Feature

Hati-hati, Punya Target yang Terlalu Tinggi Belum Tentu Baik untuk Kesehatan Mentalmu

Memasang dan bercita-cita untuk mencapai sebuah target dalam hidup, pasti semua orang melakukannya. Hal semacam itu dilakukan semata-mata supaya sebagai individu pun kita kian terpacu meraih sesuatu yang kita dambakan. Namun hati-hati, terkadang kita sering terjebak menetapkan target terlalu tinggi.

Bahkan karena tingginya target tersebut, dirimu jadi tersiksa lho kawan. Nah, biar gak jadi beban kamu perlu tahu nih enam alasan kenapa memasang target tinggi kurang baik untuk dirimu.

Kamu Jadi Tertekan Karena Merasa Dikejar Target Sendirian

Man Standing While Holding Red Marker Pen Facing Marker Board

Mulanya, menetapkan target tinggi memang ampuh membuatmu kian giat berusaha mewujudkan mimpimu. Hanya saja, target sewaktu-waktu bisa jadi bumerang lho. Kamu tak lagi menikmati caramu mencapai target tersebut, yang ada justru seperti dikejar oleh target besarmu sendiri terlebih karena besarnya ekspektasi yang disematkan pada hal tersebut.

Alhasil, tiap hari kamu terus memikirkan target besar itu dan lupa bahwa ada target lain yang juga ingin digapai. Untuk itu, berhati-hatilah dengan target tinggi yang kamu ingin wujudkan.

Sadar Tak Sadar, Ada Aktivitas Lain yang Jadi Terbengkalai

Woman Wearing Gray Blazer Writing on Dry-erase Board

Punya target tinggi, otomatis dibarengi ekspetasi yang begitu besar, bukan? Hati-hati, terlalu memikirkan target besar yang dipatok hanya membuat targetmu yang lain justru tak dikejar bahkan terbengkalai. Bahkan kegiatan di luar target besarmu pun juga bisa terbengkalai.

Kenapa hal semacam ini bisa terjadi? Ini karena energimu sebagian besar dipakai untuk mencapai target besarmu. Tak heran jika kamu makin merasa hidupmu penuh beban karena menumpuknya aktivitas dan target yang terlupakan karena satu tujuan besar.

Fokusmu Bisa Jadi Hanya Pada Targetnya Saja, Bukan Pada Proses yang Perlu Kamu Lalui

Woman Using Laptop

Ketika sudah menetapkan target besar kamu seolah hanya memikirkan bagaimana target itu bisa dicapai. Kamu seakan lupa bahwa dalam jangka waktu mencapai target tersebut, ada beragam proses yang perlu kamu lewati. Fokusmu yang hanya tertuju pada target semata lambat laun bikin kamu merasa susah untuk menapakinya.

Karena menurutmu terasa berat, kamu jadi tak menikmati proses yang sejatinya bisa membentukmu. Kamu terlanjur menganggap dirimu terbeban dan ingin menyerah di tengah-tengah perjalanan. Hati-hati, mood yang semacam ini yang bisa memaksamu mundur sebelum bisa mencapainya.

Bila Gagal, yang Ada Kamu Didera Frustasi Berkepanjangan

Man in White Shirt Using Macbook Pro

Fokusmu yang begitu menggebu pada target besar ternyata tak sesuai yang diharapkan. Hingga waktu yang ditetapkan target menjulang itu tak berhasil kamu gapai. Rasa frustasi pun lantas hadir mengikuti kegagalanmu. Jika tak bisa move on dari target besar itu, maka jangan harap rasa frustasimu akan mereda.

Kamu Jadi Tak Bergairah Melakoni Hidup Bahkan Jadi Terbiasa Menunda

Man in Brown Long-sleeved Button-up Shirt Standing While Using Gray Laptop Computer on Brown Wooden Table Beside Woman in Gray Long-sleeved Shirt Sitting

Target tinggi yang tak kunjung tercapai dan kamu tak bisa menikmati prosesnya hanya akan membuatmu merasa frustasi dan sedih. Hal ini pun akan berimbas pada pola pikirmu dalam memandang kehidupan. Kamu menjadi begitu pesimis dalam menghadapi aktivitas sehari-hari bahkan semacam kehilangan gairah demi mencapai target lain yang lebih ada potensi untuk segera diwujudkan.

