Feature

Hati-hati, Sebab Selingkuh Bukan Hanya Saat Kamu Menjalin Hubungan Secara Diam-diam

Selingkuh sejatinya tak hanya soal pasanganmu yang diam-diam jalan berduaan dengan orang lain. Apa lagi, definisi selingkuh setiap orang itu sejatinya berbeda-beda. Jangankan antar pasangan, seringkali kamu menganggap tindakan pasanganmu sebagai perselingkuhan, tapi menurut pasanganmu justru dia tidak pernah selingkuh darimu. Ada baiknya, memang kamu dan dia perlu menyamakan persepsi terlebih dahulu soal selingkuh. Sebagai gambaran, mungkin kamu perlu tahu hal-hal yang bisa menjurus ke perselingkuhan…

Terlalu Sering Berinteraksi dengan Lawan Jenis di Kantornya Bisa Jadi ‘Asal Mula’ Pasangan Tergoda untuk Selingkuh

Kalau kamu tahu ternyata pasanganmu punya teman dekat lawan jenis yang biasa jadi tempat berkeluh kesah atau berbagi cerita, sebaiknya bicarakan hal ini dengan pasanganmu. Sebab yang sebaiknya jadi teman cerita adalah pasangannya sendiri. Bukan orang lain. Meski ia mengelak dengan mengatakan hanya sebatas teman, tapi kamu wajib mengingatkannya terus.

Di lain sisi, pastikan kamu tahu segala kegiatan pasanganmu selama di kantor termasuk siapa saja teman terdekatnya. Kamu pun juga berhak membuat prinsip untuk membuatnya membatasi bentuk komunikasi dengan teman kantornya, termasuk mengumbar rahasia pribadi.

Selingkuh Online, Walaupun Hanya Bertukar Pesan Singkat Namun Sama Saja Kamu Sudah Main Api

Faktanya, selain membuat kecanduan, kamu perlu tahu kalau internet pun sering disalahgunakan sebagai medium perselingkuhan. Bertukar pesan singkat dengan teman, yang awalnya biasa saja namun lama-lama terbiasa, atau mencari kenalan lewat internet, hal-hal semacam itu yang membuat kamu atau pasangan jadi punya niat untuk selingkuh.

Pasalnya, mudah sekali bagi seseorang untuk menjalin hubungan yang lebih dekat lewat online karena tak perlu bertatap muka. Kendati demikian, yang namanya selingkuh lewat online jelas salah karena melanggar kepercayaan pasangan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa jenis perselingkuhan lewat dunia maya bisa sama dahsyatnya dengan perselingkuhan di dunia nyata. Pasalnya, keduanya sama-sama memicu perasaan tidak nyaman, marah, dan cemburu

Tak Bisa Menahan Diri untuk Melirik Lawan Jenis yang Lebih Memikat Mata

Mungkin kamu pernah bertemu dengan seorang pria atau wanita saat sedang menunggu antrian di bank dan dia justru terlihat ‘main mata’ denganmu atau flirting. Di momen tersebut sejatinya kamu sedang diuji. Kalau kamu menanggapinya dan justru mau diajak berkenalan, itu tandanya kamu sudah membuka diri untuk berselingkuh.

Kecanduan Film Dewasa Sama Saja Kamu Selingkuh secara Batin

Kamu wajib tahu, yang namanya menonton film porno dapat memberikan efek kecanduan sekaligus dampak negatif pada gairahmu terhadap pasangan. Bisa jadi kamu atau pasanganmu yang terlanjur kecanduan justru lebih menyukai fantasi seksual dari adegan porno daripada dengan pasangan. Akibatnya, bagi pasangan yang sudah menikah, pasti kehidupan seksnya jadi terancam.

Memimpikan Atau Berimajinasi Tentang Mantan Maupun Orang Lain yang Menarik Perhatian

Pasti kamu akan membatin, “Apa salahnya dengan bermimpi?” Padahal kita tak punya kuasa sama sekali untuk mengatur mimpi yang datang pada kita. Sebentar, jika kamu terus-menerus bermimpi atau berkhayal dengan lawan jenis lain yang bukan pasanganmu, sejatinya bisa jadi suatu tanda peringatan.

Pasalnya, semakin sering kamu memimpikan orang lain dibandingkan pasanganmu, ini berarti kamu memikirkan pria atau wanita selain pasanganmu, wah berarti kamu sudah selingkuh hati alias selingkuh perasaan.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Ternyata Laki-laki Bertubuh Pendek Lebih Sering Marah Dibanding Mereka yang Tinggi

Kalau harus diperhatikan, seorang lelaki yang bertubuh pendek ternyata lebih sering marah dan mudah terbakar cemburu dibanding mereka yang lebih tinggi. Tapi ini bukan sekedar perkiraan biasa. Karena dari hasil temuan para ilmuwan yang melakukan penelitian di Centres for Disease Control di Atlanta, ternyata lelaki bertubuh pendek lebih mudah terpancing emosi.

