Trending

Hewan Dan Hak Asasi-nya Yang Sering Kita Abaikan

Sebagaimana manusia yang punya hak asasi, hewan juga memiliki hak untuk dilindungi. Akan tetapi mereka tentu tak bisa berdemo sebagaimana manusia yang ingin menuntut haknya. Maka untuk itu kita sebagai manusialah yang harusnya pasang badan untuk memperjuangkan hak mereka.

Dideklarasikan oleh OIE, sebuah organisasi kesahatan hewan dunia, tanggal 15 Oktober memang telah ditetapkan sebagai hari hak asasi hewan. Bahkan di Indonesia sendiri, telah ada beberapa undang-undang seperti Pasal 302 KUHP Tentang Perlindungan Hewan, Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan beberapa lainnya, yang telah mengatur hak asasi hewan.

Dengan kata lain, mereka jadi mahkluk hidup yang perlu dilindungi. Karena keberadaannya telah diakui oleh negara. Dan bertepatan pada Hari Hak Asasi Hewan yang jatuh pada hari ini. Mari sejanak kita kilas balik, bagaimana hari ini ditetapkan dan bandingkan dengan kejadian yang selama ini banyak kita saksikan.

 

Gencar Dideklarasikan Pada Tahun 1965 Hingga Awal 1970-an

Hari Hak Asasi Hewan memang tidak tertera pada kalender dan nampaknya memang masih kurang populer. Memang jika dipikirkan terasa sedikit aneh.

Hal itu terwujud berkat upaya yang disuarakan oleh beberapa pihak yang memang berkompeten pada bidang tersebut pada tahun 1965 hingga awal tahun 1970-an. Salah satunya dilakukan oleh Richard Ryder, seorang penulis Inggris yang gencar untuk menyuarakan pemberhentian objektifitas pada hewan. Menurutnya hewan atau binatang bukanlah makhluk yang dapat diperalat sebagai alat pemuas kebutuhan manusia. Mulai dari dijadikan makanan, pakaian, kelinci percobaan untuk kosmetik dan penelitian hingga properti hiburan.

Ryder juga berkata bahwa manusia sebagai mahkluk yang punya akal sempurna, harusnya bertanggung jawab untuk membela hak-hak dasar hewan sebagaimana kita. Karena biar bagaimana pun secara alamiah hewan dan manusia saling membutuhkan untuk menjaga keseimbangan alam.

 

Bertujuan Untuk Melindungi Mereka Dari Perbuatan Semena-mena Manusia

Pada akhir september lalu, ada sebuah video yang cukup ramai dipenbincangkan oleh para pengguna Facebook. Video tersebut berisi cuplikan aksi dari seorang laki-laki yang melakukan satu tindakan keji untuk membunuh seekor kucing dan anjing.

Ternyata hal itu adalah aktivitas yang selama ini memang sudah jadi kebiasaan, di salah satu pasar tradisional di kota Manado. Kucing tersebut di tusuk dengan menggunakan sebuah benda yang menyerupai tombak dari dalam kurungan besi. Kemudian kepalanya dipukul lagi dengan menggunakan kayu hingga akhirnya mati lalu dibakar. Ini jadi salah satu gambaran dari banyaknya tindakan sadis yang sering diterima oleh hewan mulai dijadikan alat untuk mencari keuntungan, hingga diolah menjadi makanan.

Tak hanya itu saja, perbuatan tak manusia dari kita sebagai manusia terhadap hewan yang harusnya dijaga, ternyata juga jadi keresahan seorang Nadine Chandrawinata. Masih di bulan yang sama, yakni tepatnya pada tanggal 13 September 2017. Nadine menggunggah sebuah video di akun Youtube yang ia beri nama Ruang Nadine. Pada video tersebut ia bercerita bagaimana ia menyamar sebagai pengunjung biasa yang menonton pertunjukkan sirkus lumba-lumba di bilangan timur jakarta. Sebagaimana yang Nadine bilang, seekor lumba-lumba yang harusnya bisa hidup 10 tahun hanya akan bertambah 7 tahun ketika ia dijadikan alat untuk sebuah sirkus.

 

Karena Memang Ada Hak Asasi Yang Harus Mereka Dapatkan Untuk Kelangsungan Spesiesnya

Sama halnya dengan kita sebagai manusia yang memerlukan beberapa kebutuhan untuk kelangsungan hidup, hewan juga sama. Setidaknya mereka memerlukan 5 kebebasan yang harusnya dipenuhi oleh manusia sebagai pihak yang akan menjaga hak asasinya. Pertama adalah bebas rasa haus dan lapar, kedua, bebas dari rasa tidak nyaman, ketiga yaitu bebas untuk berekspresi sesuai tingkah laku alami mereka, yang keempat adalah bebas dari rasa takut dan tertekan, serta yang terakhir adalah bebas dari sakit atau dilukai.