Hati-hati, lalai dalam manajemen waktu pun bisa membawamu jadi seseorang yang gemar menunda. Kamu jadi bingung memilih hal mana yang harus dikerjakan dahulu. Apalagi, target besar butuh fokus perhatian yang besar pula. Jika tak pandai mengatur waktu kamu akan terus menunda hal-hal yang sebenarnya perlu diselesaikan lebih dulu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Brad Pitt dan Charlize Theron Dikabarkan Menjalin Hubungan

Dua tahun pasca, prahara rumah tangganya usai dengan Angelina Jolie. Aktor Brad Pitt dikabarkan tengan berkencan dengan aktris peraih Piala Oscar, Charlize Theron. Konon, keduanya bertemu karena dikenalkan oleh mantan tunangan Theron, yakni Sean Penn.

Dilansir dari The Sun, keduanya mulai terlihat menjalin hubungan usai Natal tahun lalu. Dengan kata lain, ini akan jadi hubungan serius pertama yang Pitt jalani usai berpisah dengan Jolie pada tahun 2016 lalu.

Masih dari laman yang sama, seorang sumber mengatakan jika  “Mereka sudah saling ketemu hampir sebulan ini. Mereka awalnya berteman biasa, ironisnya dikenalkan oleh Sean, tapi kemudian hubungan keduanya mulai semakin dekat.”

Maka tak heran, jika akhir pekan minggu lalu, keduanya tampak bersama usai pemutaran film yang berbeda pada Sabtu malam. Dimana Brad Pitt pergi menonton “If Beale Street Could Talk” di sebuah rumah pribadi di Hollywood Hills. Karena dirinya menjadi eksekutif produser. Sedangkan Theron menjadi salah tamu istimewa di pemutaran film “Roma” di Chateau Marmont, LA.

Selepas menghadiri acara masing-maing, Brad terlihat datang untuk menemui Chateu. Berganti baju dan bergabung duduk di salah satu sudut bar bersama dengan Charlize. Terlihat jika Charlize minum vodka sementara Brad minum air putih.”

Namun hingga saat ini, perwakilan Brad Pitt masih enggan untuk berkomentar tentang kabar ini.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Feature

Aku Siap Hidup Susah, Tapi Harusnya Lelakiku Tak Akan Membiarkannya

Fakta tentang menjalani hidup berdua dari titik terendah sampai mas-masa bahagia. Tentu terdengar begitu manis di telinga. Dipercaya jadi bukti nyata dari cinta, beberapa lelaki akhirnya berpikir bahwa perempuannya haruslah mau diajak susah. Kalau tidak, itu artinya dia tak benar-benar cinta.

Eits, tunggu dulu sayang. Aku rasa kamu perlu berpikir sebentar. Tentang bagaimana ayah dan ibuku susah payah membuatku bahagia. Lalu sekarang, tiba-tiba kamu datang untuk mengajak hidup susah. Ini bukan perkara cinta atau tak cinta. Tapi lebih ke bagaimana kesiapanmmu untuk hidup berdua. Karena jika memang benar-benar sayang, kamu tentu akan selalu membuatku bahagia, bukan malah mengajak hidup susah.

“Kita ngontrak dulu ya, sembari nyicil rumah” jauh lebih terdengar bertanggung jawab daripada “Mau beli rumah gimana, hidup juga masih gini-gini aja”. Kalau sama kemampuan diri sendiri saja kamu sudah tak percaya, bagaimana bisa bertanggung jawab atas hidup kita nanti? 

