Sebesar apa pun masalah yang tengah kamu hadapi, keluarga akan senantiasa membantu kamu melewatinya. Karenanya, janganlah kamu berkonflik dengan keluarga karena merekalah yang jauh lebih mengenalmu, kalau tidak ada mereka, akan kemanakah kakimu melangkah bila ada masalah?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Jangan Rendah Diri dan Jangan Pula Tinggi Hati, Hidup Bisa Berubah Kapan Saja

Kamu mungkin pernah berandai-andai, kalau saja hidupmu berkecukupan. Pastilah bahagia dan tak sesedih sekarang. Padahal jika itu benar-benar terjadi, belum tentu demikian, kan? Sebaliknnya, jika saat ini hidupmu terasa bahagia sekali, jangan sesekali kau bertinggi hati. Apalagi sampai memandang rendah orang lain yang hidupnya tak lebih baik dari kita. 

Siapa pun dan bagaimana pun keadaanmu saat ini, berhenti untuk larut dalam sedih, tapi tak pula dianjurkan angkuh dan menyombongkan diri. Tetap jalani semua yang memang kau ingini, berusaha untuk mewujudkan mimpi, dan percaya jika hidup bisa berubah kapan saja.

Setelah Sedih Tentu ada Hal yang Akan Membahagiakan Hati 

Percayalah, tak ada hidup yang isinya melulu kesedihan saja. Suatu waktu, jika momennya sudah tiba dan semesta telah memberi restunnya, kamu pun bisa merasakan apa itu bahagia. Tertawa atas semua pencapaian yang sudah kamu lakukan, bersyukur atas segala hal yang mungkin bisa kamu dapatkan. 

Itulah mengapa kau tak bisa bersedih berlama-lama, tak pula menganggap semua kekurangan yang ada dalam diri akan berlangsung selamanya. Asal percaya dan terus berusaha, bahagia yang memang sudah ditakdirkan menghampirimu pasti akan datang juga. 

Begitupula Dengan Kesombongan Diri yang Bisa Berganti dengan Sebuah Kesedihan

“Hidup dan semua yang kita miliki, hanyalah sebuah titipan”

Begitu para orangtua mengingatkan. Dan percaya atau tidak, itu adalah sebuah pernyataan sekaligus nasihat yang benar. Segala yang ada dan kita miliki sekarang, bisa saja hilang dalam sekejap mata, jika memang Allah mengkehendakinya. Itulah mengapa, kita dilarang untuk menyombongkan diri sebanyak apapun harta yang dimiliki. 

Tetaplah santun, dan tetap rendah hati, tak perlu merasa menjadi manusia yang ‘paling’ hanya karena ada sesuatu yang kita miliki. Jaga semua yang sudah ada, dengan tetap menjadi manusia baik yang bersikap biasa-biasa saja.

Sisi Baik dan Buruk datang Bergantingan, Serupa dengan Sedih dan Bahagia yang Tentu Akan Datang

Sebab begitulah hidup, apa yang terjadi tak selalu sesuai dengan yang tadinya kita ingini. Tapi ini adalah perjalanan untuk berproses, bagaimana semua itu kita lewatkan tanpa merasa segalanya jadi beban. Nikmati semua sedihmu, jalani semua hari beratmu, walau semua terasa berat dan menyiksa, percayalah masa bahagia akan segera tiba.

Semua hal punya sisi baik dan buruk, jika hari ini masih sedih esok mungkin kita akan tertawa lagi. Dan begitu pula sebaliknya, jika hari ini tertawa terlalu bahagia, bisa jadi esok ada kesedihan yang harus kita rasa. 

Pilihanmu Akan Menentukan, Bagaimana Situasi Hatimu di Masa Depan

Coba bayangkan seseorang yang sudah terbiasa hidup dengan hati yang serupa setiap hari. Walau ada sedih ia tetap tertawa, walau ada bahagia yang bisa jadi alasan menyombongkan diri, ia tetap biasa saja. Jadilah seperti itu, bersikap serupa meski apapun yang sedang kamu rasa. Tak berlebihan, tak pula terasa kurang.

Ketika hati dan jiwa sudah terbiasa, maka apapun yang akan terjadi atau kita terima di masa depan, tentu rasanya akan sama seperti kehidupan kita pada masa silam. 