Lalu mari kita bayangkan apa yang sedang mereka rasakan ketika dipaksa untuk menjadi topeng monyet, dijadikan alat sebuah sirkus hingga dibunuh secara sadis untuk dikonsumsi. Padahal menjaga hak asasi hewan, tak hanya ditujukan untuk mereka saja. Hal ini juga bertujuan untuk menjaga kelangsungan spesies mereka yang juga tentu berhubungan erat dengan hidup manusia.

 

Meski Sebenarnya Mereka Sendiri Tak Tahu Jika Sedang Dilindungi, Tapi Ini Adalah Kewajiban Bagi Kita Yang Mengetahuinya

Pertanyaan yang mungkin akan memenuhi kepala kita adalah, apa arti dari sebuah hak asasi hewan bagi mereka? Ini memang jadi pertanyaan yang sangat wajar, bagaimana pun mereka tentu tak tahu apa yang dimaksud sebagai hak asasi tersebut.

Namun sebagai makhluk ciptaan yang berada pada derajat tertinggi, sudah seharusnya manusia bergerak untuk melindungi mereka.

Mirisnya sesuatu yang seharusnya jadi tanggung jawab kita justru diabaikan begitu saja. Jadi tidak heran jika saat ini populasi hewan di Indonesia, perlahan punah dikarenakan banyaknya perburuan liar yang semakin merajalela. Meskipun perbuatan ini telah di atur dalam undang-undang, tapi selama jual beli hewan tak mendapat perhatian, semua ini akan terus berjalan.

 

Hanya Manusia Ber-IQ Rendahlah Yang Tak Bisa Menunjukkan Perilaku Baik Pada Hewan

Tak perlu tersingung untuk kalimat yang kamu baca barusan, bukan tanpa alasan hal tersebut juga telah dibenarkan oleh para peneliti bernama Mark Griffiths dalam tulisannya The Psychology of Animal Torturer, Bahwa perilaku buruk yang kita lakukan pada hewan atau zoosadism, jadi gambaran dari seseorang yang memiliki tingkat IQ rendah. Dan memiliki kecenderungan jadi seorang pemerkosa dan pembunuh.

Harusnya kita sadar, bahwa sebagai makhluk yang sama-sama ciptaan Tuhan kita tentu tak bisa hidup sendiri. Ada makhluk lain yang memang patut kita jaga dan perjuangkan haknya, dan salah satunya adalah hewan. Cobalah bandingkan berapa besar tingkat presentasi atas kematian yang mungkin diakibatkan oleh hewan kepada manusia dan sebaliknya. Faktanya nilai dari kekejaman manusia yang mengakibatkan kematian bagi hewan adalah yang paling tinggi.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung hak asasi hewan yang masih banyak diabaikan? Mulailah dari hal-hal bisa kita lakukan, untuk yang memang memiliki hewan peliharaan. Bisa ditunjukkan lewat perawatan dan hidup yang layak untuknya. Mulai dari kesehatannya, makanannya hingga tempat ia tinggal.

Selamat Hari Hak Asasi Hewan !

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Ingin Menyaingi Kesuksesan YouTube, Instagram Resmi Luncurkan Fitur IGTV

Instagram semakin menunjukkan taringnya. Setelah tercatat memegang rekor dengan satu miliar pengguna aktif setiap bulannya, aplikasi yang satu ini bahkan kembali membuat terobosan terbaru yang digadang-gadang akan menyaingi kesuksesan YouTube. Kita sendiri tahu, hingga hari ini YouTube adalah pemegang taji platform terbesar penyedia konten video. Namun tak menutup kemungkinan taji tersebut bisa direbut oleh pihak lain termasuk Instagram.

Dalam sebuah acara yang digelar Instagram di San Fransisco, Amerika Serikat, sang CEO—Kevin Systrom mengumumkan satu fitur yang akan menyaingi YouTube. Ya, mereka siap menghadirkan fitru sekaligus platform untuk video dengan jangka durasi yang lebih panjang dari Instagram Stories. Fitur ini resmi diberi nama IGTV dan kabarnya durasi video yang disajikan akan mencapai 1 jam.