Disamping itu, aku pun tahu jika segala sesuatu butuh proses. Sebelum bisa duduk bersantai di akhir pekan, kita berdua mungkin akan kerja keras, walau di hari libur, demi kebutuhan lain yang sudah menunggu. Tak apa, kupikir ini memang akan jadi bagian dari proses yang harus kita jalani bersama. Tapi, berbeda cerita, jika ajakan hidup susah bersama kamu sampaikan karena kesalahan dalam membuat keputusan. Bukan tak cinta atau tak siap menderita, tapi diriku berhak untuk menolaknya.

Tak perlu terburu-buru, kita masih punya waktu untuk mengatur dan mempersiapkan semuanya terlebih dahulu. Lagipula, hidup berdua bukan perkara mudah. Sebab cerita kita bukan hanya tentang bahagia saja, ada sekelumit cerita sedih yang juga bisa menghampiri diri kapan saja. Untuk bisa siap menghadapinya, kita butuh kuda-kuda yang tak sekedar kata ‘pasrah’ dan ‘jalani saja’.

Tak ada yang mengejar kita. tak juga diminta oleh keluarga agar segera menikah. Lantas apa yang kau jadikan alasan untuk menikah dalam waktu dekat? Lupakan puluhan undangan yang sudah datang tiap akhir pekan. Tak semua pencapaian orang harus kita jadikan patokan. Membangun bahtera hidup berdua adalah perkara besar. Ada ribuan kesiapan yang harus direncanakan dengan cepat dan perlahan.

Serupa denganmu, aku pun percaya jika rejeki bisa datang kapan saja. Tapi disamping itu semua, kita juga perlu menjalankan logika. Berpikir rasional untuk segala kemungkinan. Sebab, sebuah persiapan matang saja masih bisa berjalan melenceng dari rencana, apalagi yang tak ada persiapan apa-apa?

Rasa sayang dan cintaku tak perlu kamu pertanyakan, tapi jika kamu datang untuk memintaku mengiyakan ajakan hidup susah. Kupikir aku punya hak untuk menolaknya!

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Trending

Di Film Chapter 3-nya, John Wick Makin Gila

Kalian yang sudah menonton 2 seri film sebelumnya, pastilah setuju jika sekuel ‘John Wick’ jadi salah satu film laga terbaik yang pernah ada. Tak banyak basa-basi, keseruan yang ditampilkan berjalan dengan euforia ketengangan yang cukup mengesankan. Baku hantam tanda ampunan, barangkali itu jadi sesuatu yang akan melekat di ingatan.

Keanu Reeves, seorang pembunuh bayaran kelas kakap yang sedang berusaha untuk pensiun. Jadi pesona yang akan membuat semua orang jatuh cinta pada John Wick. Setelah proses syuting yang sudah dirampungkan tahun lalu. Trailer film ketiganya, baru saja dirilis pada Kamis (17/1) lalu. Selain membuat diri makin tak sabar, cuplikan dari trailer ini memperlihatkan satu adegan yang cukup membuat orang penasaran. Yap, John Wick bakalan naik kuda untuk menghajar para pembunuh yang ingin mematikannya.

Mengusung judul John Wick: Chapter 3 – Parabellum, seri ini akan dimulai dari lanjutan film sebelumnya. Ketika John dikeluarkan dari organisasi pembunuh bayaran yang selama ini jadi tempat ia bekerja. Resikonya? Siapapun diperbolehkan untuk merenggut nyawanya. Bahkan ada imbalan 14 Juta Dollar, untuk yang berhasil membunuhnya.

Tapi bukan John Wick namanya, kalau tak bisa melawan semua pasukan yang menghadangnya, termaksud aktor laga tanah air yakni Cecep dan Yayan Ruhiyan. Ya, walaupun pasti ada beberapa adegan yang akan membuatnya berdarah-darah juga.

Masih disutradarai oleh Stahelski, bisa dipastikan John bakalan tetap hidup dan melawan semua orang. Lagipula, kali ini, John Wick akan dibantu oleh Sofia (Halle Berry), pembunuh bayaran yang ingin John tetap hidup. Nah, akan bagaimana aksi mereka. Silahkan saksikan sendiri tanggal 17 Mei 2019 nanti. Sekarang tonton trailernya aja dulu. 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top