Hadapi Semua Sedih dan Bahagia dengan Lapang Dada

Tak ada sedih yang tak punya jalan keluar, tak ada pula bahagia yang tak akan berkesudahan. Semua hal di dunia sudah ada porsi dan waktunya, kapan setiap perasaan itu akan mengahampiri kita dan kapan pula mereka pergi untuk meninggalkan kita. Belajarlah menerima, ikhlaskan hati untuk semua yang terjadi, dengan begitu kau akan lebih paham, apa itu bahagia yang sebenarnya. 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Tetap Waspada, Inilah 5 Ciri-ciri Lelaki yang Hanya Inginkan Fisikmu Saja

Kalau sudah kepalang cinta, perempuan memang sering lupa untuk memakai logikanya. Mengira kekasihnya benar-benar cinta, padahal si lelaki bisa saja sedang memasang umpan untuk mendapatkan yang ia inginkan. Memang sih, tak semuanya brengsek seperti yang kamu kira. Tapi selain, orang-orang baik yang memang masih ada itu, ada beberapa ciri-ciri lelaki yang hanya menginginkan tubuhmu saja. 

Beberapa kali, dirimu mungkin sudah bisa membaca gelagatnya, tapi karena masih ragu dan sudah telanjur percaya. Hal-hal dibawah ini mungkin bisa lebih membuatmu percaya, apakah dirinya memang benar-benar cinta atau ingin menyalurkan nafusnya saja. 

Ia Terlalu Sering Memuji Fisikmu Dibandingkan Kemampuan Lain yang Kau Miliki

Jika diawal perkenalan ia memuji dari penampilan fisik mungkin akan terdengar wajar. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pengetahuannya tentang dirimu seharusnya bertambah. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bukannya memujimu dengan kemampuan atau kelebihan lain, ia malah terfokus untuk memuji fisikmu dengan bahasa yang sedikit liar. Jika ini terjadi selama berkali-kali, kamu memang perlu untuk berhati-hati. 

Obrolannya Tak Jauh-jauh dari Perbincangan yang Mengarah ke Seks

Tanda-tanda lain yang juga perlu diwaspadai adalah bagaimana ia ketika sedang mengobrol bersamamu. Coba lihat dan perhatikan, bagaimana ia membangun obrolan setiap kali sedang berdua atau berkomunikasi lewat ponsel. Seolah jadi bahan perbincangan favorit, topik yang ia bicarakan selalu mengarah ke sesuatu yang bersifat mesum. Kalau sudah begini, mulailah ambil jarak, siapkan langkah-langkah untuk segera menjauh darinya. 

Mencarimu Saat Sedang Ada Maunya Saja

Lain dari saat pertama kali bersama, kini ia berubah dan tak lagi perhatian seperti awal hubungan. Tak lagi memberi perhatian, ia mendadak hilang setiap kali sedang dibutuhkan. Lalu akan datang jika ada sesuatu yang ia inginkan. Dari gelagat seperti ini, harusnya perempuan sudah tahu.

Jika lelaki ini memang tak benar-benar mencintaimu. Ada  sesuatu yang memang ia incar darimu, itulah mengapa ia datang saat sedang butuh saja. Dan ketika ia sudah berhasil mendapatkan yang ia mau, bukan tak mungkin jika kau akan ditinggalkan.

Mengajakmu ke Tempat-tempat Sepi yang Sebenarnya Tak Membuatmu Nyaman

Sepi di sini adalah sepi yang bermakna negatif, bukan sepi karena memang ingin ketenangan, tapi tempat sepi yang memungkinkan ia bisa leluasa untuk berbuat banyak hal atas dirimu bahkan tubuhmu. Bahkan meski kamu sudah berkata tak nyaman, bisa jadi ia tetap memaksakan. 

Padahal seorang lelaki yang memang benar-benar mencintai perempuannya, akan selalu berusaha membuat pasangannya nyaman dan merasa senang, Jika ternyata ia justru melakukan hal sebalikknya, tak apa untuk mencari penggantinya saja. 

Dan Mulai Berani Menyentuh Bagian-bagian Tubuhmu, Walau Sebenarnya Kamu Tak Mau

Tadinya, ia mungkin hanya beranin mengenggam tanganmu, merangkul pinggul mu atau sentuhan-sentuhan lain yang memang masih wajar. Tapi makin lama, ia terlihat berubah dengan sikap yang makin tak dijaga. Bukannya berhenti walau dirimu sudah bersuara, sentuhan-sentuhan yang ia berikan mulai menjalar dengan berani tanpa mau peduli dirimu suka atau tidak.