Kabar ini pastinya membuat YouTube cemas bukan main. Sebab layaknya YouTube, IGTV disebut akan menjadi langkah evolusi dari konten video di Instagram. Semua pengguna bisa eksis, begitu kata Kevin. Sebab semua pengguna bisa jadi konten kreatornya.

Alasan Instagram merilis fitur ini lantaran Instagram menyadari kalau keberadaan konten video akan kian digemari. Dalam blog resminya, Instagram menyebut kalau di tahun 2021, mobile video tercatat mendominasi trafik layanan data mencapai 78 persen dan diprediksi para pengguna muda akan lebih banyak berkolaborasi dengan konten kreator dibanding profesional.

Meski IGTV akan disebut sebagai kompetitor YouTube, pihak Instagram tetap mempertahankan ciri khas mereka dalam platform video. Serupa dengan Instagram Stories, video yang tersaji di IGTV akan sama-sama membutuhkan sapuan jari kearah kanan untuk melihat video selanjutnya saat mengoperasikan fitur yang satu ini. Dan masih serupa, video pun akan terputar secara otomatis seperti Instagram Stories.

Menariknya, berbeda dengan YouTube yang menawaran tampilan layar horizontal saat video diputar, IGTV mempertahankan tampilan video dengan format vertikal lantaran demi membuat nyaman pengguna ponsel pintar ketika mereka mengakses IGTV. Hal ini mungkin akan jadi perbedaan yang paling mencolok dari segi penampilan antara YouTube dan IGTV. Secara format file, IGTV tetap menyuguhkan video berformat MP4.

Mengenai durasi yang mencapai satu jam, perlu diketahui, hanya kreator yang sudah mendapatkan tanda centang biru alias verified account yang sudah bisa mengunggah video hingga durasi 1 jam.

Namun untuk pengguna kebanyakan, video yang bisa diunggah berdurasi 15 detik hingga 10 menit saja. Nantinya pengguna yang ingin membuat konten, cukup menekan ikon IGTV yang berada di sisi kanan atas bersandingan dengan ikon Direct Message. Dikutip dari laman resmi Instagram, nantinya di layar IGTV, akan ada sederet pilihan channel seperti For You, Following, Popular, serta fitur Continue Watching.

“Siapapun bisa jadi kreator dan kamu bisa mengunggah video IGTV milikmu sendiri baik lewat aplikasi maupun web untuk memulai channel pribadimu,” tulis Instagram dalam keterangan resmi mereka.

Instagram sendiri mengatakan kalau fitur ini sudah dirilis untuk platform iOS dan Android. Sebagian pengguna sudah bisa merasakan fitur IGTV ini. Dalam pantauan Gobagi.com, IGTV cukup dinamis dibanding pesaingnya yaitu YouTube. Pilihan channel sekaligus kolom search yang berada di layar bawah memudahkan pengguna untuk mencari atau mengeksplorasi channel lainnya.

Untuk pengguna yang terbiasa menonton Stories tentu terbiasa dengan ciri khas layar vertikal, namun bagi mereka yang akrab dengan YouTube mungkin harus mengubah sedikit ‘kebiasaan’ menonton dengan layar horizontal saat menyambangi IGTV.

Di lain sisi, sebagai kompetitor, mungkin IGTV masih harus mempertimbangkan soal durasi. Sebab YouTube masih bertahan dan jauh lebih menguntungkan bagi para kreator lantaran menjanjikan durasi mencapai 12 jam bagi para pengguna yang ingin mengunggah konten. Setiap pengguna yang sudah follow atau subscribe akun kreator tertentu akan mendapatkan notifikasi saat akun tersebut mengunggah video baru.

Karena baru dirilis, pihak Instagram menyatakan bahwa fitur IGTV belum akan dimonetisasi sehingga konten kreator tak akan mendapatkan bayaran dari Instagram maupun tak akan ada iklan di dalamnya. Namun Facebook, perusahaan pemilik Instagram punya ide lain. Kendati belum bisa dimonetisasi, mereka menyatakan bahwa pihaknya terus menambahkan cara khusus agar para kreator dapat memonetisasi video pada IGTV. Ancaman semakin nyata bagi YouTube tentunya. Dan bukan tak mungkin, mereka yang awalnya dikenal sebagai YouTuber kemudian merambah ke IGTV. Ya, kita lihat saja…

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Setelah Donat Mie, Kini Donug yang Berbahan Rempah dan Ayam Kembali Populer

Setelah Es Kepal Milo, lalu Donat Mie yang kemarin jadi list makanan yang banyak diburu orang. Baru-baru ini, ada lagi jenis makanan baru yang mendadak populer di kalangan para pecinta kuliner. Terlebih para netizen yang kerap mencari referensi makanan dari laman Instagram.