Menariknya lagi, penelitian yang dilakukan terhadap setidaknya 600 lelaki berusia 18 sampai 50 tahun ini, juga menemukan bahwa laki-laki bertubuh pendek juga lebih mudah emosi dan melakukan kekerasan dibanding mereka yang bertubuh  tinggi.

Hasil dari penelitian tersebut berkata, bahwa mereka yang pendek menganggap dirinya kurang maskulin yang kemudian bisa memicu tingkat ketakutan dan amarah dalam diri mereka.

Sumber : The Mirror

Disamping itu, penelitian lain yang dilakukan ilmuwan di Universitas Oxford juga mengungkapkan jika alasan seseorang bertubuh pendek lebih mudah marah sebenarnya sangat sederhana. Rasa percaya diri yang kurang, ditambah anggapan masyarakat tentang orang pendek kurang menarik, menjadikan mereka lebih mudah marah hingga berpikir negatif.

Namun tak selalu buruk, karena selain hasil temuan yang tadi sudah disebutkan. Peneliti tersebut juga menemukan fakta bahwa tak semua laki-laki bertubuh pendek lebih mudah marah. Karena, penelitian lain juga menemukan bahwa beberapa laki-laki pendek bahkan memiliki kesabaran yang lebih baik. Beberapa dari mereka juga memiliki rasa percaya diri tinggi, bahagia yang natural dan kemampuan menerima diri sendiri yang lebih baik.

Sumber : YouTube

Dengan kata lain, kita pun harus tahu jika faktor fisik bukanlah satu-satunya pemicu untuk seseorang, (khususnya laki-laki) kehilangan rasa percaya dirinya. Karena biasanya, ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Mulai dari faktor ekonomi, lingkungan, keluarga, dan pekerjaan yang dimiliki.

Karena tinggi pendeknya seseorang kadang bukanlah sebuah jaminan bahwa ia mudah marah, cemburu atau tak percaya diri. Karena semuanya itu, kembali pada masing-masing pribadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Melanie Putria dan Angga ‘Maliq & D’Essentials’, Resmi Bercerai!

Berbeda dengan Angga yang tak tampak dalam persidangan, Melanie Putria terlihat hadir dengan didampingi oleh kuasa hukumnya, pada sidang perceraiannya, yang digelar di Pengadilan Agama Jakarta Barat, kemarin Senin (21/1).

Dan atas kesepakatan bersama, keduanya akhirnya resmi bercerai sebagaimana hasil putusan yang dibacakan oleh hakim.

“Hari ini dikarenakan bukti sudah cukup, keterangan saksi juga sudah menguatkan alhamdulillah hari ini juga sekalian putusan. Sudah resmi bercerai,” ujar Indah Dewi Yani, kuasa hukum Melanie saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Barat, dikutip dari laman detik.com.

Ternyata proses perceraian keduanya sudah sejak lama dilangsungkan dan sepakat berpisah dengan baik-baik. 

Sebelumnya, keduanya menikah pada 7 Maret 2010 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Sheemar Rahman Purariredja. Jarang terlihat dalam gosip miring, keduanya tampak mesra di sosial media. Namun, mendadak harus berpisah setelah 8 tahun berumah tangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Dihargai Rp. 1.500/Kg, Petani di Banyuwangi Buang Buah Naga ke Sungai

Dinilai tak mendapat harga yang cukup mempuni, beberapa petani buah Naga di Bayuwangi terlihat membuang hasil panen ke sungai. Hanya dihargai sekitar Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram (kg). Tindakan para petani yang membuang buah naga ke sungai ini jadi salah satu bentuk protes atas merosotnya harga buah tersebut.

Dikutip dari laman Detik.com, Hari candra setyawan (29), warga Dusun Silirbaru Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran Banyuwangi mengaku, anjloknya buah naga di Banyuwangi membuat dirinya merugi.

“Terpaksa saya buang ke sungai karena memang tidak laku. Dijual pun juga tidak nutut dengan ongkos petani,” ujarnya kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Dan dari foto dan video yang beredar luas di dunia maya, konon kegiatan membuang buah naga tersebut adalah kali kedua. “Ini bentuk protes kami karena buah naga dari Banyuwangi tidak laku dipasarkan. Kemarin kita buang 100 kilo. Ini lebih banyak lagi. Hampir 200 kilogram,” tambahnya.

Dianggap tak bisa mengembalikan modal, beberapa petani buah naga di wilayah sekitaran Banyuwangi, yakni di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, akhirnya mempersilahkan masyarakat untuk memetik sendiri buah naga di kebunnya.

“Silakan kalau mau ambil sendiri di kebun. Gratis. Harga tidak nutup dengan ongkos petik,” ujar Ukri, dikutip masih dari laman yang sama.

Situasi ini sudah berjalan sekitar 2 minggu lebih, padahal menurut Ukri para petani baru bisa dikatakan mendapat untung jika harga buah naga diatas Rp. 6.500/kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top