Kalau sudah begini, kamu memang perlu untuk membuat keputusan. Tinggalkan ia dan carilah lelaki lain yang bisa menghargai dan memperlakukanmu dengan benar, 

Jatuh cinta dan percaya itu sah-sah saja, tapi jangan sampai karena terlalu cinta, kamu menjadi bodoh dan mengiyakan semua yang ia inginkan. Bangunlah pertahanan baik yang jadi tembok pembatas atas diri dan tubuhmu dengan lelaki yang jadi pacarmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Walau Masih Cinta, Hubungan yang Menyiksa Harus Ditinggalkan Segera

Embel-embel ‘cinta’ atau ‘sudah pacaran lama’ kadang membuat kita menutup mata, atas banyaknya perilaku tak enak yang kita terima. Ya, kita memang tak bisa memilih akan jatuh hati kepada siapa, tapi kita tentu bisa memilih sosok seperti apa yang harusnya dipertahankan cintanya. 

Kalau saat ini, dirimu memang sedang terjebak dalam sebuah kubangan besar yang membuat perih dihati, bukan berarti kau tak bisa berbuat apa-apa. Jangan selalu menganggap dirimu lemah, kisah cinta yang toxic baiknya segera ditinggalkan. Bahagia adalah pilihan, cobalah renungkan beberapa hal ini jika dirimu masih ragu untuk meninggalkan. 

Tak Perlu Menunggu Dirinya untuk Berubah

Memang kalau masih cinta, kita kadang terlalu percaya bahkan memberinya kesempatan, walau nyatanya terus melakukan kesalahan yang sama. Maka tak jarang, jika hubungan yang toxic berakhir dengan kekerasan fisik. Melepasnya memang tak mudah, tapi demi kebaikanmu berhentilah untuk menunggu ia berubah.

Seseorang yang memang sudah memiliki kebiasaan untuk berbuat kasar, berbicara tak sopan, hingga memukul pasangan adalah watak yang sulit untuk dihilangkan. Ia tak akan berubah, jadi berhenti mencintai dan mempertahankan hubungan dengannya. 

Coba Ingat Lagi, Sudah Berapa Kali Kau Menangis Karena Ia Terus Menyakiti

Kalau dirimu masih sulit untuk melupakan banyaknya kebaikan yang (mungkin) pernah ia lakukan, cobalah ingat sudah berapa kali ia berbuat kasar. Sudah berapa kali ia memukulmu, membuat hatimu terluka, hingga akhirnya kau hanya bisa menangis berharap ia akan mengaku salah.

Sudahlah, katakan pada diri sendiri, tangisan terakhir yang ia hasilkan akan jadi perpisahan terakhir atas hubungan yang sedang kalian jalankan. Pergilah, tinggalkan ia dengan semua perbuatan buruknya. 

Kebahagian Ada di Tanganmu, Kau Berhak untuk Menentukan yang Terbaik untukmu

Ingatlah selalu, apapun yang terjadi atas hidup kita. Diri sendiri adalah satu-satunya pihak penentu yang akan memutuskan apa saja. Begitu pula dengan hubungan beracun yang mungkin selama ini sudah banyak membuat kita kecewa.

Meski dengan berat hati, dirimu harus berani memutuskan untuk meninggalkan pasangan yang sudah berlaku kasar. Ambillah satu keputusan dan berusahalah untuk kuat meski tak ada lagi pasangan. 

Lupakan Perasaannya Jika Kau Tinggalkan, Karena Perasaanmu Pun Tak Pernah ia Pikirkan

Demi hati yang bisa sembuh seperti sediakala, kamu memang harus ada sedikit rasa tega. Tak perlu berkutat dalam pertimbangan-pertimbangan yang bertujuan untuk dirinya. Hanya karena kau tak ingin ia kecewa, bersedih karena akhirnya kalian berpisah, berpura-pura memohon agar  kau tetap bersamanya, dan banyak drama lain yang bisa saja ia sedang berbohong demi menahanmu.

Abaikan semua pikiran yang masih menganggu, perasaan dan hatimu adalah prioritas yang haru kau dahulukan dari apapun.

Dan yang Paling Penting, Dirimu Layak untuk Mendapatkan Pasangan yang Lebih Baik dari Manusia Itu

Pada kenyataannya, mencintai seseorang saja tidaklah cukup jika ia tak balas mencintai kita. Waktu yang kau habiskan terlalu berharga untuk bersama dengan seseorang yang tak pantas untuk hidup bersamamu. Lepaskan ia yang memang tak tulus mencintai, kamu berhak mendapatkan cinta yang lebih baik dari yang ia beri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top