Sumber : www.instagram.com/ramayeux/

Yap, makanan tersebut adalah cronut. Salah satu jenis kuliner yang merupakan gabungan dari croissant dan donat yang diberi nama Donug. Makanan ini lahir dari olahan seorang pria asal Skotlandia bernama Crag Carrick. Crag menambahkan beberapa bahan yang berbeda pada olahan Donugnya. Dan hal itu pulalah yang membuat kreasinya berbeda. Ia menambahkan ayam dan campuran beberapa rempah untuk menyempurnakan rasa racikannya.

Sumber : www.instagram.com/sharktankau/

Mengutip dari Evening Standart, donug mulai viral ketika Crag dan sang istri memerkan hasil kreasi mereka di salah satu stasiun televisi di Australia. Cara pengolahannya pun terbilang cukup mudah, sebab kata Crag, dirinya hanya butuh mencampur adonan donat dengan ayam buras dan rempat-rempah. Kemudian melumuri adonan dengan tepung jagung serta roti, lalu menggorengnya.

Disajikan dengan berbagai macam bumbu, mulai dari kari Jepang, keju Dijon bechamel dan saus pedas. Konon berkat kreasi miliknya ini, Crag mendapatkan tawaran investasi yang cukup besar. Hem, kira-kira kamu tertarik tidak untuk mencoba membuat Donug ala Crag ini?

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Community

Sebelum Menikah, Ini 7 Bagian Tubuh yang Harus Cewek Rawat!

Penampilan fisik adalah salah satu hal yang patut untuk dirawat. Seperti halnya bagi para cewek, sebelum kamu menikah, akan lebih baiknya kamu merawat 7 bagian tubuh ini dengan baik dan benar.

1. Kulit Luar

Kamu harus benar-benar menjaga kulit luarmu agar tetap lembap dan sehat. Kamu bisa menggunakan lulur atau mandi rempah dua kali dalam seminggu. Hal ini untuk membuat kulitmu lebih sehat dan juga bersinar.

2. Wajah

Wajah menjadi hal utama yang akan dipandang terlebih dulu di hari pernikahanmu nanti. Jadi usahakan agar wajahmu terawatt, tidak kusam dan berjerawat. Kamu harus membersihkan wajahmu secara rutin agar tidak ada banyak kotoran yang bersarang di pori-pori wajahmu dimana kotoran itu yang bisa menyebabkan wajah menjadi kusam dan berjerawat.

3. Rambut

Rambut adalah mahkota bagi seorang perempuan. Karenanya kamu harus menjaganya dengan baik. Jangan hanya mengandalkan shampoo untuk merawat rambutmu, kamu bisa menggunakan conditioner dan hair mask atau produk perawatan rambut lainnya.

4. Mulut

Kamu bisa melakukan perawatan mulut yang mencakup perawatan gigi dan bibir. Pasti kamu malu kan kalau nanti suamimu mencium bau nafas yang tak segar dari mulutmu? Jadi cobalah untuk melakukan perawatan ya.

Kamu juga bisa melakukan peeling terhadap bibirmu dengan menggunakan gula atau mengolesi bibirmu dengan madu untuk mengangkat sel kulit mati di bibir dan menjaga warna alami bibirmu.

5. Kuku

Kuku adalah bagian tubuh yang harus kamu jaga loh, girls. Kamu tentu nggak mau kan di hari pernikahanmu kukumu nampak menjijikkan? Ingat bahwa kamu perlu kuku yang cantik untuk menyalami para tamu yang datang di pernikahanmu. Meski kukumu akan dirias juga, tapi tetap saja, jika kondisi kuku tak maksimal, maka riasannya pun tak akan maksimal.

6. Payudara

Kamu harus merawat payudaramu. Tentu kamu tak ingin payudaramu terlihat kendur dan tak sehat saat sudah menikah nanti. Kamu bisa merawatnya dengan melakukan pijat payudara untuk membuat payudaramu lebih kencang.

7. Organ Intim

Kamu pun pasti setuju bahwa salah satu hal yang harus dijaga dalam kehidupan pernikahan adalah organ intim untuk berhubungan intim. Karenanya kamu perlu merawatnya dengan baik. Kamu bisa datang ke tempat perawatan organ intim wanita untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top